15 Penyebab Jari Tangan Kesemutan, Waspada Diabetes

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami kesemutan di bagian-bagian tubuh tertentu, salah satunya jari tangan. Bukan hanya karena ada masalah pada aliran darah, namun jari tangan kesemutan biasanya menunjukkan kondisi medis tertentu.

Kesemutan di jari tangan atau jari kaki sebenarnya umum terjadi. Gejal ayang muncul bisa dalam jangka waktu lama maupun sementara. Meski begitu, jari tangan kesemutan tidak boleh dianggap sepele.

Penyebab Jari Tangan Kesemutan

Terdapat berbagai macam penyebab jari tangan seseorang mengalami kesemutan. Bisa karena gaya hidup tidak sehat, adanya kondisi medis tertentu, hingga efek samping obat. Berikut lebih jelasnya.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Pada pergelangan tangan, terdapat lorong karpal, di dalamnya banyak terdapat saraf yang mengendalikan jari dan tangan. Berlebihannya aktivitas yang melibatkan pergelangan tangan bisa membuat lorong karpal menjadi iritasi dan membengkak. Inilah kondisi yang disebut CTS.

CTS ini dapat membuat saraf Anda terjepit sehingga jari tangan akan kesemutan. Gejala lain yang juga akan dirasakan seperti genggaman melemah, terasa nyeri di tangan dan jari, hinnga sering menjatuhkan barang tanpa alasan.

  • Diabetes

Seiring berjalannya waktu, penderita diabetes akan mengalami kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi. Lama kelamaan, kerusakan saraf ini memunculkan gangguan baru yang dikenal dengan istilah neuropati perifer.

Salah satu gejala neuropati perifer adalah jari tangan mengalami kesemutan. Selain itu, ada juga gejala-gejala lain seperti otot tubuh melemah, mengalami kram pada anggota tubuh, memburuknya keseimbangan tubuh, kesemutan di kaku dan lengan, hingga terasa nyeri pada anggota tubuh tertentu.

  • Fibromyalgia

Kelainan fibromyalgia ini juga dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, maupun nyeri di bagian tubuh tertentu termasuk jari. Meski belum diketahui penyebabnya hingga sekarang, namun diyakini fibromyalgia ini terjadi karena ada masalah pada cara otak ketika menangani sinyal nyeri.

  • Cubital Tunnel Syndrome

Cubital tunnel syndrome ini adalah kondisi ketika saraf ulnaris tertekan secara berlebihan. Kondisi ini menyebabkan terjadinya kesemutan di jari manis dan juga kelingking tangan.

  • Tekanan pada Saraf

Tekanan pada saraf bisa menyebabkan terjadinya jari tangan mengalami kesemutan. Kondisi ini dipicu oleh cedera saraf, terjadinya pembengkakan otot, kista, hingga pembengkakan pembuluh darah.

Saat terjadi tekanan pada saraf ini, biasanya gejala yang yang mengikuti bisa berupa rasa nyeri dan jari tangan akan melemah.

  • Raynauds’ Disease

Kondisi ini akan membuat arteri kecil di jari tangan mengalami kejang dan menyebabkan arteri ini menutup dan membuka dengan cepat. Hal ini akan membuat jari tangan kesemutan serta adanya gangguan dirkulasi darah.

  • Rheumatoid Arthritis

Ini adalah kondisi kelainan autoimun yang dapat menimbulkan nyeri, pembengkakan pada persendian, dan tekanan. Selain itu muncul juga gejala berupa kesemutan, rasa terbakar, hingga mati rasa di tangan, termasuk jari.

  • Myofascial Pain Syndrome (MPS)

MPS ini merupakan gangguan pada muskuloskeletal yang menyebabkan rasa nyeri di bagian tubuh tertentu. Kondisi ini juga menyebabkan kesemutan di tangan dan lengan bawha.

  • Efek Pengobatan

Kesemutan juga bisa disebabkan oleh adanya efek dari pengobatan seperti kemoterapi yang dapat merusak saraf neuropati perifer. Sehingga salah satu gejala yang muncul berupa kesemutan jari tangan.

Belum ditemukan cara mencegah agar tidak terjadi kerusakan akibat dari kemoterapi ini. Efek samping yang muncul ini bisa sementara maupun permanen.

  1. Konsumsi Alkohol Secara Berlebihan

Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat memicu terjadinya kerusakan saraf tubuh sehingga dapat menyebabkan jari tangan kesemuutan.

Selain itu muncul juga gejala-gejala lain seperti kejang, kram, melemahnya otot, sulit menelan makanan, terasa nyeri di kaki dan lengan, hingga kesemutan di lengan dan kaki.

  1. Terpapar Bahan Kimia atau Racun

Berbagai bahan kimia dan racun dapat membahayakan sistem saraf dana memicu terjadinya sejumlah gejala, salah satunya jari tangan mengalami kesemutan.

Bahan-bahan yang berbahaya bagi sistem saraf seperti:

  • Akrilamida, yaitu bahan kimia untuk keperluan industri
  • Logam berat, seperti arsen, merkuri, maupun timbal
  • Ethylene glycol
  • Hexacarbons yang terdapat dalam pelarut dan perekat
  1. HIV

Terinfeksi virus HIV juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh menjadi rusak. HIV juga emmengaruhi sistem saraf yang menyebabkan terjadinya kesmeutan, nyeri, hingga mati rasa di tangan dan kaki.

  1. Kekurangan Vitamin

Tubuh yang kekurangan vitamin bisa menyebabkan jari mengalami kesemutan. Maka penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin yang baik untuk saraf seperti vitamin B-6, B-12, B-1, dan vitamin E.

  1. Vaskulitis

Vaskulitis adalah kondisi terjadinya peradangan di pembuluh darah yang berpotensi terjadi gangguan aliran darah pada bagian tubuh tertentu. Saat aliran darah mengalami gangguan, maka bisa menyebabkan terjadinya kesemutan, mati rasa atau masalah saraf lainnya.

  1. Guillain-Barre Syndrome

Kelainan ini membuat sistem kekebalan tubuh justru menyerang sistem saraf seseorang. AKibatnya, akan muncul gejala awal berupa kesemutan. Namun, belum ditemukan penyebab pasti dari kondisi Guillain-Barre syndrome ini.

Selain itu, pemicu lain jari tangan kesemutan adalah karena kebiasaan sehari-hari yang buruk. Seperti kurangnya asupan makanan bergizi, posisi tidur yang salah, melakukan gerakan berulang dengan sering, dan konsumsi alkohol berlebihan. Jadi mulai sekarang, perhatikan gaya hidup Anda dan ubahlah menjadi lebih sehat. Temui dokter jika Anda mengalami berbagai keluhan ini.

Fungsi Obat Antikolinergik yang Perlu Dipahami

Merupakan obat yang diresepkan dokter untuk menghambat neurotransmitter asetilkolin disebut dengan obat antikolinergik. Sementara, yang dimaksud dengan asetikolin adalah neurotransmitter yang berperan penting bagi tubuh, asetilkolin juga terlibat dalam penyampaian sinyal antarsel saraf meskipun aktivitasnya harus dihambat dengan obat yang biasa disebut antikolinergik.

Asetilkolin berperan dalam transfer sinyal antarsel dan berpengaruh pada kontraksi otot di dalam tubuh. Tujuan antikolinergik menghambat asetilkolin agar tidak berikatan dengan reseptornya di sel-sel saraf pada bagian tubuh tertentu. Pada umumnya, obat-obata ini mencegah aktivitas asetilkolin untuk tidak memicu pergerakan otot secara tak sadar di paru-paru, saluran pencernaan dan kemih.

Manfaat Obat Antikolinergik

Efek yang ditimbulkan dari obat ini adalah bermanfaat dalam menangani banyak kondisi medis, mulai dari masalah aktivitas kandung kemih, keracunan, hingga masalah pergerakan otot yang berkaitan dengan penyakit Parkinson. Selain itu, fungsi lain dari obat ini ketika diberikan ke pasien adalah untuk mengiringi proses anestesi sebelum operasi, beberapa contoh obat seperti berikut.

  • Atropine.
  • Benztropine mesylate.
  • Clidinium.
  • Cyclopentolate.
  • Darifenacin.
  • Dicyclomine.
  • Fesoterodine.
  • Flavoxate.

Obat yang termasuk dalam jenis ini bisa mengatasi berbagai kondisi medis, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Menangani aktivitas kandung kemih yang terlalu aktif dan kondisi sulit menahan buang air kecil. Hingga mengatasi masalah gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan seperti diare, selain itu beberapa berikut ini juga termasuk.

  • Asma disertai pusing dan mabuk perjalanan dan gejala penyakit Parkinson, seperti gerakan otot abnormal yang tidak dikendalikan.
  • Keracunan yang disebabkan oleh organosfosfat atau muskarin yang ditemukan pada beberapa insektisida dan jamur beracun.

Selain beberapa penyakit di atas, dokter biasanya juga akan meresepkan antikolnergik sebagai pengiring anestesi operasi untuk merilekskan otot pasien. Fungsi obat ini membantu detak jantung tetap normal, membuat tubuh pasien menjadi tenang dan mengurangi produksi air liur. Selain itu pada penggunaan off-label, antikolinergik juga bisa mengatasi keringat berlebih.

Efek Samping Antikolinergik

Sama seperti konsumsi obat pada umumnya, antikolinergik juga bisa menimbulkan beragam efek samping. Terdapat beberapa macam jenis efek samping yang muncul dan dirasakan oleh orang yang mengonsumsinya, berikut ini beberapa macam di antaranya.

  • Mulut menjadi kering, penglihatan menjadi kabur hingga menimbulkan rasa kantuk, sembelit hingga merasakan halusinasi.
  • Efek menenangkan yang berlebihan pada pasien, gangguan pada ingatan hingga kebingunan dan kesulitan dalam buang air kecil.
  • Delirium atau penurunan kesadaran yang parah, penurunan produksi keringat dan menurunnya produksi air liur pada pasien yang mengonsumi obat ini.

Selain beberapa efek samping yang muncul, terdapat pula beberapa peringatan dalam penggunaan obat antikolinergik. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi seseorang yang ingin mengonsumsinya, berikut beberapa peringatan tersebut.

  • Suhu Tubuh Meningkat Drastis

Efek obat ini dapat menurunkan produksi keringat, jika tak terkendali maka konsumsi obat tersebut berisiko memicu peningkatan suhu tubuh, terkadang bersifat drastis memicu heat stroke. Jika dokter memberi resep salah satunya obat ini, pasien harus berhati-hati ketika mengalami peningkatan suhu tubuh saat olahraga, mandi air hangat dan cuaca panas.

  • Overdosis dan Interaksi dengan Alkohol

Konsumsi obat ini secara sembarang dan berlebihan dapat memicu beberapa kondisi seperti overdosis, kehilangan kesadaran hingga kematian. Risiko peringatan ini dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi obat tersebut bersamaan dengan mengonsumsi alkohol atau minuman dengan kandungan alkohol.

11 Cara Mencegah Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)

Degenerasi makula terkait usia atau disingkat juga dengan AMD (Age-related macular degeneration) adalah penyebab utama seseorang kehilangan penglihatannya seiring bertambahnya usia. Lambat laun, para orang tua yang mengalami AMD akan kesulitan untuk membaca, mengemudi, atau bahkan, mengenali wajah orang lain. 

11 Cara mencegah degenerasi makula (AMD)

Mengingat tidak ada obat untuk mengatasinya, maka penting untuk Anda mengurangi risiko terkena penyakit degenerasi makula terkait usia. Anda dapat melakukan upaya untuk mencegah AMD, terutama jika ada riwayat penyakit ini dalam keluarga Anda dan terbukti menjadi faktor risiko penyakit tersebut. Adapun 11 langkah untuk mencegah degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah sebagai berikut.

  1. Hilangkan kebiasaan merokok.

Menurut para ahli kesehatan mata, menghilangkan kebiasaan atau berhenti merokok adalah cara nomor 1 untuk mencegah degenerasi makula terkait usia. Hal ini berdasarkan sebuah studi dalam laporan British Medical Journal di mana sebagian besar orang tua yang mengalami AMD telah dikaitkan dengan merokok. Studi lain dari Massachusetts Eye and Ear Infirmary menunjukkan bahwa seorang perokok berisiko terserang AMD 1,9 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

  1. Mengonsumsi banyak sayuran.

Makan banyak sayuran berdaun gelap dapat membantu Anda mencegah degenerasi makula. Sebuah studi yang diterbitkan di Massachusetts Eye and Ear Infirmary melaporkan bahwa orang yang paling banyak mengonsumsi sayuran kaya karotenoid (lutein dan zeaxanthin) berisiko terserang AMD 43% lebih rendah daripada orang yang sedikit makan sayuran. Contoh sayuran kaya karotenoid termasuk sayuran berdaun gelap adalah bayam, kangkung, dan collard hijau.

  1. Konsumsi vitamin untuk mata setiap hari.

Tidak ada salahnya untuk memenuhi asupan nutrisi selain dari makanan jika memang Anda membutuhkannya. Khususnya untuk para orang tua, mungkin akan semakin sulit memperoleh semua nutrisi yang dibutuhkan hanya dari makanan saja. jangan lupa, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu suplemen mana yang paling cocok sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

  1. Konsumsi suplemen nutrisi AREDS.

Dua uji klinis besar yang disponsori oleh National Eye Institute (NEI) menunjukkan bahwa suplemen nutrisi tertentu dapat memperlambat perkembangan AMD di antara orang-orang dengan tahap awal dan menengah dari degenerasi makula. Adapun komponen suplemen nutrisi AREDS/AREDS2, meliputi:

  • Vitamin C (500 mg).
  • Vitamin E (400 IU).
  • Lutein (10 mg).
  • Zeaxanthin (2 mg).
  • Seng (80 mg).
  • Tembaga (2 mg).

Penting untuk diingat, bahwa suplemen nutrisi ini bukanlah obat untuk AMD, melainkan hanya membantu memperlambat penyakit pada beberapa orang dengan AMD tahap awal hingga menengah. 

  1. Makan lebih banyak ikan.

Memperbanyak konsumsi ikan juga dapat mencegah Anda dari serangan degenerasi makula terkait usia. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian di Massachusetts Eye and Ear Infirmary dan University of Sydney. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa banyak mengonsumsi ikan dapat mengurangi risiko terkena AMD.

  1. Olahraga teratur dan pertahankan berat badan sehat.

Banyak manfaat kesehatan jika Anda melakukan olahraga secara teratur dan menjaga berat badan tetap sehat dan ideal, termasuk degenerasi makula terkait usia. Menurut sebuah penelitian di British Journal of Ophthalmology, menemukan bahwa orang yang menjalani gaya hidup aktif 70% lebih kecil kemungkinannya mengalami AMD.

  1. Makan buah dan kacang setiap hari.

Rajin mengonsumsi buah-buahan dan kacang-kacangan setiap hari dapat membantu mengurangi risiko degenerasi makula. Hal ini juga telah dibuktikan dalam penelitian tahun 2004 di Harvard Medical School dan Massachusetts Eye and Ear Infirmary yang menunjukkan bahwa makan buah dan kacang dapat membantu mencegah perkembangan AMD awal atau menengah ke tahap yang lebih lanjut.

  1. Kurangi karbohidrat olahan dalam makanan.

Anda harus waspada, mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko AMD. Hal ini karena makanan tinggi karbohidrat olahan memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dan pelepasan insulin. Contoh karbohidrat olahan adalah roti putih, roti gulung putih, kentang panggang, donat, dan lainnya. Anda dapat memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti buah-buahan, beras merah, roti gandum, jus apel, dan jus wortel.

  1. Mengontrol tekanan darah dan kolesterol.

Beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa mengendalikan kolesterol dan tekanan darah dapat melindungi Anda dari degenerasi makula. Kolesterol adalah bagian dari lemak yang dapat menumpuk di pembuluh darah, sehingga menghambat aliran darah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mata.

  1. Pakai kacamata hitam di luar ruangan.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa orang yang mengonsumsi terlalu sedikit antioksidan dan terpapar cahaya biru berlebihan, berisiko empat kali lebih mungkin mengalami AMD lanjut atau basah. Untuk alasan ini, sebaiknya Anda memakai kacamata hitam yang dapat melindungi mata dari sinar UV dan cahaya biru di luar ruangan.

  1. Menjalani pemeriksaan mata secara teratur.

Langkah terakhir ini juga tidak kalah pentingnya. American Academy of Ophthalmology merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata dilatasi setidaknya setiap dua hingga tiga tahun jika Anda berusia 45 – 60 tahun dan setiap tahun pada usia 60 tahun ke atas.

Faktor riwayat keluarga cenderung sangat berpengaruh terhadap degenerasi makula terkait usia (AMD). Walaupun begitu, dengan melakukan langkah pencegahan dan menjalani pemeriksaan mata secara teratur, dapat membantu dokter mata Anda mendeteksi AMD sejak dini. Alhasil, Anda dapat memperoleh pengobatan tepat untuk memperlambat perkembangan AMD ke tahap yang lebih lanjut.

Gejala & Pengobatan Kanker Usus Besar

Kanker usus besar merupakan jenis kanker yang melibatkan usus besar dimana gangguan tersebut terjadi karena adanya kumpulan sel yang disebut sebagai polip.

Stadium Kanker Usus Besar

Seseorang yang menderita kanker usus besar bisa terjadi dalam lima stadium. Kelima stadium kanker usus besar menentukan seberapa parah penyakit yang dialami penderita. Berikut adalah informasi lebih lanjut tentang stadium kanker usus:

  • Stadium 0

Stadium 0 merupakan stadium awal kanker usus besar dimana jenis kanker yang dialami penderita belum tumbuh lebih jauh dari lapisan dalam usus besar (rektum). Seseorang yang menderita kanker stadium 0 akan mudah diobati.

  • Stadium 1

Stadium 1 merupakan stadium dimana kanker telah tumbuh ke lapisan jaringan berikutnya, namun belum mencapai nodus limfa atau organ lain.

  • Stadium 2

Stadium 2 merupakan stadium dimana kanker telah mencapai lapisan luar usus besar, namun belum menyebar ke bagian luar usus besar.

  • Stadium 3

Stadium 3 merupakan stadium dimana kanker telah mencapai lapisan luar usus besar dan menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa. Meskipun demikian, kanker belum menyebar ke bagian tubuh yang jauh.

  • Stadium 4

Stadium 4 merupakan stadium dimana kanker telah mencapai jaringan lain pada bagian luar dinding usus besar. Ketika penderita mencapai stadium 4, kanker usus besar mencapai bagian tubuh yang jauh.

Gejala

Pada awalnya, seseorang yang menderita kanker usus besar tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Diare.
  • Sembelit.
  • Perut kembung.
  • Perubahan feses secara konsisten.
  • Feses berair.
  • Darah pada feses.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Penurunan berat badan.
  • Sindrom iritasi usus.

Pengobatan

Jika Anda menderita kanker usus besar, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda menentukan pengobatan yang tepat untuk Anda. Ada tiga pilihan yang dapat dilakukan untuk menangani kanker usus besar, antara lain:

  • Operasi

Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi kanker usus besar adalah operasi. Operasi dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh usus besar yang disebut sebagai kolektomi. Dokter tidak hanya mengeluarkan bagian usus yang terdapat kanker, namun juga bagian lain seperti nodus limfa yang terdampak oleh kondisi serupa untuk mengurangi risiko penyebaran.

Setelah melakukan hal tersebut, dokter akan mengembalikan usus besar atau membuat stoma. Stoma merupakan lubang yang dibuat pada bagian dinding perut. Feses pasien akan dikeluarkan dari lubang tersebut. Prosedur ini disebut sebagai kolostomi.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara lain yang dapat dilakukan dokter dengan menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi diperlukan jika sel kanker usus besar sudah menyebar secara luas. Selain itu, obat-obatan kemoterapi dapat mengganggu protein dan merusak sel-sel sehat.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi juga dapat dilakukan dokter dengan menggunakan paparan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker. Terapi radiasi dapat dilakukan jika pasien mengalami kanker usus besar fase terakhir.

Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah risiko kanker usus besar:

  • Mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari kebiasaan buruk seperti merokok atau mengkonsumsi alkohol.
  • Melakukan pemeriksaan secara rutin jika usia Anda di antara 50 hingga 75 tahun.

Kesimpulan

Kanker usus besar merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan berbagai gejala. Meskipun demikian, kanker usus besar dapat diatasi dengan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang kanker usus besar, Anda bisa konsultasikan persoalan tersebut dengan dokter.

Sama-Sama Buat Pusing Berputar, Ini Perbedaan Dua Jenis Vertigo

Apakah Anda salah satu orang yang sering kali mengalami vertigo secara berulang? Tahukah Anda bahwa terdapat dua jenis vertigo yang dapat menyerang kesehatan Anda? Mengetahui jenis vertigo akan dapat membantu Anda dalam mencari penanganan yang tepat untuk rasa sakit kepala dan gejala vertigo lain yang Anda rasa.

Pada dasarnya, kedua jenis vertigo, baik itu vertigo perifer maupun vertigo sentral, sama-sama dapat menyebabkan rasa pusing dan sensasi berputar. Meski begitu, terdapat pula perbedaan di antara kedua, seperti perbedaan penyebab atau pemicu vertigo, ciri-ciri, hingga pengobatannya. Penjelasan lebih lanjut tentang perbedaan ini, dapat Anda simak berikut.

Apa perbedaan penyebab vertigo perifer dan vertigo sentral?

Kedua jenis vertigo dipicu oleh adanya gangguan pada organ yang mengatur keseimbangan. Vertigo perifer terjadi ketika adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berperan untuk menjaga keseimbangan. Sementara itu, vertigo sentral terjadi karena adanya gangguan di sekitar otak, khususnya bagian serebelum atau area otak yang berfungsi dalam mengontrol keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Penyebab vertigo perifer

  • Cedera pada telinga atau area kepala
  • Adanya tekanan pada saraf vestibular, missal tumbuh tumor jinak
  • Konsumsi obat tertentu, seperti diuretik, salisilat, antibiotik, atau amiglikosida
  • Penyakit Meniere yang disebabkan adanya penumpukan cairan pada telinga bagian dalam
  • BPPV (benign paroxysmal positional vertigo) yang terjadi akibat adanya kristal kalsium yang mengambang di telinga bagian dalam
  • Neuronitis: peradangan saraf vestibular (saraf penghubung telinga bagian dalam dengan otak)
  • Labirinitis: iritasi atau pembengkakan pada telinga bagian dalam

Penyebab vertigo sentral

  • Tumor pada serebelum
  • Stroke
  • Kejang
  • Multiple sclerosis
  • Migrain
  • TIA (transient ischemic attacks)
  • Gangguan di area sekitar pembuluh darah
  • Konsumsi obat tertentu (aspirin dan antikejang) dan alkohol

Perbedaan ciri-ciri vertigo perifer dan vertigo sentral

Tidak hanya penyebab, namun juga terdapat perbedaan pada ciri-ciri vertigo perifer dan vertigo sentral.

Gejala atau tanda vertigo perifer

  • Mual, muntah, dan dehidrasi
  • Rasa nyeri pada telinga
  • Telinga berdenging
  • Pusing
  • Hilangnya pendengaran untuk sementara
  • Gangguan penglihatan akibat tidak fokus karena pergerakan mata yang tidak dapat dikontrol

Gejala atau tanda vertigo sentral

  • Kesulitan dalam menelan
  • Tungkai terasa lemas
  • Kesulitan dalam berbicara
  • Bagian wajah tertentu mengalami kelumpuhan
  • Sakit kepala
  • Hilangnya fokus penglihatan akibat pergerakan mata tidak terkontrol
  • Lemas pada tungkai
  • Pandangan berbayang dua

Sementara itu, durasi terjadinya vertigo perifer biasanya lebih singkat jika dibanding dengan vertigo sentral. Namun, gangguan pada telinga lebih sering terjadi.

Bagaimana cara mengobati vertigo perifer dan vertigo sentral?

Salah satu cara yang efektif dalam mengobati vertigo perifer dan vertigo sentral yaitu dengan mengatasi dari sumber penyebab vertigo itu sendiri. Contoh, jika vertigo perifer terjadi karena adanya neuronitis, penyakit Meniere, atau labirinitis, cara mengobatinya dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat antiinflamasi. Sementara itu, vertigo sentral yang disebabkan migrain perlu diatasi dengan cara yang serupa dalam mengatasi migrain itu sendiri. Namun, jika vertigo sentral terjadi akibat tumor, maka pengangkatan tumor menjadi cara terbaik untuk mengobati vertigo tersebut.

Jika menilik perbedaan antara kedua jenis vertigo tersebut, diketahui bahwa vertigo perifer lebih sering terjadi jika dibanding dengan vertigo sentral. Gejala dan durasi vertigo sentral dikatakan lebih berat dan cukup serius jika dibanding vertigo perifer.

Mengenal tentang Kejang Parsial dan Gejalanya

Kejang parsial dapat berdampak pada bagian tubuh tertentu atau satu sisi tubuh saja. Tetapi kejang ini terkadang dapat berubah menjadi kejang yang menyeluruh. Kejang parsial adalah kejang yang berdampak hanya pada satu area otak dan kejang timbul akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal.

Kajang yang disebut sebagai kejang fokal ini juga sering terjadi pada orang dewasa dengan epilepsi. Bentuk kejang yang muncul bergantung pada bagian otak yang terkena. Gejalanya bisa berupa gerakan motorik atau terasa sebagai sensasi pada panca indra.

Selain itu, terdapat dua tipe kejang parsial yaitu kejang parsial sederhana dan kompleks. Pada kejang parsial sederhana, tidak terjadi kehilangan kesadaran. Sedangkan pada kejang parsial kompleks, kejang disertai dengan hilangnya kesadaran. Pasalnya, aktivitas listrik yang tidak normal mengenai kedua sisi otak.

Gejala kejang parsial

Gejala parsial bergantung pada bagian otak yang terkena. Kejang ini dapat terjadi pada satu bagian tubuh saja atau satu sisi tubuh. Berikut gejala umum yang biasa terjadi pada penderitanya:

  • Mata bergerak ke satu sisi secara berulang-ulang
  • Penglihatan mata berkurang sebelah
  • Kesulitan berbicara
  • Mulut berkedut
  • Merasa ada sesuatu yang merayap di kulit
  • Berkeringat, merasa gelisah atau panik
  • Penurunan atensi
  • Satu sisi tubuh sulit digerakkan.

Sedangkan berdasarkan kategorinya kejang parsial dapat berdampak pada empat aspek, yaitu motorik, sensorik, psikis, dan autonomik, berikut penjelasannya:

  • Dampak motorik

Pada kejang parsial motorik, penderitanya akan kehilangan kendali atas gerak ototnya. Misalnya pada otot wajah, tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya.

  • Dampak sensorik

Kejang sensorik berdampak pada indera penglihatan, pendengaran, atau penciuman. Contohnya, penderitanya akan merasa mendengar suara atau mencium bau yang sebenarnya tidak ada.

  • Dampak autonomik

Dampak automik berpengaruh pada fungsi tubuh yang di luar kendali, seperti tekanan darah, denyut jantung, atau gerak usus.

  • Dampak psikis

Kejang tidak hanya ditandai dengan gejala gangguan pada gerak otot, tetapi juga dapat berupa perubahan perasaan. Seperti, muncul rasa ketakutan, panik, atau dejavu.

Kejang parsial umumnya berlangsung sekitar 1-2 menit saja. Setelahnya, penderita kejang ini bisa merasa bingung atau sulit berpikir jernih. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kejang parsial.

Hernia Inguinal

Hernia inguinal merupakan gangguan yang terjadi di bagian perut. Kondisi tersebut terjadi ketika lemak atau jaringan usus terdorong melalui otot yang lemah pada dinding perut yang letaknya dekat dengan kanalis (saluran) inguinal kiri dan kanan. Semua kanalis inguinal berada di dasar perut.

Kanalis inguinal dimiliki baik pria maupun wanita. Jika seseorang mengalami hernia, maka akan muncul tonjolan di bagian yang terdampak. Tonjolan tersebut bisa menimbulkan rasa nyeri ketika manusia bergerak.

Banyak orang berpikir bahwa mereka tidak membutuhkan pengobatan untuk mengatasi hernia, karena hernia muncul dalam ukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, pengobatan akan dibutuhkan untuk mencegah penonjolan berikutnya dan mengurangi risiko komplikasi pada tubuh.

Gejala

Seseorang yang mengalami hernia inguinal bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Tonjolan di area pada kedua sisi dari tulang kemaluan.
  • Merasa nyeri atau terbakar di bagian tonjolan.
  • Ketidaknyamanan di bagian paha, terutama ketika batuk, membungkuk, atau mengangkat barang.
  • Merasa tertarik di bagian paha.
  • Tekanan pada pangkal paha.
  • Merasa bengkak di bagian testis ketika usus yang menonjol turun ke dalam skrotum.

Penyebab

Penyebab hernia inguinal belum dapat ditentukan dengan pasti. Namun, bagian lemah di dalam otot perut dan otot pangkal bisa merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya masalah tersebut.

Selain itu, berikut adalah faktor lain yang dapat memicu hernia inguinal:

  • Tekanan tambahan pada tubuh.
  • Riwayat hernia inguinal yang terjadi pada keluarga.
  • Pernah menjalani operasi hernia.
  • Jenis kelamin dimana pria mengalami risiko 8 kali lebih besar dibandingkan wanita.
  • Lahir secara prematur yang disertai dengan berat badan rendah.
  • Obesitas.
  • Kehamilan.
  • Fibrosis kistik.
  • Batuk kronik.
  • Konstipasi kronis.
  • Merokok.

Diagnosis

Jika Anda mengalami hernia inguinal, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Diagnosis yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik untuk mengetahui seberapa parah kondisi yang dialami pasien.

Pengobatan

Untuk mengobati hernia inguinal, cara yang dapat dilakukan adalah operasi. Dokter akan mendorong jaringan menonjol kembali dan menguatkan dinding perut dengan jahitan. Sayatan kecil juga perlu dilakukan di bagian perut dengan alat khusus. Prosedur ini disebut sebagai laparoskopi.

Dengan melakukan prosedur laparoskopi, penderita akan lebih cepat sembuh dan tidak mengalami luka. Cara ini lebih baik dibandingkan dengan operasi konvensional.

Pencegahan

Anda juga dianjurkan untuk melakukan beberapa hal di bawah untuk mencegah hernia inguinal:

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi.
  • Jangan sering melakukan aktivitas yang terlalu berat seperti mengangkat beban yang berat.
  • Jangan merokok.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda menemukan tonjolan pada pangkal paha, Anda perlu konsultasikan masalah tersebut ke dokter. Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Mencatat riwayat medis keluarga, termasuk Anda (jika ada).
  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat obat yang Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter akan menanyakan kepada Anda mengenai kondisi yang Anda alami seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah gejala yang Anda alami membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan?

Kesimpulan

Hernia inguinal merupakan gangguan medis yang serius dimana gejala yang dialami penderita membutuhkan pengobatan yang tepat seperti operasi. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjaga kondisi dari hernia inguinal, Anda sebaiknya ikuti anjuran yang disebutkan di atas.

Kekurangan Enzim Tripsin Dapat Membahayakan Tubuh

Enzim tripsin adalah sebuah enzim yang membantu tubuh dalam mencerna protein. Di usus halus, tripsin mengurai protein, melanjutkan proses pencernaan yang dimulai di perut. Enzim tripsin diproduksi oleh pankreas dalam sebuah bentuk tidak aktif yang dikenal dengan nama trypsinogen. Trypsinogen masuk ke dalam usus kecil melalui saluran empedu umum dan diubah menjadi tripsin aktif. Tripsin aktif tersebut, bersama dengan proteinase pencernaan utama yaitu pepsin dan chymotrypsin, bekerja untuk mengurai protein diet menjadi asam amino dan peptida. Asam amino ini sangat penting untuk perkembangan otot, produksi hormon, dan fungsi tubuh penting lainnya. 

Komplikasi akibat kadar tripsin yang kurang

Apabila tubuh tidak memproduksi enzim tripsin dalam jumlah yang memadai, hal tersebut dapat menyebabkan beberapa kondisi komplikasi kesehatan, seperti:

  • Malabsorsi

Apabila pankreas Anda tidak memproduksi enzim tripsin dalam jumlah yang cukup, Anda akan menderita gangguan pencernaan yang dikenal dengan nama malabsorsi, atau menurunnya kemampuan untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan. Apabila dibiarkan, malabsorsi dapat menyebabkan defisiensi beberapa nutrisi penting esensial, yang nantinya akan berujung malnutrisi dan anemia.

  • Pankreatitis

Dokter akan memeriksa kadar enzim tripsin di dalam darah sebagai bentuk pemeriksaan diagnosa pankreatitis. Pankreatitis adalah sebuah kondisi peradangan pada pankreas yang dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian tengah atau kanan atas perut, demam, detak jantung yang cepat, dan pusing. Meskipun kasus pankreatitis ringan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari tanpa perawatan, kasus yang lebih parah dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi dan gagal ginjal, yang dapat menyebabkan kematian.

  • Fibrosis kistik

Dokter juag akan memeriksa jumlah tripsin dan chymotrypsin yang terdapat pada darah dan kotoran. Pada bayi, kadar kedua enzim pada darah yang tinggi mengindikasikan adanya gangguan genetik resesif yang disebut fibrosis kistik. Pada orang dewasa, kadar tripsin dan chymotrypsin yang rendah di kotoran merupakan indikasi fibrosis kistik dan penyakit-penyakit pankreas seperti pankreatitis.

Enzim tripsin dan penyakit kanker

Banyak penilitian dilakukan guna mengetahui hubungan antara enzim tripsin dan penyakit kanker. Beberapa studi mengindikasi bahwa enzim tripsin memilik peran menekan tumor dalam perkembangan kanker. Sementara itu, studi lain juga menunjukkan bahwa tripsin ikut meningkatkan proliferasi, invasi, dan metastasis pada banyak jenis kanker. Kesimpulan yang berbeda tersebut dapat dijelaskan pada asal enzim tripsin tersebut berasal. Penelitian yang menunukkan bahwa produksi tripsin pada jaringan selain pankreas dapat terlibat pada pertumbuhan tumor jinak sel-sel kanker.

Suplemen tripsin alami

Ada banyak jenis suplemen yang mengandung tripsin di pasaran. Kebanyakan dari produk-produk tersebut tidak membutuhkan resep dokter. Suplemen-suplemen ini mengkombinasikan enzim tripsin (yang diekstrak dari pankreas hewan) dalam beragam dosis dengan enzim-enzim lain. Adapun manfaat dari suplemen tersebut adalah merawat gangguan pencernaan, mengurangi rasa sakit dan peradangan osteoarthritis, dan mempercapat penyembuhan akibat cidera saat olahraga. Namun, penting untuk diingat bahwa sebelum Anda mengonsumsi suplemen apapun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari komplikasi dan efek samping yang dapat ditimbulkan.

Enzim tripsin penting dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna protein, komponen penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh seperti tulang, otot, kulit, dan darah. Apabila dikombinasikan dengan chymotrypsin, enzim tripsin dapat membantu proses penyembuhan luka atau cidera. Mengukur jumlah enzim tripsin dalam tubuh dapat membantu mengidentifikasi adanya gangguan kesehatan seperti pankreatitis dan fibrosis kistik.

Tanda-tanda Kanker Ovarium yang Perlu Dipahami Wanita

Tanda-tanda Kanker Ovarium yang Perlu Dipahami Wanita

Menjadi penyakit yang selalu dikhawatirkan oleh para perempuan, kanker ovarium memang harus diwaspadai keberadaannya. Munculnya kanker ini diakibatkan kondisi tumor ganas yang berkembang di dalam indung telur, bagian yang khusus memproduksi hormon wanita. Jika diobati dengan tepat dan bisa terdeteksi lebih awal, maka bisa dicegah.

Kasus yang terjadi akibat penyakit ini di dunia diperkirakan sudah mencapai lebih dari 200 ribu dalam setiap tahunnya. Di Indonesia, data terkait kanker ini masih belum selengkap dari data penyakit kanker lainnya, seperti kanker payudara dan serviks. Meski demikian, jumlah kasus yang terjadi di setiap tahunnya diketahui selalu bertambah.

Tanda-tanda Kanker Ovarium

Pada umumnya semua jenis penyakit kanker memang sangat jarang menimbulkan gejala di awal kemunculannya. Hal inilah yang menyebabkan kanker jenis ini baru bisa terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut, namun demikian berikut ini terdapat beberapa tanda-tanda yang perlu diwaspadai untuk mengetahui kanker pada ovarium.

  • Mual dan perut terasa kembung hingga cepat merasa kenyang, bisa juga disertai sakit perut yang hebat hingga mengalami sembelit.
  • Munculnya pembengkakan pada perut, sering buang air kecil dan akhirnya mengalami penurunan berat badan.
  • Mengalami sakit di bagian vagina ketika melakukan hubungan seks hingga mengeluarkan darah dan berujung pada perubahan siklus menstruasi.

Indung telur yang terletak di dekat kandung kemih dan usus menjadi penyebab munculnya gejala masalah pencernaan yang berkaitan dengan tumor. Apabila gejala mengenai gangguan pencernaan berlangsung selama tiga minggu, maka dalam keadaan ini harus segera melakukan konsultasi dengan dokter ahli.

Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya kanker yang menyerang ovarium, perempuan yang terjangkit penyakit ini biasanya sudah memasuki masa menopause. Namun tidak hanya itu, riwayat keluarga juga bisa menjadi penyebab perempuan terkena penyakit kanker ini, berikut ini beberapa penyebab munculnya kanker pada ovarium.

  • Terapi Hormon Estrogen

Terapi ini biasanya dilakukan oleh para wanita yang hampir memasuki masa menopause, perempuan yang menjalani terapi ini sangat rentan terkena kanker. Maka dari itu, untuk menjalani terapi ini harus dengan sangat hati-hati.

  • Riwayat Keluarga

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa salah satu penyebab seseorang terkena kanker pada ovarium adalah riwayat keluarga. Untuk mengetahui hal ini bisa dengan melakukan tes darah, nantinya dapat dilihat lewat kadar CA-125 dalam tubuh.

  • Gaya Hidup Tak Sehat

Salah satu tanda gaya hidup tak sehat adalah mengalami obesitas, dalam mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan diet. Konsumsi makanan sehat dan rutin dalam berolahraga setiap hari secara teratur.

  • Proses Ovulasi

Kerusakan pada ovarium juga bisa dipengaruhi pada proses pelepasan sel telur selama ovulasi di setiap bulannya. Risiko kemungkinan ovarium terkena kanker bisa menurun jika kondisi tersebut dapat dicegah, sementara itu ovulasi akan berhenti dengan sendirinya selama masa kehamilan dan menyusui.

Kanker ovarium menjadi salah satu penyakit yang sulit untuk dicegah, hal ini tak lepas dari apa yang penyebab pasti kemunculannya. Namun, secara umum ditandai ketika sel-sel sehat mengalami mutasi genetik, itulah yang membuat perubahan sel normal yang berubah menjadi abnormal di dalam tubuh.

Sementara sel-sel sehat yang tumbuh dan berkembang dengan sendirinya akan mati secara perlahan, sebaliknya sel abnormal yang ada justru tumbuh tanpa terkendali. Tumbuhnya sel-sel abnormal ini yang membentuk tumor dan bermetastasis.

Cara Efektif Mengatasi Perut Kembung agar Tak Jadi Masalah Berkelanjutan

Permasalahan seputar perut kembung sudah bukan hal yang asing lagi bagi orang Indonesia. Masalah perut kembung sudah umum di masyarakat. Walaupun kedengarannya sepele, namun permasalahan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Tenang! Tidak perlu sampai ke dokter apabila masalah ini berlangsung dalam sehari saja. Ada cara-cara alami yang efektif untuk mengatasi perut kembung lho. Yuk, simak penjelasannya berikut!

  1. Kurangi konsumsi makanan yang meningkatkan kadar gas dalam lambung, seperti kacang-kacangan, kol, bawang, brokoli, kembang kol, jamur, atau makanan yang terbuat dari gandum utuh. 
  2. Hindari makanan berlemak. Lambung memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan berlemak. Ketika proses pencernaan, makanan berlemak akan berada lebih lama di dalam lambung dan mengakibatkan meningkatnya produksi gas dalam lambung.
  3. Hindari makanan berserat tinggi. Makanan-makanan dengan serat yang tinggi, pada umumnya memiliki kandungan gas yang relatif besar. 
  4. Kentut dan sendawa. Ketika perut kembung sedang melanda, jangan ragu untuk membuang bersendawa atau kentut. Kedua cara ini dapat mengeluarkan gas berlebih yang terperangkan terperangkap dalam lambung.
  5. Jangan tunda dan menahan hasrat untuk buang air. Siapa sangka bahwa kebiasaan menunda atau menahan buang air dapat mengganggu kinerja usus besar? Dengan tidak menahan dan menunda untuk buang air, usus besar dapat bekerja secara optimal sehingga, mampu membuang gas lebih cepat.
  6. Minum teh. Proses pembuangan gas yang tertumpuk dalam lambung dapat dilakukan dengan minum teh, khususnya yang terbuat dari jahe, peppermint, dan kembang lawang.
  7. Cobalah untuk mengompres perut dengan handuk hangat atau bantal pemanas. Hal ini dilakukan agar otot-otot di saluran pencernaan menjadi lebih rileks.
  8. Olahraga ringan rutin. Berolahraga secara rutin dapat membantu untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat penumpukan gas di lambung. Aktivitas olahraga secara rutin dapat membantu pencernaan kamu kok.
  9. Tarik napas secara teratur dengan menggunakan diafragma.
  10. Memijat perut secara perlahan ternyata dapat mengurangi rasa kembung, lho. Walaupun begitu, apabila sedang mengandung, lakukanlah secara hati-hati, ya.
  11. Buang kebiasaan makan sambil bicara. Kebiasaan berbicara ketika sedang makan ternyata dapat membawa masuk banyak gas ikut masuk ke dalam lambung.
  12. Konsumsi probiotik secara rutin. Minuman probiotik mengandung bakteri baik yang bermanfaat untuk melancarkan saluran pencernaan, seperti yogurt, tempe, kefir, dan kimchi.
  13. Konsumsi rempah-rempah, seperti jahe, daun basil, atau jintan dapat mengatasi perut kembung secara alami.
  14. Hindari makanan yang mengandung garam berlebih. Konsumsi makanan asin dan gurih ternyata merupakan salah satu faktor penyebab perut kembung. Hal ini terjadi karena sodium yang ada di dalam garam memaksa tubuh untuk menahan air secara berlebihan.
  15. Batasi kebiasaan mengunyah permen karet. Ketika mengunyah permen, secara tidak sadar kita mengonsumsi gula dan menelan udara pada saat yang bersamaan.
  16. Hindari minum soda. Kandungan karbon dioksida, gila, dan pemanis buatan lainnya, yang terkandung dalam minuman bersoda akan mengisi perut kita penuh dengan gas.
  17. Perhatikan porsi makan. Makan dengan porsi yang terlalu besar akan membuat kita merasa cepat kembung. Menyiasati porsi makan dengan mengatur porsi menjadi lebih kecil, namun dalam jeda waktu lebih sering, dianggap sebagai alternatif yang baik untuk mengurangi dan mencegah perut kembung.

Nah, apabila cara-cara di atas tidak berhasil dalam mengatasi perut kembung yang kamu alami, maka sudah sebaiknya untuk konsultasikan masalah tersebut dengan dokter.