Bibir Berdarah dan Terluka, Berbahayakah?

Bibir berdarah bisa menimbulkan perih dan rasa sakit. Memang, bibir sangat rentan pecah-pecah dan berdarah karena tidak ada perlindungan seperti bagian kulit lainnya. 

Apalagi, bibir juga tidak bisa memproduksi zat yang bisa melembapkan permukaannya secara alami. 

Lalu, apakah bibir berdarah itu berbahaya? 

Belum tentu. Sebab, masalah pada bibir terjadi secara bertahap sehingga sulit menentukan penyebab pasti bibir berdarah.  

Tetapi, sebagian besar kondisi luka di bibir bisa sembuh dalam waktu singkat. Namun, ada beberapa faktor yang bisa memicu bibir berdarah di antaranya:

1. Bibir Kering dan Pecah-pecah 

Kondisi bibir pecah-pecah terjadi karena ada peradangan dan iritasi kulit. Bibir kering bisa terjadi kapan saja, pemicunya pun beragam. Paling sering disebabkan oleh faktor lingkungan seperti cuaca yang terlalu dingin, udara kering, atau berangin.

Jika sudut bibir yang mengalami peradangan cukup parah, istilahnya adalah angular cheilitis. Biasanya, luka muncul di bagian sudut bibir.

2. Terkena Paparan Sinar Matahari dalam Jangka Panjang 

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bibir tidak mengeluarkan zat yang bisa melembapkan permukaannya. Sehingga bibir yang tidak terlindungi dan terkena sinar matahari langsung, rentan mengalami peradangan.

Jika paparan ini terjadi dalam jangka panjang, bibir menjadi kaku dan kering. Akibatnya, bisa menyebabkan bibir pecah-pecah sehingga jadi rentan berdarah. 

Jadi, sebaiknya jika Anda berada di luar ruangan yang mengharuskan terkena paparan sinar matahari yang lama, maka penting untuk mengenakan tabir surya untuk melindungi bibir dari paparan sinar UV yang berbahaya. 

3. Cedera

Bibir berdarah juga bisa diakibatkan karena cedera. Seseorang yang terkena hantaman atau pukulan pada bibir, terjatuh, tergigit, atau terkena goresan pinggir kertas (paper cut), maka sangat besar kemungkinannya untuk luka dan berdarah. 

Selain pecah, juga bisa menimbulkan bibir berdarah dan bengkak.Pastikan Anda mendapat pertolongan pertama jika mengalami cedera pada bibir. 

4. Luka di Bagian Mulut 

Bibir berdarah juga bisa disebabkan saat di bagian mulut manapun, seperti pipi bagian dalam, lidah, dan bibir bagian dalam, terluka. 

Penyebab luka ini beragam, seperti: 

  • Trauma
  • Alergi makanan asam
  • Jumlah trombosit rendah
  • Angina bullosa haemorrhagica (penyakit langka)
  • Radiasi
  • Obat-obatan kemoterapi

Saat pemicu ini muncul, maka mulut bisa terluka dan bibir pun jadi berdarah. Anda bisa konsumsi obat pereda nyeri atau kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit tersebut. 

5. Reaksi alergi

Mencoba produk baru seperti pasta gigi, lipstick, pelembap bibir, atau apapun yang diaplikasikan di sekitar mulut juga bisa menyebabkan reaksi alergi. 

Biasanya, reaksi alergi ini disertai dengan gejala selain bibir berdarah yaitu bibir kering, iritasi, gatal, serta munculnya ruam di sekitar mulut.

Apabila ini terjadi setelah mencoba produk baru, segera hentikan penggunaannya. Lihat apakah ada perbaikan setelah menghentikannya.

6. Dehidrasi dan Kekurangan Vitamin 

Kemungkinan terakhir yang bisa jadi penyebab dari bibir berdarah yaitu dehidrasi dan kurangnya vitamin. Dehidrasi bisa menyebabkan bibir menjadi kering dan rentan berdarah. 

Pemicunya sebenarnya bukan hanya kurang minum, namun juga kondisi lain seperti berkeringat, diare, muntah, atau sedang sakit. Pastikan konsumsi air agar bibir tidak pecah akibat dehidrasi

Selain itu, orang yang kekurangan vitamin B bisa mengalami masalah pada kuli karena vitamin B berperan dalam metabolisme, sumber energi, melawan penyakit, dan juga membuat kulit menjadi sehat.

Kekurangan vitamin B akan menimbulkan berbagai masalah pada kulit mulai dari jerawat, ruam, hingga bibir pecah-pecah dan bibir berdarah. 

Selain vitamin, kekurangan mineral seperti zinc dan zat besi juga bisa menimbulkan konsekuensi serupa, terutama di bagian sudut mulut.