Radang Tenggorokan saat Menyusui, Bolehkah Ibu Tetap Memberikan ASI?

Radang tenggorokan merupakan penyakit yang cukup sering diderita banyak orang. Gejala yang umumnya ditimbulkan antara lain tenggorokan nyeri saat menelan atau berbicara, serta beberapa orang juga mengalami pembengkakan amandel. Radang tenggorokan biasanya juga diikuti keluhan sakit kepala, pilek, serta kenaikan suhu tubuh. Apabila terjadi radang tenggorokan saat menyusui, Anda tidak perlu khawatir. Ibu tetap bisa memberikan ASI untuk bayinya. 

Lanjutkan pemberian ASI

Radang tenggorokan bukan menjadi penghalang ibu untuk berhenti menyusui. ASI yang diberikan kepada bayi, mengandung antibodi yang mampu meningkatkan sistem kekebalannya sehingga dapat melawan infeksi. Hal ini sangat dibutuhkan terutama pada bayi yang masih membutuhkan ASI eksklusif. 

Umumnya, radang tenggorokan merupakan infeksi yang disebabkan bakteri Streptococcus pyogenes. Meskipun bisa juga disebabkan jenis bakteri lain atau bahkan virus. Selain nyeri tenggorokan, gejala lain yang muncul biasanya berupa demam, pilek, terkadang disertai batuk. Apabila radang tenggorokan disebabkan infeksi bakteri, maka bisa diobati menggunakan antibiotik. 

Berdasarkan Postgraduate Medical Journal, antibiotik yang dikonsumsi ibu memiliki potensi ikut dikonsumsi ke bayi melalui ASI. Akan tetapi, sejauh ini sebagian besar antibiotik tidak membahayakan bayi. Sebelum memutuskan mengonsumsi antibiotik saat radang tenggorokan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.   

Menerapkan pola hidup bersih penting untuk dilakukan agar penyebaran infeksi radang tenggorokan dapat dihentikan. Lakukan aturan hygiene secara disiplin. 

Perawatan mandiri yang dapat dilakukan

Infeksi bakteri dapat dilawan apabila memiliki sistem imun yang baik. Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus mengurangi keluhan radang tengorokan saat menyusui:

  1. Minum air putih yang cukup agar tetap terhidrasi, yaitu sebanyak 2 liter setiap hari
  2. Gunakan humidifier dan mandi menggunakan air hangat
  3. Konsumsi suplemen atau bahan pangan sumber vitamin C
  4. Hindari udara yang dingin dan selalu hangatkan tubuh
  5. Hindari udara yang terlalu panas dan kering
  6. Hindari mengunjungi tempat yang terdapat banyak alergen, seperi debu, serbuk sari, asap kendaraan bermotot, rokok, atau hasil pembakaran sampah
  7. Buka jendela dan ventilasi rumah agar sirkulasi udara lancar
  8. Tidur cukup dengan kualitas baik 

Minta bantuan pasangan untuk mengurus bayi saat Anda merasa kelelahan dan butuh istirahat. Untuk memperlancar ASI, Anda bisa mencoba mengonsumsi daun katuk atau torbangun. Keduanya dapat meningkatkan produksi ASI. Daun katuk sering dijadikan lalapa, sementara daun torbangun bisa diolah menjadi menu sayur. 

Pencegahan agar bayi tidak tertular penyakit

Beberapa kasus menunjukkan, ibu berisiko menularkan penyakit kepada bayi yang disusuinya, namun bukan melalui ASI. Penyakit ditularkan melalui sekresi cairan hidung, mulut, atau kontak kulit. Berikut ini cara yang dapat dilakukan agar bayi terhindar dari penyakit yang diderita ibu, termasuk penyakit radang tenggorokan:

  • Cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah memegang cairan mulut atau hidung
  • Jangan bersin di dekat bayi
  • Tutup mulut saat batuk atau bersin
  • Gunakan masker saat menyusui
  • Minta bantuan orang lain untuk mendekatkan bayi ke tubuh Anda saat hendak disusui untuk menghindari risiko penularan, serta minta memindahnkannya setelah selesai disusui. 

Di samping perawatan dan pencegahan yang dilakukan, ibu perlu melakukan pengobatan terlebih jika radang tenggorokan disertai gejala lain. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat disesuaikan dengan kondisi ibu karena sedang menyusui. Jangan sampai penyakit yang tidak diobati justru mengganggu produksi ASI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *