Sama-Sama Buat Pusing Berputar, Ini Perbedaan Dua Jenis Vertigo

Apakah Anda salah satu orang yang sering kali mengalami vertigo secara berulang? Tahukah Anda bahwa terdapat dua jenis vertigo yang dapat menyerang kesehatan Anda? Mengetahui jenis vertigo akan dapat membantu Anda dalam mencari penanganan yang tepat untuk rasa sakit kepala dan gejala vertigo lain yang Anda rasa.

Pada dasarnya, kedua jenis vertigo, baik itu vertigo perifer maupun vertigo sentral, sama-sama dapat menyebabkan rasa pusing dan sensasi berputar. Meski begitu, terdapat pula perbedaan di antara kedua, seperti perbedaan penyebab atau pemicu vertigo, ciri-ciri, hingga pengobatannya. Penjelasan lebih lanjut tentang perbedaan ini, dapat Anda simak berikut.

Apa perbedaan penyebab vertigo perifer dan vertigo sentral?

Kedua jenis vertigo dipicu oleh adanya gangguan pada organ yang mengatur keseimbangan. Vertigo perifer terjadi ketika adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berperan untuk menjaga keseimbangan. Sementara itu, vertigo sentral terjadi karena adanya gangguan di sekitar otak, khususnya bagian serebelum atau area otak yang berfungsi dalam mengontrol keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Penyebab vertigo perifer

  • Cedera pada telinga atau area kepala
  • Adanya tekanan pada saraf vestibular, missal tumbuh tumor jinak
  • Konsumsi obat tertentu, seperti diuretik, salisilat, antibiotik, atau amiglikosida
  • Penyakit Meniere yang disebabkan adanya penumpukan cairan pada telinga bagian dalam
  • BPPV (benign paroxysmal positional vertigo) yang terjadi akibat adanya kristal kalsium yang mengambang di telinga bagian dalam
  • Neuronitis: peradangan saraf vestibular (saraf penghubung telinga bagian dalam dengan otak)
  • Labirinitis: iritasi atau pembengkakan pada telinga bagian dalam

Penyebab vertigo sentral

  • Tumor pada serebelum
  • Stroke
  • Kejang
  • Multiple sclerosis
  • Migrain
  • TIA (transient ischemic attacks)
  • Gangguan di area sekitar pembuluh darah
  • Konsumsi obat tertentu (aspirin dan antikejang) dan alkohol

Perbedaan ciri-ciri vertigo perifer dan vertigo sentral

Tidak hanya penyebab, namun juga terdapat perbedaan pada ciri-ciri vertigo perifer dan vertigo sentral.

Gejala atau tanda vertigo perifer

  • Mual, muntah, dan dehidrasi
  • Rasa nyeri pada telinga
  • Telinga berdenging
  • Pusing
  • Hilangnya pendengaran untuk sementara
  • Gangguan penglihatan akibat tidak fokus karena pergerakan mata yang tidak dapat dikontrol

Gejala atau tanda vertigo sentral

  • Kesulitan dalam menelan
  • Tungkai terasa lemas
  • Kesulitan dalam berbicara
  • Bagian wajah tertentu mengalami kelumpuhan
  • Sakit kepala
  • Hilangnya fokus penglihatan akibat pergerakan mata tidak terkontrol
  • Lemas pada tungkai
  • Pandangan berbayang dua

Sementara itu, durasi terjadinya vertigo perifer biasanya lebih singkat jika dibanding dengan vertigo sentral. Namun, gangguan pada telinga lebih sering terjadi.

Bagaimana cara mengobati vertigo perifer dan vertigo sentral?

Salah satu cara yang efektif dalam mengobati vertigo perifer dan vertigo sentral yaitu dengan mengatasi dari sumber penyebab vertigo itu sendiri. Contoh, jika vertigo perifer terjadi karena adanya neuronitis, penyakit Meniere, atau labirinitis, cara mengobatinya dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat antiinflamasi. Sementara itu, vertigo sentral yang disebabkan migrain perlu diatasi dengan cara yang serupa dalam mengatasi migrain itu sendiri. Namun, jika vertigo sentral terjadi akibat tumor, maka pengangkatan tumor menjadi cara terbaik untuk mengobati vertigo tersebut.

Jika menilik perbedaan antara kedua jenis vertigo tersebut, diketahui bahwa vertigo perifer lebih sering terjadi jika dibanding dengan vertigo sentral. Gejala dan durasi vertigo sentral dikatakan lebih berat dan cukup serius jika dibanding vertigo perifer.