9 Cara Menghadapi Bayi yang sedang Purple Crying

9 Cara Menghadapi Bayi yang sedang Purple Crying

“Purple crying adalah bayi yang baru lahir lebih sering menangis dan ditenangkan. Kondisi ini biasanya akan berlangsung dari umur 2 minggu sampai 3 hingga 4 bulan kemudian.”

Selama berada di dalam rahim ibu, bayi selalu merasakan kehangatan dan rasa yang nyaman. Akan tetapi, ketika sudah lahir tentu mulai dari suhu, keadaan tempat, dan faktor eksternal lainnya akan memberikan rasa yang berbeda dan aneh untuk bayi. 

Maka itu, jika bayi sering menangis ini adalah hal yang sangat wajar dan orangtua tidak perlu khawatir kepada bayi secara berlebihan. Kondisi dimana bayi menangis secara terus menerus biasa disebut purple crying. Biasanya, bayi pada tahapan purple crying ini akan menangis tanpa henti selama 2-3,5 jam setiap harinya. Dan biasanya akan berlangsung mulai dari usianya 2 minggu hingga 3-4 bulan. 

Meski kondisi ini tidak akan berlangsung selamanya, tetapi orangtua tetap perlu mengetahui apa yang sedang diinginkan bayi, atau hal apa yang menjadi keresahannya untuk dapat menenangkan bayi dengan mudah.

Dikarenakan purple crying adalah hal yang sangat wajar terjadi pada bayi baru lahir, maka orangtua tidak perlu panik ya. Purple crying ini juga bisa diatasi dengan berbagai cara, berikut ulasannya :

1. Gendonglah bayi

Saat bayi terus menerus menangis, meskipun sudah diberi cukup ASI, maka ibu perlu mencoba menggendong bayi untuk menenangkannya. Taruhlah bayi di atas dada ibu, ini akan memberikan perasaan nyaman dan juga tenang kepada bayi.

2. Membersihkan bayi dengan air hangat 

Ibu bisa mencoba mengecek popok bayi, jika sudah terasa penuh. Maka segeralah mengganti popok dan membilas bagian yang kotor. Keringat maupun kotoran bayi bisa menyebabkan ruam popok dan rasa gatal yang membuat bayi risih. Ibu bisa memandikan bayi agar bayi lebih terasa bersih dan segar. Gunakan air hangat suam-suam kuku, kemudian keringkan bayi lalu gendong dan tidurkan bayi.

3. Melakukan skin to skin

Lakukanlah kontak kulit antara kulit. Hal ini sangatlah manjur untuk menenangkan bayi. Sentuhan ibu sambil memeluk bayi, mengusapi rambut bayi dengan posisi bayi di atas dada ibu, memberikan bayi kenyamanan, keamanan, dan rasa tenang.

4. Menyelimuti bayi

Ibu bisa menyelimuti bayi untuk menghangatkannya dengan selimut. Biasanya, bayi akan merasa nyaman saat berada di dalam selimut kesukaannya. Pastikan juga agar suhu ruangan sudah sesuai, sehingga bayi tidak akan merasa kepanasan maupun gerah ketika diselimuti.

5. Bawalah bayi keluar ruangan

Ajaklah bayi keluar ruangan atau bisa juga keluar rumah. Tidak perlu jauh, bisa juga berada di depan teras rumah. Berikan bayi udara segar yang berbeda dengan udara ruangan tempat ia tidur. Tak hanya orang dewasa saja, bayi juga membutuhkan udara baru yang segar untuk membuatnya lebih rileks dan tenang.

6. Memberi pijatan lembut pada bayi

Jika bayi memberi pertanda dirinya sedang merasa lelah dengan menangis terus menerus, ibu bisa memberikan pijatan lembut dengan menggunakan baby oil. Pijit dengan perlahan-lahan di bagian punggung, tangan, dan kaki bayi untuk meringankan rasa pegal maupun lelah pada bayi.

7. Bedonglah bayi

Jika bayi selalu terbangun dari tidurnya dikarenakan gerakan tubuhnya sendiri yang membuat bayi kaget dan terbangun, maka membedong bayi bisa ibu coba untuk dapat menenangkan bayi dan bisa kembali lelap dalam tidurnya. Karena bayi baru lahir sangatlah sensitif terhadap lingkungan sekitarnya, maka gerakan tubuh selama ia tidur yang tidak disadari bisa membuatnya kaget dan terbangun.

8. Memeriksa tubuh bayi

Periksalah tubuh bayi, buka semua pakaiannya. Lihat dan periksalah, apakah ada binatang yang menggigit tubuh bayi atau ada gatal-gatal maupun bentol yang ada di tubuh bayi sehingga membuatnya risih dan terus menangis.

9. Angkat sendawakan bayi

Bisa jadi bayi yang menangis terus menerus karena merasakan kembung pada perutnya, maka ibu bisa mengangkat bayi dan menaruhnya di pundak ibu, lalu tepuk-tepuk punggungnya untuk membuat bayi sendawa dan gas di perutnya pun bisa keluar. Jika bayi sudah merasa lega, maka ia akan kembali tenang dengan sendirinya.

Sangatlah penting bagi seorang ibu untuk dapat membedakan apakah tangisan bayi tersebut mengartikan bayi yang sedang merasa lapar, bosan, tidak nyaman dengan lingkungan maupun kondisinya, ataupun bayi yang merasa lelah, dengan peristiwa purple crying. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk dapat mendapatkan solusi yang terbaik bagi bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *