bahaya singkong

Kenali Bahaya Singkong Bagi Lambung dan Kesehatan yang Perlu Diperhatikan

Singkong merupakan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, bahkan termasuk salah satu makanan pokok. Rasa singkong yang manis membuatnya mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.

Singkong cukup aman untuk dikonsumsi dan relatif sehat. Namun, Anda tetap harus berhati-hati dalam mengkonsumsi singkong. Hal ini dikarenakan singkong memiliki kandungan senyawa yang berisiko untuk lambung dan gangguan kesehatan lainnya. Tahukah Anda bahaya singkong bagi lambung dan kesehatan?

Bahaya Singkong untuk Lambung

Untuk mendapatkan manfaat dari Singkong, Anda dapat mengkonsumsinya dengan wajar. Cara memasak singkong pun harus diperhatikan agar kandungannya tetap aman untuk dikonsumsi. Jika singkong dikonsumsi dalam keadaan mentah dan dimasak tidak hingga matang, maka akan menimbulkan beberapa risiko. Berikut bahaya singkong yang tidak diolah dengan benar untuk lambung dan pencernaan.

  • Menyebabkan keracunan

Apabila singkong tidak dimasak hingga matang, maka akan dapat menyebabkan keracunan. Hal tersebut dikarenakan singkong memiliki senyawa sianogenik glikosida. Jika kandungan senyawa tersebut masuk ke lambung dan sistem pencernaan maka Anda dapat mengalami keracunan.

Beberapa gejala keracunan karena kandungan sianida dari singkong adalah sebagai berikut:

  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Lemas
  • Sesak nafas
  • Kebingungan

Pada beberapa kasus, orang yang mengalami keracunan singkong dapat mengalami kejang-kejang, kehilangan kesadaran, bahkan henti jantung.

  • Mengganggu lambung serta sistem pencernaan

Singkong memiliki kandungan pati yang sulit dicerna oleh tubuh, yaitu pati amilosa. Pati ini cukup sulit untuk dicerna oleh tubuh dan juga dapat menyebabkan kembung. Bagi orang-orang yang jarang atau tidak pernah berolahraga, kondisi ini lebih sering ditemui.

Bahaya singkong lainnya yang perlu diperhatikan

Selain bahaya singkong bagi lambung, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi singkong bagi kesehatan tubuh lainnya.

  • Tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui

Singkong memiliki kandungan fitoestrogen  yang dapat terserap ke ASI sehingga dapat berpengaruh pada fungsi tiroid bayi. Hal ini dapat menyebabkan bayi terlahir dengan keadaan cacat.

  • Risiko bahaya bagi anak-anak

Seperti yang telah disebutkan bahwa singkong memiliki kandungan senyawa sianogenik glikosida. Senyawa ini dapat menyebabkan risiko kelumpuhan yang lebih tinggi bagi anak-anak.

  • Menyebabkan alergi

Bagi orang-orang yang yang sensitif, singkong dapat menyebabkan reaksi alergi atau alergi dengan lateks.

  • Kekurangan yodium

Bahaya singkong lainnya adalah singkong dapat mengurangi kadar yodium bagi tubuh. Jika Anda memiliki kadar yodium yang rendah, Anda dapat mengalami kondisi menurun setelah mengkonsumsi singkong.

  • Menurunkan kadar hormon tiroid

Bagi penderita gangguan tiroid singkong dapat memperburuk kondisi pasien, khususnya bagi yang sedang atau telah menjalani terapi sulih hormon tiroid. Hal ini dikarenakan singkong juga dapat menurunkan kadar hormon tiroid pada tubuh.

Cara Mengolah Singkong Agar Aman Dikonsumsi

  • Dikupas

Pastikan singkong telah dikupas secara menyeluruh, termasuk bagian akar karena bagian ini memiliki konsentrasi sianida yang paling tinggi.

  • Direndam

Anda dapat merendang singkong selama 4 hingga 5 hari sebelum mengolahnya.

  • Dimasak

Pastikan singkong dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi dan pastikan juga singkong matang sempurna.

  • Padukan dengan protein

Untuk mendapatkan manfaat lebih banyak, Anda juga dapat memadukan singkong dengan jenis makanan yang mengandung protein lainnya.

Pastikan Anda tidak berlebihan dalam mengkonsumsi singkong sehingga tidak menyebabkan bahaya singkong bagi lambung atau bagi kesehatan tubuh lainnya. Jika Anda mengalami gejala atau gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi singkong, segera hubungi dokter untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *