Ruam Akibat Amoxicillin Apakah Bentuk Alergi?

Ruam Akibat Amoxicillin Apakah Bentuk Alergi?

Anda mungkin pernah mendengar bahwa ketika anak minum antibiotik, mereka akan menderita efek samping seperti diare. Namun beberapa antibiotik, seperti amoxicillin misalnya, dapat menyebabkan ruam. Kebanyakan antibiotik dapat menyebabkan ruam sebagai salah satu bentuk efek samping, dengan amoxicillin lebih sering menyebabkan efek samping tersebut dibandingkan dengan antibiotik jenis lain. Amoxicillin dan ampicillin keduanya berasal dari keluarga penicillin; dan penicillin merupakan obat-obatan yang banyak orang mudah sensitif dalam menggunakannya. Sekitar 10 persen orang melaporkan mereka alergi terhadap penicillin. 

Ada dua jenis ruam amoxicillin, satu yang biasanya disebabkan karena alergi dan satu yang tidak. 

  • Gatal-gatal

Apabila anak Anda menderita gatal-gatal, yang mana merupakan benjolan merah atau putih timbul dan terasa gatal pada kulit setelah minum satu atau dua dosis amoxicillin, anak mungkin memiliki alergi terhadap penicillin. Apabila Anda melihat anak menderita gatal-gatal setelah minum amoxicillin, hubungi dokter secepatnya, karena reaksi alergi dapat bertambah menjadi lebih parah. Jangan beri anak dosis tambahan lain sebelum berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jika anak kesulitan bernapas atau menunjukkan tanda-tanda terjadi pembengkakan, hubungi layanan kegawatdaruratan. 

  • Ruam makulopapular

Ini adalah jenis ruam lain yang tampak berbeda. Ruam makulopapular biasanya terlihat seperti bercak kemerahan datar pada kulit. Bercak yang lebih kecil dan berwarna lebih pucat akan menemai bercak merah pada kulit. Ruam jenis ini sering berkembang dalam waktu 3 hingga 10 hari setelah konsumsi amoxicillin. Namun, ruam amoxicillin dapat tumbuh dan berkembang kapan saja pada masa anak mengonsumsi antibiotik. Sebuah obat-obatan dalam keluarga penicillin, termasuk antibiotik amoxicillin, dapat menyebabkan ruam yang cukup serius dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. 

Apa yang menyebabkan ruam amoxicillin?

Meskipun gatal-gatal biasanya disebabkan karena alergi, dokter masih belum tahu secara pasti apa yang menyebabkan ruam makulopapular terbentuk. Apabila anak memiliki ruam kulit tanpa adanya gatal-gatal atau gejala lain, bukan berarti ia memiliki reaksi alergi terhadap amoxicillin. Ada kemungkinan hal tersebut adalah sedikit reaksi terhadap antibiotik ini tanpa memiliki alergi yang sesungguhnya. 

Lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki dalam memiliki reaksi terhadap antibiotik amoxicillin. Anak-anak yang memiliki mononucleosis (lebih biasa dikenal dengan sebutan mono) dan kemudian mengonsumsi antibiotik berpotensi lebih tinggi mendapatkan ruam. Faktanya, menurut Jurnal Dokter Anak, ruam amoxicillin pertama kali diperhatikan pada tahun 1960an pada anak-anak yang sedang dirawat menggunakan ampicillin untuk mengobati mono. Dilaporkan ruam terjadi hampir pada semua anak, antara 80 hingga 100 persen dari kasus tersebut. Saat ini, sangat sedikit anak yang mendapatkan perawatan amoxicillin untuk mengobati mono karena perawatan tersebut tidak efektif, mengikat mono adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. 

Apabila anak menderita gatal-gatal atau ruam setelah mengonsumsi amoxicillin, Anda bisa mengobati reaksi alergi tersebut dengan obat over-the-counter atau OTC, seperti Benadryl, dengan mengikuti instruksi anjuran dosis yang direkomendasikan. Jangan beri anak tambahan dosis antibiotik sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Ruam merupakan sebuah tanda yang cukup membingungkan. Terkadang, ruam yang muncul tidak berarti apa-apa, namun tidak jarang ruam merupakan reaksi alergi serius yang berisiko menyebabkan kematian. Dalam kebanyakan kasus ruam akan hilang dengan sendirinya setelah pengobatan dengan antibiotik dihentikan. Apabila masih ada sisa rasa gatal pada tubuh, dokter dapat merekomendasikan krim steroid untuk dioleskan langsung ke kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *