Tidak Hanya Komix Obh, Bahan Alami Juga Bisa Redakan Batuk Berdahak

Batuk merupakan penyakit sederhana yang bisa datang kapan saja dan dialami oleh siapa pun, terlebih pada musim pancaroba seperti sekarang. Batuk sendiri yang umumnya menyerang adalah batuk kering dan batuk berdahak. Jika Anda mengalami batuk berdahak, bisa diatasi dengan mengkonsumsi Komix OBH sebagai langkah pertama pertolongan. 

Baik batuk berdahak dan batuk kering memang awalnya tidak termasuk dalam penyakit berbahaya. Tetapi jika dalam waktu dua minggu tidak kunjung membaik, segeralah periksa diri Anda ke dokter karena dikhawatirkan akan muncul penyakit lain yang lebih berbahaya seperti TBC.

Anda bisa melakukan pengobatan dengan cara medis atau pengobatan tradisional menggunakan bahan – bahan alami. Jika Anda ingin mengatasi dengan mengonsumsi obat – obatan dengan atau tanpa resep dokter, perlu memerhatikan jenis obat batuk yang dikonsumsi. Berikut ini jenis obat batuk yang umum dikonsumsi guna mengatasi batuk berdahak Anda.

  • Ekspektoran. Jenis obat batuk ini akan membuat dahak Anda lebih mudah untuk dikeluarkan. Jenis obat ekspektoran akan membuat dahak menjadi lebih cair karena mampu menekan produksi mucin yaitu protein yang terdapat pada dahak.
  • Mukolitik. Tujuan dari obat batuk jenis mukolitik adalah untuk mengencerkan dahak sehingga membuat Anda lebih mudah mengeluarkannya batuk. 

Selain pengobatan dengan menggunakan medis, ada pula yang lebih menggunakan pengobatan tradisional untuk mengatasi batuk berdahak. Berikut ini bahan – bahan alami yang bisa Anda gunakan sebagai pengobatan tradisional.

  1. Air garam

Anda bisa berkumur dengan air garam untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat menginfeksi tenggorokan dan juga mampu membantu mengencerkan dahak sehingga batuk menjadi lebih cepat reda.

  1. Madu

Manfaat madu bagi kesehatan tentunya sudah tidak perlu diragukan lagi. Madu dapat menyembuhkan banyak penyakit termasuk batuk berdahak. Madu memiliki kandungan yang efektif dalam menyembuhkan batuk jika dikonsumsi secara rutin. Hal ini sesuai dengan penelitian yang sudah dibuktikan dalam jurnal Canadian Family Physician.

  1. Jahe

Jika ingin mengatasi batuk berdahak dengan jahe, Anda bisa melarutkannya dengan air hangat atau dicampurlan ke dalam teh manis hangat. Jahe memiliki kandungan antibakteri dan antivirus yang mampu mencegah perkembangan virus dan bakteri baru sehingga sangat ampuh melawan infeksi yang terjadi dalam saluran pernapasan yang menjadi penyebab dari batuk.

  1. Lemon

Lemon termasuk dalam salah satu buah yang mampu dijadikan sebagai obat alami dalam mengatasi batuk. Tidak hanya batuk saja, bahkan lemon mampu mengurangi radang yang terjadi pada tenggorokan sekaligus memberikan nutrisi vitamin C untuk meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh. Jadi tidak heran jika mengonsumsi lemon dapat meredakan batuk yang Anda derita.

  1. Kunyit

Selain sebagai bahan – bahan utama dalam masakan, nyatanya kunyit dapat dijadikan sebagai obat batuk alami, terutama untuk Anda yang mengalami batuk kering. Kunyit memiliki antiradang yang berperan melawan partikel asing penyebab infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan yang jadi penyebab batuk. 

  1. Bawang putih

Selain kunyit, bahan masakan lain yang bisa dijadikan sebagai obat batuk alami adalah bawang putih. Sifat antimikroba yang dimiliki bawang putih mampu untuk menghentikan infeksi atau iritasi yang membuat produksi dahak menjadi berlebih. Hal ini karena di dalam bawang putting terkandung senyawa allicin yang membantu melawan virus dan bakteri yang ada di dalam tenggorokan.

  1. Sari cuka apel

Cuka apel bisa diolah menjadi obat batuk alami karena mengandung asam asetik yang bersifat antibakteri. Gumpalan lendir yang pecah dan matinya bakteri yang menyerang saluran pernapasan Anda adalah manfaat yang dirasakan dengan mengonsumsi cuka apel. anda bisa mencarikan 1 hingga 2 sendok sari cuka apel yang dicampurkan dalam satu gelas air kemudian minumlah atau pun berkumur dengan campuran tersebut. Anda bisa melakukannya maksimal dua kali dalam satu jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Itulah beberapa pengobatan alami yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi batuk berdahak selain mengonusmi Komix OBH. Jika Anda ingin berkonsultasi tentang batuk yang diderita sebelum memutuskan ingin menggunakan pengobatan yang mana, bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi kesehatan SehatQ.

Mengobati Batuk Kering dengan Woods Batuk Kering

Obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi batuk yang kering yaitu Woods batuk kering atau bisa juga disebut Woods peppermint Antitussive Sirup.

Mengalami batuk yang kering sangatlah menyiksa, batuk yang kering sering kali membuat tenggorokan terasa gatal, perih, dan juga tidak disertai dengan dahak.

Adapun tanda-tanda batuk kering, yaitu demam, menggigil atau kedinginan, tubuh yang terasa pegal, sakit kepala, pilek atau flu, mual, dan juga muntah. Batuk kering yang sering dalam jangka waktu yang panjang dapat disebabkan oleh penyakit kronis, seperti asam lambung atau penyakit paru obstruktif kronis.

Jadi, jika Anda mengalami gejala di atas, Anda dapat mengatasinya dengan menggunakan Woods Peppermint Antitussive Sirup atau Woods batuk kering.

Obat batuk kering ini dapat mengatasi rasa gatal dan juga perih pada tenggorokan Anda. Obat batuk kering ini merupakan obat yang sangat efektif yang dapat Anda gunakan ketika Anda mengalami batuk kering yang mana tidak mengeluarkan dahak.

Woods batuk kering atau Woods Peppermint Antitussive Sirup adalah obat yang tergolong bebas terbatas, yang artinya obat ini dapat dilakukan tanpa menggunakan resep dari dokter tetapi harus menggunakan aturan pakai yang ada pada kemasan obat.

Apa manfaat mengonsumsi Woods batuk kering atau Woods Peppermint Antitussive Sirup?

Woods Peppermint Antitussive Sirup memiliki beberapa manfaat untuk Anda yang sedang mengalami batuk kering, diantaranya yaitu :

  • Dapat membantu meredakan batuk kering yang tidak mengeluarkan dahak maupun dikarenakan alergi
  • Dapat mengatasi radang pada tenggorokan dan juga mengatasi tenggorokan yang terasa gatal dan juga perih
  • Dapat mengurangi kekerapan ingin batuk sehingga dapat membuat batuk tidak batuk setiap saat
  • Mampu membantu Anda memiliki pernapasan yang melegakan

Di atas merupakan beberapa manfaat penggunaan Woods Peppermint Antitussive Sirup untuk Anda yang mengalami batuk kering.

Berapa dosis obat untuk mengonsumsi Woods Peppermint Antitussive Sirup?

Dosis penggunaan Woods Peppermint Antitussive sirup adalah sebagai berikut :

  • Untuk anak – anak yang berusia 6 hingga 12 tahun dapat meminum 1 sendok the Woods batuk kering sebanyak 3 kali dalam sehari
  • Untuk orang dewasa dan juga anak – anak yang berusia diatas 12 tahun dapat meminum 2 sendok the Woods batuk kering sebanyak 3 kali dalam sehari

Woods batuk kering atau Woods Peppermint Antitussive Sirup ini aman digunakan terhadap anak-anak dan juga orang dewasa. Perhatikan dosis dan aturan pakai sesuai dengan petunjuk yang dianjurkan pada kemasan Woods batuk kering atau Woods Peppermint Antitussive Sirup.

Woods batuk kering memiliki keunggulan yakni memiliki rasa peppermint yang kuat untuk melegakan pernapasan pada tenggorokan. 

Adapun efek samping pada Woods batuk kering atau Woods Peppermint Antitussive Sirup yakni adanya rasa mual, mengalami pusing, mengantuk dan juga mengalami konstipasi atau sembelit.

Penggunaan Woods Peppermint Antitussive sirup dapat digunakan untuk mengatasi batuk kering. Namun, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk kering dengan bahan alami maupun tidak, diantaranya yaitu :

  • Anda dapat menggunakan air garam untuk berkumur
  • Anda dapat enambahkan madu dan dicampur dengan minuman
  • Anda juga dapat mengobatinya dengan makan makanan yang hangat dan juga minum minuman yang hangat

Selain mengatasi batuk kering dengan Woods Peppermint Antitussive Sirup dan beberapa cara seperti diatas, Anda juga harus mengonsumsi air putih yang banyak selama berlangsungnya batuk kering. 

Air putih yang banyak dapat membantu Anda untuk terhindar dari dehidrasi dan membuat tenggorokan menjadi lembap, karena  dehidrasi dapat membuat tenggorokan menjadi kering. Jika tenggorokan lembap makan proses pemulihan terhadap batuk kering akan lebih cepat.

Itulah beberapa cara mengatasi batuk kering serta manfaat penggunaan Woods batuk kering atau Woods Peppermint Antitussive Sirup. Jika selama penggunaan obat tetapi Anda masih tetap mengalami batuk kering, segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih lanjut.

Atasi Batuk Pilek dengan Obat Dextral

Obat dextral merupakan salah satu obat yang bisa mengatasi batuk pilek. Batuk pilek adalah salah satu penyakit yang cukup sering menyerang masyarakat Indonesia. Umumnya, paparan virus merupakan salah satu penyebabnya. Batuk pilek yang disebabkan oleh virus juga sangat mudah menular, orang bisa terinfeksi hanya dengan menghirup atau bersentuhan dengan partikel virus.

Gejala Batuk Pilek

Selain batuk pilek, ada beberapa gejala lain yaitu:

  • Hidung tersumbat dan berair
  • Rasa sakit dan gatal pada tenggorokan
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Badan pegal-pegal
  • Demam
  • Bersin

Selain karena rhinovirus, batuk pilek juga menjadi salah satu gejala COVID-19 yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejalanya penyerta lainnya pun juga sama, karena itu Anda harus waspada jika mengalami gejala-gejala tersebut dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau melakukan tes PCR atau swab antigen untuk memastikan kondisi Anda.

Penyebab

Ada beberapa virus yang bisa menyebabkan batuk pilek, beberapa diantaranya menimbulkan efek dan gejala penyerta berbeda. Berikut beberapa virus yang menjadi penyebab batuk pilek:

  • Human Rhinovirus

Rhinovirus merupakan virus yang paling banyak menjadi penyebab batuk pilek. Virus tersebut bisa berkembang di hidung manusia dan sangat menular, namun rhinovirus sama sekali tidak berbahaya.

  • Coronavirus

Seperti yang dijelaskan diatas, batuk pilek karena rhinovirus memiliki gejala yang mirip dengan batuk pilek karena coronavirus. Ada beberapa gejala penyerta lainnya yang bisa Anda waspadai, yaitu hilangnya indra perasa dan penciuman (anosmia) serta sesak napas.

Saat mengalami gejala-gejala tersebut, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat. Terutama bagi Anda yang memiliki penyakit penyerta, karena COVID-19 bisa berakibat fatal.

Beberapa virus lainnya yang menyebabkan batuk pilek antara lain:

  • Human parainfluenza virus (HPIV)
  • Adenovirus
  • Respiratory syncytial virus (RSV)

Ketiga jenis virus tersebut menyebabkan infeksi ringan pada orang dewasa, namun untuk anak-anak bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah yang parah. Seperti lansia, bayi prematur atau anak-anak yang memiliki asma, memiliki risiko yang lebih besar terkena komplikasi seperti bronkitis dan pneumonia.

Jika batuk pilek yang Anda alami karena Human Rhinovirus, Anda bisa mengonsumsi obat dextral yang dijual bebas untuk mengurangi batuk dan pilek yang Anda alami.

Komplikasi

Umumnya batuk dan pilek tidak akan menyebabkan masalah serius, karena akan sembuh dengan sendirinya. Namun ada beberapa kasus dimana batuk pilek dapat menyebar ke dada, sinus atau teling yang bisa menyebabkan kondisi seperti:

  • Infeksi telinga: lebih sering terjadi pada anak-anak, yang menyebabkan sakit pada telinga dan keluarnya cairan kuning atau hijau dari hidung.
  • Sinusitis: disebabkan karena batuk pilek yang terjadi dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan sinus meradang dan terinfeksi.
  • Asma: menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Infeksi dada: bisa menyebabkan pneumonia dan bronkitis.
  • Radang tenggorokan: yang menyebabkan sakit tenggorokan dan batuk.

Pencegahan

Pada dasarnya semua penyakit bisa dicegah, termasuk batuk pilek yang disebabkan oleh virus. Berikut beberapa pencegahan yang bisa Anda lakukan:

  • Melakukan vaksinasi flu yang bisa mengurangi risiko terkena batuk dan pilek.
  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh wajah dan makan. Jika tidak ada wastafel, Anda bisa menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif lain.
  • Karena virus penyebab batuk pilek mudah menyebar, Anda bisa berjaga-jaga dengan menghindari orang-orang yang tengah sakit. Atau, Anda juga bisa menggunakan masker saat bertemu orang yang sedang mengalami batuk pilek.

Jika Anda yang terkena batuk pilek, Anda bisa mencegah orang lain tertular dengan menggunakan masker saat sakit. Dan tutup mulut Anda setiap kali batuk dengan menggunakan tissue atau lengan, lalu jangan lupa untuk membuang tissue di tempat sampah.

Pengobatan

Untuk batuk dan pilek yang Anda alami, Anda bisa mengonsumsi obat dextral untuk meringankan serta mengurangi frekuensi batuk. Sedangkan untuk gejala lain seperti demam, Anda bisa mengonsumsi parasetamol. Dan jangan lupa mengonsumsi air hangat untuk mengurangi batuk.

9 Obat Batuk Tradisional Ini Terkenal Ampuh , Lho!

Batuk kerap dialami terbagi menjadi dua jenis yaitu batuk berdahak dan batuk kering. Keduanya dapat terjadi bersamaan dengan flu. Batuk berdahak terjadi karena bronkitis, post nasal drip, pneumonia, dan penyakit paru obstruktif kronik. Sedangkan batuk kering disebabkan oleh adanya penyakit lain seperti asma, asam lambung, alergi, dan infeksi virus. Kedua jenis batuk, baik berdahak maupun kering, dapat diobati menggunakan obat batuk tradisional. Berikut ini merupakan 9 jenis obat batuk tradisional yang terkenal ampuh mengatasi batuk. 

  1. Madu

Penggunaan madu sebagai obat batuk tradisional tentu sudah cukup diketahui banyak orang. Dibandingkan bahan alami lainnya, madu memiliki rasa yang mudah diterima lidah selama pengobatan. Anda dapat meminum madu dengan takaran 1 sendok makan atau mencampurkannya dengan air hangat.

  • Air garam

Berkumur air garam selama 3 kali sehari juga merupakan obat batuk tradisional. Gunakan air yang hangat untuk membantu mengurangi infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan. Selain itu, air garam akan mengusir alergen, bakteri, dan jamur dari tenggorokan.

  • Nanas

Nanas mengandung enzim brimelain yang bersifat antiinflamasi sehingga baik dikonsumsi oleh Anda yang mengalami batuk berdahak. Enzim pada nanas akan membantu memecah dahak yang menggumpal sehingga memudahkan dahak keluar. Anda dapat memakan nanas secara langsung atau menjadikannya jus dan meminumnya 3 kali sehari.

  • Lemon

Peras lemon hingga keluar airnya sebanyak satu sendok teh lalu campur dengan satu sendok madu untuk membantu meredakan batuk. Lemon efektif sebagai obat batuk tradisional sebab mengandung antioksidan dan vitamin C.

  • Cuka Apel

Cuka apel mengandung bakteri yang dapat melawan infeksi pada tubuh. Selain itu cuka apel akan mengondisikan tubuh Anda menjadi alkali atau basa sehingga penyakit tidak tahan berda di tubuh. Campurkan cuka apel pada segelas teh dan minum sehari 3 kali.

  • Bawang Putih

Mengonsumsi bawang putih setiap selesai makan dapat membantu meredakan batuk. Bawang putih mengandung antiinflamasi dan antioksidan. Apabila rasa dari bawang putih terlalu menyengat, Anda dapat meminum madu untuk penyeimbang rasa. Bawang putih ini merupakan obat tradisional batuk yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, lho!

  • Akar licorice

Akar licorice juga dapat digunakan sebagai obat batuk tradisional. Pada akar licorice terdapat kandyngan glycyrrhizin yang bersifat antiaergen. Dengan mengonsumsi akar licorice, maka tenggorokan akan menjadi lega sebab dahak telah mengencer kemudian bisa dikeluarkan dengan lebih mudah.

  • Kunyit

Kunyit dilengkapi dengan sifat antiradang yang berfungsi melawan partikel asing penyebab infeksi saluran pernapasan. Anda dapat mengonsumsi kunyit sebagai obat batuk tradisional. Gunakan bubuk kunyit dan campurkan dengan segelas susu panas. Selain itu, Anda juga dapat mencampurkan kunyit ke dalam teh dan memberikan sedikit garam. 

  • Jahe

Jahe dapat dijadikan obat pereda batuk kering terutama yang disebabkan oleh alergi. Anda tinggal merebus jahe pada air mendidih. Setelahnya ambil segelas untuk diminum ketika masih hangat. Jika memang suka, Anda dapat menambahkan madu. Jahe sendiri dapat membantu inflamasi sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Agar obat batuk tradisional yang digunakan dapat memberikan kesembuhan, Anda sebaiknya banyak beristirahat. Hal tersebut membantu tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak sehingga dapat membantu melawan penyakit. Anda juga dapat menjaga kesehatan tubuh dengan cara rajin berolahraga, menghindari kelelahan berlebih, mengatur pola makan, dan tidur dengan teratur.