Mudah Lupa di Usia Muda, Normal atau Tidak?

Lupa adalah hal yang wajar, dan semua orang pasti pernah melupakan sesuatu. Lupa juga merupakan bagian dari penuaan yang akan terjadi seiring bertambahnya usia. Tapi, bagaimana jika di usia sering sekali mudah lupa. Apakah itu normal atau patut diwaspadai?

Artikel berikut akan membahas ciri-ciri masalah ingatan yang normal dan yang perlu dicurigai. 

7 Masalah memori normal

Orang sehat dapat mengalami lupa atau kehilangan memori pada usia berapapun. Berikut ini tujuh gangguan ingatan yang normal.

  1. Kefanaan (Transience)

Informasi yang didapat, baik itu peristiwa, nama orang, atau hal lainnya, akan masuk ke dalam memori jangka pendek (short-term memory). Ingatan bisa bertahan lama (long-term memory) apabila informasi tersebut terus diulang atau dipanggil (recall). 

Informasi yang tidak diulang lama-kelamaan akan hilang dan Anda pun melupakan ingatan tersebut. 

Ingatan jenis ini terbilang normal. Bahkan para ilmuwan menganggapnya bermanfaat karena dapat membersihkan otak dari ingatan yang tidak terpakai dan memberi ruang untuk ingatan baru yang lebih berguna. 

Maka jika Anda menganggap memori tersebut tidak penting, Anda akan mudah lupa terhadap informasi tersebut. 

  1. Ketidakpedulian (Absentmindedness)

Jenis lupa ini terjadi saat informasi yang diterima tidak mendapat cukup perhatian. Misalnya, Anda lupa dimana meletakkan remot televisi karena terlalu fokus pada acara yang ditonton sebelumnya. 

  1. Pemblokiran (Blocking)

Pemblokiran atau juga dikenal sebagai tip of tongue adalah ketika jawabannya sudah di ujung lidah tapi kita tidak bisa mengingatnya. Fenomena ini juga terjadi saat Anda mengambil ingatan yang salah. Hal ini disebabkan banyaknya ingatan yang saling bersaing sehingga Anda tidak bisa memikirkan informasi yang tepat. Pemblokiran memori akan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia.

  1. Kesalahan atribusi (Misattribution)

Kesalahan atribusi terjadi saat Anda mengingat sebagian informasi secara akurat, tapi lupa detail lainnya seperti waktu, tempat, atau orang yang terlibat. Informasi salah yang Anda berikan bisa berasal dari sesuatu yang sebelumnya Anda baca atau dengar tapi telah dilupakan.  

Fenomena ini akan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia karena kesulitan berkonsentrasi dan memproses informasi dengan cepat. Ingatan Anda juga semakin tua, sehingga pengambilan memori lama rentan terhadap kesalahan atribusi. 

  1. Sugestibilitas (Suggestibility)

Kekuatan sugesti dapat mempengaruhi pikiran Anda. Hal ini dikarenakan ingatan rentan terhadap kekuatan sugesti, sehingga sugesti bisa menipu pikiran Anda dan membuat Anda berpikir hal tersebut adalah ingatan yang nyata. Para peneliti masih menggali lebih banyak cara kerja sugestibilitas di otak.

  1. Bias ingatan (Bias)

Ingatan atau persepsi yang masuk ke otak bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor (bias), seperti pengalaman, keyakinan, pengetahuan sebelumnya, dan suasana hati saat itu. Ketika dilakukan pemanggilan memori, bias tersebut dapat mempengaruhi informasi yang sebenarnya Anda ingat. 

Hingga saat ini hampir tidak ditemukan penelitian terkait cara kerja otak dibalik fenomena tersebut, atau apakah itu menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia.

  1. Ingatan yang terus menerus (Persistence)

Berbeda dengan fenomena yang telah disebutkan di atas, gangguan ini menyebabkan seseorang terus mengingat hal-hal yang sebenarnya ingin dilupakan. Ini bisa termasuk peristiwa traumatis dan perasaan negatif. 

Beberapa dari ingatan secara akurat mencerminkan peristiwa mengerikan yang terjadi, sementara sisanya mungkin merupakan distorsi negatif dari kenyataan. 

Orang yang menderita depresi atau gangguan stres pascatrauma (PTSD) cenderung mengalami hal ini. 

Bagaimana ciri-ciri penyakit lupa yang harus diwaspadai?

Mudah lupa harus diwaspadai jika terjadi terlalu sering hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Ciri-ciri lainnya meliputi:

  • Salah menaruh barang di tempat yang tidak sesuai, misalnya kunci mobil di kulkas
  • Sering salah dalam menilai dan membuat keputusan
  • Sering tersesat saat bepergian ke area yang sudah di kenal

Ciri-ciri di atas merupakan beberapa gejala penyakit Alzheimer. Meski menyerang lansia, gejalanya bisa berkembang sejak usia muda.

Terlalu sering mengalami mudah lupa juga bisa jadi tanda gangguan kognitif lainnya. Segera hubungi dokter jika khawatir dengan kondisi Anda.