Operasi Perut Bisa Jadi Penyebab Usus Lengket

Operasi yang menyebabkan usus lengket

Operasi perut bisa jadi salah satu penyebab usus lengket. Menurut penelitian, sebanyak 9 dari 10 orang yang mengalami usus lengket telah menjalani operasi yang melibatkan pembedahan perut.

Biasanya pembedahan ini meliputi saluran pencernaan bawah, seperti usus besar dan rektum, operasi panggul, atau operasi perut darurat lainnya. Meskipun seringkali tidak menimbulkan gejala, usus lengket berisiko menimbulkan penyumbatan usus sehingga nutrisi makanan tidak dapat diserap tubuh dengan optimal. 

Penyebab utama usus lengket

Operasi perut merupakan penyebab utama perlengketan usus, kemungkinannya sebesar 90%. Sisanya perlengketan usus disebabkan karena trauma, infeksi, inflamasi, dan beberapa kondisi lainnya. Kebanyakan kasus usus lengket tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala khusus. Biasanya hanya berupa rasa tidak nyaman dan beberapa gangguan pencernaan. 

Sebesar 60% penderita mengalami gangguan usus halus terutama pada orang dewasa. Jika dibiarkan, perlengketan usus akan berkontribusi terhadap nyeri panggul kronis. 

Operasi perut dapat merusak jaringan peritoneum usus. Jaringan ini berfungsi melapisi organ di dalam perut serta membuat organ licin saat bergesekan dengan organ lainnya. Jaringan peritonium dapat rusak karena sayatan, cairan operasi, atau bahkan potongan kecil kain kasa. 

Usus lengket biasanya terjadi beberapa hari setelah penderita menjalani operasi, namun tidak ada gejala setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berikutnya. Awalnya, terdapat luka pada usus sehingga usus pun saling menempel karena permukaannya menjadi sangat lengket. 

Lama kelamaan, luka akan menimbulkan jaringan parut sehingga membatasi gerak usus. Makanan yang melewati saluran pencernaan pun semakin sulit. Tidak menutup kemungkinan usus akan tersumbat atau disebut juga obstruksi usus. 

Gejala yang mungkin terjadi

Meskipun sebagian besar penderita tidak mengeluhkan gejala tertentu. Namun, jika telah menyumbat usus maka akan menimbulkan kram perut. Kondisi obstruksi usus ini menyebabkan gejala seperti:

  • Nyeri perut parah
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan perut karena kembung
  • Sulit buang angin dan jarang Buang Air Besar (BAB)
  • Dehidrasi yang ditandai dengan kulit, mulut, dan lidah kering, haus parah, jarang buang air kecil, detak jantung cepat, serta tekanan darah rendah

Perut akan terasa sakit bahkan hanya dengan sentuhan ringan. Gejala sistemik juga mungkin akan terjadi, seperti demam, detak jantung cepat, dan tekanan darah rendah. 

Bagaimana cara mencegah usus lengket? 

Operasi laparoskopi mengurangi risiko perlengketan usus karena tidak membutuhkan sayatan besar, melainkan hanya sayatan kecil dibuat di perut bagian bawah. Oleh karena itu, prosedur laparoskopi bisa mengurangi risiko usus lengket.

Akan tetapi, jika laparoskopi tidak memungkinkan untuk dilakukan dan memerlukan tindakan operasi sayatan perut besar, di akhir operasi dokter akan memasukkan bahan berupa film yang akan diserap oleh tubuh dalam waktu sekitar satu minggu. Cara ini digunakan untuk menghidrasi organ dan membantu mencegah perlekatan usus. 

Selain itu, terdapat langkah-langkah lain yang bisa dilakukan selama operasi untuk mengurangi risiko usus lengket, diantaranya:

  • Memakai sarung tangan lateks steril bebas bedak
  • Menggunakan larutan salin dalam kondisi tertentu
  • Menggunakan drapes dan swabs yang lembab 

Penyebab usus lengket lainnya

Selain pasca operasi, usus lengket juga bisa terjadi karena berbagai kondisi dan penyakit, seperti:

  • Penyakit Crohn
  • Penyakit divertikular
  • Peritonitis
  • Terapi radiasi untuk kanker
  • Bawaan sejak lahir

Apabila usus lengket tidak mengakibatkan ketidaknyamanan atau rasa sakit maka tidak dibutuhkan penanganan dan pengobatan tertentu. Namun, jika mengganggu bahkan terjadi sumbatan usus, dokter mungkin akan menyarankan prosedur operasi. 

Hernia Inguinal

Hernia inguinal merupakan gangguan yang terjadi di bagian perut. Kondisi tersebut terjadi ketika lemak atau jaringan usus terdorong melalui otot yang lemah pada dinding perut yang letaknya dekat dengan kanalis (saluran) inguinal kiri dan kanan. Semua kanalis inguinal berada di dasar perut.

Kanalis inguinal dimiliki baik pria maupun wanita. Jika seseorang mengalami hernia, maka akan muncul tonjolan di bagian yang terdampak. Tonjolan tersebut bisa menimbulkan rasa nyeri ketika manusia bergerak.

Banyak orang berpikir bahwa mereka tidak membutuhkan pengobatan untuk mengatasi hernia, karena hernia muncul dalam ukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, pengobatan akan dibutuhkan untuk mencegah penonjolan berikutnya dan mengurangi risiko komplikasi pada tubuh.

Gejala

Seseorang yang mengalami hernia inguinal bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Tonjolan di area pada kedua sisi dari tulang kemaluan.
  • Merasa nyeri atau terbakar di bagian tonjolan.
  • Ketidaknyamanan di bagian paha, terutama ketika batuk, membungkuk, atau mengangkat barang.
  • Merasa tertarik di bagian paha.
  • Tekanan pada pangkal paha.
  • Merasa bengkak di bagian testis ketika usus yang menonjol turun ke dalam skrotum.

Penyebab

Penyebab hernia inguinal belum dapat ditentukan dengan pasti. Namun, bagian lemah di dalam otot perut dan otot pangkal bisa merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya masalah tersebut.

Selain itu, berikut adalah faktor lain yang dapat memicu hernia inguinal:

  • Tekanan tambahan pada tubuh.
  • Riwayat hernia inguinal yang terjadi pada keluarga.
  • Pernah menjalani operasi hernia.
  • Jenis kelamin dimana pria mengalami risiko 8 kali lebih besar dibandingkan wanita.
  • Lahir secara prematur yang disertai dengan berat badan rendah.
  • Obesitas.
  • Kehamilan.
  • Fibrosis kistik.
  • Batuk kronik.
  • Konstipasi kronis.
  • Merokok.

Diagnosis

Jika Anda mengalami hernia inguinal, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Diagnosis yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik untuk mengetahui seberapa parah kondisi yang dialami pasien.

Pengobatan

Untuk mengobati hernia inguinal, cara yang dapat dilakukan adalah operasi. Dokter akan mendorong jaringan menonjol kembali dan menguatkan dinding perut dengan jahitan. Sayatan kecil juga perlu dilakukan di bagian perut dengan alat khusus. Prosedur ini disebut sebagai laparoskopi.

Dengan melakukan prosedur laparoskopi, penderita akan lebih cepat sembuh dan tidak mengalami luka. Cara ini lebih baik dibandingkan dengan operasi konvensional.

Pencegahan

Anda juga dianjurkan untuk melakukan beberapa hal di bawah untuk mencegah hernia inguinal:

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi.
  • Jangan sering melakukan aktivitas yang terlalu berat seperti mengangkat beban yang berat.
  • Jangan merokok.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda menemukan tonjolan pada pangkal paha, Anda perlu konsultasikan masalah tersebut ke dokter. Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Mencatat riwayat medis keluarga, termasuk Anda (jika ada).
  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat obat yang Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter akan menanyakan kepada Anda mengenai kondisi yang Anda alami seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah gejala yang Anda alami membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan?

Kesimpulan

Hernia inguinal merupakan gangguan medis yang serius dimana gejala yang dialami penderita membutuhkan pengobatan yang tepat seperti operasi. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjaga kondisi dari hernia inguinal, Anda sebaiknya ikuti anjuran yang disebutkan di atas.