Tips Memasak Resep Macaroni Schotel Anti Gagal!

Sudah mencoba berbagai resep macaroni schotel dari internet, tapi hasilnya belum ada yang memuaskan atau sesuai keinginan?

Bisa jadi, bukan resepnya yang salah tapi kamu yang kurang tepat dalam mengikuti panduang yang diberikan.

Untuk orang yang pertama kali mencoba resep dari internet normal saja untuk gagal. Berikut beberapa tips anti gagal untuk kamu yang baru pertama kali membuat macaroni schotel!

Resep macaroni schotel sederhana.

Apa itu macaroni schotel

Macaroni schotel merupakan salah satu panganan yang dipopulerkan oleh Belanda. Menu berbahan utama makaroni ini dibuat dengan metode dipanggang.

Nama asli dari menu ini bukanlah macaroni schotel, sebab pada awal kemunculannya menu ini disebut dengan nama macaroni casserole.

Di Indonesia populer dengan istilah schotel karena mengacu pada nama wadah yang digunakan untuk memanggang makaroni ini.

Tips membuat resep macaroni schotel agar tidak gagal

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat mencoba resep macaroni schotel:

1. Jangan merebus makaroni terlalu lama

Makaroni merupakan “bintang utama” dalam menu ini, jadi kamu harus memasak dan memprosesnya dengan benar untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Nah biasanay orang akan merebus pasta secara al dente, atau matang dengan sempurna. Tapi, saat membuat macaroni schotel sebaiknya jangan rebus sampai al dente.

Sebab perebusan ini baru tahap pertama pemasakan makaroni. Setelahnya, makaroni masih harus melalui proses tumis dan juga panggang. 

Jika kalau kamu merebusnya sampai  al dente, kemungkinan kamu akan membuat makaroninya terlalu matang dan lembek. Jadi cukup rebus sampai agak matang, dan belum sampai al dente ya.

2. Durasi memanggang

Setelah durasi perebusan makaroni, yang tak kalah penting adalah durasi memanggang. Lalu, berapa lama waktu panggang macaroni?

Sebenarnya ini bisa berbeda-beda tergantung dengan ketebalan, ukuran, dan banyaknya makaroni yang kamu panggang.

Namun rata-rata, macaroni schotel harus dipanggang kurang lebih antara 20 sampai 45 menit. Untuk suhunya sendiri bisa di atur antara 170-180 derajat celcius.

3. Durasi kukus

Selain metode panggang, ada juga macaroni schotel yang dibuat dengan metode kukus. Jika kamu menggunakan metode ini, durasi kukusnya cukup antara 15 sampai 20 menit saja.

Saat mengukus macaroni schotel kamu mungkin akan mendapati tutup untuk mengukus mulai berair karena embun kukusan.

Nah jika itu terjadi, kamu bisa lap dengan kain untuk mencegah airnya menetes ke makaroni dan masuk ke olahan makaroni.

4. Pilih keju yang tepat

Keju jadi salah satu bahan favorit dalam resep macaroni schotel. Selain bisa menambah rasa, tekstur makanan ini juga jadi lebih creamy.

Ada banyak sekali jenis keju di luar sana. Dari yang asin sekali, ada yang rasa susunya kuat, ada juga keju dengan rasa yang lembut.

Nah saat memilih keju untuk macaroni schotel ada baiknya kamu mengkombinasikan antara keju yang asinnya kuat dengan keju yang asinnya lembut. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan rasa yang gurih dan lembut.

5. Jangan langsung potong!

Setelah makaroni matang dan dikeluarkan dari oven, ada baiknya kamu tunggu dulu sampai suhunya turun baru bisa dipotong.

Jika kamu langsung memotongnya dalam kondisi panas, bisa jadi malah berantakan. Jadi, diamkan beberapa saat dan beri waktu semua bahan-bahannya menyerap dan menyatu dengan sempurna.

Nah itu dia beberapa tips membuat resep macaroni schotel agar tidak gagal. Bagaimana, sudah siap membuat macaroni schotel di rumah?