Katarak Senilis, Siapa Berisiko, Bisakah Diobati?

Katarak dapat terjadi pada siapa saja, khususnya jenis katarak yang dipengaruhi oleh penuaan seperti katarak senilis. Lantas apakah kondisi ini dapat diobati?

Secara umum katarak dapat terjadi pada siapa saja. Namun, untuk jenis katarak senilis, penuaan jadi penyebab utama gangguan penglihatan.

Katarak adalah suatu kondisi ketika lensa mata yang biasanya jernih menjadi keruh. Penderita katarak mungkin memiliki penglihatan berkabut, tidak jelas, dan blur.

Jika bisa dideteksi sejak dini, katarak bisa diobati dengan mudah. Namun, biasanya katarak terlambat dideteksi karena penderitanya tidak menyadari penurunan kualitas penglihatan selama bertahun-tahun.

Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat, deteksi dini, dan pemantauan berkelanjutan adalah hal-hal penting yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit katarak.

Jenis katarak

Katarak senilis termasuk salah satu jenis katarak yang paling umum Kondisi ini biasanya dialami oleh lansia di atas 50 tahun dan sulit dicegah.

Selain itu, ada beberapa jenis katarak lain yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Katarak traumatis, disebabkan oleh cedera mata serius yang merusak lensa mata.
  • Katarak radiasi, ada beberapa jenis radiasi yang menyebabkan katarak, termasuk paparan sinar UV.
  • Katarak pediatrik, karena faktor genetik anak-anak juga dapat terlahir dengan katarak (kongenital) atau muncul di kemudian hari.
  • Katarak sekunder, setelah menjalani operasi katarak, seseorang mungkin mengalami katarak sekunder yang membuat penglihatan kembali berkabut.

Gejala katarak

Penderita katarak umumnya tidak merasakan gejala atau tanda-tanda apa pun, khususnya dalam tahap awal. Namun, sering dengan perkembangan katarak, berikut beberapa gejala yang sering terjadi:

  • Penglihatan berkabut atau blur
  • Warna tampak pudar
  • Tidak bisa melihat dengan jelas di malam hari
  • Sinar lampu atau sinar matahari terasa terlalu terang
  • Melihat lingkaran di sekeliling lampu
  • Penglihatan ganda
  • Sering mengubah ukuran kaca mata

Penyebab katarak

Seperti yang disinggung di atas, sebagian besar katarak terjadi karena penuaan. Katarak senilis termasuk salah satu jenis yang paling banyak terjadi.

Penelitian menunjukkan beberapa hal yang bisa jadi penyebab katarak, di antaranya kondisi lingkungan, diet, penuaan, dan eksposur terhadap sinar UV.

Berikut beberapa penyebab katarak senilis secara umum:

  • Paparan sinar UV dalam jangka panjang
  • Radiasi gelombang mikro (microwave)
  • Kekurangan yodium
  • Faktor keturunan
  • Cedera mata atau trauma fisik
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Merokok
  • Obesitas

Siapa berisiko terkena katarak?

Risiko Anda mengalami katarak bertambah seiring dengan pertambahan usia. Selain itu, risiko Anda semakin besar jika:

  • Memiliki penyakit yang mendasari seperti diabetes
  • Merokok
  • Konsumsi terlalu banyak alkohol
  • Riwayat keluarga katarak
  • Pernah mengalami cedera mata
  • Banyak beraktivitas di luar ruangan

Pengobatan katarak?

Dokter menentukan rencana pengobatan tergantung pada kondisi dan stadium katarak. Untuk tahap awal, Anda mungkin tidak perlu langsung melakukan operasi.

Perawatan mandiri

Untuk kasus katarak stadium awal, Anda mungkin bisa melakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk mengontrol kondisi. Di antaranya:

  • Meningkatkan keterangan cahaya di rumah atau di tempat kerja
  • Menggunakan kacamata anti-glare
  • Menggunakan kaca pembesar jika melihat objek yang terlalu kecil

Operasi

Dokter mungkin menganjurkan operasi jika kondisi katarak senilis Anda semakin buruk dan mengganggu aktivitas harian seperti membaca, menyetir, atau bahkan menonton TV.

Operasi katarak terbukti sangat aman dan dapat memperbaiki penglihatan seseorang jadi jauh lebih baik.

Jangan Salah Kaprah Lagi, Ini Penyebab Kedutan Di Tangan Kanan Menurut Medis

Kedutan pada otot atau bagian tubuh dapat terjadi begitu saja tanpa bisa kita kendalikan. Contohnya seperti kedutan pada wajah dan kelopak mata, betis, hingga telapak tangan.  Sebenarnya, kedutan adalah yang sangat lumrah terjadi. Sebab saat salah satu bagian tersebut berkedut, ini tandanya otot bereaksi dan berkontraksi atas apa yang terjadi didalam tubuh. Sayangnya, banyak yang menilai dan mengait-ngaitkan kedutan yang terjadi ini dengan primbon atau nasib seseorang dimasa depan. Sebut saja seperti kedutan di tangan kanan. Kedutan di tangan kanan sering diartikan sebagai pertanda rezeki seseorang dimasa depan. Meski dinilai sebagai pertanda baik, sebenarnya tidak ada hal yang mendasari pernyataan tersebut.

Kedutan jempol tangan kiri dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi medis.

Penyebab kedutan di tangan kanan

Kedutan di tangan kanan bisa terjadi akibat adanya pemicu dan hal-hal yang mendasarinya. Adanya stimulan yang terdapat dalam tubuh, kekurangan cairan, hingga penyakit tertentu mampu sebabkan kondisi tersebut terjadi pada seseorang.

1. Terlalu banyak kafein

Mengkonsumsi terlalu banyak kafein ternyata mampu sebabkan otot berkedut tanpa kita sadari. Hal ini terjadi karena kafein yang terkandung didalam minuman seperti kopi, teh, dan minuman lainya mampu bekerja sebagai stimulan yang dapat memicu kontraksi otot dibagian tubuh mana saja, termasuk di bagian tangan.

2. Dehidrasi

Dehidrasi juga mampu mempengaruhi fungsi otot dan menyebabkan kedutan terjadi pada seseorang. Saat tubuh kekurangan cairan, otot bisa memunculkan kontraksi seperti kram hingga berkedut secara tiba-tiba. Parahnya lagi dehidrasi tak hanya timbulkan kontraksi pada otot, namun juga beresiko untuk menjadi sakit kepala, kulit kering, lemas dan kelelahan, hingga bau mulut. 

3. Kram otot

Bukan hal yang baru lagi jika saat otot mengalami kram, kedutan juga kerap terjadi di bagian otot. Kram otot dapat terjadi akibat terlalu tubuh terlalu banyak melakukan aktivitas yang berat sehingga otot bereaksi dengan menimbulkan kedutan, rasa tegang, dan bahkan hingga nyeri. 

4. Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome (CTS) juga bisa jadi salah satu penyebab mengapa tangan seseorang sering berkedut. CTS mampu memberikan tekanan pada saraf median yang akhirnya menyebabkan kedutan tak dapat dihindari. Selain berkedut, ada juga beberapa gejala lain yang mungkin timbulkan saat seseorang terkena CTS, beberapa diantaranya adalah:

 – Mati rasa 

– Kesemutan di tangan serta jari

– Rasa nyeri yang pelan-pelan menjalar ke lengan

5. Dystonia

Saat terkena Dystonia, otot dan saraf tubuh akan mengalami gangguan hingga kontraksi tanpa disadari. Gejala yang biasanya muncul saat seseorang terkena penyakit ini adalah:

– Kedutan

– Tremor

– Leher miring

– Kram pada otot

– Gangguan berbicara

– Kesulitan menelan

– Mata yang berkedip tanpa kendali

– Tortikolis

Saat kondisi Dystonia mengalami komplikasi, tubuh penderita pun akhirnya akan sulit melakukan berbagai aktifitas karena terganggunya kebebasan bergerak. `

6. Penyakit Huntington

Penyakit Huntington merupakan penyakit bawaan yang mengakibatkan kerusakan progresif pada sel-sel saraf pada otak. Penyakit ini juga mampu mempengaruhi kemampuan fungsional otot dan saraf yang akhirnya menyebabkan gangguan gerak, berfikir, hingga kejiwaan. Beberapa gangguan gerak yang sering dikaitkan dengan penyakit huntington:

  • Gerakan menyentak atau menggeliat tanpa disengaja
  • Masalah otot seperti kram, kaku, hingga timbul kedutan
  • Gerakan mata yang cenderung lambat
  • Gangguan gaya berjalan (dapat mempengaruhi postur dan keseimbangan pada tubuh)
  • Kesulitan menelan dan berbicara

Lalu kapan harus mengunjungi ke dokter?

Jika kedutan di tangan kanan yang dirasakan kondisinya terus memburuk dan diiringi berbagai keluhan lain seperti dengan lemas pada tangan, perasaan mati rasa, pembengkakan pada tangan dan jari, hingga kedutan yang melebar ke area lengan, segera periksakan kondisinya pada dokter spesialis. Dengan memeriksakan keluhan pada dokter, penyebab kedutan di tangan kanan dapat diketahui secara pasti dan penanganannya pun akan lebih tepat karena disesuaikan oleh hal yang mendasarinya.

5 Jenis Penyakit yang Ditandai dengan Telapak Tangan Gatal Muncul Bintik Berair

Pernahkah Anda mengalami telapak tangan gatal muncul bintik berair? Masalah kulit ini khususnya di telapak tangan memang umum terjadi, namun bukan berarti hal tersebut bisa dianggap sepele.

Mungkin saat hal tersebut terjadi, Anda masih meyakini mitos yang mengatakan bahwa Anda akan mendapatkan uang. Padahal rasa telapak tangan gatal muncul bintik berair ini dapat mengganggu bila tidak ditangani.

Cara penanganannya pun akan berbeda-beda, sebab telapak tangan gatal muncul bintik berair ini bisa menjadi salah satu gejala dari sekian banyak gangguan kulit. Maka dari itu, ketahuilah beragam penyebabnya.

Chickenpox varicella zoster virus Chickenpox on a toddler itchy hand stock pictures, royalty-free photos & images

Penyebab rasa gatal dan muncul bintik berair di tangan

Beragam penyebab yang bisa membuat Anda merasakan telapak tangan gatal disertai munculnya bintik berair.

  1. Eksim

Telapak tangan gatal muncul bintik berair disertai dengan gejala lainnya yaitu kulit pecah-pecah, mengelupas, kering, atau kulit yang menebal bisa jadi disebabkan karena adanya alergi karena deterjen, sabun, bahan kimia, atau alergi bahan lainnya.

Selain pada telapak tangan, gangguan kulit ini juga umum terjadi pada telapak kaki.

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menggunakan salep atau krim steroid untuk mengurangi rasa gatal dan bintik berair yang muncul.

  1. Psoriasis 

Psoriasis adalah suatu kondisi yang disebabkan adanya peradangan autoimun kronis. Penyakit ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh salah mengira dan menganggap sel kulit sehat adalah virus atau infeksi lainnya, dan merespons hal tersebut dengan memproduksi lebih banyak kulit secara berlebihan.

Autoimun ini bisa terjadi karena faktor genetika, akan tetapi bisa juga disebabkan karena faktor lainnya, seperti stres, hormon, cuaca dingin, dan lainnya.

  1. Reaksi alergi 

Dermatitis kontak sering terjadi ketika kulit terpapar zat pemicu alergi atau alergen secara berulang. Salah satu bentuk alergi yang muncul adalah rasa telapak tangan gatal muncul bintik berair.

Penyebab munculnya reaksi ini tentunya berbeda pada setiap orang. Maka dari itu, lakukanlah pemeriksaan agar Anda mengetahui zat alergen dan dapat menghindari pemicu alergi tersebut.

  1. Gangguan saraf

Beberapa kondisi kesehatan bisa menyebabkan timbulnya gangguan saraf pada tangan, beberapa contohnya adalah diabetes, sindrom carpal tunnel, dan lainnya.

Kedua contoh penyakit tersebut bisa membuat penderitanya mengalami telapak tangan gatal muncul bintik berair.

  1. Scabies atau kudis

Permasalahan kulit dengan gejala telapak tangan gatal muncul bintik berair selanjutnya adalah kudis yang disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei yang tinggal dan bersarang di beberapa barang yang sering Anda pakai, seperti handuk, kasur, sofa, dan lainnya.

Pada saat kutu ini menyerang, mereka akan bersarang di bawah kulit dan menimbulkan rasa gatal hingga bintik berair. Selain telapak tangan, beberapa bagian kulit lainnya yang umum terjadi kudis adalah kaki, kelamin, pinggang, ketiak, leher, bokong, dan lainnya.

Itulah beberapa gangguan kulit yang menyebabkan munculnya gejala telapak tangan gatal muncul bintik berair. Gejala ini memang umum terjadi dan tidak berbahaya. Akan tetapi, bisa terus kambuh tau mengalami perburukan bila terus dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik.

Maka dari itu, konsultasikanlah dengan dokter kulit terkait gejala telapak tangan gatal muncul bintik berair dan gejala lain yang menyertainya, sehingga dokter dapat mendiagnosis dan meresepkan obat yang sesuai dengan gangguan kulit yang Anda derita.

Biasanya, dokter akan meresepkan obat antihistamin, seperti chlorpheniramine maleat untuk mengurangi rasa gatal. Selain itu obat kortikosteroid bila rasa telapak tangan gatal muncul bintik berair disebabkan karena gangguan eksim atau autoimun.

Hindarilah menggaruk untuk menghilangkan rasa telapak tangan gatal muncul bintik berair, sebab dengan menggaruk bisa menyebabkan infeksi dan kondisi yang lebih serius. Dianjurkan untuk mengompresnya dengan air dingin atau dibalurkan pelembap untuk meredakan rasa gatal serta kemerahan.

Maka dari itu, jagalah kebersihan tangan dan jauhkan dari zat-zat pemicu alergi agar terhindari dari telapak tangan gatal muncul bintik berair.

Efek Samping Tablet Tambah Darah dan Cara Mengatasinya

Tablet tambah darah adalah tablet yang bisa Anda gunakan untuk mencegah sekaligus mengatasi anemia atau kekurangan darah pada mereka yang rentan terkena penyakit tersebut.

Tablet ini merupakan bagian dari suplemen yang mengandung zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C yang berfungsi menangani anemia pada tubuh Anda.

Keberadaan tablet ini untuk membantu kekurangan akan kebutuhan zat besi dan asam folat yang sangat dibutuhkan bagi tubuh supaya produksi sel darah merah tetap dapat mempunyai jumlah produksi yang melimpah yang berdampak pada lancarnya oksigen dalam tubuh Anda.

Selain itu, tablet juga praktis dikonsumsi hanya dengan minum bersamaan dengan air putih berdasarkan waktu konsumsi dan dosis yang sudah dianjurkan.

Tak hanya itu, tablet ini juga merupakan obat bebas sehingga Anda yang merasa terkena anemia bisa dengan mudah mendapatkan tablet di toko-toko obat dan minimarket tanpa resep dokter, dan harganya terjangkau.

Tablet tambah darah ini juga sangat dibutuhkan bagi ibu hamil dan pada saat Anda mengalami datang bulan. Mengapa?

Karena pada kondisi-kondisi seperti itulah Anda akan banyak mengalami kehilangan darah merah akibat darah diperuntukkan bagi perkembangan janin serta proses menstruasi itu sendiri yang mengeluarkan banyak darah kotor yang tentu saja di dalamnya terdapat darah merah.

Dari sinilah Anda dapat mengalami anemia yang berujung pada fisik yang lemah serta menurunnya semangat yang merupakan permasalahan mental.

Efek samping tablet tambah darah

Meskipun kenyataannya suplemen penambah darah ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi tubuh dalam perannya untuk mencegah dan mengatasi anemia, Anda juga tidak boleh melupakan beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan.

Beberapa efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi adalah Anda akan merasakan mual, mulas, muntah, sembelit, dan diare. Selain itu, tinja menjadi kehitaman.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah efek samping ini sebagai berikut!

Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter

Saat Anda ingin mengonsumsi tablet untuk mengatasi anemia Anda, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai risiko dari efek samping yang ditimbulkan.

Pemberian tablet sendiri sebenarnya atas saran dokter ketika dokter melihat kondisi Anda yang tampaknya belum bisa memenuhi kebutuhan harian zat besi dan asam folat dalam menghadapi anemia.

Konsultasi ini perlu walaupun tablet adalah obat bebas yang sebenarnya lebih berfungsi untuk sebagai pereda gejala.

Setelah konsumsi kembalilah berkonsultasi dengan dokter untuk meminta saran apakah Anda sebaiknya melanjutkan konsumsi atau tidak berdasarkan kondisi badan Anda.

Konsumsilah sesuai waktu yang dianjurkan 

Mengonsumsi tablet juga harus sesuai dengan waktu yang sudah dianjurkan yang biasa tertera pada kemasan atau sesuai petunjuk dokter.

Anda bisa mengonsumsi pada malam hari sebelum tidur dan sesudah makan. Konsumsi pada waktu yang sudah dianjurkan akan mencegah Anda terkena mual yang biasanya dikeluhkan, dan memudahkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh.

Konsumsi dengan air putih hangat

Mengonsumsi tablet dengan air putih hangat juga dapat meminimalkan efek samping berupa mual karena air putih hangat ini punya sifat yang bisa menetralkan.

Konsumsilah bersama dengan buah dan sayuran

Buah dan sayuran akan mampu penyerapan tablet serta memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan bagi tubuh seperti vitamin C yang dapat memberikan kekebalan tubuh secara alami. Jangan sesekali konsumsi tablet dalam keadaan perut kosong yang berakibat mual dan gangguan pencernaan.

Jangan konsumsi dengan teh, kopi, dan susu

Hindarilah ketiga jenis minuman walaupun rasanya enak dan lezat. Ketiga minuman ini diketahui dapat menghalangi proses penyerapan zat besi dalam darah sehingga fungsi tablet tambah darah tidak berfungsi sama sekali.

Sesak Napas karena Stress, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Sesak napas karena stress bisa terjadi akibat kondisi medis tertentu. Tapi, selain itu, Anda juga bisa mengalami sesak napas karena stress, serangan panik, rasa cemas, dan kondisi-kondisi psikologis lainnya.

Saat stress melanda dan Anda mengalami sesak napas, maka Anda harus bisa melakukan upaya pertolongan pertama bagi diri Anda sendiri. Jika tidak, maka sesak napas akan berakibat fatal, membuat tubuh Anda tidak mendapat oksigen yang cukup dan bisa mengancam jiwa Anda. 

Sesak napas malam hari dapat muncul sebelum Anda tidur

Langkah pertama mengatasi sesak napas karena stress

Orang yang mengalami sesak napas karena stress biasanya membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Akan tetapi, apabila Anda tidak bisa mendapatkan perawatan medis dengan cepat, maka Anda perlu melakukan langkah pertama untuk mengatasi sesak napas yang dirasakan. Caranya dengan melakukan hal-hal berikut: 

  • Bernapas dengan mengerucutkan bibir

Saat panik, bernapas dengan mengerucutkan bibir akan membantu Anda agar bisa melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru, serta memperlambat laju pernapasan agar Anda bisa bernapas dengan lebih efektif. 

Untuk melakukannya, pertama-tama rilekskan otot di sekitar bahu dan leher Anda. Kemudian, tarik napas secara perlahan selama dua hitungan melalui hidung. Selama itu, jaga kondisi mulut agar tetap tertutup.

Setelah itu, kerucutkan bibir Anda seolah-olah akan bersiul. Buang napas secara perlahan melalui sela bibir yang dikerucutkan selama empat hitungan. Lakukan terus secara berulang.

  • Duduk dengan arah dada condong ke depan

Langkah ini juga bisa membantu Anda untuk mengatasi sesak napas karena stress. Istirahatkan diri Anda dengan posisi duduk di kursi. Buat tubuh Anda menjadi rileks agar bisa bernapas dengan lebih mudah.

Saat duduk, pastikan kedua kaki Anda berada pada posisi rata di lantai. Setelah itu, Anda bisa mencoba untuk mencondongkan bagian dada sedikit ke arah depan. 

Posisikan siku Anda dalam posisi istirahat secara lembut di lutut, atau pegang dagu dengan kedua tangan. Selama melakukan hal ini, pastikan otot leher dan otot bahu tetap dalam keadaan rileks. 

  • Gunakan kipas genggam

Langkah berikutnya yang bisa dicoba untuk mengatasi sesak napas karena stress adalah menggunakan kipas genggam. Penelitian telah membuktikan bahwa kipas genggam bisa dipakai untuk mengurangi masalah sesak napas.

Caranya dengan mengipaskan angin ke arah hidung dan wajah dengan kipas genggam tersebut. Akan ada udara yang bertiup ke arah hidung dan membuat Anda merasakan sensasi kekuatan udara yang lebih keras ketika sedang menghirup. Ini akan membuat Anda merasa seolah-olah ada banyak udara yang masuk ke tubuh. 

Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa teknik ini hanya akan meredakan sesak napas karena stress untuk sementara waktu. Penggunaan kipas genggam tidak akan mengobati kondisi medis yang mendasari penyebab sesak napas yang dialami. 

  • Minum kopi hitam

Tidak banyak orang yang tahu bahwa meminum kopi hitam bisa menjadi upaya untuk mengatasi sesak napas. Kemampuan ini datang dari kandungan kafein yang kuat yang ada di dalam kopi hitam. 

Kandungan kafein akan memengaruhi otot di sekitar saluran pernapasan, membuatnya menjadi lebih rileks sehingga mampu bernapas dengan baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Anda tetap tidak disarankan untuk mengonsumsi kopi hitam terlalu banyak karena berpotensi meningkatkan detak jantung.

Lakukanlah langkah-langkah di atas apabila Anda ingin mengatasi sesak napas karena stress secara mandiri. Apabila kondisi sesak napas tak kunjung membaik, Anda tetap perlu segera mendapatkan perawatan medis yang lebih komprehensif.

Inilah Penyebab Mata Perih yang Harus Diperhatikan

Mata perih adalah kondisi yang bisa kita alami karena beberapa penyebab, seperti paparan sinar matahari. Oleh karena itu, bagi anda yang kerap beraktivitas di luar rumah, tentu menjadi sangat rentan merasakan sensasi perih pada mata. Hal itu bisa terjadi karena paparan sinar matahari yang terlalu lama pada mata bisa memunculkan gejala fotokeratitis atau sensasi terbakar. 

Jangan mengucek mata perih karena akan memperburuk kondisi mata Anda

Paparan Sinar Matahari

Selain membuat mata perih, paparan sinar matahari nan berlebihan juga bisa memicu mata menjadi berair. Hal lainnya, paparan sinar matahari juga dapat membuat mata kita menjadi sakit dan membikin pandangan kita seketika terganggu ketika masuk ke dalam ruangan. 

Oleh karena itu, usaha untuk menjaga intensitas terkena sinar matahari diperlukan. Jika pekerjaan atau aktivitas anda mengharuskan anda di luar ruangan, maka jangan lupa untuk menyiapkan kacamata agar sinar matahari tidak langsung menerpa bola mata. 

Alergi

Penyebab berikutnya yang membuat mata perih adalah alergi. Dirangkum dari berbagai sumber, pada dasarnya mata juga bisa mengeluarkan reaksi terhadap alergi tertentu. Secara umum, alergi pada mata ini muncul karena adanya zat asing yang masuk ke bagian bola mata. Ketika itu terjadi, mata akan meresponnya dengan mengeluarkan zat yang bisa disebut histamin. 

Setelah ditelusuri lebih lanjut, histamin memang zat yang selalu diproduksi tubuh apabila kita mengalami alergi. Jika itu terjadi pada bagian mata, maka mata kita akan terasa gatal, kemerahan, dan bahkan perih. Oleh sebab itu, agar terhindar dari alergi mata, ada baiknya kita cari tahu lebih lanjut apakah mata kita alergi terhadap zat atau benda tertentu atau tidak. 

Namun demikian, sebagai pengingat, pada umumnya alergi mata disebabkan oleh debu, parfum, bulu hewan, dan asap. Oleh sebab itu, sekalipun anda belum mengetahui apakah mata kita memiliki alergi atau tidak, ada baiknya kita menghindari paparan akan zat atau cairan yang bisa memicu alergi tersebut. 

Infeksi atau Peradangan

Penyebab mata perih berikutnya adalah peradangan atau infeksi. Kondisi itu bisa juga terjadi di area kelopak mata. Berdasarkan keterangan berbagai sumber laman kesehatan, peradangan atau infeksi ini umumnya diawali dengan munculnya tanda kemerahan, kerak, atau kulit seperti kering di area kelopak mata. 

Apabila kondisi tersebut menimpa pembaca sekalian, maka mata akan terasa perih, bahkan bisa juga membuat mata menjadi bengkak. Adapun peradangan atau infeksi ini bisa terjadi karena infeksi bakteri atau adanya masalah pada kelenjar minyak di kelopak mata. 

Kondisi Mata Kering

Hal lainnya yang membuat mata perih adalah kondisi di mana mata kita sedang kering. Adapun mata kering ini dapat terjadi apabila produksi air mata berkurang. Nah jika itu kita alami, maka mata bisa menjadi perih. Ihwal mengapa mata kering bisa membuat mata perih adalah karena air mata memiliki fungsi yang vital, yaitu menjaga kelembaban mata. Sehingga, apabila produksi air mata berkurang, maka sensasi perih pada mata bisa dialami oleh kita semua. 

Itulah sedikit penjelasan mengenai penyebab mata perih. Pada umumnya, kondisi tersebut memang bisa hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, daripada terjadi hal-hal yang tak diinginkan, ada baiknya kita semua melakukan langkah pencegahan. Sebagaimana dikatakan di awal, salah satu yang bisa dilakukan adalah mengenakan kacamata saat beraktivitas di luar rumah. 

Akan tetapi, jika mata perih disebabkan karena alergi, pembaca disarankan segera menghubungi dokter. Sebab, bukan tidak mungkin proses penyembuhannya memerlukan resep obat tertentu. Obat yang dimaksud ini bisa berupa cairan, seperti obat tetes mata, atau obat lainnya.

5 Makanan Penyebab Kista Harus Dihindari

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang berkembang di dan di ovarium wanita. Indung telur seorang wanita berbentuk seperti kacang almond dan terletak di setiap sisi rahim; mereka penting karena mereka bertanggung jawab untuk produksi sel-sel reproduksi. Kista ovarium umumnya terkait dengan perubahan hormonal dan kebanyakan menyerang wanita yang masih dalam tahap reproduksi. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dalam periode pasca menopause memiliki risiko lebih rendah terkena kista ovarium selain itu makanan penyebab kista.

Pengidap kista ovarium sebaiknya hindari makanan pantangan seperti makanan manis dan berlemak

Dalam beberapa kasus, kista ini hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun. Dalam situasi lain, mereka tumbuh lebih besar dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan jika tidak ada yang dilakukan untuk mengecilkan ukurannya dan mengurangi gejala. Kista ovarium dapat dirawat dengan baik dan dikelola dengan perawatan alami. Jenis kista ovarium yang paling dikenal adalah kista fungsional. Mereka terdiri dari dua jenis:

  • Kista folikel – Ovarium melepaskan sel telur setiap bulan selama siklus menstruasi wanita ke dalam kantung yang disebut sebagai folikel. Ketika telur mencapai kematangan, folikel pecah dan melepaskan telur. Namun, jika kantung menolak untuk terbuka setelah matangnya sel telur, itu bisa mengakibatkan pembentukan kista.
  • Kista korpus luteum – Jika kantung atau folikel pecah dan melepaskan sel telur, kantung kosong akan larut menjadi sekelompok sel yang disebut sebagai korpus luteum. Jika dalam situasi kantung tidak melepaskan sel telur, itu dapat menimbulkan penumpukan cairan di dalam folikel yang mengakibatkan kista korpus luteum.

Penyebab Ovarium Kista 

Meskipun telah dicatat bahwa penyebab paling umum dari kista ovarium adalah ketidakseimbangan hormon, masih ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan pertumbuhan kista di dalam atau di ovarium. Beberapa faktor tersebut antara lain:

Kehamilan – Terkadang kista yang terbentuk selama ovulasi dapat bertahan selama masa kehamilan. Kista ini terbentuk sebelum plasenta berkembang untuk menawarkan semacam dukungan pada kehamilan. Infeksi panggul akut – Infeksi panggul yang kritis atau tidak diobati dapat menyebar ke saluran tuba dan ovarium dan dapat menyebabkan pembentukan kista.

Endometriosis — Ini adalah kondisi kesehatan yang berkembang ketika jaringan yang dimaksudkan untuk melapisi bagian dalam rahim memilih untuk tumbuh di bagian luar rahim. Jaringan ini dapat berkembang di usus, ovarium, atau saluran tuba. Wanita yang memiliki endometriosis cenderung memiliki kista ovarium, karena jaringan endometrium dapat menempel pada ovarium mereka dan tumbuh menjadi kista. Kista dapat menyebabkan hubungan seksual dan periode menstruasi yang menyakitkan.

Meskipun sebagian besar kista ovarium berukuran kecil dan tidak selalu menunjukkan gejala, pertumbuhan kista dapat menyebabkan gejala terungkap. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Sakit perut dan kembung
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur atau menyakitkan
  • Kelembutan payudara
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri tumpul atau tajam di panggul dan paha

Sementara kista ovarium besar dapat diangkat melalui operasi, gejala dan pertumbuhannya dapat dikurangi secara alami melalui penyusutan. Setiap wanita berisiko terkena kista ovarium dan ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan kista ovarium tumbuh lebih besar, sehingga menyebabkan banyak rasa sakit dan komplikasi. Oleh karena itu, disarankan agar wanita mengadopsi strategi pengobatan alami yang ampuh untuk memastikan bahwa kista ovarium tidak kembali setelah diobati.

Telah terbukti bahwa nutrisi memiliki pengaruh besar pada fungsi ovarium dan hormon reproduksi. Ada makanan yang harus dihindari dengan kista ovarium karena dapat meningkatkan pertumbuhan kista, dan ada juga makanan yang dapat Anda masukkan ke dalam diet Anda untuk meningkatkan penyusutan alami kista ovarium.

Makanan Penyebab Ovarium Kista 

Pola makan yang salah dapat mengganggu hormon Anda dan dapat menyebabkan kelebihan produksi estrogen atau produksi progesteron yang rendah. Berikut adalah daftar makanan yang harus dihindari dengan makanan penyebab kista ovarium:

  1. Kopi 

Jika Anda memiliki kista ovarium, disarankan agar Anda menjauhi minuman yang mengandung kafein. Kafein diketahui dapat membuat tubuh dehidrasi, sehingga menyebabkan peradangan. Kopi, minuman ringan, dan teh yang mengandung kafein dapat meningkatkan risiko terkena kista ovarium dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan kista yang sudah ada.

  1. Makanan Karbohidrat Rendah 

Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana cepat dicerna dan diserap tubuh; ini dapat menyebabkan kenaikan cepat kadar gula darah yang mengakibatkan produksi insulin tinggi. Makanan seperti gandum, roti putih, dan tepung olahan harus dihindari.

  1. Gorengan 

Konsumsi makanan yang digoreng secara teratur dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang cepat. Ayam goreng dan kentang goreng adalah bagian dari daftar makanan yang harus dihindari dengan kista ovarium.

Minyak olahan yang digunakan untuk menyiapkan makanan ini mengandung bahan kimia yang tidak alami dan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

  1. Daging Merah 

Bagi sebagian wanita, konsumsi daging merah justru dapat memicu terbentuknya kista ovarium atau memperburuk kista yang sudah ada. Penelitian memperingatkan bahwa daging sapi ada dalam daftar “larangan” Anda dalam hal makanan yang harus Anda hindari jika Anda memiliki riwayat pembentukan kista ovarium – daging ini mungkin menyebabkannya!

  1. Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Kelebihan konsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol tubuh. Jika Anda memiliki kista ovarium, Anda harus menghindari makanan kemasan, mentega, dan junk food. Makanan lain yang harus dihindari jika Anda memiliki kista ovarium termasuk makanan yang kaya gula rafinasi, alkohol, dan makanan bertepung.

Perubahan gaya hidup lainnya

Perubahan gaya hidup juga dapat membantu penderita PCOS mengelola kondisi tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa menggabungkan diet PCOS dengan aktivitas fisik dapat menghasilkan manfaat berikut:

  • penurunan berat badan
  • meningkatkan metabolisme insulin
  • haid lebih teratur
  • penurunan kadar hormon pria dan pertumbuhan rambut pola pria
  • menurunkan kadar kolesterol

Studi juga menemukan bahwa strategi perilaku dapat membantu wanita mencapai tujuan pengelolaan berat badan yang, pada gilirannya, membantu mengelola gejala PCOS. Praktik-praktik ini meliputi:

  • penetapan tujuan
  • jaringan dukungan sosial
  • teknik pemantauan diri
  • merawat kesejahteraan psikologis

Mengurangi stres melalui praktik perawatan diri, seperti cukup tidur, menghindari komitmen berlebihan, dan meluangkan waktu untuk bersantai, juga dapat membantu seseorang mengelola PCOS.

Kapan harus ke dokter?

Gejala PCOS yang umum meliputi:

  • jerawat
  • pertumbuhan rambut ekstra
  • penambahan berat badan, terutama di sekitar perut
  • kulit berminyak
  • haid tidak teratur
  • ketidaknyamanan di daerah panggul
  • sulit hamil

Banyak orang yang mengalami gejala ini mungkin tidak menganggapnya cukup serius untuk berdiskusi dengan dokter. Banyak orang tidak mencari bantuan medis sampai mereka mengalami kesulitan untuk hamil.

Siapa pun yang mengalami gejala-gejala ini harus mendiskusikan kekhawatiran mereka dengan dokter, selain harus menghindari makanan penyebab kista: semakin cepat mereka dapat memulai rencana perawatan, semakin cepat mereka dapat merasa lebih baik.

Mengenal PCR Kumur untuk Mendeteksi COVID-19

Tes COVID-19 diperlukan untuk mendeteksi virus COVID-19 di tubuh seseorang yang memiliki gejala virus COVID-19 atau pernah kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Salah satu metode pendeteksian virus COVID-19 terbaru adalah PCR kumur.

Apa Itu PCR Kumur?

PCR kumur atau PCR gargle adalah salah satu tes COVID-19 yang metode pengambilan sampelnya melalui berkumur yang dikembangkan oleh National Environmental Engineering Research and Institute (NEERI) di India. Seperti yang kita ketahui jika air liur merupakan salah satu media penularan virus COVID-19.

Metode tersebut lebih ramah untuk lansia dan khususnya anak-anak yang biasanya sering menangis dan ketakutan saat pengambilan sampel melalui swab seperti swab antigen dan RT-PCR. Petugas kesehatan juga lebih aman dari paparan virus corona karena tidak harus melakukan kontak langsung dengan orang yang terduga terinfeksi.

Pengambilan sampel PCR kumur terbilang mudah, karena Anda hanya perlu berkumur menggunakan larutan garam selama 45 menit. Namun berkumur yang dilakukan harus sampai ke pangkal tenggorokan (gargle). Kemudian hasil PCR kumur akan di tes menggunakan teknik yang sama dengan RT-PCR.

Setelah itu, Anda hanya perlu memasukkan air hasil berkumur ke dalam tabung yang sudah petugas kesehatan sediakan.

Saat sampel tiba di laboratorium, nantinya sampel akan dicampur dengan buffer dan disimpan pada suhu kamar selama 30 menit. Kemudian cairan sampel akan dipanaskan pada suhu 98 derajat selama enam menit untuk mengekstrak RNA untuk uji RT-PCR.

Namun ada beberapa hal yang harus Anda hindari 30 menit sebelum melakukan tes dengan metode tersebut yaitu:

  • Menyikat gigi.
  • Makan dan minum.
  • Merokok atau menghisap vape.
  • Menggunakan obat kumur.
  • Mengunyah permen karet.

Berapakah Efektivitas PCR Kumur?

Bio Farma bersama Nusantics mengeluarkan alat tes PCR kumur yaitu Bio Salive dengan memiliki sensitivitas hingga 93,57%. Yang bisa mendeteksi hingga angka CT 40 dan memberikan hasil yang bagus untuk CT dibawah 35. Bio Farma dan Nusantics mengembangkan alat tersebut dengan menggunakan lebih dari 400 sampel pasien yang sudah terinfeksi.

Bio Farma mengungkapkan jika Bio Saliva bisa mendeteksi mutasi virus COVID-19 varian B 117 (Alpha), B 1.351 (Beta), P.1 (Gamma), B 1.617.2 (Delta), B 1.617.1 (Kappa), B 1.525 (Eta), B 1.526 (Iota), B 1.466.2 (varian Indonesia), B 1.427/29 (Epsilon), dan C.37 (Lambda).

Harga tes gargle PCR tidak jauh berbeda dari RT-PCR yakni Rp799 ribu. Selain PCR kumur, Anda juga bisa mendeteksi virus COVID-19 di tubuh dengan metode lainnya seperti:

  • RT-PCR: Metode pengambilan sampel lendir melalui hidung (nasofaring) dan tenggorokan (orofaring) dengan metode swab (usap) yang memiliki sensitifitas hingga 95%.
  • Swab antigen: Pengambilan sampel lendir dengan metode swab melalui hidung (nasofaring) yang memiliki sensitivitas hingga 94%.
  • Serologi atau rapid tes antibodi: Metode pendeteksian dengan mengambil sampel darah untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh seseorang.

Selain melakukan pengetesan virus COVID-19 Anda juga wajib melakukan isolasi mandiri jika mengetahui melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus COVID-19 atau memiliki gejala yang mengarah ke COVID-19. Yang terpenting, gunakan terus masker saat Anda keluar rumah guna meminimalisir terinfeksi virus COVID-19.

Saat ini masih sedikit lab yang menyediakan tes PCR kumur di Indonesia. Selain itu, untuk orang-orang dengan produksi air liur sedikit, tidak cocok melakukan tes PCR kumur.

Fakta Terjadinya Kedutan Bibir Bawah

Apakah kamu pernah mengalami kedutan di bagian wajah tertentu? Tak cuma kedutan di area mata, kedutan juga biasa terjadi di bagian tangan dan bibir. Kedutan ini juga dapat terjadi di salah satu bagian bibir, entah itu bibir bagian bawah maupun bagian atas. 

Kedutan bibir atas bukan karena faktor mistis atau mitos tertentu

Kedutan atau gerakan bergetar yang dialami tersebut disebut dengan fasikulasi, di mana terjadi kontraksi otot yang tidak teratur dan tidak normal pada area sekitar bibir. Kedutan bibir bawah maupun atas bisa terjadi karena berbagai kebiasaan sehari-hari seperti terlalu banyak mengkonsumsi kafein atau adanya faktor stres dan cemas.

Penyebab Bibir Kedutan

Kedutan bibir atas atau kedutan bibir bawah bisa disebabkan oleh banyak hal. Faktanya, bibir kedutan adalah gerakan otot yang tak disengaja di bagian bibir. Otot di wajah dan bibir dikendalikan oleh saraf sehingga dapat terjadi kedutan sewaktu-waktu. Sering sekali kedutan dapat mengganggu berbagai aktivitas dan membuat tidak percaya diri.

Ketika terjadi kedutan di bagian bibir, karena kondisi bibir tidak tergantung satu sama lain, kedutan dapat terjadi di bagian bawah saja atau atas saja. Kemungkinan penyebab bibir kedutan antara lain kurangnya asupan kalium, reaksi terhadap obat, dan berbagai kondisi medis lainnya. 

Dilansir dari Medical News Today, terdapat beberapa penyebab kedutan bibir bawah yang harus diketahui, yaitu:

  1. Kekurangan kalium

Salah satu ciri tubuh kekurangan kalium adalah otot sering kedutan, termasuk di bagian bibir. Kalium diperlukan untuk membawa sinyal saraf dalam tubuh. Jika kekurangan kalium, dapat berdampak negatif pada otot, menyebabkan kejang dan kram di semua bagian tubuh.

Untuk mengatasi kekurangan kalium, hindari makanan atau obat yang dapat menurunkan kadar kalium. Selain itu, jaga pola makan dengan perbanyak makanan yang mengandung kalium seperti alpukat, kurma, jambu merah, pisang, srikaya, atau suplemen penambahan kalium.

  1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa obat dapat menyebabkan otot kedutan, seperti steroid dan estrogen. Namun, obat yang menyebabkan kedutan atau fasikulasi biasanya akan mencantumkannya sebagai efek samping. Kedutan karena obat pun juga dapat terjadi di bagian tertentu, termasuk kedutan bibir bawah. 

Penyembuhan termudah untuk bibir kedutan yang disebabkan oleh obat adalah beralih menggunakan obat yang lain. Ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk menghindari efek samping atau komplikasi lainnya.

  1. Keracunan kafein

Kafein adalah zat yang biasa ditemui di kopi, teh, minuman ringan, dan beberapa makanan ringan. Sudah jadi rahasia umum bahwa mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan kegugupan, energi yang berlebihan, hingga otot yang berkedut di beberapa bagian. 

Cara mengatasi kelebihan kafein sebenarnya gampang, yaitu dengan cara mengurangi atau menghilangkan jumlah kafein yang dikonsumsi setiap hari.

  1. Stres dan kelelahan

Stres, gelisah, dan kelelahan ekstrim juga bisa menyebabkan kedutan bibir atas maupun kedutan bibir bawah. Mengapa? Ketika tubuh di bawah tekanan konstan tubuh akan meresponnya dengan melawan atau menghindar. Hal ini pun dapat membuat otot-otot di wajah menegang dan terjadilah kedutan.

Carilah cara untuk menghilangkan stres seperti yoga, meditasi, dan tidur nyenyak bisa mengurangi tingkat stres atau kelelahan sehingga seseorang dapat merasa lega.

  1. Bell’s palsy 

Bell’s palsy merupakan kondisi kelumpuhan otot wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada wajah. Setiap penderita kondisi memiliki gejala yang berbeda-beda. Beberapa orang yang mengalami kelumpuhan otot wajah mungkin mengalami kedutan bibir bawah atau atas, sementara yang lain mungkin mengalami masalah dalam mengendalikan otot wajah.

Penyebab pasti kelumpuhan otot wajah tidak diketahui, namun dokter yakin ini terkait dengan virus herpes oral. Pengobatan kelumpuhan otot wajah didasarkan pada gejala yang dialami seseorang dan mungkin termasuk terapi fisik atau obat-obatan, seperti steroid.

Mengalami Otot Kaku? Begini Cara Mengatasinya

Otot kaku terjadi ketika otot sulit digerakkan, terasa tegang, dan dapat menyerang bagian tubuh manapun. Otot kaku biasanya dapat diobati dengan melakukan peregangan dan pengobatan rumahan. Namun dalam beberapa kasus, otot kaku bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan lainnya. Untuk mengatasi otot kaku, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

Lakukan Peregangan Otot

Otot kaku bisa terjadi salah satunya karena berada dalam satu posisi dalam jangka waktu lama, misalnya sehabis bangun tidur pada pagi hari atau duduk seharian untuk bekerja di depan laptop. Cara mengatasinya yaitu dengan melakukan peregangan setelah bangun tidur atau di sela-sela menyelesaikan pekerjaan. Peregangan akan membantu meningkatkan sirkulasi darah dan melenturkan kembali otot kaku. Anda bisa melakukan peregangan dengan cara yang sederhana, misalnya menarik tangan hingga meregang maksimal, misalnya menarik kedua tangan ke atas atau menekuk pinggang. Lakukan selama 10 detik dan diulang hingga otot kembali terasa rileks. Namun, jangan terlalu memaksakan peregangan agar tidak mengalami cedera seperti otot tertarik.

Kompres Air Hangat

Kompres hangat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah ke sel dan jaringan tubuh menjadi lancar. Cara ini cocok digunakan untuk mengompres otot kaku. Anda bisa menggunakan handuk yang direndam dengan air hangat. Perhatikan suhu air agar tidak terlalu panas, karena kompres hangat dengan suhu yang terlalu tinggi bisa menimbulkan risiko luka bakar dan dapat menghentikan sirkulasi darah. Kompres bagian tubuh yang mengalami otot kaku dengan waktu tidak lebih dari 20 menit. Setelah itu, istirahatkan selama 20 menit dan kemudian kompres hangat lagi dengan waktu yang sama. Ulangi hingga otot kaku terasa membaik.

Perbanyak Air Putih

Otot kaku juga bisa terjadi karena tubuh kekurangan asupan air atau mengalami dehidrasi. Cairan dalam tubuh berfungsi untuk mengeluarkan racun dan membawa nutrisi yang dibutuhkan ke seluruh tubuh. Hindari minuman dengan rasa, bersoda, atau minuman penambah energi. Anda cukup mengonsumsi air putih dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan harian tubuh.

Berendam dengan Garam

Garam yang digunakan yaitu garam epsom. Sesuai dengan namanya, garam ini berasal dari Epsom, Surrey, Inggris dan popular digunakan sebagai campuran untuk berendam yang bermanfaat mengatasi beberapa masalah kesehatan. Garam ini tidak digunakan untuk memasak, karena selain rasanya cenderung pahit bukan asin, kandungannya juga berbeda dengan garam dapur. Garam Epsom memiliki kandungan dua mineral alami, yaitu magnesium sulfat dan oksigen. Ketika dilarutkan dalam air, garam akan melepaskan ion magnesium dan sulfat. Anda bisa mencampurkan garam Epsom sebanyak 2-3 sendok makan ke dalam air hangat dan gunakan untuk merendam bagian tubuh yang mengalami otot kaku misalnya seperti kaki selama 15-20 menit.

Mencegah Otot Kaku

Agar otot kaku tidak kambuh kembali, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk mencegahnya:

  • Berlatih menggunakan postur yang baik, yaitu tubuh tegak tetapi tetap rileks dan tidak membungkuk
  • Pastikan alas duduk Anda yang digunakan ketika bekerja atau alas tidur nyaman untuk digunakan
  • Melakukan olahraga secara rutin serta peregangan sesering mungkin saat beraktivitas dalam posisi yang sama dan dalam waktu yang lama
  • Penuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi untuk tubuh seperti elektrolit, kalsium, magnesium, dan vitamin D.

Jika perawatan otot kaku di rumah yang telah disebutkan di atas tidak membuat otot kaku membaik dan malah disertai gejala seperti demam, kelemahan otot ekstrem, kemerahan, nyeri, dan bengkak di area tubuh yang mengalami otot kaku, serta warna urine menjadi gelap, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.