Ketahui 7 Fakta Asam Fusidat Sebelum Memakainya

Asam Fusidat

Ketika Anda menemui masalah kulit dan pergi ke rumah sakit, dokter umumnya akan memberikan resep obat racikan yang di dalamnya terdapat asam fusidat. Jenis asam ini biasanya dicampurkan dengan hydrocortisone ataupun struktur steroid dan dapat dipakai dengan cara dioleskan ke bagian kulit yang bermasalah. 

Mungkin Anda akan takjub dengan cara kerja asam fusidat. Pasalnya, jenis obat topikal ini dapat dengan cepat menyembuhkan penyakit kulit Anda dan membuat kulit mulus kembali. 

Namun, jangan sekali-sekali menggunakannya sembarangan. Ketahui dahulu fakta mengenai asam fusidat di bawah ini agar Anda menyadari bahwa ampuhnya jenis asam ini memulihkan kondisi kulit Anda sebab didukung berbagai alasan. 

  1. Jenis Antibiotik 

Cara kerja asam fusidat dalam memulihkan kondisi kulit Anda yang bermasalah karena infeksi adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi tersebut. Biasanya bakteri yang berperan dalam pembentukan infeksi kulit berjenis Staphylococcus. Ya, kemampuan asam fusidat ini tidak lain karena jenis obat ini termasuk antibiotik. Artinya lagi, Anda harus menggunakan asam fusidat sampai hampir tiap kali peresepan. Jika Anda langsung menghentikan pemakaian ketika infeksi sudah sembuh, besar kemungkinan tubuh akan mengalami resistensi terhadap jenis dan dosis antibiotik ini yang diberikan kepada Anda. 

  1. Dapat Menjadi Obat Mata 

Kebanyakan orang mengetahui asam fusidat merupakan jenis obat yang peruntukannya adalah mengobati infeksi kulit yang disebabkan bakteri. Namun, tahukah Anda bahwa obat ini juga dapat dijadikan alternatif untuk mengobati infeksi mata yang mengarah ke konjungtivitis? Perawatan mata tertentu yang menggunakan asam fusidat umumnya dibatasi untuk 1—2 minggu. Cara pemberian asam fusidat untuk obat mata adalah meneteskannya ke bagian mata yang terinfeksi dengan dosis tertentu tiap 12 jam. 

  1. Harus Resep Dokter 

Anda bisa saja memberi asam fusidat di apotek tertentu. Namun, sebaiknya Anda tidak melakukan hal tersebut. Bagaimanapun, ini merupakan jenis antibiotik yang harus menggunakan takaran yang tepat guna bisa membantu penyembuhan infeksi yang Anda alami. Ketika Anda menggunakannya sembarangan, bukan hanya manfaatnya yang tidak Anda peroleh dengan maksimal, namun Anda juga berisiko mendapatkan efek samping yang tidak ringan. 

  1. Pantangan Ibu Hamil 

Asam fusidat sebenarnya bisa dikonsumsi oleh siapa saja, baik untuk orang dewasa, oran tua, bahkan anak-anak. Namun jika Anda sedang mengandung, artinya Anda pantang menggunakan salep atau obat yang berjenis asam fusidat. Penggunaan asam fusidat pada ibu hamil di trimester akhir kehamilannya beresiko membuat bayi yang dilahirkan rentan mengalami penyakit kuning pada bulan awal kemunculannya di dunia. 

  1. Tidak Boleh Berbagi 

Anda mungkin berpikir bahwa penggunaan obat luar seperti salep dari asam fusidat bisa cocok untuk semua orang yang mengalami masalah infeksi kulit serupa Anda. Lalu dengan entengnya, Anda akan membagi asam fusidat itu kepada orang lain. Jika Anda pernah melakukannya, segera hentikan kebiasaan tersebut. Obat asam fusifat tidak boleh dibagi ke orang lain. Obat ini biasanya bersifat racikan dan dosisnya diresepkan khusus untuk masalah kulit Anda. Dosis dan peracikan ini belum tentu cocok untuk orang lain, melainkan justru bisa menimbulkan masalah lain. 

  1. Mudah Picu Alergi 

Asam fusidat merupakan jenis antibiotik yang mudah memicu alergi. Karena alasan inilah, Anda harus berhati-hati menggunakan obat ini. Reaksi alergi yang dipicu oleh asam fusifat bukan sekadar gatal, namun jika parah bisa sampai menimbulkan syok. Pastikan Anda melakukan pengecekan alergi terlebih dahulu sebelum memakai obat ini. Anda juga harus memberi tahu dokter mengenai riwayat alergi obat Anda kepada dokter agar ia bisa meresepkan obat yang tepat ataupun dosis yang sesuai bagi Anda. 

  1. Suhu Penyimpanan 

Membiarkan asam fusidat di tempat yang terlalu panas dan lembab bisa merusak kemampuannya untuk menghentikan perkembangan bakteri. Struktur obat ini juga akan rusak apabila membeku akibat ditaruh di kulkas ataupun tempat yang terlalu dingin. Suhu ideal untuk penyimpanan asam fusifat berkisar 15—30 derajat Celcius atau dalam suhu kamar. 

*** 

Kalau sudah tahu berbagai fakta penting mengenai asam fusidat di atas, Anda pasti akan menggunakannya secara lebih hati-hati, bukan? Manfaat dari penggunaannya yang hati-hati pun akan lebih optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *