Ini 5 Fakta Sindrom Hemolitik Uremik pada Anak

Sindrom hemolitik uremik (HUS) menyebabkan kadar sel darah merah menjadi rendah, rendahnya kadar trombosit dan cedera pada ginjal.

Penyakit ini ditimbulkan dari reaksi sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan kerusakan pada sel darah. 

Hal ini menyebabkan sel darah merah dan trombosit menjadi rendah serta cedera pada ginjal.

Tak hanya pada orang dewasa, sindrom hemolitik uremik juga bisa terjadi pada anak-anak.

Sindrom ini tentu perlu diwaspadai para orang tua. Yuk simak fakta sindrom hemolitik uremik pada anak berikut ini:

1. Seringkali menyerang anak di bawah 5 tahun

Sindrom uremik hemolitik terjadi pada sekitar dua dari setiap 100.000 anak.

Penyakit ini dapat menyerang anak-anak dengan faktor antara lain:

  • Berusia lebih muda dari 5 tahun 
  • Telah didiagnosis dengan infeksi E. coli O157: H7
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah
  • Memiliki riwayat keluarga dengan sindrom uremik hemolitik yang diturunkan

2. Disebabkan oleh infeksi bakteri  

Penyebab paling umum dari sindrom uremik hemolitik pada anak-anak adalah infeksi Escherichia coli (E. coli) tertentu pada sistem pencernaan. E. coli mengacu pada sekelompok bakteri yang biasanya ditemukan di usus manusia dan hewan yang sehat. 

Kebanyakan dari ratusan jenis E. coli adalah normal dan tidak berbahaya. Tetapi beberapa strain E. coli menyebabkan diare.

Selain itu, perairan yang terkontaminasi oleh feses juga dapat mengandung bakteri E.Coli. 

Penyebab lain dari HUS dapat meliputi:

  • Infeksi lain, seperti infeksi bakteri pneumokokus, human immunodeficiency virus (HIV) atau influenza
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, terutama beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kanker dan beberapa obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan penerima transplantasi organ
  • HUS dapat terjadi sebagai komplikasi kehamilan atau kondisi kesehatan seperti penyakit autoimun atau kanker
  • Jenis HUS yang tidak umum – dikenal sebagai atipikal HUS – dapat diturunkan secara genetik ke anak-anak.  

3. Konsumsi daging kurang matang hingga susu mentah tingkatkan risiko sindrom ini

Saat seorang anak terinfeksi E. coli strain O157: H7, bakteri tersebut akan menetap di saluran pencernaan dan menghasilkan racun yang dapat masuk ke aliran darah. Racun berjalan melalui aliran darah dan dapat menghancurkan sel darah merah. 

Mayoritas kasus HUS disebabkan oleh infeksi strain bakteri E. coli tertentu. Paparan E. coli dapat terjadi jika Anda:

  • Makan daging atau produk yang terkontaminasi
  • Daging kurang matang, paling sering daging giling
  • Berenang di kolam atau danau yang terkontaminasi kotoran
  • Melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti di dalam keluarga atau di pusat penitipan anak.
  • Susu yang tidak dipasteurisasi, atau mentah
  • Buah dan sayuran mentah yang belum dicuci dan terkontaminasi
  • Jus yang terkontaminasi 

4. Gejala sindrom Hemolitik Uremik pada anak: Muntah hingga diare berdarah

Saat infeksi berlangsung, racun yang dilepaskan di usus mulai menghancurkan sel darah merah. Saat sel darah merah hancur, anak mungkin mengalami tanda dan gejala anemia, kondisi di mana sel darah merah lebih sedikit atau lebih kecil dari biasanya, yang membuat sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

Tak hanya itu, seorang anak dengan sindrom uremik hemolitik dapat mengembangkan tanda dan gejala yang mirip dengan yang terlihat pada gastroenteritis atau peradangan pada lapisan lambung, usus kecil, dan usus besar.

Sama pada orang dewasa, anak-anak dengan sindrom hemolitik uremik memiliki gejala antara lain:

  • muntah
  • diare berdarah
  • sakit perut
  • demam dan menggigil
  • sakit kepala
  • kelelahan, atau merasa lelah
  • kelemahan
  • pingsan

Karena sel darah merah yang rusak menyumbat glomerulus, ginjal bisa rusak dan menghasilkan lebih sedikit urine. Saat rusak, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang limbah dan cairan ekstra dari darah, terkadang menyebabkan cedera ginjal akut.

Ketika sindrom uremik hemolitik menyebabkan cedera ginjal akut, seorang anak mungkin memiliki tanda dan gejala berikut:

  • edema seperti bengkak, paling sering di tungkai, kaki, atau pergelangan kaki dan lebih jarang di tangan atau wajah
  • albuminuria yaitu ketika urine anak memiliki kadar albumin yang tinggi, protein utama dalam darah
  • penurunan keluaran urin
  • hipoalbuminemia yaitu ketika darah anak memiliki kadar albumin yang rendah
  • keluar darah dalam urine.

Pastikan Anda membawa si kecil kepada dokter saat menunjukkan gejala yang semakin parah.  

5. Dapat diagnosis lewat tes darah hingga biopsi ginjal

Sindrom hemolitik uremik dapat didiagnosis dengan beberapa cara, diantaranya:

Riwayat medis dan keluarga

Mengambil riwayat medis dan keluarga adalah salah satu hal pertama yang dapat dilakukan penyedia layanan kesehatan untuk membantu mendiagnosis sindrom uremik hemolitik.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dapat membantu mendiagnosis sindrom uremik hemolitik. Selama pemeriksaan fisik, penyedia layanan kesehatan akan memeriksa tubuh anak dan mengetuk area tertentu pada tubuhnya. 

Tes Urine

Tes urine dilakukan untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kerusakan ginjal akibat sindrom uremik hemolitik.

 Dokter akan menguji darah atau protein yang terkandung dalam urine.

Tes darah lengkap

Cara mendeteksi sindrom hemolitik uremik selanjutnya dengan melakukan tes darah. Untuk tes darah memperkirakan berapa banyak darah yang disaring ginjal setiap menit, yang disebut perkiraan laju filtrasi glomerulus, atau eGFR. 

Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat jumlah dan kualitas sel darah merah dan trombosit didalam sampel darah. 

Dokter juga akan melakukan beberapa prosedur tes darah seperti:

  • periksa sel darah merah dan tingkat trombosit.
  • periksa fungsi hati dan ginjal.
  • menilai kadar protein dalam darah.

Tes Feses

Tes feses adalah analisis sampel tinja. Dokter akan memberikan wadah untuk menampung dan menyimpan tinja. Sampel kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. 

Tes feses dapat menunjukkan adanya E. coli O157: H7 .

Biopsi Ginjal

Biopsi adalah prosedur yang melibatkan pengambilan sepotong kecil jaringan ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop

Dokter kemudian akan memeriksa jaringan di laboratorium. Ahli patologi mencari tanda-tanda penyakit ginjal dan infeksi. Tes ini dapat membantu mendiagnosis sindrom uremik hemolitik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *