Konsumsi Obat Herbal Paru-Paru untuk Meredakan Gejala Asma

Terapi alami dan konsumsi bahan pangan tertentu dipercaya mampu meringankan gejala asma, seperti batuk dan sesak napas. Namun perlu digarisbawahi, bahan pangan yang tergolong obat herbal paru-paru tersebut tidak bisa menyembuhkan asma sebab dibutuhkan obat-obatan medis untuk mengatasi penyakit asma. Meskipun menurut penelitian, terdapat herbal yang terbukti mengandung berbagai khasiat yang membantu meredakan gejala asma. 

Makanan dan minuman yang dianjurkan

Diet makanan berperan meredakan gejala asma. Beberapa diantaranya mampu mengurangi peradangan akibat alergen. Berikut ini makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi untuk meredakan gejala asma:

  • Bawang putih

Sifat anti inflamasi bawang putih telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Berdasarkan Food and Chemical Technology, ekstrak bawang putih mentah memiliki efek anti inflamasi lebih besar daripada bawang putih yang telah dimasak. Akan tetapi, sebagian orang tidak menyukai karena rasa dan aroma yang menyengat.

Asma merupakan salah satu penyakit peradangan dan penyempitan saluran napas. Namun, belum ada penelitian yang secara langsung membuktikan bahwa bawang putih efektif meringankan asma yang kambuh.

  • Jahe

Efek anti inflamasi juga terkandung pada jahe. Sebuah studi menunjukkan bahwa suplemen jahe oral berkaitan dengan perbaikan gejala asma. Bahkan studi lain menyebutkan bahwa komponen aktif jahe mampu mengurangi respon hipersensitivitas jalan napas. Oleh karena itu, konsumsinya dapat menjadi pilihan terapeutik.

Di sisi lain, jahe belum bisa dipastikan mampu memperbaiki fungsi paru-paru secara keseluruhan saat asma sedang kambuh.

  • Madu

Bahan ini sering digunakan untuk membantu mengurangi tenggorokan gatal dan batuk. Anda bisa mencampurkan madu ke dalam air hangat. Menurut Journal of Medicinal Food, madu saja tidak cukup efektif mengurangi gejala asma. Akan tetapi, jika dikombinasikan dengan zat lain seperti jintan hitam maka efektivitas akan meningkat. Meskipun di sisi lain, bukti ilmiah pengobatan asma menggunakan madu masih terbatas. 

  • Minyak omega-3

Bahan pangan yang mengandung tinggi omega-3 terdapat pada ikan laut, seperti ikan salmon, makarel, atau sarden. Omega-3 berfungsi mengurangi peradangan saluran pernapasan dan meningkatkan fungsi paru-paru penderita asma tingkat parah.

Namun, Anda perlu mengetahui bahwa khasiat omega-3 tidak akan bekerja jika dikonsumsi dengan jenis steroid oral. Apabila Anda sedang dalam pengobatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu mengenai rekomendasi konsumsi suplemen omega-3.

  • Kafein

Zat kafein merupakan bronkodilator yang berfungsi melebarkan saluran pernapasan. Sealain itu kafein juga dapat mengurangi kelelahan otot. Pasalnya, penderita asma membutuhkan kinerja otot-otot pernapasan ekstra karena kesulitan bernapas. Sebuah studi menunjukkan, kafein memperbaiki fungsi paru-paru penderita asma hingga empat jam.

Kafein banyak terdapat di kopi dan teh. Namun, beberapa orang mengalami efek samping berupa detak jantung lebih cepat setelah mengonsumsi kafein. Obat-obatan tertentu juga tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan kopi.

Perubahan pola makan

Pada dasarnya tidak ada diet khusus bagi penderita asma. Namun, beberapa kondisi tertentu mampu memperburuk penyakit asma, seperti kelebihan berat badan. Kondisi tersebut menghasruskan sesorang melakukan diet penurunan berat badan. Konsumsi buah dan sayur mampu meningkatkan asupan serat sehingga meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, antioksidan, vitamin E, dan vitamin C mampu mengurangi peradangan di saluran pernapasan penderita asma. Apabila asma sedang kambuh, hindari makanan atau minuman penyebab alergi karena akan semakin memperparah kondisi Anda. Konsultasikan dengan dokter mengenai pengobatan dan perawatan yang harus dilakukan.