Insufisiensi Adrenal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Insufisiensi Adrenal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Insufisiensi adrenal atau juga biasa disebut krisis adrenal adalah dimana kelenjar adrenal di dalam tubuh tidak memproduksi hormon kortisol dan/atau aldosteron dengan jumlah yang cukup. Kondisi ini dapat berbahaya karena hormon tersebut berperan penting dalam proses metabolisme tubuh dan menjaga kestabilan tekanan darah.

Insufisiensi adrenal juga terbagi dalam 3 tipe yaitu  primer, sekunder, atau tersier. Tipe ini tergantung dari dimana terjadinya masalah hormon yang menjadi penyebabnya.

Letak kelenjar adrenal adalah pada ginjal yang memproduksi hormon kortisol dan aldosteron. Fungsi dari hormon tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Hormon Kortisol

Salah satu peran dari hormon kortisol adalah membantu tubuh untuk menghadapi stres, sehingga hormon ini juga disebut dengan hormon stres. Selain itu, hormon kortisol juga mempunyai peran untuk merespon tekanan darah, mengontrol kadar glukosa di dalam darah, membantu respon sistem imun, dan mengatur metabolisme.

  1. Hormon Aldosteron

Peran hormon aldosteron di dalam tubuh adalah untuk mengatur keseimbangan mineral di dalam darah dan kadar garam pada tubuh. Hal ini agar tekanan darah tetap stabil. Mineral seperti natrium dan kalium yang dihasilkan aldosteron juga berfungsi untuk sistem saraf dan otot serta menjaga irama jantung untuk tetap stabil.

Penderita insufisiensi umumnya sedikit karena kondisi ini menjangkit 1 dari 100.000 orang. Dari 3 tipe, insufisiensi adrenal sekunder lebih sering ditemui dengan jumlah rasio 100 hingga 140 orang dari 1 juta orang.

Gejala insufisiensi Adrenal

Gejala penyakit insufisiensi adrenal umumnya tidak spesifik dan terkadang pasien sendiri tidak menyadari. Namun, beberapa gejala atau tanda yang biasa terjadi pada penderita insufisiensi adrenal adalah seperti:

  • Otot lemah
  • Berat badan menurun
  • Nafsu makan menurun
  • Gampang lelah
  • Keinginan makan makanan yang asin meningkat
  • Muntah, mual, dan diare
  • Sakit perut
  • Mengalami tekanan darah rendah (saat berdiri terasa seperti akan pingsan)
  • Warna pada kulit bagian tertentu menghitam (terutama pada bekas luka, daerah lipatan, jari kaki, dan bibir)
  • Sering nyeri sendi
  • Siklus menstruasi pada wanita tidak teratur
  • Disfungsi seksual pada wanita
  • Gula darah rendah
  • Depresi

Gejala dapat semakin memburuk jika tidak diatasi dengan baik dan penderita mengalami peristiwa stres fisik. Kondisi ini disebut dengan krisis addison dengan gejala seperti nyeri pada punggung bagian bawah, diare dan muntah yang berat, hingga kehilangan kesadaran. Krisis addison perlu ditangani oleh medis secepatnya karena kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen jika terlambat ditangani.

Penyebab Insufisiensi Adrenal

Insufisiensi adrenal terjadi ketika terganggunya produksi hormon kortisol dan aldosteron karena kelenjar adrenal mengalami kerusakan. Beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan pada kelenjar adrenal adalah seperti:

  • Infeksi jamur, HIV, tuberkulosis
  • Penyebaran kanker hingga kelenjar adrenal
  • Autoimun
  • Penumpukan protein abnormal dalam tubuh 
  • Kelainan pada kelenjar pituitari
  • Kelainan pada hipotalamus
  • Operasi pengangkatan kelenjar adrenal

Risiko untuk menderita insufisiensi adrenal dapat meningkat pada wanita dengan usia 30 hingga 50 tahun yang menderita penyakit autoimun dan dengan kelainan kelenjar pituitari atau hipotalamus. 

Cara Mengobati Insufisiensi Adrenal

Memenuhi kebutuhan hormon kortisol dapat menjadi cara untuk mengobati insufisiensi adrenal. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat atau tablet dengan kandungan glukokortikoid sintetik.

Jika penderita juga mengalami penurunan hormon aldosteron, maka obat yang dapat dikonsumsi adalah fludrokortison asetat serta menambah asupan konsumsi garam. 

Apabila Anda merasakan gejala-gejala insufisiensi adrenal semakin memburuk, maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Melalui pengobatan yang tepat, pasien dengan insufisiensi adrenal dapat hidup dengan normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *