Tidak Hanya URICID, Hal Ini Juga Bisa Jadi Solusi Untuk Anda!

Otot yang kaku dan tegang pada tubuh akan membuat pergerakan anggota tubuh menjadi tidak nyaman. Anda bisa saja merasakan nyeri pada beberapa bagian atau bahkan seluruh bagian tubuh sekaligus, sehingga menimbulkan pegal linu. Pegal linu bisa terjadi pada semua usia, mulai dari anak, remaja hingga orangtua sekalipun. Namun kondisi ini biasanya akan lebih sering ditemukan pada mereka yang sudah berusia lanjut. Salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi URICID.

URICID adalah obat jamu herbal tradisional yang diformulasikan bagi penderita asam urat. Secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan pegal linu dan nyeri pada persendian. Konsumsinya bisa diminum dengan dosis 3 kali sehari 6 pil, sesudah makan. URICID mengandung komposisi Celery Semen (biji seledri) 30 mg, Curcumae Domesticae Rhizoma (kunyit) 65 mg, Equiseti Herba (greges otot) 40 mg dan Ricini Folium (daun jarak) 25 mg.

Selain mengonsumsi URICID, Anda juga lakukan hal berikut ini dengan tujuan untuk meredakan otot kaku yang dialami.

  1. Mengompres atau Berendam di Air Hangat

Pegal linu juga bisa diatasi dengan menggunakan kompres air hangat. Cukup letakkan kompres tersebut pada area otot yang tegang dan cobalah untuk rileks dan lakukan selama 20 menit. Air hangat ini akan membuat area otot menjadi lebih nyaman dan sekaligus melancarkan peredaran darah di sekitarnya, sehingga rasa nyeri akan berkurang. Hal ini akan membuat Anda merasa lebih nyaman setelahnya.  Selain menggunakan kompres hangat, juga bisa berendam dengan air hangat selama beberapa saat. Hal ini akan membuat seluruh otot tubuh menjadi lebih rileks dan peredaran darah menjadi lebih lancar, sehingga pegal linu berangsur hilang.

  1. Melakukan relaksasi

Pegal linu juga bisa disebabkan oleh stres, di mana Anda sedikit tertekan dan menjadi kurang rileks selama menjalankan rutinitas. Kondisi ini pada umumnya ditandai dengan ketegangan di beberapa area tubuh, seperti leher dan juga bagian punggung.  Anda bisa mengatasi rasa tidak nyaman ini dengan melakukan relaksasi ringan. Cobalah untuk duduk dengan senyaman mungkin, kendorkan semua otot tubuh Anda dan mulai atur pernapasan Anda dengan baik. Tarik nafas yang panjang melalui hidung dan keluarkan secara perlahan melalui mulut. Lakukan hal ini selama beberapa menit, hingga akhirnya otot kembali lentur. 

  1. Perbanyak Minum Air Putih

Untuk melakukan segala kegiatan dengan nyaman, tubuh Anda akan membutuhkan asupan air yang cukup sepanjang hari. Jangan abaikan hal ini, sebab kekurangan cairan di dalam tubuh bisa membuat Anda tidak bertenaga dan merasa pegal pada beberapa area tubuh.  Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup, sehingga kebutuhan air di tubuh bisa terpenuhi dengan baik. Selain itu, lengkapi juga kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik sepanjang waktu.

  1. Lakukan Pijatan Ringan atau Terapi

Ketegangan di area otot juga bisa diatasi dengan melakukan pijatan ringan. Pijatan seperti ini akan membuat otot yang kaku menjadi lentur kembali, sehingga rasa nyeri hilang dengan perlahan.  Anda bisa memijat bagian telapak kaki, tangan, atau bahkan pundak dengan menggunakan minyak esensial. Hal ini akan membuat Anda lebih rileks dan nyaman. 

Selain itu, Anda juga bisa melakukan terapi dengan bantuan ahli pijat yang profesional, agar tubuh Anda bisa dipijat dengan menyeluruh. Pegal linu bisa terjadi pada siapa saja dan datang kapan saja. Jika pegal linu menghampiri, jangan panik. Ini hanya akan membuat otot tubuh menjadi lebih tegang dan sakit. Berusahalah untuk tetap rileks dan pilih cara yang tepat untuk mengatasi pegal linu dengan mudah, agar bisa beraktifitas dengan nyaman dan tenang.

Jadi jika Anda mengalami otot kaku cobalah untuk mengonsumsi URICID terlebih dahulu. Namun jika dirasa kondisi belum membaik, segeralah periksa ke dokter agar mendapatkan pertolongan yang tepat dan tidak memperburuk kesehatan Anda.

Apakah Ada Cara untuk Mengobati Osteomielitis?

Merupakan infeksi tulang yang pada umumnya disebabkan karena bakteri staphylococcus disebut dengan osteomielitis. Kondisi ini termasuk penyakit yang jarang terjadi, namun pasien butuh segera ditangani karena bisa menimbulkan sejumlah komplikasi yang serius. Selain itu, penyakit ini juga bisa dialami oleh semua orang berbagai usia.

Pada anak-anak umumnya yang terjadi menyerang tulang panjang, seperti tungkai atau lengan, sementara untuk orang dewasa biasanya terjadi pada tulang pinggul, tungkai dan tulang belakang. Infeksi tulang ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan berkembang dalam jangka waktu yang lama, jika tidak segera mendapat pengobatan maka bisa menyebabkan kerusakan tulang permanen.

Diagnosis Osteomielitis

Biasanya hanya berdasarkan tanda dan gejala yang dicurigai pada pemeriksaan fisik, seperti munculnya sakit pada tulang disertai dengan pembengkakan dan kemerahan. Kemudian pemeriksaan laboratorium untuk menentukan lokasi dan luasnya penyebaran infeksi, dokter akan mendiagnosa penyakit ini dengan pemeriksaan kombinasi, seperti berikut.

  • Tes Darah

Infeksi terjadi apabila kadar sel darah putih dalam pemeriksaan ini menunjukkan hasil yang meningkat, pemeriksaan ini juga dapat menentukan organisme yang menyebabkan infeksi. Pemeriksaan lain bisa dilakukan adalah apusan tenggorokan, serta kultur urine dan feses.

  • Test Pencitraan (Imaging Test)

Foto rontgen, bertujuan untuk melihat kerusakan pada tulang, meski demikian kerusakan mungkin baru akan terlihat setelah infeksi selama beberapa minggu. MRI, tujuannya untuk memberi gambaran secara teliti terhadap tulang dan jaringan lunak sekitarnya. Sementara itu, bone scan dilakukan untuk mengetahui aktivitas selular dan metabolik pada tulang.

  • Biopsi Tulang

Pemeriksaan terakhir adalah dengan melakukan biopsi tulang, tujuannya untuk mengetahui jenis kuman yang menginfeksi. Lakukan pemeriksaan ke dokter dengan segera jika mengalami nyeri pada tulang yang bertambah parah dan disertai dengan demam. Keadaan ini bisa memburuk dalam hitungan jam atau hari dan tentunya akan semakin sulit ditangani.

Pengobatan

Tujuan dari pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi infeksi dan mempertahankan fungsi normal dari tulang. Metode pengobatan yang dilakukan pun diputuskan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan pasien, tingkat keparahan penyakit dan jenis penyakit yang dialami. Penanganan utama yang diberikan adalah dengan pemberian antibiotik.

Antibiotik berfungsi untuk mengendalikan infeksi, awalnya diberikan melalui infus dan kemudian dilanjutkan dengan bentuk tablet untuk dikonsumsi. Pengobatan menggunakan antibiotik umumnya dilakukan selama enam minggu. Namun, untuk kasus infeksi yang lebih serius konsumsi antibiotik akan lebih lama lagi.

Selain antibiotik, obat antinyeri juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri yang muncul, jika infeksi terjadi pada tulang berukuran panjang seperti lengan atau tungkai, kemungkinan besar penderita akan dipasangi bidai atau alat penyanggah lain pada tubuh untuk membatasi pergerakan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Untuk pasien yang memiliki kebiasaan merokok, dokter akan meminta pasien untuk berhenti merokok agar mempercepat proses penyembuhan. Pada kasus yang parah, dibutuhkan tindakan operasi untuk menangani kondisi dan mencegah penyebaran infeksi. Berikut beberapa tindakan operasi yang dilakukan untuk mengobati osteomielitis:

  • Mengangkat tulang dan jaringan yang terinfeksi atau debridement, semua tulang dan jaringan yang terkena infeksi akan diangkat termasuk sedikit tulang dan jaringan sehat yang ada di sekitarnya.
  • Mengeluarkan cairan dari area yang terinfeksi, cairan yang ada pada area terinfeksi ini biasanya berupa nanah yang menumpuk.
  • Mengembalikan aliran darah pada tulang, dokter akan mengisi tempat yang kosong setelah debridement dengan tulang atau jaringan dari bagian tubuh yang lain.