Resep Bubur Bayi untuk Anak yang Baru Memulai MPASI

Membuat bubur bayi sendiri, mengapa tidak? Meracik hidangan sendiri untuk bayi yang baru MPASI sangat penting. Selain terjamin, Anda lebih dapat mengukur takaran gizi dan apa makanan yang memang disukai atau tidak oleh anak.

Selain itu, membuat bubur bayi sendiri, memudahkan Anda untuk mengetahui, apakah si kecil memiliki alergi pada makanan tertentu atau tidak. Sehingga, Anda bisa segera melakukan konsultasi dan tidak memberikan makanan tersebut kepada anak dalam jangka panjang. Berikut ini beberapa resep bubur bayi yang bisa Anda coba buat sendiri di rumah.

1. Bubur Bayi Kacang Ijo Jagung

Bahan-bahan

– 1,5 sdm gasol kacang hijau

– 1 sdm jagung manis

– 150 ml air susu

– Keju

Cara membuat

– Campur tepung gasol dengan air susu.

– Masukkan jagung dan keju. Aduk-aduk dan masak dengan api kecil kurang lebih 10 menit.

– Setelah matang, blender halus dan saring. Bubur siap disajikan.

2. Bubur Bayi Tuna dan Labu

Bahan-bahan

– 4 sdm beras

– Labu parang secukupnya

– 5 cm wortel

– 1 batang bayam

– 100 gr tuna

– 2 batang brokoli

– 600 ml air

Cara membuat

– Cuci bersih semua bahan, rendam sebentar tuna dengan jeruk nipis. 

– Masukkan semua bahan kedalam rice cooker tunggu sampai matang, sambil sesekali diaduk agar tidak kering di dasar rice cooker

– Setelah matang dinginkan sebentar lalu blender.

– Sajikan dan berikan sedikit keju.

3. Bubur Bayi Ubi Kuning

Bahan:

– 50 gr ubi kuning 

– 150 ml ASI/susu formula

Cara membuat:

– Kupas, cuci dan potong dadu kecil-kecil ubi kuning.

– Kukus ubi kuning di dalam dandang panas hingga lunak dan angkat.

– Haluskan ubi bersama 100 ml air bekas mengukusnya.

– Tambahkan ASI/PASI. Aduk hingga merata.

4. Bubur Bayi Jagung Ayam

Bahan-bahan

– 1 Buah jagung

– 40 gram ayam giling

– 1 butir telur puyuh

– 1,5 sendok makan wortel

– Keju

– Ubi

– 300 ml Air

Cara membuat

– Rebus ubi hingga empuk.

– Masukkan ayam, giling dan aduk sampai matang.

– Masukan air hingga mendidih.

– Masukkan wortel dan jagung.

– Masukkan telur puyuh.

– Tunggu hingga air berkurang dan semua bahan matang.

– Blender dan saring.

– Sajikan dengan keju.

5. Bubur Bayi Ati Ayam Labu Siam

Bahan-bahan

– 2 sdm nasi matang

– Ati ayam

– Labu siam

– Wortel

– Sawi hijau

– 1 siung bawang merah dan putih

– 200 ml air

– Keju

Cara membuat

– Tumis bawang merah dan putih hingga harum menggunakan.

– Masukkan ati ayam hingga berubah warna.

– Masukkan air, wortel, dan labu siam hingga setengah matang.

– Masukkan sawi hijau dan nasi, tunggu hingga mengental.

– Tambahkan keju dan haluskan, lalu bagi menjadi 3 porsi makan.

6. Bubur Bayi Kentang Susu Tahu

Bahan-bahan

– 3 butir kentang kecil

– Tahu putih

– 100 ml susu formula/ASI

Cara membuat

– Rebus kentang dan tahu secara terpisah, lalu tiriskan.

– Masukkan susu formula/ASI, kentang dan tahu. Masak dengan api kecil.

– Aduk hingga mengental.

– Haluskan dan bagi menjadi 2 porsi.

7. Bubur Bayi Kacang Polong

Bahan-bahan

– 155 gram kacang polong beku, cairkan.

– 2 buah daun mint segar, cincang halus.

Cara membuat

– Kukus kacang polong dengan api sedang selama 4 menit sampai empuk.

– Angkat, tiriskan, siram dengan air es agar cepat mendingin. 

– Masukkan kacang polong yg sudah dingin ke dalam food processor atau blender bersama daun mint (jika pakai), sampai menjadi puree yang lembut.

– Tambahkan sedikit ASI/susu formula atau air untuk menyesuaikan teksturnya dengan kemampuan mengunyah si kecil.

Aturan Memakai Pigeon Bedak untuk Bayi

pigeon bedak

Pigeon merupakan brand produk bayi dan anak yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Ada begitu banyak produk yang ditawarkan brand satu ini. Seperti misalnya bedak bayi yang dikenal selalu cocok untuk segala jenis kulit bayi. Pigeon bedak bayi memiliki ciri khas baunya yang harum.

Kulit bayi memang lebih tipis dari orang dewasa. Itu sebabnya perawatan untuk kulit bayi membutuhkan perhatian khusus. Bedak bayi keluaran Pigeon bisa jadi pilihan untuk merawat kulit si kecil. 

Kendati terbilang aman, penggunaan bedak pada bayi tetap tidak boleh sembarangan. Pigeon bedak memiliki aturan pakai yang harus diikuti orang tua produk yang digunakan tidak mengganggu kesehatan atau aktivitas anak. 

Berikut beberapa aturan penting yang harus diikuti ketika ingin memakaikan bedak pada bayi:

  • Perhatikan kandungan yang ada dalam bedak dan sebaiknya pilih yang bebas talc;
  • Jika khawatir ada partikel bedak yang terhirup, maka sebaiknya ganti bedak tabur dengan bedak padat yang jauh lebih aman. Usapkan bedak dengan spons secara perlahan dan tidak perlu digunakan seluruh tubuh, hanya bagian lipatan saja;
  • Ketika ingin menggunakan bedak tabur, maka tuang lebih dulu di telapak tangan kemudian balurkan ke tubuh bayi dengan perlahan;
  • Jangan gunakan bedak pada wajah atau leher bayi sebab bisa menimbulkan bersin dan batuk pada bayi. Hindari juga menaburkan bedak di area vital bayi khususnya bayi perempuan supaya tidak terkena infeksi akibat bedak;
  • Pastikan kulit bayi sudah benar-benar kering sebelum menggunakan bedak. Jika bedak bercampur dengan keringat, maka bisa meningkatan pertumbuhan kuman serta bakteri;
  • Jangan sampai bedak mengumpul di lipatan kulit bayi karena bisa mengakibatkan iritasi. Sebaiknya, cukup aplikasikan bedak secara tipis dan bersihkan sisa bedak ketika mengganti pakaian atau popok;
  • Ketika membersihkan popok, biasakan untuk membersihkan area bokong bayi lebih dulu. Setelah itu, bisa dibalurkan kembali dengan bedak hingga area lipatan paha bayi. Jika tidak dibersihkan, maka dikhawatirkan bisa menyebabkan iritasi;
  • Pilih bedak yang mengandung tepung jagung, tepung tapioka, tepung oat, dan krim untuk ruam atau baking soda;
  • Hindari menggunakan bedak di sekitar area mata bayi;
  • Hindari menggunakan puff sebab kemungkinan debu dari bedak bisa terhirup dan mengganggu kesehatan pernapasan bayi.

Manfaat Pigeon Bedak pada Bayimu

Pigeon bedak bayi tidak hanya memiliki aroma yang  menyenangkan, tetapi juga dapat menjaga kelembapan kulit bayi. Kulit bayi yang masih sangat sensitif mungkin sekali menjadi sebab terjadinya masalah, seperti iritasi. Dengan penggunaan bedak, masalah itu bisa bisa dihindari.

Untuk itulah bedak bayi Pigeon sangat penting digunakan untuk mencegah beberapa masalah kulit yang mungkin muncul. Terdapat pula beberapa kandungan dalam bedak ini yang bisa menyejukkan kulit sekaligus menyerap keringat berlebih. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut beberapa manfaat lain dari bedak bayi Pigeon:

  • Mengurangi gejala gangguan kulit bayi yang ringan.
  • Memberikan keharuman bayi yang khas yang berasal dari bahan alami dalam bedak ini.
  • Mencegah masalah biang keringat akibat penyumbatan kelenjar keringat atau keringat berlebih.
  • Membuat tidur bayi semakin nyenyak karena keharuman lembut yang dihasilkan dari bedak Pigeon.
  • Mengatasi Bakteri yang ada di kulit: Bedak bayi Pigeon juga berguna untuk mengatasi dan mencegah bertumbuhnya bakteri di kulit.
  • Mengatasi iritasi kulit karena sinar matahari: Bedak bayi Pigeon juga bermanfaat untuk mengatasi iritasi kulit akibat sinar matahari. Sifat antibakteri dan juga antiinflamasi dalam bedak nantinya bisa membantu mengatasi kemerahan serta bengkak pada kulit bayi.
  • Melindungi kulit bayi dari sinar UV. Nantinya, kulit akan terlindungi dan bisa menjaga pertahanan alami dari kulit bayi

Meskipun Pigeon bedak bayi memiliki beberapa manfaat yang baik bagi bayi, seperti mencegah ruam akibat pemakaian popok, iritasi, dan alergi, penggunaan bedak harus diperhatikan. Tak sedikit dokter menyarankan para orang tua untuk mengurangi pemakaian bedak bayi demi mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan