Cegah Gigi Keropos Sedari Dini Demi Optimalkan Fungsi Gigi

Kerusakan pada gigi, seperti gigi keropos dapat terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali anak-anak dan orang dewasa. Penyebab gigi keropos dapat berasal dari banyak faktor, seperti gaya hidup dan kebiasaan tertentu. Nah, jika kamu ingin terhindar dari pengeroposan gigi, ada langkah mudah yang dapat kamu lakukan, nih.

Sebelum membahas cara pencegahan gigi keropos, ada baiknya kamu kenali dulu kebiasaan seperti apa yang menjadi penyebab gigi keropos. Hal-hal perlu kamu perhatikan:

  • konsumsi minuman bersoda secara berlebih: minuman bersoda mengandung asam sitrat yang tinggi, sementara paparan asam bisa merusak lapisan enamel (lapisan terkuat) gigi yang kemudian mengakibatkan gigi keropos.
  • Sering mengonsumsi minuman/jus buah: lho, bukannya jus buah itu baik untuk kesehatan, ya? Ya, mengkonsumsi buah memang bagus untuk tubuh, tapi ternyata jus buah mengandung asam yang dapat mengikis enamel gigi, terutama buah-buahan asam seperti apel dan jeruk.
  • Kebiasaan buruk: selain faktor makanan, kebiasaan kamu memperlakukan gigi juga bisa membuat gigi ‘ngambek’ dan keropos, lho. Enamel gigi dapat terkikis akibat gesekan antar gigi yang keras (pada bruxism), menggosok gigi terlalu keras, menggigit benda keras, seperti kuku, tutup botol, atau pulpen. Kebiasaan-kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan sakit gigi, ya.
  • Diet tinggi gula dan karbohidrat: gula dan karbohidrat bersifat asam serta memudahkan kuman dalam mulut untuk berkembang sehingga mempercepat pengeroposan gigi.

Apa yang bisa kamu lakukan untuk mencegah gigi keropos? Perhatikan langkah-langkah berikut ini apabila kamu ingin memiliki gigi yang sehat dan tidak keropos!

  • Batasi konsumsi minuman bersoda dan minuman/jus buah yang asam, termasuk juga mengkonsumsi permen yang mengandung asam sitrat.
  • Gunakan sedotan saat minum minuman yang asam untuk menghindari kontak langsung gigi dengan zat asam.
  • Batasi camilan karena ternyata kebiasaan ngemil dapat meningkatkan risiko karies gigi.
  • Setelah makan atau ngemil, berkumurlah dengan air putih untuk membiarkan air liur melarutkan asam dan mengeraskan enamel terlebih dulu.
  • Kunyah permen karet yang tidak mengandung gula di sela-sela waktu makan.
  • Minumlah lebih banyak.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Hindari konsumsi alkohol, merokok, dan makan sekitar 3 jam sebelum tidur untuk mencegah refluks asam lambung.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk memperkuat enamel, misalnya susu, sarden atau ikan bandeng yang memiliki tulang lunak dan lazim untuk dimakan. Sekadar info nih. Tulang ikan itu tempat untuk menyimpan kalsium lho.
  • Perbanyak makan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan lain-lain) dan sayuran berwarna hijau tua.

Nah, bagaimana? Tips pencegahan gigi keropos yang telah disampaikan cukup mudah untuk dipraktekkan, bukan? Mari jaga kesehatan gigi selalu sebelum terlambat!

Atasi Rasa Ngilu pada Gigi Karena Gigi Sensitif

Apakah kamu sering merasakan ngilu pada gigi ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin? Hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa kamu menderita gigi sensitif. Kondisi ini menandakan bahwa gigi kamu lebih peka terhadap suatu rangsang. Beberapa orang mengalami gigi sensitif secara permanen, yang mana kondisi ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Namun, ada juga beberapa orang yang mengalami gigi sensitif sementara, di mana ia akan merasakan rasa ngilu pada saat-saat tertentu saja.

Kondisi gigi sensitif dapat terjadi pada seseorang di rentang usia 20-40 tahun, yang sebagian besar penderitanya merupakan wanita.

Penyebab gigi sensitif

Adapun penyebab timbulnya gigi sensitif:

  • Terbukanya lapisan gigi bagian dalam (dentin)
  • Terkikisnya lapisan terluar mahkota gigi (enamel)
  • Menggosok gigi terlalu kencang
  • Grinding atau kebiasaan menggertakkan gigi
  • Gigi patah
  • Kadar asam berlebih di mulut karena konsumsi makanan dan minuman asam
  • Bulimia
  • GERD
  • Bleaching atau proses pemutihan gigi
  • Penuaan sehingga gusi mengkerut sehingga tidak melindungi bagian gigi

Pengobatan gigi sensitif

Agar tidak menjadi masalah yang berkelanjutan dan mengganggu aktivitas bahkan dapat mengurangi nafsu makan, gigi sensitif perlu diatasi dengan cara-cara tertentu. Di bawah ini merupakan cara yang umumnya dilakukan untuk mengatasi gigi sensitif:

  • Gunakanlah pasta gigi khusus gigi sensitif
  • Gunakanlah sikat gigi dengan bulu halus
  • Jangan menggosok gigi terlalu kencang
  • Pilihlah obat kumur bebas alkohol
  • Perawatan bedah mulut jika gusi mengkerut atau menurun
  • Melapisi permukaan gigi oleh dokter gigi

Jika Anda tetap mengalami keluhan gigi ngilu setelah melakukan cara-cara di atas, maka segera konsultasikan kondisi kesehatan gigi Anda ke dokter gigi. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi gigi sensitif Anda.

Tanyakan dan sampaikan kepada dokter gigi kondisi yang Anda. Dengan menyampaikan kebiasaan dan pengobatan apa saja yang telah Anda lakukan, dokter gigi dapat menganalisis kondisi kesehatan gigi Anda dan mampu memberikan solusi untuk permasalahan gigi Anda tersebut.

Adapun diagnosis yang pada umumnya dilakukan oleh dokter gigi antara lain pemeriksaan secara visual, yang mana dokter akan melihat keadaan gigi dan meraba permukaan gigi Anda serta memeriksa tingkat sensitivitas gigi dengan alat kedokteran gigi, ataupun dengan bantuan rontgen.

Beberapa orang mungkin masih dapat untuk menahan rasa ngilu pada gigi karena hanya terjadi pada saat tertentu. Namun, apabila Anda ragu dengan kondisi kesehatan Anda dan masalah gigi Anda telah mengganggu banyak aktivitas sehari-hari, segera periksakan kondisi gigi Anda ke dokter gigi.

Di sisi lain, kondisi gigi sensitif dapat dicegah dengan menjaga kesehatan serta kebersihan rongga mulut dan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan berserat ataupun yang mengandung kalsium.

Wanita Semakin Berumur, Perut Semakin Buncit?

Pernah nggak kamu perhatikan orang-orang yang berusia lanjut cenderung memiliki perut yang buncit, terutama para wanita yang sudah berumur? Ukuran pinggang yang makin melebar seiring pertambahan usia adalah hal yang umum terjadi. Keluhan umum dari para wanita adalah makin sulitnya menjaga berat badan ketika akan memasuki usia kepala tiga. Lalu, ketika periode menopause, pada umumnya berat badan tidak bertambah secara signifikan tetapi, bentuk perut semakin membuncit. Maka timbul pertanyaan, apa sih penyebab perut buncit pada perempuan yang mulai menopause?

Pada prinsipnya, ada tiga faktor yang mempengaruhi berat badan kita, yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi tiap harinya, jumlah kalori yang terbakar oleh aktivitas organ tubuh dan aktivitas fisik setiap hari, serta usia kita. Konsumsi makanan terlalu banyak apabila tidak diimbangin dengan aktivitas fisik, akan menyebabkan kelebihan kalori yang diserap dalam tubuh sehingga, berat badan akan naik, termasuk lemak perut yang akan bertambah. Pertambahan usia akan mempengaruhi massa otot.

Makin tua usia kita, massa otot akan semakin berkurang. Di sisi lain, kadar lemak tubuh makin meningkat. Berkurangnya massa otot ini menyebabkan berkurangnya penggunaan kalori oleh tubuh, maka dari itu biasanya akan timbul banyak keluhan tentang betapa sulitnya menjaga berat badan di usia 35 dibanding saat berusia 25. Memasuki usia menopause, banyak perempuan mengeluhkan bentuk perut yang tampak membuncit walaupun mereka tidak banyak makan dan berat badannya tidak bertambah.

Penyebab perut buncit pada perempuan usia menopause adalah menurunnya kadar estrogen. Kondisi tersebut ternyata memengaruhi bagaimana lemak didistribusikan dan disimpan di dalam tubuh. Kecenderungan bertumpuknya lemak di perut juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Penyebab perut buncit dari faktor usia, hormonal dan genetik akan sulit untuk dicegah. Akan tetapi, kita tetap harus berupaya untuk menjaga ukuran perut agar tidak terlalu besar dengan mengubah gaya hidup.

Seiring bertambahnya usia, cobalah lebih memperhatikan pola makan sehari-hari, terutama dengan lebih banyak mengonsumsi makanan-makanan sehat. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, dan cobalah untuk mengganti asupan karbohidrat dengan pilihan seperti, nasi merah atau oatmeal. Kurangi konsumsi daging merah dan cukupi asupan protein dari daging putih tanpa lemak. Tidak lupa untuk membatasi konsumsi gula, garam dan lemak.

Dengan pola makan seperti ini, selain menjaga agar ukuran pinggang tidak melebar terlalu banyak, ia juga bermanfaat mengurangi risiko penyakit degeneratif lain yang umumnya diderita orang lanjut usia.

Jangan lupa untuk menyeimbangkan asupan makanan dengan aktivitas fisik, seperti olahraga rutin agar kalori yang disimpan di dalam tubuh dapat terbakar sempurna sehingga, lemak tidak terlalu banyak menumpuk di perut. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit/minggu atau dengan melakukan olahraga intensitas tinggi sebanyak 75 menit/minggu. 

Tangani Permasalahan Susah Tidur dari Akar Penyebabnya

Apakah kamu sering mengalami kesulitan saat hendak tidur di malam hari? Jika iya, maka bisa saja kamu menderita gangguan tidur. Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menangani gangguan tidur adalah dengan mengenali faktor-faktor penyebab susah tidur tersebut.

Tanda-tanda umum gangguan tidur

Apabila kamu mengalami tanda-tanda seperti di bawah ini, maka terdapat kemungkinan besar bahwa kamu mengidap gangguan tidur:

  • sulit untuk tidur atau tidur tidak pulas yang disertai aktivitas terbangun secara intens.
  • Sering merasa lelah di siang hari.
  • Rasa kantuk hebat dan keinginan tidur yang besar ketika siang hari.
  • Lebih emosional, cepat marah, dan sering merasa gelisah.
  • Sulit untuk berkonsentrasi saat beraktivitas.
  • Merasa tertekan dan depresi.

Jika gangguan tidur muncul karena disebabkan oleh kondisi atau penyakit lainnya, tanda-tanda yang kamu rasakan juga mungkin akan berbeda dengan yang sudah disebutkan di atas.

Faktor penyebab susah tidur yang perlu diperhatikan

Faktor penyebab kesulitan tidur dapat berasal dari berbagai penyebab, antara lain penyakit tertentu hingga keturunan. Lebih jelasnya, penyebab-penyebab susah tidur dijabarkan berikut:

  • penyakit jantung.
  • Penyakit paru-paru.
  • Permasalahan pada otot dan tulang.
  • Gangguan saraf dan rasa nyeri.
  • Gangguan kejiwaan, seperti depresi dan kecemasan berlebih.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Faktor keturunan.
  • Penyakit ginjal.
  • Diabetes.

Tidak menutup kemungkinan bahwa penyebab susah tidur tidak diketahui dengan jelas. Walaupun begitu, terdapat faktor lainnya yang menjadi alasan mengapa seseorang susah tidur:

  • Konsumsi kafein dan alkohol.
  • Jadwal kerja yang tidak teratur, seperti bekerja dengan sistem shift.
  • Bertambahnya usia. Seiring usiamu bertambah, waktu tidur kamu cenderung akan semakin berkurang sehingga, waktu yang kamu habiskan ketika tidur pulas akan semakin berkurang dari waktu ke waktu. Kamu juga mungkin lebih sering terbangun saat telah tertidur.

Bagaimana dokter mendiagnosis seseorang yang mengalami gangguan susah tidur?

Tahap awal yang akan dilakukan dokter ialah dengan melakukan pemeriksaan fisik pada kondisi tubuhmu. Dokter juga akan menganalisis gejala-gejala yang selama ini muncul Tidak ketinggalan, riwayat kesehatan juga akan turut diperiksa, serta kemungkinan aka nada beberapa tes yang diberikan, seperti:

  • Polisomnografi: sebuah studi yang dilakukan saat seseorang tertidur dengan mengamati kadar oksigen, pergerakan tubuh, dan gelombang otak untuk menentukan penyebab susah tidur.
  • Electroencephalogram: sebuah tes untuk memeriksa aktivitas di otak agar mendapatkan hasil faktor penyebab seseorang susah tidur.
  • ‚óŹ        Tes darah genetik, yang mana pasien akan melakukan tes darah yang biasa digunakan dokter untuk mendiagnosis narkolepsi dan kondisi lainnya yang dapat memicu gangguan tidur.

Cermati Cara Kerja Obat Timolol dan Kegunaannya

Bagi pasien yang mengalami angina (rasa nyeri pada dada), hipertensi, glaukoma (tekanan berat pada mata yang dapat mengakibatkan kebutaan), dan aritmia (detak jantung tidak beraturan) pada umumkan akan diresepkan obat timolol. Timolol tergolong ke dalam obat penghambat beta (beta blockers) yang bekerja untuk mengatur ritme jantung agar kembali normal dan mencegah terjadinya serangan jantung untuk yang kedua kali.

Kelainan atau penyakit yang dapat diatasi oleh timolol cukup beragam, sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana sebenarnya obat ini dapat mengatasi permasalahan seperti yang disebutkan di atas?

Pada dasarnya kelompok obat penghambat beta memiliki fungsi untuk mengurangi tekanan darah. Cara kerja obat ini mempengaruhi kinerja jantung dan saluran pernapasan, yang mana akan melonggarkan pembuluh darah dan menurunkan denyut jantung. Timolol akan menghambat hormon norepinefrin (dikenal dengan hormon adrenalin) dan hormon noradrenalin di sistem syaraf simpatik. Syaraf simpatik adalah bagian dari sistem syaraf otonom yang bekerja tanpa kita sadari atau kendalikan. Hormon adrenalin dan noradrenalin berperan dalam mempersiapkan otot untuk kerja keras dan pengerahan tenaga. Tujuan dari mempersiapkan otot untuk bekerja keras ini agar tubuh dapat memberi respons otomatis terhadap situasi berbahaya.

Tanpa disadari, apabila jumlah hormon adrenalin berlebih, situasi ini akan memberikan dampak negatif bagi tubuh. Hormon tersebut akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan berdebar tak menentu, tekanan darah naik, produksi keringat berlebihan, dan timbul cemas.

Penggunaan timolol akan memblokir keluarnya hormon adrenalin dan noradrenalin, sehingga kebutuhan oksigen dan tekanan pada jantung menjadi tidak begitu besar. Selain itu, obat ini juga akan menurunkan kekuatan kontraksi pada otot pada jantung, pembuluh darah di jantung, otak, serta seluruh tubuh. Timolol juga akan menghambat produksi hormon angiotensin yang dilakukan oleh ginjal. Berkurangnya kadar hormon tersebut akan membuat pembuluh darah lebih rileks serta melebar, sehingga aliran darah akan berjalan lebih lancar.

Obat timolol hadir dalam dua bentuk, yaitu bentuk tetes atau drop yang digunakan khusus untuk mata dan bentuk tablet. Obat timolol tetes hingga kini digunakan sebagai pengobatan glaukoma. Obat ini akan mengurangi produksi cairan di bola mata yang nantinya akan mengurangi tekanan pada bola mata pada pasien glaukoma. Dengan begitu, ia mampu mencegah kerusakan syaraf mata dan mengurangi risiko buta permanen.

Selain untuk mengobati gangguan pada jantung, pembuluh darah dan glaukoma, timolol juga bermanfaat untuk pasien yang memiliki gangguan psikologis, seperti kecemasan berlebih. Beta-blockers akan menghalangi keluarnya hormon penyebab stres sehingga, efek samping dari stres berlebih, seperti gemetar dan berkeringat akan berkurang. Bagi pasien yang sering kali mengalami jantung berdebar akibat hipertiroid juga bias mendapatkan manfaat dari obat ini.

Pasien yang sedang menjalani pengobatan dengan timolol tidak diperbolehkan menghentikan penggunaan obat secara mendadak tanpa rekomendasi dan pengawasan dokter. Penghentian obat secara mendadak justru dapat memperparah kondisi setelah serangan jantung atau pada penderita angina. Penghentian konsumsi timolol harus dilakukan secara bertahap dalam 1-2 minggu.

Cara Efektif Mengatasi Perut Kembung agar Tak Jadi Masalah Berkelanjutan

Permasalahan seputar perut kembung sudah bukan hal yang asing lagi bagi orang Indonesia. Masalah perut kembung sudah umum di masyarakat. Walaupun kedengarannya sepele, namun permasalahan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Tenang! Tidak perlu sampai ke dokter apabila masalah ini berlangsung dalam sehari saja. Ada cara-cara alami yang efektif untuk mengatasi perut kembung lho. Yuk, simak penjelasannya berikut!

  1. Kurangi konsumsi makanan yang meningkatkan kadar gas dalam lambung, seperti kacang-kacangan, kol, bawang, brokoli, kembang kol, jamur, atau makanan yang terbuat dari gandum utuh. 
  2. Hindari makanan berlemak. Lambung memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan berlemak. Ketika proses pencernaan, makanan berlemak akan berada lebih lama di dalam lambung dan mengakibatkan meningkatnya produksi gas dalam lambung.
  3. Hindari makanan berserat tinggi. Makanan-makanan dengan serat yang tinggi, pada umumnya memiliki kandungan gas yang relatif besar. 
  4. Kentut dan sendawa. Ketika perut kembung sedang melanda, jangan ragu untuk membuang bersendawa atau kentut. Kedua cara ini dapat mengeluarkan gas berlebih yang terperangkan terperangkap dalam lambung.
  5. Jangan tunda dan menahan hasrat untuk buang air. Siapa sangka bahwa kebiasaan menunda atau menahan buang air dapat mengganggu kinerja usus besar? Dengan tidak menahan dan menunda untuk buang air, usus besar dapat bekerja secara optimal sehingga, mampu membuang gas lebih cepat.
  6. Minum teh. Proses pembuangan gas yang tertumpuk dalam lambung dapat dilakukan dengan minum teh, khususnya yang terbuat dari jahe, peppermint, dan kembang lawang.
  7. Cobalah untuk mengompres perut dengan handuk hangat atau bantal pemanas. Hal ini dilakukan agar otot-otot di saluran pencernaan menjadi lebih rileks.
  8. Olahraga ringan rutin. Berolahraga secara rutin dapat membantu untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat penumpukan gas di lambung. Aktivitas olahraga secara rutin dapat membantu pencernaan kamu kok.
  9. Tarik napas secara teratur dengan menggunakan diafragma.
  10. Memijat perut secara perlahan ternyata dapat mengurangi rasa kembung, lho. Walaupun begitu, apabila sedang mengandung, lakukanlah secara hati-hati, ya.
  11. Buang kebiasaan makan sambil bicara. Kebiasaan berbicara ketika sedang makan ternyata dapat membawa masuk banyak gas ikut masuk ke dalam lambung.
  12. Konsumsi probiotik secara rutin. Minuman probiotik mengandung bakteri baik yang bermanfaat untuk melancarkan saluran pencernaan, seperti yogurt, tempe, kefir, dan kimchi.
  13. Konsumsi rempah-rempah, seperti jahe, daun basil, atau jintan dapat mengatasi perut kembung secara alami.
  14. Hindari makanan yang mengandung garam berlebih. Konsumsi makanan asin dan gurih ternyata merupakan salah satu faktor penyebab perut kembung. Hal ini terjadi karena sodium yang ada di dalam garam memaksa tubuh untuk menahan air secara berlebihan.
  15. Batasi kebiasaan mengunyah permen karet. Ketika mengunyah permen, secara tidak sadar kita mengonsumsi gula dan menelan udara pada saat yang bersamaan.
  16. Hindari minum soda. Kandungan karbon dioksida, gila, dan pemanis buatan lainnya, yang terkandung dalam minuman bersoda akan mengisi perut kita penuh dengan gas.
  17. Perhatikan porsi makan. Makan dengan porsi yang terlalu besar akan membuat kita merasa cepat kembung. Menyiasati porsi makan dengan mengatur porsi menjadi lebih kecil, namun dalam jeda waktu lebih sering, dianggap sebagai alternatif yang baik untuk mengurangi dan mencegah perut kembung.

Nah, apabila cara-cara di atas tidak berhasil dalam mengatasi perut kembung yang kamu alami, maka sudah sebaiknya untuk konsultasikan masalah tersebut dengan dokter.

Pertimbangkan Bahaya Pemakaian Tisu Magic Sebelum Menggunakannya

Alat bantu dalam berhubungan seks yang satu ini, cukup umum digunakan oleh banyak pria. Walaupun begitu, bahaya dari pemakaian tisu magic juga tidak dapat terhindarkan. Tidak sulit untuk mendapatkan tisu magic. Benda yang satu ini dapat ditemukan dengan mudah, seperti di minimarket terdekat dan bahkan dijual secara bebas di internet. Tisu magic dianggap sebagai obat kuat dan penolong kaum adam agar dapat tampil maksimal di ranjang bersama pasangan. Namun, tahukah Anda bahwa tisu magic ini memiliki efek samping bagi para pria? Akan lebih baik, apabila Anda menyadari bahaya dari pemakaian tisu magic sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakannya. Beberapa efek samping pemakaian tisu magic:

  • Merusak pembuluh darah penis

Pada dasarnya, pembuluh darah di penis akan merespons setiap rangsangan yang diberikan. Ketika seseorang menggunakan tisu magic dan zat kimia dalam tisu tersebut memengaruhi mekanisme ini, maka terdapat kemungkinan bahwa pembuluh darah membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons rangsangan dan ia tidak akan bekerja secara optimal.

  • Iritasi pada kulit penis

Dapat dipastikan bahwa tisu magic yang beredar mengandung zat-zat kimia, seperti benzocaine dan lidocaine yang umumnya digunakan sebagai obat bius untuk operasi. Selain itu, tisu magic juga mengandung alkohol di dalamnya. Komposisi bahan-bahan tersebut berpeluang menimbulkan reaksi pada kulit penis, seperti iritasi, ruam, dan gatal.

  • Gangguan regenerasi sel

Penggunaan tisu magic yang terlalu sering akan menghambat proses regenerasi sel kulit. Proses regenerasi kulit ini pada dasarnya terjadi secara alami, namun zat-zat kimia dalam tisu magic mengganggu proses tersebut.

  • Rendahnya tingkatan kepekaan dan sensitivitas

Tujuan awal dari penggunaan tisu magic adalah untuk meningkatkan gairah seksual dan performa pria saat berhubungan seksual. Namun, sifat tisu magic justru membuat penis mati rasa dan berisiko mengurangi kepekaan dan sensitivitas organ intim.

  • Turunnya gairah seksual

Rasa tidak puas akan performa dalam berhubungan seksual dapat disebabkan karena pemakaian tisu magic. Hal ini terjadi karena penis tidak dapat bekerja secara optimal seperti yang diharapkan, sehingga performa di ranjang tidak maksimal.

  • Hilangnya kepercayaan diri

Bukan hanya secara fisik, ternyata tisu magic memiliki efek samping terhadap kondisi psikologis. Pria memiliki peluang untuk kehilangan kepercayaan diri ketika tidak dapat tampil maksimal saat berhubungan intim. Hal ini kemudian akan berdampak terhadap beban pikiran yang akhirnya memicu stres.

Kepuasaan maksimal dalam hubungan intim yang ideal adalah ketika pasangan dapat mengkomunikasikan segala hal tanpa adanya rahasia. Cobalah untuk saling terbuka dan mentolerir kemauan dari Anda atau pun pasangan, sehingga tujuan tersebut dapat tercapai. Tidak ada larangan untuk memakai tisu magic ketika berhubungan intim. Namun, akan lebih baik apabila Anda dapat mencermati dengan seksama risiko yang dapat timbul atas keputusan tersebut.

Plasenta Letak Rendah yang Berisiko Sebabkan Pendarahan pada Calon Ibu

Asupan nutrisi dan oksigen untuk janin ketika dalam kandungan dikirimkan melalui plasenta. Di kehidupan sehari-hari, plasenta dikenal sebagai ari-ari. Organ yang terbentuk cakram ini menempel pada dinding rahim dan akan terputus, lalu keluar mengikuti janin yang baru lahir.

Letak plasenta pada dasarnya berpindah-pindah, seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Normalnya, plasenta akan berada di bagian atas rahim ketika usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Kondisi ini diperlukan untuk membuka jalan bagi janin agar mudah dilahirkan. Namun, terdapat juga peluang terjadinya kelainan, seperti plasenta letak rendah. Kelainan ini akan menyebabkan tertutupnya sebagian atau seluruh jalan lahir dan keluarnya janin, karena plasenta menempel di bagian rahim. Plasenta letak rendah ini dikenal dengan plasenta previa.

Efek dan risiko dari plasenta letak rendah

Dikarenakan posisi plasenta berada di bagian bawah rahim dan menyebabkan jalan keluarnya janin tertutup, kondisi ini berpeluang menyebabkan perdarahan berat, saat persalinan berlangsung ataupun sebelum persalinan. Perdarahan dari vagina ini dapat membahayakan nyawa ibu dan juga janin.

Ibu hamil dengan plasenta letak rendah juga berisiko untuk mengalami plasenta akreta, yang mana posisi plasenta akan menempel pada dinding rahim dan tidak dapat terlepas, walaupun telah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang berisiko tinggi.

Kondisi plasenta letak rendah ini terjadi pada 1 dari 200 kehamilan. Di awal proses persalinan, serviks atau leher rahim akan membuka, sehingga janin dapat keluar. Namun, jika plasenta berada di bagian bawah rahim dan menempel pada jalan lahir tersebut, pembuluh darah yang menghubungkan plasenta dengan rahim akan robek, sehingga menghasilkan perdarahan yang hebat.

Bagaimana cara untuk mengetahui dan mengatasi plasenta letak rendah?

Pemeriksaan USG secara rutin dapat mendeteksi plasenta letak rendah. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk menjadwalkan pemeriksaan dan konsultasi rutin ini.

Jika ditemukan plasenta letak rendah pada trimester pertama dan kedua, umumnya dokter akan melakukan pengamatan dilanjut dengan pemeriksaan ulang pada trimester ketiga, apakah posisi plasenta berubah atau tidak. Selanjutnya, dokter akan menentukan prosedur persalinan yang tepat bagi kondisi kandungan Anda.

Ada beberapa kasus plasenta previa, yang mana gejala yang terjadi adanya perdarahan dari vagina pada trimester kedua kehamilan yang tidak disadari oleh sang ibu. Namun, beberapa kasus lainnya tidak terlihat gejala perdarahan sama sekali.

Penanganan plasenta rendah dilakukan dengan menyesuaikan kondisi tertentu, seperti usia kehamilan, kondisi janin dan posisi plasenta dan bayi, hingga jumlah perdarahan yang dialami sang ibu. Apabila terjadi perdarahan ringan, sang ibu akan dianjurkan untuk istirahat di rumah. Namun, apabila terjadi perdarahan berat, dokter akan memberikan transfusi darah dan obat pencegah kelahiran prematur. Pada kondisi ini, calon ibu juga akan dirawat di rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang optimal.

Kasus plasenta letak rendah yang mengakibatkan perdarahan berat, membutuhkan penanganan dengan operasi caesar. Penanganan ini dilakukan apabila bayi sudah memasuki usia minimal 37 minggu. Namun, apabila usia kandungan belum mencapai 37 minggu, dokter akan memberikan suntikan kortikosteroid yang berfungsi mempercepat pematangan paru-paru pada janin.