Mengenal Flu Hongkong dan Pandemi Influenza di Seluruh Dunia

Flu Hongkong, flu Mao, atau disebut juga dengan pandemi influenza 1968 termasuk dalam salah satu pandemi influenza terbesar dalam sejarah. Meski wabah ini tidak seseram flu Spanyol yang memakan korban tewas lebih dari 50 juta jiwa, flu Hong Kong menjadi sebab dilakukannya peningkatan kesiagaan dan percepatan produksi vaksin.

Awal mula flu Hong Kong

Pada awalnya wabah virus influenza muncul di China pada musim dingin tahun 1957. Virus ini menyebar dengan cepat ke belahan dunia lainnya dan memakan hampir 2 juta korban jiwa. Wabah ini kemudian dikenal dengan flu Asia.

Pada tahun 1968, muncul pandemi baru yang disebut flu Hongkong. Flu ini disebabkan oleh virus influenza A subtipe H3N2, yang merupakan mutasi dari virus Flu Asia, H2N2.

Meskipun tingkat kematiannya rendah, dua minggu setelah kasus pertama teridentifikasi di Hong Kong terjadi lonjakan pasien terinfeksi 15% populasi atau sekitar 500.000 orang. Karena tidak adanya peningkatan pencegahan dan penanganan epidemi yang dilakukan pasca flu Asia, pandemi baru ini dengan cepat mencapai India, Filipina, Australia Utara, dan Eropa, dan California pada bulan yang sama.

Pada tahun 1969, flu Hongkong menyebar ke Afrika, Jepang, dan Amerika Selatan. Gelombang kedua pandemi terjadi pada tahun-tahun berikutnya, yaitu 1969-1970, dengan jumlah kematian yang lebih banyak daripada gelombang pertama.

Seberapa mematikan flu Hong Kong?

Hampir sebagian besar pasien meninggal merupakan orang lanjut usia berusia di atas 65 tahun dan sangat berisiko bagi bayi. Ringannya wabah flu Hongkong diperkirakan karena kebanyakan orang menjadi lebih kebal dengan virus ini karena banyaknya kesamaan dengan virus flu Asia, dimana keduanya memiliki virus induk yang sama.

Momentum pandemi yang tidak pas membantu membatasi penyebaran infeksi. Selain itu paramedis sudah memiliki ketersediaan alat dan obat yang lebih efektif.

Meski begitu virus tersebut sangat menular. Mengetahui gejala flu Hongkong akan lebih baik agar bisa melakukan perawatan dengan cepat di kemudian harinya. Gejala ini biasanya bertahan antara empat dan enam hari, antara lain:

  • Infeksi saluran napas atas
  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri
  • Kelemahan otot

Sejak tahun 1968 sampai sekarang, virus H3N2 masih beredar dan dianggap sebagai virus musiman. Selain menular antar manusia, peneliti mencurigai peran hewan dalam penyebaran virus H3N2. Hal ini dikarenakan pada tahun 1990-an, virus yang berkerabat dekat dengan H3N2 ditemukan pada babi. Di kemudian hari, virus ini disebut dengan flu babi.

Catatan pandemi influenza di seluruh dunia

Influenza mungkin tidak selalu dianggap sebagai penyakit yang serius. Namun influenza musiman bisa membunuh banyak orang setiap tahunnya. Bahkan sejauh ini pandemi influenza menjadi salah satu penyebab berkurangnya sebagian besar populasi manusia di seluruh dunia.

Wabah influenza mematikan yang pernah terjadi yaitu:

  • Flu Rusia (1889-1890) dengan korban tewas 1 juta jiwa
  • Flu Spanyol (1918-1920) dengan korban tewas kurang lebih 50 juta jiwa
  • Flu Asia (1957-1958) dengan korban tewas kurang lebih hingga 2 juta jiwa
  • Flu Hong Kong (1968–1969) dengan korban tewas 1 juta jiwa
  • Flu babi (2009-2010) dengan korban tewas lebih dari 18.209

Flu Hong Kong atau jenis flu lainnya dapat menyerang secara tiba-tiba. Menjaga kondisi kesehatan menjadi satu-satunya kunci agar terhindar atau cepat pulih dari flu. Menjalani gaya hidup sehat, makan makanan bergizi, dan mencukupi kebutuhan nutrisi dengan multivitamin merupakan cara tepat meningkatkan kekebalan tubuh. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait flu Hongkong, diskusikan langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.