Lakukan Transplantasi Rambut di The Clinic Beautylosophy

transplantasi rambut - hair transplant potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Sumber foto: istockphoto.com

“Jika Anda memiliki rambut rontok hingga menyebabkan kebotakan, maka Anda bisa melakukan transplantasi rambut di The Clinic Beautylosophy. Dengan memiliki rambut yang indah, maka Anda bisa meningkatkan kembali percaya diri Anda”

Selain wajah, bagian tubuh lainnya yang seringkali memiliki banyak masalah adalah rambut, mulai dari rambut rusak, rontok, dan lainnya. Namun, berbagai inovasi dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan rambut, salah satunya dengan melakukan hair transplant atau transplantasi rambut.

Anda sudah bisa melakukan transplantasi rambut ini di The Clinic Beautylosophy harga yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta hingga Lombok. 

Namun, sebelum Anda melakukan transplantasi rambut ini di The Clinic Beautylosophy ini ketahui terlebih dahulu apa itu transplantasi rambut.

Transplantasi rambut

Transplantasi rambut merupakan prosedur memindahkan rambut ke area yang botak yang dilakukan oleh ahli bedah plastik atau dermatologis. Biasanya, dokter akan memindahkan rambut dari belakang atau samping kepala ke bagian depan atau atas kepala.

Selama melakukan transplantasi, harus dilakukan di ruang medis dengan anestesi lokal. 

Kebotakan yang terjadi cenderung disebabkan karena adanya kerontokan pada rambut, yang bisa disebabkan faktor genetika, atau diet, penyakit, ketidakseimbangan hormon, obat-obatan, dan lainnya.

Siapa yang membutuhkan transplantasi rambut?

Dengan mengatasi masalah rambut, maka bisa meningkatkan kembali penampilan dan rasa percaya diri dengan melakukan transplantasi rambut di The Clinic Beautylosophy. Ada beberapa orang yang dianjurkan untuk melakukan transplantasi, yakni:

  • Mengalami kebotakan
  • Rambut tipis
  • Kehilangan rambut akibat cedera kulit kepala

Namun, transplantasi rambut tidak disarankan untuk dilakukan pada:

  • Orang dengan pola kerontokan rambut yang meluas di seluruh kulit kepala
  • Orang yang mempunyai bekas luka keloid akibat cedera atau pasca operasi
  • Rambut yang rontok akibat kemoterapi

Prosedur melakukan transplantasi rambut

Pada umumnya, transplantasi rambut ini dilakukan selama 4-8 jam, tergantung pada seberapa banyak rambut yang akan ditanam.

Sebelum transplantasi dilakukan, Anda akan disuntikkan obat bius terlebih dahulu di bagian kepala. Pada sebagian orang juga akan disuntikkan obat penenang agar tetap rileks selama masa pengerjaan.

Terdapat dua teknik utama yang digunakan untuk mendapatkan folikel transplantasi, yakni FUT dan FUE.

  • Transplantasi unit folikel (FUT)

Dokter akan melakukan pembedahan dengan memotong beberapa inchi bagian kulit kepala dari bagian belakang kepala, yang kemudian akan dipisahkan dan dijadian bagian-bagian yang lebih kecil lagi.

Pada saat ditanam, bagian-bagian yang telah dipotong tadi akan membantu membuat pertumbuhan rambut tampak seperti alami.

  • Ekstraksi unit folikel (FUE)

Dalam metode FUE, folikel rambut akan dipotong langsung dari bagian belakang kepala. Kemudian, dokter akan membuat lubang kecil dengan pisau atau jarum di area kulit kepala yang akan menerima transplantasi rambut. Lalu, rambut akan ditempatkan di area lubang tersebut.

Hal yang mungkin terjadi setelah transplantasi

Setelah prosedur transplantasi rambut dilakukan, maka Anda mungkin akan merasa sakit sehingga perlu mengonsumsi obat setelah operasi transplantasi rambut, seperti antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi, dan obat antiinflamasi untuk meredakan pembengkakan yang terjadi.

Jika Anda mengalami kerontokan 2-3 minggu setelah tranplantasi dilakukan, maka itu adalah hal yang normal terjadi. Kebanyakan orang akan melihat adanya pertumbuhan rambut baru 8 – 12 bulan setelah operasi. Sehingga, kadang kala dokter akan menyarankan untuk menggunakan obat untuk membantu meningkatkan pertumbuhan atau menghentikan kerontokan rambut.

Efek samping transplantasi rambut

Meskipun transplantasi ini termasuk ke dalam prosedur yang aman dilakukan, namun risiko munculnya efek samping masih bisa terjadi. Sebelum Anda melakukan transplantasi rambut di The Clinic Beautylosophy, ketahui beberapa efek samping yang mungkin terjadi.

  • Reaksi obat bius

Kasus reaksi terhadap obat bius memang jarang terjadi. Namun, pada sebagian pasien bisa saja mengalami reaksi alergi, gatal, sulit menelan, batuk, hingga pembengkakan di bagian tubuh tertentu.

  • Komplikasi selama dan sesudah operasi

Tidak hanya alergi, transplantasi rambut juga bisa meningkatkan risiko detak jantung yang meningkat. Hal ini bersifat sementara, akan tetapi bisa menjadi pemicu masalah ketika pasien memiliki riwayat penyakit jantung.

Komplikasi lainnya adalah terjadinya infeksi. Infeksi bisa terjadi akibat luka jahitan pasca operasi yang mengganggu peredaran darah dan membentuk kerak, sehingga muncullah infeksi. Infeksi juga bisa terjadi karena kurangnya menjaga kebersigan kulit kepala dan bekas jahitan. 

  • Rambut tidak beraturan

Efek samping yang satu ini bisa terjadi karena dokter bedah tidak memperhatikan arah tumbuh rambut asli sehingga folikel rambut ditempatkan dengan tidak tepat.

Itulah beberapa informasi mengenai transplantasi rambut yang masuk ke dalam salah satu prosedur unggulan The Clinic Beautylosophy. 

Namun, Anda tidak perlu merasa khawatir melakukan perawatan tesebut di The Clinic Beautylosophy. Sebab The Clinic Beautylosophy telah memiliki banyak pengalaman dan memiliki 104 treatments aesthetic, 48 treatments plastic surgery, 38 treatments dental care, dan juga 10 treatments hair care.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *