Cedera Kepala

Cedera kepala merupakan kondisi yang terjadi pada bagian otak, tengkorak, atau kulit kepala. Cedera kepala bisa meliputi benjolan, memar, bahkan cedera otak.

Jenis Cedera Kepala

Cedera kepala digolongkan menjadi enam jenis, antara lain:

  • Hematoma

Hematoma merupakan cedera kepala yang meliputi kumpulan atau pembekuan darah di luar pembuluh darah. Hal tersebut dapat menimbulkan tekanan pada tengkorak sehingga penderita akan kehilangan kesadaran, bahkan kerusakan otak permanen.

  • Perdarahan

Perdarahan juga bisa terjadi pada bagian kepala. Perdarahan pada bagian kepala dapat menyebabkan penderita sakit kepala, muntah, dan tekanan pada otak.

  • Gegar otak

Gegar otak merupakan jenis cedera kepala yang membuat penderita kehilangan fungsi otak, namun bersifat sementara. Hal tersebut bisa terjadi karena penderita mengalami cedera yang parah pada bagian tengkorak. Jika kondisi tersebut terjadi secara berulang, maka bisa menimbulkan kerusakan permanen pada otak.

  • Edema

Edema merupakan jenis cedera otak yang melibatkan penumpukan cairan pada bagian otak. Hal tersebut bisa menyebabkan tekanan pada otak manusia.

  • Fraktur tengkorak

Fraktur tengkorak merupakan jenis cedera kepala yang meliputi keretakan atau patah pada bagian tulang tengkorak. Hal tersebut bisa terjadi karena penderita mengalami benturan keras seperti jatuh ke lantai.

  • Cedera aksonal difus

Cedera aksonal difus merupakan jenis cedera kepala yang dapat merusak sel-sel otak. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen hingga kematian.

Gejala

Seseorang yang mengalami cedera kepala bisa mengalami gejala ringan atau berat. Pada umumnya, gejala yang timbul akibat cedera kepala adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala.
  • Kepala terasa ringan.
  • Merasakan sensasi berputar.
  • Merasa bingung.
  • Mual.
  • Telinga berdengung.

Jika gejala yang dialami penderita berat, berikut adalah gejala yang bisa timbul:

  • Kehilangan kesadaran.
  • Kejang.
  • Muntah.
  • Keseimbangan tubuh menurun.
  • Mata kehilangan fokus.
  • Sakit kepala yang parah.
  • Hilang ingatan atau amnesia.
  • Penurunan atau kehilangan kendali otot.
  • Perubahan suasana hati.
  • Cairan keluar dari hidung atau telinga.

Penyebab

Cedera kepala bisa disebabkan oleh dua hal, antara lain:

  • Kecelakaan

Contoh kecelakaan yang paling umum yang dapat menyebabkan cedera kepala adalah kecelakaan mobil atau motor.

  • Kekerasan fisik

Cedera kepala juga bisa dipengaruhi oleh kekerasan fisik seperti bentrokan.

Diagnosis

Jika Anda mengalami cedera kepala, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan menanyakan kondisi Anda terlebih dahulu. Setelah itu, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • GCS

GCS (Glasgow Coma Scale) dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien. Jika pasien memiliki skor yang rendah pada GCS, maka tingkat kesadaran pasien rendah.

  • Pemeriksaan neurologis

Pemeriksaan neurologis dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa baik atau buruk pengendalian tubuh pasien seperti mata dan otot.

  • Pemeriksaan radiologis

Pemeriksaan radiologis seperti CT scan dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa parah kerusakan yang dialami penderita akibat cedera kepala.

Pengobatan

Untuk mengobati cedera kepala, berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan dokter:

  • Obat

Contoh obat yang dapat digunakan untuk mengatasi cedera kepala adalah obat antikejang.

  • Rehabilitasi

Rehabilitasi dapat dilakukan untuk mengembalikan fungsi otak pasien.

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan jika pasien mengalami cedera kepala yang parah seperti keretakan pada tulang kepala dan untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut.

Kesimpulan

Cedera kepala merupakan gangguan yang perlu diwaspadai. Hal tersebut dapat menyebabkan berbagai gejala, baik ringan maupun berat. Oleh karena itu, untuk mengatasi gangguan seperti ini, pasien perlu menjalani pengobatan yang cepat dan tepat. Jika tidak segera ditangani, maka kondisinya bisa memburuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *