Apakah Ada Cara untuk Mengobati Osteomielitis?

Merupakan infeksi tulang yang pada umumnya disebabkan karena bakteri staphylococcus disebut dengan osteomielitis. Kondisi ini termasuk penyakit yang jarang terjadi, namun pasien butuh segera ditangani karena bisa menimbulkan sejumlah komplikasi yang serius. Selain itu, penyakit ini juga bisa dialami oleh semua orang berbagai usia.

Pada anak-anak umumnya yang terjadi menyerang tulang panjang, seperti tungkai atau lengan, sementara untuk orang dewasa biasanya terjadi pada tulang pinggul, tungkai dan tulang belakang. Infeksi tulang ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan berkembang dalam jangka waktu yang lama, jika tidak segera mendapat pengobatan maka bisa menyebabkan kerusakan tulang permanen.

Diagnosis Osteomielitis

Biasanya hanya berdasarkan tanda dan gejala yang dicurigai pada pemeriksaan fisik, seperti munculnya sakit pada tulang disertai dengan pembengkakan dan kemerahan. Kemudian pemeriksaan laboratorium untuk menentukan lokasi dan luasnya penyebaran infeksi, dokter akan mendiagnosa penyakit ini dengan pemeriksaan kombinasi, seperti berikut.

  • Tes Darah

Infeksi terjadi apabila kadar sel darah putih dalam pemeriksaan ini menunjukkan hasil yang meningkat, pemeriksaan ini juga dapat menentukan organisme yang menyebabkan infeksi. Pemeriksaan lain bisa dilakukan adalah apusan tenggorokan, serta kultur urine dan feses.

  • Test Pencitraan (Imaging Test)

Foto rontgen, bertujuan untuk melihat kerusakan pada tulang, meski demikian kerusakan mungkin baru akan terlihat setelah infeksi selama beberapa minggu. MRI, tujuannya untuk memberi gambaran secara teliti terhadap tulang dan jaringan lunak sekitarnya. Sementara itu, bone scan dilakukan untuk mengetahui aktivitas selular dan metabolik pada tulang.

  • Biopsi Tulang

Pemeriksaan terakhir adalah dengan melakukan biopsi tulang, tujuannya untuk mengetahui jenis kuman yang menginfeksi. Lakukan pemeriksaan ke dokter dengan segera jika mengalami nyeri pada tulang yang bertambah parah dan disertai dengan demam. Keadaan ini bisa memburuk dalam hitungan jam atau hari dan tentunya akan semakin sulit ditangani.

Pengobatan

Tujuan dari pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi infeksi dan mempertahankan fungsi normal dari tulang. Metode pengobatan yang dilakukan pun diputuskan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan pasien, tingkat keparahan penyakit dan jenis penyakit yang dialami. Penanganan utama yang diberikan adalah dengan pemberian antibiotik.

Antibiotik berfungsi untuk mengendalikan infeksi, awalnya diberikan melalui infus dan kemudian dilanjutkan dengan bentuk tablet untuk dikonsumsi. Pengobatan menggunakan antibiotik umumnya dilakukan selama enam minggu. Namun, untuk kasus infeksi yang lebih serius konsumsi antibiotik akan lebih lama lagi.

Selain antibiotik, obat antinyeri juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri yang muncul, jika infeksi terjadi pada tulang berukuran panjang seperti lengan atau tungkai, kemungkinan besar penderita akan dipasangi bidai atau alat penyanggah lain pada tubuh untuk membatasi pergerakan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Untuk pasien yang memiliki kebiasaan merokok, dokter akan meminta pasien untuk berhenti merokok agar mempercepat proses penyembuhan. Pada kasus yang parah, dibutuhkan tindakan operasi untuk menangani kondisi dan mencegah penyebaran infeksi. Berikut beberapa tindakan operasi yang dilakukan untuk mengobati osteomielitis:

  • Mengangkat tulang dan jaringan yang terinfeksi atau debridement, semua tulang dan jaringan yang terkena infeksi akan diangkat termasuk sedikit tulang dan jaringan sehat yang ada di sekitarnya.
  • Mengeluarkan cairan dari area yang terinfeksi, cairan yang ada pada area terinfeksi ini biasanya berupa nanah yang menumpuk.
  • Mengembalikan aliran darah pada tulang, dokter akan mengisi tempat yang kosong setelah debridement dengan tulang atau jaringan dari bagian tubuh yang lain.

Ruam Akibat Amoxicillin Apakah Bentuk Alergi?

Anda mungkin pernah mendengar bahwa ketika anak minum antibiotik, mereka akan menderita efek samping seperti diare. Namun beberapa antibiotik, seperti amoxicillin misalnya, dapat menyebabkan ruam. Kebanyakan antibiotik dapat menyebabkan ruam sebagai salah satu bentuk efek samping, dengan amoxicillin lebih sering menyebabkan efek samping tersebut dibandingkan dengan antibiotik jenis lain. Amoxicillin dan ampicillin keduanya berasal dari keluarga penicillin; dan penicillin merupakan obat-obatan yang banyak orang mudah sensitif dalam menggunakannya. Sekitar 10 persen orang melaporkan mereka alergi terhadap penicillin. 

Ada dua jenis ruam amoxicillin, satu yang biasanya disebabkan karena alergi dan satu yang tidak. 

  • Gatal-gatal

Apabila anak Anda menderita gatal-gatal, yang mana merupakan benjolan merah atau putih timbul dan terasa gatal pada kulit setelah minum satu atau dua dosis amoxicillin, anak mungkin memiliki alergi terhadap penicillin. Apabila Anda melihat anak menderita gatal-gatal setelah minum amoxicillin, hubungi dokter secepatnya, karena reaksi alergi dapat bertambah menjadi lebih parah. Jangan beri anak dosis tambahan lain sebelum berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jika anak kesulitan bernapas atau menunjukkan tanda-tanda terjadi pembengkakan, hubungi layanan kegawatdaruratan. 

  • Ruam makulopapular

Ini adalah jenis ruam lain yang tampak berbeda. Ruam makulopapular biasanya terlihat seperti bercak kemerahan datar pada kulit. Bercak yang lebih kecil dan berwarna lebih pucat akan menemai bercak merah pada kulit. Ruam jenis ini sering berkembang dalam waktu 3 hingga 10 hari setelah konsumsi amoxicillin. Namun, ruam amoxicillin dapat tumbuh dan berkembang kapan saja pada masa anak mengonsumsi antibiotik. Sebuah obat-obatan dalam keluarga penicillin, termasuk antibiotik amoxicillin, dapat menyebabkan ruam yang cukup serius dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. 

Apa yang menyebabkan ruam amoxicillin?

Meskipun gatal-gatal biasanya disebabkan karena alergi, dokter masih belum tahu secara pasti apa yang menyebabkan ruam makulopapular terbentuk. Apabila anak memiliki ruam kulit tanpa adanya gatal-gatal atau gejala lain, bukan berarti ia memiliki reaksi alergi terhadap amoxicillin. Ada kemungkinan hal tersebut adalah sedikit reaksi terhadap antibiotik ini tanpa memiliki alergi yang sesungguhnya. 

Lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki dalam memiliki reaksi terhadap antibiotik amoxicillin. Anak-anak yang memiliki mononucleosis (lebih biasa dikenal dengan sebutan mono) dan kemudian mengonsumsi antibiotik berpotensi lebih tinggi mendapatkan ruam. Faktanya, menurut Jurnal Dokter Anak, ruam amoxicillin pertama kali diperhatikan pada tahun 1960an pada anak-anak yang sedang dirawat menggunakan ampicillin untuk mengobati mono. Dilaporkan ruam terjadi hampir pada semua anak, antara 80 hingga 100 persen dari kasus tersebut. Saat ini, sangat sedikit anak yang mendapatkan perawatan amoxicillin untuk mengobati mono karena perawatan tersebut tidak efektif, mengikat mono adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. 

Apabila anak menderita gatal-gatal atau ruam setelah mengonsumsi amoxicillin, Anda bisa mengobati reaksi alergi tersebut dengan obat over-the-counter atau OTC, seperti Benadryl, dengan mengikuti instruksi anjuran dosis yang direkomendasikan. Jangan beri anak tambahan dosis antibiotik sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Ruam merupakan sebuah tanda yang cukup membingungkan. Terkadang, ruam yang muncul tidak berarti apa-apa, namun tidak jarang ruam merupakan reaksi alergi serius yang berisiko menyebabkan kematian. Dalam kebanyakan kasus ruam akan hilang dengan sendirinya setelah pengobatan dengan antibiotik dihentikan. Apabila masih ada sisa rasa gatal pada tubuh, dokter dapat merekomendasikan krim steroid untuk dioleskan langsung ke kulit.

Zibramax

Zibramax merupakan jenis obat yang dapat mengatasi berbagai jenis infeksi di dalam tubuh seperti infeksi pada bagian saluran pernafasan dan pada bagian kulit. Zibramax merupakan salah satu obat yang dapat Anda peroleh melalui resep dokter.

Zibramax dapat Anda beli dengan harga sekitar Rp 160.000,00 per strip. Zibramax tersedia dalam kemasan 1 box yang berisi 2 strip dimana masing-masing strip terdapat 3 kaplet sebanyak 500 mg. Selain itu, Zibramax mengandung azitromisin dimana kegunaannya dapat melawan bakteri di dalam tubuh.

Ciri-Ciri Obat Zibramax

Sesuai dengan proses kerja obat pada tubuh, azitromisin memiliki ciri sebagai berikut:

  • Absorpsi

Penyerapan obat azitromisin bisa terjadi dengan cepat dari saluran pencernaan. Selain itu, azitromisin memiliki ketersediaan hayati sebesar 37% dan waktu untuk melakukan konsentrasi plasma puncak berkisar antara 2 hingga 3 jam.

  • Distribusi

Obat azitromisin dapat menyebar luas ke berbagai jaringan seperti kulit dan paru-paru dan sputum. Obat azitromisin juga bisa masuk ke dalam ASI dimana obat tersebut dapat memasukkan volume sebanyak 31 hingga 33 L/kg. Obat tersebut dapat mengikat protein plasma sebanyak 7 hingga 51%.

  • Metabolisme

Obat azitromisin dapat menjadikan metabolisme pada hati metabolit tidak aktif.

  • Ekskresi

Obat azitromisin dapat melakukan ekskresi melalui empedu sebanyak 50% dan urin sebanyak 6 hingga 14%. Obat azitromisin juga memiliki waktu paruh untuk eliminasi terminal pada tubuh antara 68 hingga 72 jam.

Manfaat Obat Zibramax

Jika Anda menggunakan obat Zibramax, maka Anda akan memperoleh manfaat sebagai berikut bagi tubuh Anda:

  • Saluran pernafasan bagian atas

Obat Zibramax dapat mencegah infeksi saluran pernafasan bagian atas yang meliputi tenggorokan. Contoh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada bagian tersebut adalah bakteri Streptococcal pharyngitis.

  • Saluran pernafasan bagian bawah

Obat Zibramax dapat mencegah infeksi saluran pernafasan bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae atau Streptococcus pneumoniae.

  • Infeksi kulit dan jaringan

Obat Zibramax dapat mencegah infeksi kulit dan jaringan tubuh yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, atau Streptococcus agalactiae.

  • Peradangan

Obat Zibramax dapat mencegah peradangan pada bagian uretra (saluran yang mengeluarkan urin dari kandung kemih) dan serviks.

Penggunaan Obat Zibramax

Untuk menggunakan obat Zibramax, Anda perlu menggunakannya sesuai petunjuk pada kemasan dan rekomendasi dokter. Bagi orang-orang yang berusia 16 tahun ke atas, penggunaan obat tersebut adalah sebesar 1 gram dalam dosis tunggal. Anda juga dapat mengkonsumsi obat tersebut baik dengan makanan maupun tidak, namun Anda dianjurkan untuk menggunakan obat tersebut ketika Anda makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut Anda.

Efek Samping Obat Zibramax

Anda juga perlu pahami bahwa Zibramax sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala

Jika Anda mengalami sakit kepala, Anda sebaiknya beristirahat yang cukup dan minum banyak air putih. Jika rasa sakit tersebut masih terasa lebih dari seminggu, Anda perlu tanyakan dokter agar dokter dapat memberikan obat yang tepat untuk mengatasi sakit kepala.

  • Pusing

Jika Anda merasa pusing, Anda sebaiknya beristirahat dengan berbaring di tempat tidur. Jika sudah merasa lebih baik, Anda bisa coba duduk dan berdiri.

  • Mual

Jika Anda merasa mual, Anda sebaiknya konsumsi makanan secukupnya dan hindari makanan yang pedas.

  • Diare atau muntah

Jika Anda merasa diare atau muntah, Anda sebaiknya coba tanyakan ke dokter agar Anda dapat memperoleh obat yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

  • Kehilangan nafsu makan

Obat Zibramax juga dapat menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan. Meskipun demikian, jika sudah waktunya makan dan Anda merasa tidak nafsu makan, Anda sebaiknya konsumsi makanan dalam jumlah yang cukup dan yang bergizi untuk menjaga kesehatan perut Anda.

  • Gangguan pengecapan rasa

Jika Anda mengalami gangguan pengecapan rasa, Anda sebaiknya hubungi dokter supaya masalah tersebut dapat segera diobati.

Kesimpulan

Zibramax merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah bakteri di dalam tubuh. Ada beberapa manfaat dan efek samping yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, jika Anda memiliki masalah pada tubuh akibat bakteri, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter agar Anda memperoleh pengobatan yang lebih tepat jika Zibramax tidak bekerja dengan baik.