Manfaat Imunisasi BCG, Dosis, dan Efek Sampingnya

Manfaat Imunisasi BCG, Dosis, dan Efek Sampingnya

Imunisasi BCG mampu mencegah penyakit TBC atau Tuberkulosis. Dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis, vaksin ini juga memiliki beberapa efek samping. 

Disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, TBC atau tuberkulosis merupakan infeksi serius yang pada umumnya menyerang paru-paru. 

Namun infeksi ini juga dapat menyerang organ lainnya seperti tulang, sendi, ginjal, hingga memicu radang selaput otak. Untuk mencegah infeksi ini, kita bisa melakukan imunisasi BCG. 

Manfaat imunisasi BCG

Pemberian imunisasi BCG ini dapat memberikan manfaat yakni membantu tubuh mengenal dan juga membentuk kekebalan terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut. Imunisasi BCG ini berasal dari bakteri 

Mycobacterium tuberculosis yang telah dilemahkan. Bukan hanya kekebalan tubuh, vaksin ini juga akan melindungi tubuh dari penyakit TBC berat dan juga radang selaput otak yang diakibatkan oleh TBC.

Dosis Imunisasi BCG

Untuk mencegah tuberkulosis atau TBC, pemberian dosis akan diresepkan dokter sesuai usia dan  kondisi pasien. Berikut rincian dosis imunisasi BCG:

  • Untuk orang dewasa diberikan 0,2-0,3 ml yang disuntikan ke kulit. 
  • Pada anak usia > 1 bulan, obat sebanyak 0,2-0,3 ml dicampurkan dengan 1 ml air steril yang kemudian dimasukkan ke kulit melalui suntikan. 
  • Anak usia < 1 bulan digunakan sebanyak 0,2-0,3 ml obat yang dicampur dengan 2 ml cairan steril lalu disuntik pada kulit. 

Memiliki angka kejadian TBC yang tinggi, Indonesia menjadikan vaksin BCG ke dalam imunisasi dasar lengkap untuk bayi. 

Dianjurkan untuk diberikan vaksin ini sebelum usia 3 bulan dan paling optimal yakni sebelum di usia 2 bulan. Sementara itu perlu dilakukan uji tuberkulin sebelum imunisasi BCG diberikan pada bayi usia 3 bulan atau lebih.  

Masuk ke dalam bagian imunisasi dasar lengkap, vaksin BCG ini diberikan sebanyak 1 kali pada bayi dengan usia 1 bulan. Sementara itu, anak-anak dan dewasa pada umumnya juga diberikan sebanyak 1 kali untuk mencegah terjadinya TB. 

Meski demikian vaksin ini bisa dilakukan kembali dalam 2 hingga 3 bulan jika respon vaksin tidak baik dan hal ini bisa dinilai dengan tes tuberkulin.

Anak-anak dengan hasil tuberkulin negatif disarankan diberikan vaksin BCG. 

Tak hanya itu, dianjurkan juga diberikan pada anak yang sering terpapar dan tidak bisa dipisahkan dari orang dewasa dengan kondisi yang mengalami tuberkulosis tapi tidak berobat atau pengobatannya tidak tuntas dan juga orang dewasa yang mengalami tuberkulosis dengan bakteri yang resisten terhadap obat isoniazid dan juga rifampisin.

Efek samping imunisasi BCG

Setelah melakukan imunisasi BCG terdapat beberapa efek samping akan dialami oleh penerima vaksin. Pada umumnya akan muncul bisul atau luka bernanah pada kulit di area penyuntikan. 

Hal ini karena imunisasi BCG mengandung kuman hidup yang menimbulkan reaksi kekebalan di tubuh.  Bisul atau luka ini akan mengering setelah beberapa waktu dan kemudian akan muncul jaringan parut atau bekas luka. 

Biasanya bekas luka ini muncul dalam waktu 3 bulan setelah penyuntikan vaksin. 

Bisul yang muncul dalam 2-12 minggu setelah vaksin, biasanya terjadi pada pasien yang belum pernah terpapar bakteri pemicu TBC. 

Jika bisul atau luka ini muncul di waktu kurang dari 1 minggu, kemungkinan besar pasien pernah mengalami paparan bakteri penyebab TBC sehingga pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan. 

Namun bisa saja bisul tak terbentuk pada beberapa pasien, hal ini bukan berarti vaksin yang diberikan gagal dan tak perlu mengulangi penyuntikan vaksin. 

Selain itu efek samping yang akan dialami pasien setelah imunisasi BCG yakni terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening, munculnya darah pada urin, muntah, nyeri perut, sering buang air kecil, dan nyeri saat buang air kecil. Jika pasien mengalami alergi setelah vaksin dengan tanda sulit bernapas atau menelan, munculnya suara “ngik” saat bernapas, dan ruam kulit yang parah sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Imunisasi BCG ini tidak dianjurkan bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Seperti mereka yang mengidap HIV/AIDS, pasien yang tengah kemoterapi untuk pengobatan kanker, dan juga orang yang menjalani transplantasi organ. 

Selain itu, vaksin ini juga tak boleh diberikan pada wanita hamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *