Wanita Semakin Berumur, Perut Semakin Buncit?

Pernah nggak kamu perhatikan orang-orang yang berusia lanjut cenderung memiliki perut yang buncit, terutama para wanita yang sudah berumur? Ukuran pinggang yang makin melebar seiring pertambahan usia adalah hal yang umum terjadi. Keluhan umum dari para wanita adalah makin sulitnya menjaga berat badan ketika akan memasuki usia kepala tiga. Lalu, ketika periode menopause, pada umumnya berat badan tidak bertambah secara signifikan tetapi, bentuk perut semakin membuncit. Maka timbul pertanyaan, apa sih penyebab perut buncit pada perempuan yang mulai menopause?

Pada prinsipnya, ada tiga faktor yang mempengaruhi berat badan kita, yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi tiap harinya, jumlah kalori yang terbakar oleh aktivitas organ tubuh dan aktivitas fisik setiap hari, serta usia kita. Konsumsi makanan terlalu banyak apabila tidak diimbangin dengan aktivitas fisik, akan menyebabkan kelebihan kalori yang diserap dalam tubuh sehingga, berat badan akan naik, termasuk lemak perut yang akan bertambah. Pertambahan usia akan mempengaruhi massa otot.

Makin tua usia kita, massa otot akan semakin berkurang. Di sisi lain, kadar lemak tubuh makin meningkat. Berkurangnya massa otot ini menyebabkan berkurangnya penggunaan kalori oleh tubuh, maka dari itu biasanya akan timbul banyak keluhan tentang betapa sulitnya menjaga berat badan di usia 35 dibanding saat berusia 25. Memasuki usia menopause, banyak perempuan mengeluhkan bentuk perut yang tampak membuncit walaupun mereka tidak banyak makan dan berat badannya tidak bertambah.

Penyebab perut buncit pada perempuan usia menopause adalah menurunnya kadar estrogen. Kondisi tersebut ternyata memengaruhi bagaimana lemak didistribusikan dan disimpan di dalam tubuh. Kecenderungan bertumpuknya lemak di perut juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Penyebab perut buncit dari faktor usia, hormonal dan genetik akan sulit untuk dicegah. Akan tetapi, kita tetap harus berupaya untuk menjaga ukuran perut agar tidak terlalu besar dengan mengubah gaya hidup.

Seiring bertambahnya usia, cobalah lebih memperhatikan pola makan sehari-hari, terutama dengan lebih banyak mengonsumsi makanan-makanan sehat. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, dan cobalah untuk mengganti asupan karbohidrat dengan pilihan seperti, nasi merah atau oatmeal. Kurangi konsumsi daging merah dan cukupi asupan protein dari daging putih tanpa lemak. Tidak lupa untuk membatasi konsumsi gula, garam dan lemak.

Dengan pola makan seperti ini, selain menjaga agar ukuran pinggang tidak melebar terlalu banyak, ia juga bermanfaat mengurangi risiko penyakit degeneratif lain yang umumnya diderita orang lanjut usia.

Jangan lupa untuk menyeimbangkan asupan makanan dengan aktivitas fisik, seperti olahraga rutin agar kalori yang disimpan di dalam tubuh dapat terbakar sempurna sehingga, lemak tidak terlalu banyak menumpuk di perut. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit/minggu atau dengan melakukan olahraga intensitas tinggi sebanyak 75 menit/minggu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *