Sel, Jenis, Fungsi, dan Organel Sel

Organel sel sama seperti organ dalam di tubuh manusia

Tubuh manusia terbuat dari triliunan sel-sel atau biasa disebut dengan unit dasar kehidupan di muka bumi. Pada dasarnya, sel bisa dianggap sebagai bungkusan kecil yang mengandung sistem transportasi, pabrik, dan sumber dayanya sendiri. Sel-sel tersebut berfungsi sesuai dengan tugasnya masing-masing, menciptakan energi dan berkembang biak (sel merupakan unit terkecil di dunia ini yang dapat melakukan replikasi diri). Sel juga membentuk jaringan, yang kemudian membentuk organ tubuh; dan organ akan bekerja sama satu sama lain agar organisme dapat tetap hidup. Nama sel sendiri diberikan oleh Robert Hook, sekaligus penemunya, pada tahun 1665. Nama sel diambil dari kata Latin cella yang berarti ruang-ruang kecil. Cukup masuk akal karena di dalam “ruangan” sel terdapat berbagai macam organel sel (organ mini). Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendetail.

Nukleus

Nukleus merupakan organel sel yang dapat dianggap sebagai “kantor pusat” para sel. Normalnya hanya ada satu nukleus di setiap sel, namun tidak selamanya demikian. Sel-sel otot rangka, misalnya, memiliki dua nukleus. Nukleus mengandung hampir semua DNA sel-sel (beberapa dalam jumlah sedikit terletak di mitochondria). Nukleus berperan untuk mengirimkan pesan ke pada sel agar tumbuh, membagi diri, ataupun mati. Nukleus dipisahkan dari bagian sel lain oleh selaput yang disebut amplop inti: pori nukleus di dalam selaput dapat mengizinkan molekul dan ion untuk menyeberang dengan mudah, sementara itu, molekul dengan ukuran yang lebih besar membutuhkan protein untuk mengantarnya. 

Selaput plasma

Guna memastikan setiap sel untuk tetap terpisah dari tetangga di sekitarnya, sel diselubungi oleh selaput khusus yang disebut dengan nama selaput plasma. Salah satu organel sel ini umumnya terbuat dari phospholipids, yang mencegah zat-zat terbuat dari air untuk masuk ke dalam sel. Selaput plasma juga terdiri dari beberapa reseptor, yang memiliki peran dan fungsinya masing-masing, termasuk:

  • Gatekeeper. Beberapa reseptor akan mengijinkan molekul-molekul untuk dapat lewat dan menghentikan molekul lain. 
  • Penanda. Reseptor jenis ini bertindak sebagai penanda, memberi informasi kepada sistem kekebalan tubuh bahwa mereka merupakan bagian dari organisme dan bukanlah penjajah asing.
  • Penghubung. Beberapa reseptor membantu sel agar dapat berkomunikasi dengan sel lain dan lingkungan di sekitarnya.
  • Pengencang. Beberapa reseptor bertugas untuk membantu mengencangkan sel dengan sel lain. 

Sitoplasma

Organel sel ini merupakan bagian dalam sel yang mengelilingi nukleus dan 80%-nya adalah air, yang terdiri dari organel sel dan cairan berbentuk seperti jelly yang bernama sitosol. Banyak reaksi penting yang terjadi di dalam sel terjadi di sitoplasma. 

Lysosomes dan peroxisomes

Baik lysosomes dan peroxisomes merupakan kantong enzim yang sangat penting. Lysosomes mengandung enzim yang dapat memecah molekul besar, termasuk bagian tua sel dan benda-benda asing. Sementara itu, peroxisomes mengandung enzim yang dapat menghancurkan material beracun, termasuk peroksida. 

Sitoskeleton

Organel sel ini dapat dianggap sebagai bangunan dari sel. Sitoskeleton membantu menjaga sel agar tetap dalam bentuk yang benar. Namun, berbeda dengan bangunan lain pada umumnya, sitoskeleton fleksibel. Sitoskeleton berperan dalam pembagian sel dan motilitas sel, yaitu kemampuan sel untuk bergerak (misalnya sel-sel sperma). 

Masih ada banyak organel sel lain yang memiliki peran pentingnya masing-masing. Sel merupakan sebuah hal yang sangat beragam dan sangat menarik. Bisa dibilang, sel bertindak seperti kota-kota mandiri yang berfungsi sendiri-sendiri, memproduksi energi dan protein. Namun, sel juga merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar untuk menciptakan jaringan, organ, dan diri kita ini.

Tanda-tanda Kanker Ovarium yang Perlu Dipahami Wanita

Tanda-tanda Kanker Ovarium yang Perlu Dipahami Wanita

Menjadi penyakit yang selalu dikhawatirkan oleh para perempuan, kanker ovarium memang harus diwaspadai keberadaannya. Munculnya kanker ini diakibatkan kondisi tumor ganas yang berkembang di dalam indung telur, bagian yang khusus memproduksi hormon wanita. Jika diobati dengan tepat dan bisa terdeteksi lebih awal, maka bisa dicegah.

Kasus yang terjadi akibat penyakit ini di dunia diperkirakan sudah mencapai lebih dari 200 ribu dalam setiap tahunnya. Di Indonesia, data terkait kanker ini masih belum selengkap dari data penyakit kanker lainnya, seperti kanker payudara dan serviks. Meski demikian, jumlah kasus yang terjadi di setiap tahunnya diketahui selalu bertambah.

Tanda-tanda Kanker Ovarium

Pada umumnya semua jenis penyakit kanker memang sangat jarang menimbulkan gejala di awal kemunculannya. Hal inilah yang menyebabkan kanker jenis ini baru bisa terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut, namun demikian berikut ini terdapat beberapa tanda-tanda yang perlu diwaspadai untuk mengetahui kanker pada ovarium.

  • Mual dan perut terasa kembung hingga cepat merasa kenyang, bisa juga disertai sakit perut yang hebat hingga mengalami sembelit.
  • Munculnya pembengkakan pada perut, sering buang air kecil dan akhirnya mengalami penurunan berat badan.
  • Mengalami sakit di bagian vagina ketika melakukan hubungan seks hingga mengeluarkan darah dan berujung pada perubahan siklus menstruasi.

Indung telur yang terletak di dekat kandung kemih dan usus menjadi penyebab munculnya gejala masalah pencernaan yang berkaitan dengan tumor. Apabila gejala mengenai gangguan pencernaan berlangsung selama tiga minggu, maka dalam keadaan ini harus segera melakukan konsultasi dengan dokter ahli.

Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya kanker yang menyerang ovarium, perempuan yang terjangkit penyakit ini biasanya sudah memasuki masa menopause. Namun tidak hanya itu, riwayat keluarga juga bisa menjadi penyebab perempuan terkena penyakit kanker ini, berikut ini beberapa penyebab munculnya kanker pada ovarium.

  • Terapi Hormon Estrogen

Terapi ini biasanya dilakukan oleh para wanita yang hampir memasuki masa menopause, perempuan yang menjalani terapi ini sangat rentan terkena kanker. Maka dari itu, untuk menjalani terapi ini harus dengan sangat hati-hati.

  • Riwayat Keluarga

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa salah satu penyebab seseorang terkena kanker pada ovarium adalah riwayat keluarga. Untuk mengetahui hal ini bisa dengan melakukan tes darah, nantinya dapat dilihat lewat kadar CA-125 dalam tubuh.

  • Gaya Hidup Tak Sehat

Salah satu tanda gaya hidup tak sehat adalah mengalami obesitas, dalam mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan diet. Konsumsi makanan sehat dan rutin dalam berolahraga setiap hari secara teratur.

  • Proses Ovulasi

Kerusakan pada ovarium juga bisa dipengaruhi pada proses pelepasan sel telur selama ovulasi di setiap bulannya. Risiko kemungkinan ovarium terkena kanker bisa menurun jika kondisi tersebut dapat dicegah, sementara itu ovulasi akan berhenti dengan sendirinya selama masa kehamilan dan menyusui.

Kanker ovarium menjadi salah satu penyakit yang sulit untuk dicegah, hal ini tak lepas dari apa yang penyebab pasti kemunculannya. Namun, secara umum ditandai ketika sel-sel sehat mengalami mutasi genetik, itulah yang membuat perubahan sel normal yang berubah menjadi abnormal di dalam tubuh.

Sementara sel-sel sehat yang tumbuh dan berkembang dengan sendirinya akan mati secara perlahan, sebaliknya sel abnormal yang ada justru tumbuh tanpa terkendali. Tumbuhnya sel-sel abnormal ini yang membentuk tumor dan bermetastasis.

Tips Agar badan Tetap Bugar Selama Puasa

Berpuasa di bulan Ramadan menjadi suatu kewajiban bagi setiap Muslim di seluruh dunia baik itu laki-laki atau perempuan. Namun, aktivitas sehari-hari membuat banyak orang harus tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan bugar. Terdapat beberapa tips puasa agar kondisi badan tetap sehat meski sedang menjalankan puasa.

Dahulu, puasa merupakan bagian dari terapi dalam kedokteran kuno yang mana dalam kondisi medis tertentu menahan lapar dan minum dalam waktu tertentu dianjurkan agar proses penyembuhan suatu penyakit dapat berlangsung lebih cepat. Meski demikian, terdapat beberapa syarat yang harus dilakukan puasa tetap jalan dan kebugaran tubuh tetap terjaga.

Tips Puasa Sehat

Perlu diketahui puasa merupakan salah satu proses detoksifikasi atau juga pembuangan zat-zat beracun dari dalam tubuh secara alami. Namun, proses pembuangan racun ini tidak dapat berhasil maksimal apabila tidak diimbangi dengan penerapan gaya hidup sehat agar tubuh tetap berada dalam kondisi fit saat berpuasa.

  • Jangan Lewatkan Sahur

Cara sederhana pertama yang bisa dilakukan agar kondisi badan tetap fit saat berpuasa adalah jangan pernah melewatkan makan sahur. Sahur sama seperti sarapan pagi, merupakan bagian terpenting untuk menambah energi dalam tubuh selama satu hari berpuasa hingga waktu berbuka tiba, tetapi makan sahur juga harus memperhatikan asupan nutrisi seimbang.

Konsumsi jenis makanan seperti beras merah, gandum dan oat yang bisa membuat kenyang lebih lama. Konsumsi pula makanan yang mengandung serat tinggi, bisa berasal dari kurma, biji-bijian, kentang, sayuran dan hampir semua buah, khususnya buah seperti aprikot, plum, pepaya hingga pisang.

  • Penuhi Cairan Tubuh

Sebagian besar tubuh berisi cairan dan seseorang membutuhkan jumlah cairan yang terbuang selama berpuasa. Konsumsi air putih setidaknya delapan hingga 12 gelas putih dalam sehari, penuhi kebutuhan cairan ketika berbuka puasa hingga saat makan sahur, perlu diketahui agar menghindari kafein yang bersifat diuretik karena akan membuat lebih sering buang kecil.

  • Makan Secukupnya

Waktu berbuka merupakan momen yang paling ditunggu ketika melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Hal ini membuat banyak orang tak segan untuk banyak mengonsumsi makanan setelah berbuka bahkan hingga kalap. Padahal, langsung mengonsumsi banyak makanan di saat berbuka bisa membuat perut kembung dan begah.

  • Hindari Makanan Berminyak

Salah satu menu yang menarik dikonsumsi dan menjadi favorit banyak orang saat berbuka puasa adalah gorengan. Meski demikian, ada baiknya untuk menghindari semua jenis makanan yang digoreng ketika berbuka dalam jumlah yang banyak. Jenis makanan yang digoreng bisa meningkatkan risiko kenaikan kolesterol di dalam tubuh seseorang.

  • Kurangi Makanan dan Minuman Manis

Makanan dan minuman manis sangat berpengaruh bagi kondisi kebugaran tubuh, kurangi makanan jenis ini seta produk olahan agar tubuh tetap fit saat berpuasa. Namun, banyak orang yang justru keliru dengan maksud dari berbuka dengan yang manis.

Jenis makanan dan minuman yang manis memang penting dikonsumsi dengan tujuan membuat normal kembali gula darah di tubuh. Maka dari itu sangat penting untuk mengurangi jumlah makanan dan minuman yang satu ini.

  • Olahraga Ringan

Tips puasa dengan tubuh tetap sehat dan bugar adalah berolahraga, meski sedang menahan lapar dan haus bukan berarti tubuh tidak mampu digunakan untuk berolahraga, lakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga setelah berbuka puasa. Setelah berbuka puasa.

Asupan energi tubuh sudah terpenuhi dengan energi, olahraga ringan bisa dilakukan selama 30 menit bisa dengan jalan kaki, bersepeda, jogging hingga latihan lain sesuai porsi yang dibutuhkan agar tubuh tetap fit.

Amlodipine: Obat Andalan Penderita Hipertensi

Tahukah kamu bahwa penderita hipertensi di Indonesia mencapai lebih dari 63 juta orang? Menurut pers rilis yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, angka kematian di Indonesia yang disebabkan oleh hipertensi mencapai lebih dari 400 ribu kematian. Lebih dari 50% penderita hipertensi merupakan kelompok umur 55-64 tahun, yang mana merupakan orang-orang berusia lanjut.

Tidak jarang, ketika kita pergi ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesahatan, banyak ditemui kelompok usia tersebut menderita penyakit degeneratif. Mereka rela mengantri untuk melakukan kontrol dan mendapat obat secara rutin. Salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan adalah hipertensi.

Bila ditanya apa saja obat hipertensi yang mereka dapatkan, kebanyakan dari mereka akan menjawab obat amlodipine.

Apakah terdapat anggota keluarga kamu yang juga rutin mendapat amlodipine ini? Apabila ia, kamu perlu untuk memperhatikan artikel berikut ini agar semakin paham dengan obat amlodipine.

Apa itu Obat Amlodipine?

Amlodipine termasuk dalam golongan obat penyekat kanal kalsium yang bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah, sehingga aliran darah dapat mengalir dengan mudah. Selain untuk mengatasi hipertensi, amlodipine juga berfungsi mengatasi nyeri dada pada pasien penyakit jantung koroner.

Amlodipine tersedia dalam bentuk obat minum yang bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Penggunaan obat amlodipine ini memerlukan dosis yang sesuai dengan anjuran dokter. Alasan amlodipine sering diresepkan dokter untuk mengatasi amlodipine adalah karena obat ini aman dan efek sampingnya  relatif jarang terjadi. Efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan akibat mengkonsumsi amlodipine antara lain: bengkak pada kedua kaki, rasa pusing, muka merah, dan jantung berdebar cepat.

Perlu diingat bahwa obat ini membutuhkan perhatian khusus, terutama untuk ibu hamil atau seseorang yang sedang merencanakan kehamilan. Hingga saat ini, belum terdapat informasi yang jelas mengenai dampak obat amlodipine pada janin.

Haruskah Obat Amlodipine Dikonsumsi Seumur Hidup?

Perlu diingat, bila dokter sudah memberikan resep amlodipine untuk mengatasi hipertensi, artinya obat ini tetap harus diminum, walaupun kondisi tekanan darah sudah terkontrol atau dalam keadaan normal, serta tidak merasakan gejala tertentu.

Konsumsi obat amlodipine ini berpeluang untuk menimbulkan efek samping, seperti menurunnya kesadaran, pusing dan sakit kepala, kemerahan pada wajah, hingga mual dan sakit perut.

Namun, alasan mengapa obat hipertensi, termasuk amlodipine disarankan untuk diminum secara rutin adalah karena manfaatnya penggunaannya lebih tinggi dibandingkan dengan resiko yang ditimbulkan apabila tidak mengkonsumsinya secara rutin.

Bila tidak terkontrol dengan baik, hipertensi dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, meliputi: stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan aneurisma pembuluh darah.

Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa orang yang mengalami hipertensi dan rutin mengkonsumsi obat hipertensi mampu untuk mencapai tekanan darah yang normal kembali. Resiko kematian dalam 9,5 tahun ke depan dari orang yang tekanan darahnya terkontrol dengan obat hipertensi lebih rendah dibandingkan dengan penderita hipertensi yang tekanan darahnya tidak terkontrol dengan baik.

Jelas bahwa penyakit hipertensi tidak dapat disepelekan begitu saja. Lakukanlah kontrol rutin dan jangan lupa minum obat sesuai anjuran dokter!

Bagian dan Jaringan Gigi dalam Anatomi Gigi Manusia

Apabila diamati dengan seksama, gigi manusia pada dasarnya memiliki anatomi atau bagian-bagiannya tersendiri. Gigi dibagi menjadi mahkota, leher, dan akar gigi. Bagian mahkota gigi adalah bagian yang tidak tertutup gusi dan dapat dilihat secara jelas ketika membuka mulut. Sedangkan, leher gigi merupakan bagian antara mahkota dan akar gigi yang berada di pinggir gusi. Bagian akar gigi merupakan bagian dari gigi yang tertutup oleh gusi.

Apa saja yang ada dalam anatomi gigi?

Mahkota, leher, dan akar gigi pada dasarnya disusun oleh jaringan-jaringan pembentuk dan pendukung gigi, seperti yang dijelaskan berikut:

  1. Enamel adalah lapisan terluar dari gigi yang memiliki fungsi untuk memberikan warna pada gigi. Enamel merupakan lapisan yang sangat keras dan berada di lapisan terluar gigi. Ia juga berperan untuk melindungi lapisan-lapisan lain yang berada di bawahnya. Apabila enamel terkena infeksi yang mengakibatkan lapisannya rusak, pada umumnya dokter gigi akan memberikan tambalan gigi untuk mengembalikan enamel seperti semula.
  2. Dentin adalah lapisan yang berada di bawah enamel yang memiliki tekstur lebih lunak. Lapisan dentin sangat sensitif terhadap nyeri, rasa dingin, dan angin. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Lapisan dentin ini terhubung langsung dengan saraf-saraf gigi, oleh karena itu ia lebih peka terhadap rangsangan tersebut. Rasa ngilu atau nyeri pada gigi yang berlubang dapat menjadi tanda bahwa lubang pada gigi telah mencapai lapisan dentin ini.
  3. Pulpa adalah saraf gigi yang memanjang hingga mencapai bagian akar gigi. Jika lapisan pulpa ini mengalami kerusakan, maka tindakan pencabutan gigi atau perawatan saluran akar gigi perlu segera dilakukan.
  4. Gusi adalah jaringan pendukung gigi yang dapat kita lihat di dalam rongga mulut. Jaringan pendukung gigi yang satu ini memiliki fungsi untuk menutupi bagian bawah mahkota gigi yang tidak terlindungi oleh enamel. Gusi juga berfungsi untuk mencegah bakteri masuk sela-sela gigi dan merusak gigi dari dalam.
  5. Tulang alveolar adalah bagian dari jaringan yang turut menopang gigi untuk tetap tertanam dengan kuat pada gusi. Di dalam bagian ini, terdapat lamina dura yang merupakan lapisan padat menempel pada sementum di dasar akar gigi yang berdekatan dengan ligamen periodontal.
  6. Sementum merupakan lapisan yang menutupi akar gigi dan berfungsi memperkuat posisi akar gigi yang tertanam di tulang alveolar. Lapisan ini menempel pada ligamen periodontal.
  7. Ligamen periodontal merupakan jaringan ikat yang meliputi akar gigi. Jaringan ini berperan untuk menghubungkan sementum pada akar gigi. Di dalam jaringan ini terdapat serat-serat (fibre) yang memiliki fungsi untuk menahan gaya kunyah. 

Apa saja jenis dan peran gigi?

Tidak hanya jaringan dan bagian gigi yang beragam, namun gigi juga memiliki jenisnya tersendiri. Tiap jenis gigi memiliki peran dan fungsinya masing-masing:

  1. Gigi seri pada manusia pada umumnya terdiri atas empat gigi seri atas dan empat gigi seri bawah. Jenis gigi seri digunakan untuk memotong makanan.
  2. Gigi taring terletak persis di sebelah gigi seri. Jumlah gigi taring pada manusia ialah 4 buah, masing-masing terletak di bagian bawah dan atas mulut. Bentuk fisiknya berujung dan lancip berguna untuk merobek makanan.
  3. Gigi premolar pada manusia berjumlah delapan buah, terdiri atas masing-masing dua gigi premolar di bagian atas kanan dan kiri, serta dua pasang gigi premolar di bagian kanan bawah dan dua lainnya di kiri bawah. Lokasi gigi premolar berdekatan dengan gigi taring. Gigi premolar ini dikenal juga dengan gigi geraham kecil yang berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi ukuran yang lebih kecil lagi.
  4. Gigi geraham terletak di paling belakang susunan gigi manusia. Ia merupakan gigi yang paling besar dan kuat di antara jenis gigi lainnya. Jumlah gigi geraham pada manusia dapat mencapai 12 buah apabila gigi geraham bungsu tumbuh. Fungsi dari gigi geraham antara lain untuk mengunyah dan menghaluskan makanan sehingga mudah untuk ditelan dan dicerna.

Penting bagi kita untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sebelum bakteri merusak lapisan dan jaringan pada anatomi gigi. Hal sederhana seperti menggosok gigi minimal dua kali sehari dengan benar dapat mencegah kerusakan dan penyakit pada gigi. Anda juga dapat mengkonsultasikan dan memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Cegah Gigi Keropos Sedari Dini Demi Optimalkan Fungsi Gigi

Kerusakan pada gigi, seperti gigi keropos dapat terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali anak-anak dan orang dewasa. Penyebab gigi keropos dapat berasal dari banyak faktor, seperti gaya hidup dan kebiasaan tertentu. Nah, jika kamu ingin terhindar dari pengeroposan gigi, ada langkah mudah yang dapat kamu lakukan, nih.

Sebelum membahas cara pencegahan gigi keropos, ada baiknya kamu kenali dulu kebiasaan seperti apa yang menjadi penyebab gigi keropos. Hal-hal perlu kamu perhatikan:

  • konsumsi minuman bersoda secara berlebih: minuman bersoda mengandung asam sitrat yang tinggi, sementara paparan asam bisa merusak lapisan enamel (lapisan terkuat) gigi yang kemudian mengakibatkan gigi keropos.
  • Sering mengonsumsi minuman/jus buah: lho, bukannya jus buah itu baik untuk kesehatan, ya? Ya, mengkonsumsi buah memang bagus untuk tubuh, tapi ternyata jus buah mengandung asam yang dapat mengikis enamel gigi, terutama buah-buahan asam seperti apel dan jeruk.
  • Kebiasaan buruk: selain faktor makanan, kebiasaan kamu memperlakukan gigi juga bisa membuat gigi ‘ngambek’ dan keropos, lho. Enamel gigi dapat terkikis akibat gesekan antar gigi yang keras (pada bruxism), menggosok gigi terlalu keras, menggigit benda keras, seperti kuku, tutup botol, atau pulpen. Kebiasaan-kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan sakit gigi, ya.
  • Diet tinggi gula dan karbohidrat: gula dan karbohidrat bersifat asam serta memudahkan kuman dalam mulut untuk berkembang sehingga mempercepat pengeroposan gigi.

Apa yang bisa kamu lakukan untuk mencegah gigi keropos? Perhatikan langkah-langkah berikut ini apabila kamu ingin memiliki gigi yang sehat dan tidak keropos!

  • Batasi konsumsi minuman bersoda dan minuman/jus buah yang asam, termasuk juga mengkonsumsi permen yang mengandung asam sitrat.
  • Gunakan sedotan saat minum minuman yang asam untuk menghindari kontak langsung gigi dengan zat asam.
  • Batasi camilan karena ternyata kebiasaan ngemil dapat meningkatkan risiko karies gigi.
  • Setelah makan atau ngemil, berkumurlah dengan air putih untuk membiarkan air liur melarutkan asam dan mengeraskan enamel terlebih dulu.
  • Kunyah permen karet yang tidak mengandung gula di sela-sela waktu makan.
  • Minumlah lebih banyak.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Hindari konsumsi alkohol, merokok, dan makan sekitar 3 jam sebelum tidur untuk mencegah refluks asam lambung.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk memperkuat enamel, misalnya susu, sarden atau ikan bandeng yang memiliki tulang lunak dan lazim untuk dimakan. Sekadar info nih. Tulang ikan itu tempat untuk menyimpan kalsium lho.
  • Perbanyak makan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan lain-lain) dan sayuran berwarna hijau tua.

Nah, bagaimana? Tips pencegahan gigi keropos yang telah disampaikan cukup mudah untuk dipraktekkan, bukan? Mari jaga kesehatan gigi selalu sebelum terlambat!

Atasi Rasa Ngilu pada Gigi Karena Gigi Sensitif

Apakah kamu sering merasakan ngilu pada gigi ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin? Hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa kamu menderita gigi sensitif. Kondisi ini menandakan bahwa gigi kamu lebih peka terhadap suatu rangsang. Beberapa orang mengalami gigi sensitif secara permanen, yang mana kondisi ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Namun, ada juga beberapa orang yang mengalami gigi sensitif sementara, di mana ia akan merasakan rasa ngilu pada saat-saat tertentu saja.

Kondisi gigi sensitif dapat terjadi pada seseorang di rentang usia 20-40 tahun, yang sebagian besar penderitanya merupakan wanita.

Penyebab gigi sensitif

Adapun penyebab timbulnya gigi sensitif:

  • Terbukanya lapisan gigi bagian dalam (dentin)
  • Terkikisnya lapisan terluar mahkota gigi (enamel)
  • Menggosok gigi terlalu kencang
  • Grinding atau kebiasaan menggertakkan gigi
  • Gigi patah
  • Kadar asam berlebih di mulut karena konsumsi makanan dan minuman asam
  • Bulimia
  • GERD
  • Bleaching atau proses pemutihan gigi
  • Penuaan sehingga gusi mengkerut sehingga tidak melindungi bagian gigi

Pengobatan gigi sensitif

Agar tidak menjadi masalah yang berkelanjutan dan mengganggu aktivitas bahkan dapat mengurangi nafsu makan, gigi sensitif perlu diatasi dengan cara-cara tertentu. Di bawah ini merupakan cara yang umumnya dilakukan untuk mengatasi gigi sensitif:

  • Gunakanlah pasta gigi khusus gigi sensitif
  • Gunakanlah sikat gigi dengan bulu halus
  • Jangan menggosok gigi terlalu kencang
  • Pilihlah obat kumur bebas alkohol
  • Perawatan bedah mulut jika gusi mengkerut atau menurun
  • Melapisi permukaan gigi oleh dokter gigi

Jika Anda tetap mengalami keluhan gigi ngilu setelah melakukan cara-cara di atas, maka segera konsultasikan kondisi kesehatan gigi Anda ke dokter gigi. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi gigi sensitif Anda.

Tanyakan dan sampaikan kepada dokter gigi kondisi yang Anda. Dengan menyampaikan kebiasaan dan pengobatan apa saja yang telah Anda lakukan, dokter gigi dapat menganalisis kondisi kesehatan gigi Anda dan mampu memberikan solusi untuk permasalahan gigi Anda tersebut.

Adapun diagnosis yang pada umumnya dilakukan oleh dokter gigi antara lain pemeriksaan secara visual, yang mana dokter akan melihat keadaan gigi dan meraba permukaan gigi Anda serta memeriksa tingkat sensitivitas gigi dengan alat kedokteran gigi, ataupun dengan bantuan rontgen.

Beberapa orang mungkin masih dapat untuk menahan rasa ngilu pada gigi karena hanya terjadi pada saat tertentu. Namun, apabila Anda ragu dengan kondisi kesehatan Anda dan masalah gigi Anda telah mengganggu banyak aktivitas sehari-hari, segera periksakan kondisi gigi Anda ke dokter gigi.

Di sisi lain, kondisi gigi sensitif dapat dicegah dengan menjaga kesehatan serta kebersihan rongga mulut dan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan berserat ataupun yang mengandung kalsium.

Wanita Semakin Berumur, Perut Semakin Buncit?

Pernah nggak kamu perhatikan orang-orang yang berusia lanjut cenderung memiliki perut yang buncit, terutama para wanita yang sudah berumur? Ukuran pinggang yang makin melebar seiring pertambahan usia adalah hal yang umum terjadi. Keluhan umum dari para wanita adalah makin sulitnya menjaga berat badan ketika akan memasuki usia kepala tiga. Lalu, ketika periode menopause, pada umumnya berat badan tidak bertambah secara signifikan tetapi, bentuk perut semakin membuncit. Maka timbul pertanyaan, apa sih penyebab perut buncit pada perempuan yang mulai menopause?

Pada prinsipnya, ada tiga faktor yang mempengaruhi berat badan kita, yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi tiap harinya, jumlah kalori yang terbakar oleh aktivitas organ tubuh dan aktivitas fisik setiap hari, serta usia kita. Konsumsi makanan terlalu banyak apabila tidak diimbangin dengan aktivitas fisik, akan menyebabkan kelebihan kalori yang diserap dalam tubuh sehingga, berat badan akan naik, termasuk lemak perut yang akan bertambah. Pertambahan usia akan mempengaruhi massa otot.

Makin tua usia kita, massa otot akan semakin berkurang. Di sisi lain, kadar lemak tubuh makin meningkat. Berkurangnya massa otot ini menyebabkan berkurangnya penggunaan kalori oleh tubuh, maka dari itu biasanya akan timbul banyak keluhan tentang betapa sulitnya menjaga berat badan di usia 35 dibanding saat berusia 25. Memasuki usia menopause, banyak perempuan mengeluhkan bentuk perut yang tampak membuncit walaupun mereka tidak banyak makan dan berat badannya tidak bertambah.

Penyebab perut buncit pada perempuan usia menopause adalah menurunnya kadar estrogen. Kondisi tersebut ternyata memengaruhi bagaimana lemak didistribusikan dan disimpan di dalam tubuh. Kecenderungan bertumpuknya lemak di perut juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Penyebab perut buncit dari faktor usia, hormonal dan genetik akan sulit untuk dicegah. Akan tetapi, kita tetap harus berupaya untuk menjaga ukuran perut agar tidak terlalu besar dengan mengubah gaya hidup.

Seiring bertambahnya usia, cobalah lebih memperhatikan pola makan sehari-hari, terutama dengan lebih banyak mengonsumsi makanan-makanan sehat. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, dan cobalah untuk mengganti asupan karbohidrat dengan pilihan seperti, nasi merah atau oatmeal. Kurangi konsumsi daging merah dan cukupi asupan protein dari daging putih tanpa lemak. Tidak lupa untuk membatasi konsumsi gula, garam dan lemak.

Dengan pola makan seperti ini, selain menjaga agar ukuran pinggang tidak melebar terlalu banyak, ia juga bermanfaat mengurangi risiko penyakit degeneratif lain yang umumnya diderita orang lanjut usia.

Jangan lupa untuk menyeimbangkan asupan makanan dengan aktivitas fisik, seperti olahraga rutin agar kalori yang disimpan di dalam tubuh dapat terbakar sempurna sehingga, lemak tidak terlalu banyak menumpuk di perut. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit/minggu atau dengan melakukan olahraga intensitas tinggi sebanyak 75 menit/minggu. 

Tangani Permasalahan Susah Tidur dari Akar Penyebabnya

Apakah kamu sering mengalami kesulitan saat hendak tidur di malam hari? Jika iya, maka bisa saja kamu menderita gangguan tidur. Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menangani gangguan tidur adalah dengan mengenali faktor-faktor penyebab susah tidur tersebut.

Tanda-tanda umum gangguan tidur

Apabila kamu mengalami tanda-tanda seperti di bawah ini, maka terdapat kemungkinan besar bahwa kamu mengidap gangguan tidur:

  • sulit untuk tidur atau tidur tidak pulas yang disertai aktivitas terbangun secara intens.
  • Sering merasa lelah di siang hari.
  • Rasa kantuk hebat dan keinginan tidur yang besar ketika siang hari.
  • Lebih emosional, cepat marah, dan sering merasa gelisah.
  • Sulit untuk berkonsentrasi saat beraktivitas.
  • Merasa tertekan dan depresi.

Jika gangguan tidur muncul karena disebabkan oleh kondisi atau penyakit lainnya, tanda-tanda yang kamu rasakan juga mungkin akan berbeda dengan yang sudah disebutkan di atas.

Faktor penyebab susah tidur yang perlu diperhatikan

Faktor penyebab kesulitan tidur dapat berasal dari berbagai penyebab, antara lain penyakit tertentu hingga keturunan. Lebih jelasnya, penyebab-penyebab susah tidur dijabarkan berikut:

  • penyakit jantung.
  • Penyakit paru-paru.
  • Permasalahan pada otot dan tulang.
  • Gangguan saraf dan rasa nyeri.
  • Gangguan kejiwaan, seperti depresi dan kecemasan berlebih.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Faktor keturunan.
  • Penyakit ginjal.
  • Diabetes.

Tidak menutup kemungkinan bahwa penyebab susah tidur tidak diketahui dengan jelas. Walaupun begitu, terdapat faktor lainnya yang menjadi alasan mengapa seseorang susah tidur:

  • Konsumsi kafein dan alkohol.
  • Jadwal kerja yang tidak teratur, seperti bekerja dengan sistem shift.
  • Bertambahnya usia. Seiring usiamu bertambah, waktu tidur kamu cenderung akan semakin berkurang sehingga, waktu yang kamu habiskan ketika tidur pulas akan semakin berkurang dari waktu ke waktu. Kamu juga mungkin lebih sering terbangun saat telah tertidur.

Bagaimana dokter mendiagnosis seseorang yang mengalami gangguan susah tidur?

Tahap awal yang akan dilakukan dokter ialah dengan melakukan pemeriksaan fisik pada kondisi tubuhmu. Dokter juga akan menganalisis gejala-gejala yang selama ini muncul Tidak ketinggalan, riwayat kesehatan juga akan turut diperiksa, serta kemungkinan aka nada beberapa tes yang diberikan, seperti:

  • Polisomnografi: sebuah studi yang dilakukan saat seseorang tertidur dengan mengamati kadar oksigen, pergerakan tubuh, dan gelombang otak untuk menentukan penyebab susah tidur.
  • Electroencephalogram: sebuah tes untuk memeriksa aktivitas di otak agar mendapatkan hasil faktor penyebab seseorang susah tidur.
  • ●        Tes darah genetik, yang mana pasien akan melakukan tes darah yang biasa digunakan dokter untuk mendiagnosis narkolepsi dan kondisi lainnya yang dapat memicu gangguan tidur.

Cermati Cara Kerja Obat Timolol dan Kegunaannya

Bagi pasien yang mengalami angina (rasa nyeri pada dada), hipertensi, glaukoma (tekanan berat pada mata yang dapat mengakibatkan kebutaan), dan aritmia (detak jantung tidak beraturan) pada umumkan akan diresepkan obat timolol. Timolol tergolong ke dalam obat penghambat beta (beta blockers) yang bekerja untuk mengatur ritme jantung agar kembali normal dan mencegah terjadinya serangan jantung untuk yang kedua kali.

Kelainan atau penyakit yang dapat diatasi oleh timolol cukup beragam, sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana sebenarnya obat ini dapat mengatasi permasalahan seperti yang disebutkan di atas?

Pada dasarnya kelompok obat penghambat beta memiliki fungsi untuk mengurangi tekanan darah. Cara kerja obat ini mempengaruhi kinerja jantung dan saluran pernapasan, yang mana akan melonggarkan pembuluh darah dan menurunkan denyut jantung. Timolol akan menghambat hormon norepinefrin (dikenal dengan hormon adrenalin) dan hormon noradrenalin di sistem syaraf simpatik. Syaraf simpatik adalah bagian dari sistem syaraf otonom yang bekerja tanpa kita sadari atau kendalikan. Hormon adrenalin dan noradrenalin berperan dalam mempersiapkan otot untuk kerja keras dan pengerahan tenaga. Tujuan dari mempersiapkan otot untuk bekerja keras ini agar tubuh dapat memberi respons otomatis terhadap situasi berbahaya.

Tanpa disadari, apabila jumlah hormon adrenalin berlebih, situasi ini akan memberikan dampak negatif bagi tubuh. Hormon tersebut akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan berdebar tak menentu, tekanan darah naik, produksi keringat berlebihan, dan timbul cemas.

Penggunaan timolol akan memblokir keluarnya hormon adrenalin dan noradrenalin, sehingga kebutuhan oksigen dan tekanan pada jantung menjadi tidak begitu besar. Selain itu, obat ini juga akan menurunkan kekuatan kontraksi pada otot pada jantung, pembuluh darah di jantung, otak, serta seluruh tubuh. Timolol juga akan menghambat produksi hormon angiotensin yang dilakukan oleh ginjal. Berkurangnya kadar hormon tersebut akan membuat pembuluh darah lebih rileks serta melebar, sehingga aliran darah akan berjalan lebih lancar.

Obat timolol hadir dalam dua bentuk, yaitu bentuk tetes atau drop yang digunakan khusus untuk mata dan bentuk tablet. Obat timolol tetes hingga kini digunakan sebagai pengobatan glaukoma. Obat ini akan mengurangi produksi cairan di bola mata yang nantinya akan mengurangi tekanan pada bola mata pada pasien glaukoma. Dengan begitu, ia mampu mencegah kerusakan syaraf mata dan mengurangi risiko buta permanen.

Selain untuk mengobati gangguan pada jantung, pembuluh darah dan glaukoma, timolol juga bermanfaat untuk pasien yang memiliki gangguan psikologis, seperti kecemasan berlebih. Beta-blockers akan menghalangi keluarnya hormon penyebab stres sehingga, efek samping dari stres berlebih, seperti gemetar dan berkeringat akan berkurang. Bagi pasien yang sering kali mengalami jantung berdebar akibat hipertiroid juga bias mendapatkan manfaat dari obat ini.

Pasien yang sedang menjalani pengobatan dengan timolol tidak diperbolehkan menghentikan penggunaan obat secara mendadak tanpa rekomendasi dan pengawasan dokter. Penghentian obat secara mendadak justru dapat memperparah kondisi setelah serangan jantung atau pada penderita angina. Penghentian konsumsi timolol harus dilakukan secara bertahap dalam 1-2 minggu.