Prosedur Bilas Lambung, Tujuan, hingga Risikonya

Bilas lambung (gastric lavage) adalah prosedur yang dilakukan oleh dokter untuk mengosongkan dan membersihkan isi perut dengan cepat selama keadaan darurat. Kondisi darurat yang dimaksud biasanya dikarenakan adanya keracunan obat.

Tindakan ini untuk mengosongkan lambung dari zat-zat berbahaya. Angka keberhasilannya akan tinggi bila dilakukan dalam empat jam setelah zat beracun tersebut tertelan. Jika prosedur ini dilakukan setelah zat beracun bekerja lebih jauh ke saluran pencernaan, prosedur bilas lambung tidak akan berhasil menghilangkannya.

Tujuan Dilakukan Bilas Lambung

Bilas lambung atau disebut juga stomach pumping merupakan prosedur kegawatdaruratan  medis bila terjadi keracunan atau overdosis pil.

Pengisapan lambung ini dapat membantu menjaga perut Anda kosong saat proses penyembuhan. Dalam kondisi tersebut, Anda tidak akan makan makanan padat, melainkan hanya berupa cairan encer yang dimasukkan ke dalam perut.

Tujuan dari dilakukannya bilas lambung antara lain:

  • Mengambil sampel asam lambung untuk dilakukan analisis lebih lanjut
  • Mengempiskan lambung ketika pemasangan ventilator
  • Membersihkan lambung apabila pasien mengalami muntah darah selama dilakukan pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas
  • Membersihkan dan mengosongkan lambung dari zat beracun saat keracunan obat
  • Menyedot darah apabila terjadinya pendarahan di lambung
  • Mengurangi tekanan di dalam usus saat terjadi penyumbatan usus
  • Untuk melakukan operasi dengan aman dan membatasi risiko pneumonia aspirasi
  • Dilakukan setelah seseorang menjalani operasi gastrektomi atau pengangkatan sebagian atau seluruh lambung

Prosedur Bilas Lambung

Sebelum melakukan prosedur bilas lambung, dokter akan memberikan Anda obat untuk membuat tenggorokan kebas agar mengurangi efek iritasi dan kemungkinan tersedak.

Tabung yang akan dimasukkan dalam mulut atau hidung dilumasi dulu. Pemasangannya dilakukan melalui kerongkongan ke bagian perut.  Dokter juga akan menyemprotkan air berupa larutan garam ke dalam tabung untuk melindungi terjadi ketidakseimbangan elektrolit ketika dokter mengeluarkan cairan dari perut. Baru setelah itu dilakukan mengosongan isi perut.

Risiko dari Bilas Lambung

Prosedur bilas lambung tentu saja terasa tidak nyaman. Saat memasukkan tabung, Anda mungkin akan merasa tersedak. Kemudian, tenggorokan menjadi iritasi.

Prosedur bilas lambung ini juga dapat menimbulkan risiko yang lebih serius, biasanya adalah pneumonia aspirasi.

Hal ini bisa terjadi saat sebagian isi perut masuk ke saluran udara atau paru-paru. Jika tidak diobati, pneumonia aspirasi ini akan berpotensi menyebabkan paru-paru menjadi bengkak, pneumonia bakteri atau abses paru-paru.

Berikut gejala-gejala jika terjadi pneumonia aspirasi:

  • Terasa nyeri dada
  • Mengi
  • Warna kebiruan pada kulit
  • Batuk berdahak
  • Demam
  • Kelelahan

Risiko lain dari bilas lambung dapat berupa:

  • Terjadi kejang pita suara (spasme)
  • Tabung masuk ke saluran pernapasan, bukan kerongkongan
  • Isi perut semakin terdorong ke dalam usus
  • Tabung menusuk lubang kerongkongan
  • Mengalami pendarahan ringan

Persiapan Sebelum Bilas Lambung

Risiko-risiko yang terjadi akibat bilas lambung bisa Anda konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Nanti dokter akan membantu Anda memahami potensi risiko dan manfaatnya secara lebih detail.

Persiapan khusus sebelum melakukan tindakan bilas lambung sebenarnya tidak ada, sebab ini merupakan tindakan emergensi karena adanya zat beracun.

Tetapi jika bilas lambung dilakukan guna untuk tujuan lain bukan kondisi darurat yang perlu tindakan cepat, maka ada beberapa persiapan yang dapat diperlukan, yaitu:

  • Menjalani pemeriksaan medis
  • Menginformasikan pada dokter apabila pasien mengalami penyakit tertentu
  • Menginformasikan pada dokter mengenai obat rutin yang dikonsumsi
  • Berpuasa sebelum prosedur bilas lambung dilakukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *