Maltodekstrin Dalam Nutrican, Apa Bahan Ini?

Apabila Anda sering memberi anak Nutrican atau produk susu lainnya, mungkin Anda sering membaca istilah maltodekstrin dalam label bahan di kemasan produk tersebut. Maltodekstrin adalah bubuk tepung berwarna putih yang ditambahkan ke dalam makanan oleh para produsen untuk meningkatkan rasa, kekentalan, dan juga durasi penyimpanan. Maltodekstrin adalah bahan yang cukup umum dijumpai di makanan kemasan, seperti roti, permen, dan minuman bersoda. Ketika ada dalam suatu produk makanan, istilah maltodekstrin bisa Anda temukan di label makanan. Atlet dapat menggunakan maltodekstrin sebagai sebuah suplemen karbohidrat. 

Maltodekstrin juga dapat ditemukan dalam produk susu seperti Nutrican. Oleh karena itu, banyak orang meragukan keamanannya. Sangat mungkin membuat maltodekstrin lewat makanan dengan zat tepung apapun, seperti jagung, kentang, gandum, tapioca, dan beras. Meskipun tepung akan berasal dari produk-produk alami, tepung tersebut kemudian masih memerlukan metode pemrosesan lainnya. Untuk membuat maltodekstrin, para produsen akan meletakkan tepung lewat sebuah proses yang dikenal dengan sebutan hidrolisis. Hidrolisis menggunakan air, enzim, dan asam untuk mengurai tepung menjadi serpihan-serpihan yang lebih kecil, menyebabkan bubuk berwarna putih yang terdiri dari molekul gula. 

Orang-orang yang menderita penyakit Celiac harus berhati-hati dalam mengonsumsi produk-produk yang mengandung maltodekstrin. Ini disebabkan karena maltodekstrin dapat mengandung jejak gluten ketika gandum menjadi sumber tepung. Dalam produk yang dapat dikonsumsi, bubuk ini dapat membantu mengentalkan makanan atau cairan untuk membantu mengikat bahan-bahan, meningkatkan tekstur rasa, membantu mengawetkan makanan dan meningkatkan durasi penyimpanan, mengganti gula atau lemak pada makanan olahan yang rendah kalori. Maltodekstrin tidak memiliki nilai nutrisi apapun. Akan tetapi, maltodekstrin adalah sebuah karbohidrat yang mudah untuk dicerna dan dapat menyediakan energi dengan cepat. Oleh karena alasan ini, para produsen makanan dan minuman akan menambahkan bubuk ini pada produk mereka. 

Menurut FDA Amerika Serikat, maltodekstrin merupakan zat tambahan pada makanan yang umumnya dianggap aman. Akan tetapi, apabila seseorang mengonsumsi terlalu banyak produk yang mengandung maltodekstrin, diet mereka kemungkinan tinggi kandungan gula, rendah serat, dan tinggi makanan olahan. Diet jenis ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk memiliki kolesterol yang tinggi, menderita pertambahan berat badan, dan menderita diabetes tipe 2. Maltodekstrin memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan dengan gula. Hal ini berarti maltodekstrin dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang tajam setelah mereka mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat tersebut. Peningkatan glukosa darah yang tinggi terutama sangat berbahaya bagi orang-orang yang menderita diabetes dan resistensi insulin. Indeks glikemik dalam angka yang tinggi berarti gula dalam makanan tersebut dapat masuk ke dalam aliran darah dengan cepat. Di mana tubuh akan menyerapnya. Di sisi lain, karbohidrat kompleks, seperti kacang dan pasta gandum utuh, jauh lebih menyehatkan karena tubuh menyerapnya dengan lambat. Hal ini akan menyebabkan Anda merasa lebih kenyang dalam waktu yang lebih lama. 

Bukti juga menunjukkan bahwa maltodekstrin dapat memengaruhi keseimbangan bakteri usus, yang mana memainkan peran penting dalam kesehatan manusia. Meskipun studi pada manusia dibutuhkan untuk mengonfirmasi hal ini, penelitian awal pada tikus menyatakan bahwa orang-orang yang mengonsumsi maltodekstrin dapat mengalami penurunan jumlah bakteri baik dan adanya peningkatan jumlah bakteri berbahaya. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan usus dan meningkatkan risiko penyakit radang usus. Maltodekstrin banyak ditemukan dalam produk makanan seperti roti, minuman berenergi, dan bahkan susu seperti Nutrican. Konsumsi makanan dan minuman tersebut dalam batas yang wajar agar Anda dan keluarga terhindar dari efek berbahaya maltodekstrin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *