Penyebab dan Gejala Scabies Atau Kudis Adalah

Kudis atau scabies adalah suatu kondisi penyakit yang terjadi pada kulit berupa rasa gatal berkepanjangan yang tentu saja membuat penderitanya tidak nyaman.

Penyakit ini disebabkan oleh tungau yang mempunyai nama Latin Sarcoptes scabiei, semacam parasit atau kutu.

Penyebab 

Seperti sudah disebutkan bahwa kudis disebabkan oleh tungau yang datang menginvasi kulit dengan memasuki area kulit bernama stratum korneum lalu membentuk sebuah terowongan lurus dan berkelok bernama kanalikuli sepanjang 0,6 sampai 1,2 sentimeter.

Siklus hidup tungau ini di kulit dimulai ketika tungau betina hinggap dan masuk ke liang-liang yang sudah ada di kulit tersebut, dan ketika musim kawin tiba, tungau jantan akan mencari keberadaan bentina untuk dibuahi.

Setelah pembuahan, tungau jantan akan mati lalu tungau betina bertelur yang dalam 3-4 hari kemudian akan retak dan pecah.

Setelah pecah, tungau muda di dalamnya akan segera berpindah ke permukaan kulit hingga dewasa dalam rentang waktu 10-15 hari.

Setelah itu, siklus yang demikian berulang kembali. Tungau sendiri merupakan makhluk mikroskopis yang sangat agresif serta susah dilepaskan dari sarangnya sehingga mereka kebal terhadap sabun dan air panas serta tidak bisa digosok-gosok sampai hilang. Karena itu, butuh pengobatan khusus untuk mengatasinya

Umumnya, tungau dapat bertahan selama 24 hingga 36 jam lamanya pada kulit manusia, dan rentang waktu yang lama tersebut membuat kutu ini bisa menyebar pada handuk, pakaian dan alas tidur.

Gejala

Gejala apabila Anda terkena kudis atau scabies adalah Anda akan mengalami gatal yang kerap parah dan memburuk saat malam hari malah bisa berupa nanah, adanya jejak liang yang tipis dan acak yang terdiri dari benjolan kecil pada kulit dan ruam.

Liang tersebut biasanya muncul pada lipatan kulit. Kudis sendiri merupakan penyakit yang penyebarannya begitu cepat, dan sering tidak disadari.

Munculnya gejala yang mengarah pada kudis umumnya dalam rentang waktu 2-3 minggu setelah terkena.

Lokasi penyakit

Kudis umumnya ditemukan pada area-area tubuh, yaituketiak, sela-sela jari, pinggang, pergelangan tangan, siku bagian dalam, telapak kaki, sekitar payudara, sekitar area kemaluan lelaki, pantat, dan lutut.

Apa yang harus dilakukan jika terkena kudis?

Kudis membuat penderitanya mengalami rasa gatal yang tidak tertahankan sehingga membuat yang mengalaminya ingin terus menggaruk.

Namun tindakan menggaruk ini hanya sementara sebab kudis akan tetap ada, dan malah akan menimbulkan berbagai kondisi kesehatan buruk lainnya, yaitu impetigo, kudis berkusta, serta kudis berkerak.

Apabila Anda mengalami hal yang demikian, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk selanjutnya diberikan pengobatan.

Pengobatan

Pengobatan sangat perlu dilakukan untuk mengatasi kudis. Sebelum pengobatan dilakukan biasanya dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu.

Diagnosis yang dilakukan adalah melihat riwayat kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik berupa benjolan pada kulit.

Adapun diagnosis untuk pemeriksaan terhadap kudis ini adalah pasien akan diperiksa oleh dokter bagian kerut atau goresan pada kulit untuk memeriksa keberadaan tungau dan telurnya.

Selanjutnya, pasien akan melakukan pemeriksaan berupa dermoskopi menggunakan alat bernama dermoskop yang digenggam untuk mencari tungau.

Setelah itu, dokter akan merekatkan pita yang ditempelkan di bawah kulit untuk kemudian dilepas dan dilihat melalui mikroskop untuk melihat tungau.

Setelah diagnoisis, dokter akan memberikan obat berupa obat oles berupa krim seperti permitrine dan elimite yang harus dipakaikan ke kulit dari leher ke telapak tangan semalaman dan dibersihkan setelah 8-14 jam.

Selain krim topikal dokter juga akan menyarankan obat-obatan lain untuk mengatasi scabies. Obat-obatan lain untuk mengatasi scabies adalah obat oral dan antihistamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *