Macam-macam Obat Tenggorokan Gatal dan Batuk Kering yang Ampuh

Kondisi tenggorokan gatal dan batuk kering merupakan salah satu kondisi yang dapat mengganggu kenyamanan. Batuk kering diartikan sebagai batuk yang tidak disertai dahak atau lendir. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari paparan asap dan debu, infeksi virus, asma, hingga naiknya asam lambung (GERD).

Batuk 100 hari disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis

Gejala yang menyertai batuk kering berbeda-berbeda, tergantung pada penyebabnya. Pada kasus asma, misalnya, batuk kering bisa disertai dengan mengi dan sesak napas. Sementara pada GERD, batuk kering biasanya disertai dengan rasa perih di tenggorokan dan di ulu hati.

Pada dasarnya, batuk kering disebabkan oleh iritasi pada tenggorokan. Iritasi ini menyebabkan peradangan yang akan merangsang refleks batuk. Bila peradangan yang terjadi cukup berat, refleks batuk akan sangat sulit untuk ditahan.

Penggunaan obat alami pada batuk kering ditujukan untuk meringankan peradangan sehingga refleks batuk bisa reda.

Berikut ini adalah beberapa bahan alami yang bisa kamu gunakan sebagai obat pereda tenggorokan gatal dan batuk kering untuk dewasa:

Madu

Karena kandungan zat anti radang dan antibakterinya yang tinggi, madu terbukti dapat mengurangi peradangan dan iritasi di tenggorokan yang mengakibatkan batuk kering. Kamu bisa mengonsumsi 1–2 sendok madu secara langsung atau mencampurnya dengan secangkir air hangat, teh hangat, atau air lemon.

Air Garam

Radang di tenggorokan dan batuk yang sulit berhenti dapat berujung pada pembengkakan yang membuat tenggorokan semakin tidak nyaman. Berkumur dengan air garam dapat mengurangi pembengkakan ini. Selain itu, air garam juga dapat membunuh bakteri di mulut dan tenggorokan.

Untuk membuat larutan garam untuk berkumur, kamu cukup memasukkan 1 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat dan aduk hingga larut. Gunakan larutan garam ini untuk berkumur setiap tenggorokanmu terasa gatal atau tidak nyaman. Namun, berhati-hatilah agar larutan garam tidak tertelan.

Kunyit dan Jahe

Kunyit dan jahe telah lama digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi keluhan batuk kering, meredakan bronkitis, asma, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ini berkat kandungan antiradang, antivirus, dan antibakteri yang banyak pada kunyit dan jahe.

Untuk membuat ramuan obat batuk kering dan gatal untuk dewasa menggunakan kedua bahan ini, kamu bisa merebus jahe dan kunyit dengan air minum biasa. Selain itu, kamu juga bisa merebusnya dalam susu untuk membuat golden milk.

Obat Batuk Kering dan Gatal untuk Dewasa yang Bersifat Medis

Di samping bahan-bahan alami, ada pula obat-obatan yang bisa dimanfaatkan untuk meredakan batuk kering dan gatal pada orang dewasa. Berikut ini adalah kelompok obat yang bisa digunakan untuk meredakan batuk kering:

Antitusif

Dalam meredakan batuk kering, antitusif bekerja dengan cara menekan refleks batuk di otak, sehingga dorongan untuk batuk berkurang. Salah satu jenis obat antitusif yang paling sering digunakan untuk meredakan batuk kering adalah dextromethorphan HBr.

Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan cara menghambat senyawa yang menyebabkan radang di tenggorokan. Salah satu jenis antihistamin yang sering digunakan untuk mengatasi batuk kering adalah chlorpheniramine maleate.

Jika kamu mengalami batuk kering dan gatal, kombinasi obat batuk yang mengandung dextromethorphan HBr dan chlorpheniramine bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasinya. Kombinasi obat batuk kering dan gatal ini pun bisa dibeli bebas di apotik atau toko obat tanpa resep dokter.

Namun, jika ingin mengonsumsi obat bebas jenis apa pun, kamu harus membaca dan menaati aturan pakainya, termasuk dosis obat dan seberapa sering obat harus diminum.

Perhatikan pula efek sampingnya. Kedua golongan obat ini biasanya menimbulkan kantuk. Jadi, jangan melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi obat ini, misalnya menyetir kendaraan.

Obat tersebut untuk dewasa dapat dikonsumsi bila tenggorokan gatal dan batuk kering. Namun, bila batuk tidak kunjung reda, bertambah parah, atau disertai nyeri dada, demam, atau sesak napas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Mudah Lupa di Usia Muda, Normal atau Tidak?

Lupa adalah hal yang wajar, dan semua orang pasti pernah melupakan sesuatu. Lupa juga merupakan bagian dari penuaan yang akan terjadi seiring bertambahnya usia. Tapi, bagaimana jika di usia sering sekali mudah lupa. Apakah itu normal atau patut diwaspadai?

Artikel berikut akan membahas ciri-ciri masalah ingatan yang normal dan yang perlu dicurigai. 

7 Masalah memori normal

Orang sehat dapat mengalami lupa atau kehilangan memori pada usia berapapun. Berikut ini tujuh gangguan ingatan yang normal.

  1. Kefanaan (Transience)

Informasi yang didapat, baik itu peristiwa, nama orang, atau hal lainnya, akan masuk ke dalam memori jangka pendek (short-term memory). Ingatan bisa bertahan lama (long-term memory) apabila informasi tersebut terus diulang atau dipanggil (recall). 

Informasi yang tidak diulang lama-kelamaan akan hilang dan Anda pun melupakan ingatan tersebut. 

Ingatan jenis ini terbilang normal. Bahkan para ilmuwan menganggapnya bermanfaat karena dapat membersihkan otak dari ingatan yang tidak terpakai dan memberi ruang untuk ingatan baru yang lebih berguna. 

Maka jika Anda menganggap memori tersebut tidak penting, Anda akan mudah lupa terhadap informasi tersebut. 

  1. Ketidakpedulian (Absentmindedness)

Jenis lupa ini terjadi saat informasi yang diterima tidak mendapat cukup perhatian. Misalnya, Anda lupa dimana meletakkan remot televisi karena terlalu fokus pada acara yang ditonton sebelumnya. 

  1. Pemblokiran (Blocking)

Pemblokiran atau juga dikenal sebagai tip of tongue adalah ketika jawabannya sudah di ujung lidah tapi kita tidak bisa mengingatnya. Fenomena ini juga terjadi saat Anda mengambil ingatan yang salah. Hal ini disebabkan banyaknya ingatan yang saling bersaing sehingga Anda tidak bisa memikirkan informasi yang tepat. Pemblokiran memori akan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia.

  1. Kesalahan atribusi (Misattribution)

Kesalahan atribusi terjadi saat Anda mengingat sebagian informasi secara akurat, tapi lupa detail lainnya seperti waktu, tempat, atau orang yang terlibat. Informasi salah yang Anda berikan bisa berasal dari sesuatu yang sebelumnya Anda baca atau dengar tapi telah dilupakan.  

Fenomena ini akan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia karena kesulitan berkonsentrasi dan memproses informasi dengan cepat. Ingatan Anda juga semakin tua, sehingga pengambilan memori lama rentan terhadap kesalahan atribusi. 

  1. Sugestibilitas (Suggestibility)

Kekuatan sugesti dapat mempengaruhi pikiran Anda. Hal ini dikarenakan ingatan rentan terhadap kekuatan sugesti, sehingga sugesti bisa menipu pikiran Anda dan membuat Anda berpikir hal tersebut adalah ingatan yang nyata. Para peneliti masih menggali lebih banyak cara kerja sugestibilitas di otak.

  1. Bias ingatan (Bias)

Ingatan atau persepsi yang masuk ke otak bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor (bias), seperti pengalaman, keyakinan, pengetahuan sebelumnya, dan suasana hati saat itu. Ketika dilakukan pemanggilan memori, bias tersebut dapat mempengaruhi informasi yang sebenarnya Anda ingat. 

Hingga saat ini hampir tidak ditemukan penelitian terkait cara kerja otak dibalik fenomena tersebut, atau apakah itu menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia.

  1. Ingatan yang terus menerus (Persistence)

Berbeda dengan fenomena yang telah disebutkan di atas, gangguan ini menyebabkan seseorang terus mengingat hal-hal yang sebenarnya ingin dilupakan. Ini bisa termasuk peristiwa traumatis dan perasaan negatif. 

Beberapa dari ingatan secara akurat mencerminkan peristiwa mengerikan yang terjadi, sementara sisanya mungkin merupakan distorsi negatif dari kenyataan. 

Orang yang menderita depresi atau gangguan stres pascatrauma (PTSD) cenderung mengalami hal ini. 

Bagaimana ciri-ciri penyakit lupa yang harus diwaspadai?

Mudah lupa harus diwaspadai jika terjadi terlalu sering hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Ciri-ciri lainnya meliputi:

  • Salah menaruh barang di tempat yang tidak sesuai, misalnya kunci mobil di kulkas
  • Sering salah dalam menilai dan membuat keputusan
  • Sering tersesat saat bepergian ke area yang sudah di kenal

Ciri-ciri di atas merupakan beberapa gejala penyakit Alzheimer. Meski menyerang lansia, gejalanya bisa berkembang sejak usia muda.

Terlalu sering mengalami mudah lupa juga bisa jadi tanda gangguan kognitif lainnya. Segera hubungi dokter jika khawatir dengan kondisi Anda.

Lendir Berbau Di Hidung, Apa Penyebabnya?

Lendir Berbau Di Hidung

Setiap orang dihimbau untuk menjaga kondisi tubuh supaya terhindar dari berbagai risiko seperti lendir. Lendir merupakan gejala yang timbul karena berbagai faktor seperti masalah pada pencernaan. Lendir tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan di hidung, namun juga bisa disertai dengan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, lendir berbau di hidung perlu diatasi.

Pemahaman Tentang Lendir

Seseorang yang mengalami lendir berbau di hidung bisa mengetahuinya secara langsung ketika mereka mencium bau tersebut di sekitar mulut. Jika lendir tersebut dikeluarkan (dengan meludah atau membuang ingus), lendir tersebut bisa berwarna kuning atau hijau.

Lendir berbau di hidung juga bisa terjadi karena lendir atau polip menghambat jalur pernafasan. Meskipun demikian, lendir menunjukkan bahwa kekebalan tubuh memberikan tanggapan untuk melawan infeksi.

Gejala

Pada dasarnya, lendir berbau bukan merupakan kondisi yang dapat membahayakan tubuh. Lendir juga hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Pada sebagian kasus, lendir juga merupakan tanda bahwa seseorang mengalami kondisi yang lebih serius pada tubuh. Oleh karena itu, jika Anda mengalami masalah yang serius pada tubuh, Anda sebaiknya periksa ke dokter supaya kondisi Anda bisa ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Lendir tidak hanya menyebabkan bau di hidung, namun juga bisa disertai dengan gejala lain berupa:

  • Batuk.
  • Hidung meler.
  • Bersin.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sesak nafas.
  • Suara siulan ketika bernafas.
  • Perut kembung.
  • Sakit perut.
  • Pembesaran pada kelenjar getah bening.
  • Diare.
  • Mual.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Pegal.
  • Demam.

Lendir juga bisa disertai dengan gejala lain yang lebih serius berupa:

  • Sakit perut yang parah.
  • Demam tinggi.
  • Gangguan pernafasan seperti kesulitan untuk bernafas.

Penyebab

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko lendir:

  • Polip hidung

Polip hidung bisa timbul di dinding rongga hidung. Polip hidung dipicu oleh peradangan kronis. Polip hidung tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap di hidung, namun juga bisa mengurangi indera penciuman.

Polip hidung bisa timbul dalam jumlah yang banyak, namun orang-orang tidak menyadari akan hal tersebut, karena polip hidung tidak mengganggu pernafasan.

  • Infeksi sinus

Infeksi sinus merupakan kondisi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Infeksi sinus lebih berpotensi terjadi pada orang-orang yang memiliki masalah pada kekebalan tubuh. Gejala seperti lendir juga akan muncul.

  • Infeksi mulut

Infeksi mulut juga merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan bau tidak sedap di hidung. Infeksi mulut terjadi karena manusia tidak menjaga kebersihan mulut. Kerusakan gigi dan merokok merupakan contoh yang dapat meningkatkan risiko infeksi mulut.

  • Masalah pencernaan

Masalah pada pencernaan merupakan salah satu kondisi yang sering terjadi. Masalah pada pencernaan (seperti penyakit radang usus dan fibrosis kistik) dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk lendir di hidung.

  • Kondisi lain

Kondisi lain seperti pneumonia dan penyakit ginjal kronis merupakan faktor lain yang bisa meningkatkan risiko lendir di hidung.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda mengalami kondisi yang serius pada tubuh (yang juga disertai dengan lendir), Anda bisa bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis (jika Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan mengajukan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Gejala apa saja yang timbul?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik.

Pasien dapat menggunakan obat seperti obat antibiotik dan kortikosteroid untuk mengatasi lendir. Cara alami seperti mengkonsumsi air mineral juga dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Kesimpulan

Lendir berbau di hidung dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada hidung. Anda perlu waspada terhadap kondisi tersebut, karena bisa dipicu oleh berbagai faktor. Untuk mengatasi lendir, Anda bisa melakukan cara-cara sederhana seperti menggunakan obat. Untuk informasi lebih lanjut tentang lendir, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Manfaatkan Promo Pemeriksaan Hepatitis untuk Kesehatan Anda!

Hepatitis adalah peradangan pada hati atau liver. Hepatitis bisa disebabkan oleh infeksi virus, bisa juga disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun. Jika disebabkan oleh infeksi virus, hepatitis bisa menular. Hepatitis B merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Hepatitis merupakan penyakit yang cukup berbahaya sehingga diperlukan pemeriksaan yang lebih detail. Anda bisa mendapatkan promo pemeriksaan hepatitis dari Laboratorium Cahayasaga.

Promo pemeriksaan hepatitis ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi Anda untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh terkhususnya mengenai indikasi penyakit hepatitis. Hepatitis bisa disebabkan oleh beragam kondisi dan penyakit. Namun, penyebab yang paling sering adalah infeksi virus. Berikut adalah beberapa jenis hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus.

  • Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A.

  • Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat  ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani.

  • Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C juga ditularkan melalui cairan tubuh. Penularan bisa terjadi saat berhubungan seksual tanpa kondom atau menggunakan jarum suntik bekas penderita hepatitis C. Jika ibu hamil menderita hepatitis C, bayinya dapat tertular penyakit ini saat melewati jalan lahir ketika persalinan.

  • Hepatitis D

Hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan jenis hepatitis yang jarang terjadi, tetapi bisa bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.

  • Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah menular pada lingkungan yang memiliki sanitasi yang buruk. Salah satunya melalui kontaminasinya pada sumber air.

Hepatitis B merupakan jenis hepatitis yang paling banyak penderitanya, sehingga pemeriksaan hepatitis B ini lebih banyak tersedia di Laboratorium Klinik maupun rumah sakit. Pemeriksaan hepatitis B biasanya dimulai dengan wawancara tentang keluhan atau gejala yang dirasakan, faktor risiko penularan, faktor keluarga atau orang sekitar yang menderita hepatitis, dan sebagainya. Setelah itu, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mengecek adanya demam, kekuningan pada kulit maupun mata, nyeri perut, atau organ hati yang membesar. Bila kedua hasil pemeriksaan di atas mengarah ke hepatitis B, dokter akan merekomendasikan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

  1. Pemeriksaan darah

Pemeriksaan darah yang dilakukan, yaitu pemeriksaan enzim hati, pemeriksaan antibodi terhadap virus hepatitis, dan juga pemeriksaan apakah ada bagian virus di darah seperti protein atau materi genetik virus. Pemeriksaan darah ini dapat menentukan apakah Anda sudah pernah terinfeksi virus hepatitis B, sudah pernah divaksinasi, menderita hepatitis B akut, menderita hepatitis B kronis, serta tingkat keparahan penyakit.

  1. Pemeriksaan radiologi

Terkadang, Anda juga diminta untuk melakukan pemeriksaan USG hati. Tujuannya untuk melihat kondisi organ hati Anda, termasuk kemungkinan adanya kerusakan hati dan apakah sudah terjadi komplikasi serius berupa sirosis hati atau kanker hati.

  1. Biopsi hati

Bila dianggap diperlukan, maka akan dilakukan juga biopsi hati. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sedikit jaringan hati dengan jarum, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa sejauh mana kerusakan hati sudah terjadi.

Itulah beberapa jenis hepatitis dan rangkaian pemeriksaan hepatitis yang harus Anda pahami. Promo pemeriksaan hepatitis yang disediakan oleh SehatQ tentunya akan membantu untuk memantau kesehatan Anda. Promo pemeriksaan hepatitis ini bisa Anda dapatkan di Laboratorium Cahayasaga dengan potongan 27% dari harga normal. Jadi, jangan lewatkan promo ini, ya!

Beginilah Cara Menghilangkan Bisul Secara Alami

Bisul atau furunkel adalah benjolan merah pada kulit yang berisi nanah dan terasa nyeri. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri yang memicu peradangan pada folikel rambut, yaitu tempat tumbuhnya rambut. Furunkel dapat terjadi di area kulit mana saja, meski umumnya muncul di leher, bokong, paha, dan juga ketiak. Oleh karena itu, pastinya Anda akan melakukan berbagai cara menghilangkan bisul agar tidak menganggu kesehatan. 

Cara menghilangkan bisul ini bisa dilakukan secara alami. Tapi sebelumnya Anda perlu mengetahui gejala dari munculnya bisul ini. Gejala bisul pada umumnya terjadi jika hal – hal sebagai berikut terjadi di tubuh Anda

  • Benjolan keras, merah, dan nyeri biasanya berukuran sekitar setengah inci.
  • Selanjutnya, benjolan menjadi lebih lembut, lebih besar, dan lebih nyeri. Kantong nanah pun terbentuk di bisul.
  • Kulit di sekitar bisul menjadi terinfeksi. Menjadi merah, nyeri, hangat, dan bengkak.

Dalam kasus yang berat, dapat muncul lebih banyak bisul di sekitar yang asli, demam bisa terjadi, serta dapat terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. Meski begitu, Anda tidak pelru khawatir. Ada cara menghilangkan bisul secara alami yang bisa Anda lakukan.

  1. Kompres air hangat 

Melansir dari WebMD, kompres air hangat dapat mengurangi rasa sakit dan membantu menarik nanah ke permukaan atau keluar dari kulit. Bisul dapat pecah dengan sendirinya setelah beberapa kali mendapatkan kompres hangat. Ini biasanya terjadi dalam 10 hari sejak kemunculannya. Anda dapat membuat kompres hangat dengan merendam kain cuci dalam air hangat, kemudian diperas. Saat bisul mulai mengering, cuci dengan sabun antibakteri sampai semua nanah hilang dan bersihkan dengan alkohol untuk mengurangi risiko infeksi dan mempercepat pemulihan.

  1. Menggunakan salep antibiotik

Cara menghilangkan bisul dengan cepat perlu diiringi dengan penggunaan salep antibiotik. Anda bisa menggunakan obat bisul topikal yang dijual bebas di apotek untuk dioleskan pada bisul yang terasa sakit, atau luka bekas bisul yang pecah. Namun, alangkah baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan rekomendasi obat bisul dan cara pakainya yang tepat. Anda juga boleh juga menggunakan obat salep antibiotik yang dijual bebas untuk mencegah infeksi muncul kembali. Caranya, oleskan salep tipis-tipis pada permukaan kulit yang terdapat bisul atau luka bekas bisul yang pecah sebanyak 2 kali sehari sampai bisul sembuh.

  1. Sering cuci handuk dan pakaian yang digunakan

Pastikan Anda rutin mengganti handuk dan pakaian sesaat setelah digunakan. Kemudian, cuci pakaian atau handuk yang bersentuhan dengan kulit yang terkontaminasi bisul, menggunakan air panas. Hindari berbagi penggunaan handuk, pakaian, dan barang-barang pribadi lainnya saat Anda sedang mengalami bisul.

  1. Gunakan minyak pohon teh (tea tree oil) 

Melansir Health Line, minyak atsiri pohon teh memiliki sifat antibakteri dan antiseptik yang kuat yang dapat membantu mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan bisul. Minyak pohon teh tidak boleh dioleskan langsung ke kulit, karena dapat memiliki efek terbakar. Campurkan lima tetes minyak pohon teh dengan satu sendok teh kelapa atau minyak zaitun. Masukkan minyak pohon teh yang sudah diencerkan ke kapas dan oleskan ke daerah kulit yang muncul bisul 2-3 kali sehari. Lakukan langkah ini setiap hari sampai bisul matang,  pecah, dan benar-benar hilang.

  1. Gunakan bubuk kunyit 

Bubuk kunyit memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang keduanya dapat membantu menyembuhkan bisul dan membuangnya dengan cepat. Anda dapat memilih untuk menelan bubuk kunyit, menggunakannya secara topikal untuk mengobati bisul, atau keduanya. Jika ingin mengonsumsinya, rebus satu sendok teh bubuk kunyit dalam air atau susu, dan minum 3 kali sehari setelah dingin. Begitu pun jika ingin menggunakannya secara topikal atau oles, campur kunyit dengan air dan atau jahe untuk membuat masker, dan oleskan ke bagian yang muncul bisul setidaknya 2 kali sehari.

Itulah beberapa cara menghilangkan bisul secara alami yang bisa Anda lakukan. Bisul memang bukan merupakan penyakit atau kondisi kesehatan yang berbahaya. Akan tetapi, jika dibiarkan dan tidak segera diobati dapat berakibat fatal.

Jangan Dikucek, Begini Cara Atasi Mata Gatal yang Benar

Mata gatal seringkali membuat tidak nyaman. Tak sedikit orang yang langsung mengucek mata ketika mata terasa gatal, padahal kebiasaan ini malah bisa menyebabkan iritasi, lho!

Mata gatal bisa disebabkan karena beberapa hal seperti, alergi, mata kering, dan juga infeksi. Ketika benda seperti debu, jamur, atau serbuk sari masuk pada mata, pembuluh darah akan membengkak dan menyebabkan mata gatal dan juga memerah. 

Berikut ini beberapa cara yang tepat untuk mengatasi mata gatal yang cukup mengganggu. 

Penyebab mata gatal

Berikut beberapa penyebab utama mata terasa gatal:

  • Alergi yang disebabkan oleh masuknya benda asing seperti serbuk sari, debu, dan bulu hewan
  • Mata kering karena terus menatap gadget
  • Rinitis alergi atau alergi musiman
  • Infeksi mata
  • Pemakaian lensa kontak yang tidak pas
  • Eksim

Mata yang terasa gatal bisa menimbulkan beberapa gejala seperti mata merah, iritasi, rasa gatal, berair, kelopak mata bengkak, nyeri, dan juga sensitif jika melihat cahaya yang terang. 

Mengatasi mata gatal yang tepat

Mata gatal dengan gejala yang ringan bisa diobati dengan treatment rumahan yang cukup mudah. Berikut beberapa caranya. 

  • Obat tetes mata

Kamu bisa meredakan mata gatal dengan memberikan obat tetes mata. Pastikan kamu sudah memilih obat tetes dengan bahan yang aman, ya. Pilih obat tetes mata khusus untuk mengatasi mata gatal

  • Kompres mata dengan air dingin

Kompres dingin pada mata bisa meredakan gatal dan juga menenangkan pada mata. Caranya dengan mengambil kain bersih dan rendam dengan air es, lalu oleskan pada bagian mata yang gatal. 

  • Mengonsumsi obat antihistamin

Jika mata gatal disebabkan karena alergi, biasanya dokter akan memberikan obat antihistamin. Konsumsi sesuai dengan resep dokter, ya.

  • Mengonsumsi antibiotik dan obat antiradang

Jika gatal disebabkan karena bakteri, dokter akan meresepkan beberapa obat seperti antibiotik dan juga anti peradangan

  • Menjaga kebersihan

Ketika mata terasa gatal, sebaiknya bersihkan dulu tangan dan usap menggunakan tisu atau kain yang bersih. Usap secara lembut di bagian yang gatal dengan hati-hati. Hal ini akan menghindari terjadinya infeksi serius karena mengucek mata dengan tangan kotor. 

Jaga kesehatan mata dengan kebiasaan yang sehat ini

Meskipun mata gatal bisa disembuhkan dengan mudah, namun kamu tetap wajib menjaga kesehatan mata dengan melakukan kebiasaan sehat ini. 

Mengonsumsi makanan bergizi

Kurangi makanan junkfood dan konsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran hijau. Jangan lupa juga mengonsumsi ikan yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi seperti tuna. Kamu juga bisa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A sepertu wortel. 

Berhenti merokok

Merokok juga bisa menyebabkan gangguan pada mata karena asap dan abu rokok yang membuat mata perih. Merokok juga bisa meningkatkan risiko penyakit seperti katarak. 

Gunakan kacamata pelindung

Gunakan kacamata khusus untuk melindungi mata selama beraktivitas, seperti saat bekerja di depan layar komputer, bekerja di luar rumah, hingga saat terkena sinar matahari langsung. Menggunakan kacamata bisa mencegah masuknya benda asing atau bakteri. 

Jaga kebersihan lensa kontak

Seperti yang sudah dibahas, jika pemakaian lensa kontak yang tepat bisa menimbulkan mata gatal dan iritasi. Sebaiknya tetap jaga kebersihan lensa kontak dan gunakan dengan benar, ya. 

Segera pergi ke dokter jika mata gatal terus terjadi dan tidak juga membaik. Semoga lekas pulih!

Sinusitis Sering Kambuh? Begini Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Sinusitis merupakan peradangan atau pembengkakan pada sinus, yaitu rongga berisi udara yang letaknya di sekitar dahi, hidung, tulang pipi, dan di antara mata. Sinusitis bisa terjadi akibat adanya infeksi virus ataupun alergi. Gejalanya yang mirip dengan flu biasa membuat orang sulit membedakan dengan sinusitis, yaitu hidung tersumbat, demam, batuk, keluar lendir berwarna kuning dari hidung, demam, nyeri tenggorokan, dan menurunnya indera penciuman. Jika sedang kambuh, gejala sinusitis terkadang bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Nah, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala sinusitis,di antaranya:

Cara Mengatasi Sinusitis

Lakukan Bilas Hidung

Membilas hidung dengan air hangat yang dicampur garam bisa membantu membersihkan sinus dari lendir dan mengurangi pembengkakan akibat sinusitis. Caranya:

  • Campurkan 1 liter air hangat, 1 sendok teh garam, dan ½ sendok teh baking soda agar larutan tidak terlalu asin
  • Masukkan larutan garam tersebut ke dalam neti pot bersih yang bisa Anda beli di apotek
  • Bersandar pada wastafel, miringkan kepala Anda lalu tuang larutan garam ke salah satu lubang hidung. Gunakan mulut untuk bernapas selama larutan mengalir di dalam hidung
  • Biarkan larutan garam mengalir keluar melalui lubang hidung yang lainnya

Konsumsi Makanan Ini

  • Buah Nanas, memiliki kandungan bromelain, yaitu protein yang bisa meredakan bengkak pada saluran pernapasan, meredakan batuk, dan mengencerkan lendir di tenggorokan. Buah nanas juga bermanfaat sebagai antiinflamasi dan terapi sinusitis
  • Jahe, bisa memberikan rasa hangat pada tenggorokan dan melegakan saluran pernapasan. Meminum teh yang dicampur dengan jahe bisa meredakan hidung mampet karena flu dan sinusitis.
  • Madu, dipercaya bisa meredakan sakit tenggorokan yang biasanya juga dialami pengidap sinusitis. namun, harus madu asli yang dikonsumsi, tanpa campuran bahan pengawet dan pemanis buatan.

Jaga Kelembapan Udara

Udara kering yang dihirup bisa menyebabkan iritasi pada sinus. Sedangkan menghirup udara yang lembap bisa mengurangi keluhan hidung tersumbat. Anda bisa memasang alat pelembap udara atau humidifier di ruangan rumah Anda untuk meredakan gejala sinusitis.

Perbanyak Air Putih

Air mineral dan jus buah kaya cairan bisa membantu mengencerkan lendir dan memudahkannya keluar dari rongga sinus yang sedang membengkak. Hindari konsumsi alkohol dan kafein karena bisa menyebabkan dehidrasi dan membuat pembengkakan pada sinus semakin parah. Cukupi kebutuhan cairan tubuh harian, sekurang-kurangnya yaitu 2 liter perhari untuk menghindari kambuhnya sinusitis.

Kompres Air Hangat

Mengompres menggunakan handuk yang telah direndam dalam air hangat di bagian hidung dan dahi bisa meringankan gejala sinusitis yang membuat tidak nyaman serta melembabkan rongga hidung. Selain menggunakan kompres, Anda juga bisa menghirup uap hangat dari mangkuk untuk melegakan hidung.  Hindari menghirup uap dari air yang masih dimasak di kompor.

Tinggikan Posisi Kepala

Saat ingin tidur, tambahkan bantal untuk menopang kepala agar lebih tinggi dari biasanya. Tujuannya yaitu untuk mengurangi tekanan di sekitar sinus dan mengurangi gejala hidung tersumbat. Perhatikan juga apakah posisi Anda sudah nyaman untuk tidur sehingga bisa mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman akibat sinusitis.

Konsumsi Pereda Nyeri

Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol yang banyak dijual di apotek jika merasakan gejala nyeri di area pipi, mata, dan dahi akibat sinusitis.

Minum Dekongestan Tablet

Obat ini bisa mengurangi pembengkakan dan mengurangi penyumbatan pada sinus

Memakai Semprotan Dekongestan

Manfaat yang dimiliki sama seperti dekongestan tablet, tetapi jika digunakan lebih dari satu minggu, bisa menyebabkan penyumbatan sinusitis bertambah buruk

Cara Mencegah Sinusitis

  • Hindari pemicu alergi seperti bulu binatang atau serbuk sari tanaman
  • Jika Anda punya hewan peliharaan, pastikan untuk memandikannya secara rutin
  • Tidak merokok dan menghirup asap rokok dari orang lain (perokok pasif)
  • Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan gunakan sabun, terutama jika Anda sedang flu. Hindari kebiasaan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan
  • Anda bisa menggunakan masker untuk menghindari penyebab alergi seperti debu masuk ke hidung

Jika Anda kembali mengalami sinusitis dengan gejala seperti hidung tersumbat dan meler, kepala nyeri, serta disertai demam dan batuk yang berlangsung selama lebih dari satu minggu, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut agar tidak menyebabkan sinusitis kronis.

Apa Itu Pseudogout, Gejala dan Penyebabnya

Pseudogout

Pseudogout adalah kondisi pembengkakan pada artritis yang terasa menyakitkan di beberapa sendi. Rasa sakit karena pseudogout bisa terjadi selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. 

Pseudogout juga bisa disebut sebagai penyakit karena pengendapan kalsium pirofosfat. Pengendapan ini menyebabkan rasa sakit pada area persendian. 

Sendi yang biasanya terasa sakit yakni sendi lutut, pergelangan tangan dan tak jarang terjadi juga di area pinggul, bahu siku, jari kaki, hingga pergelangan kaki. Hal ini biasa terjadi pada lansia usia 60 tahun ke atas. 

Gejala pseudogout

Dalam beberapa kasus, tidak ada gejala sama sekali, namun lebih sering sendi terasa sakit di bagian lutut dan pergelangan tangan. Pseudogout paling sering memengaruhi satu sampai empat sendi. 

Berikut ini beberapa gejala pseudogout yang biasanya menyerang sendi. 

  • Nyeri sendi secara tiba-tiba dan intens
  • Sendi mengalami bengkak dan terasa hangat serta lembut saat disentuh
  • Kulit memerah di sekitar sendi yang sakit
  • Pseudogout juga menyebabkan pembengkakan yang terus menerus
  • Sendi terasa sulit ditekuk atau dilenturkan
  • Merasakan demam, merasa badan tidak enak, menggigil. Gejala ini karena reaksi peradangan pada sendi

Berbeda dengan penyakit asam urat yang biasanya menyerang pada malam hari, gejala pseudogout bisa terjadi kapan saja. Namun, dilihat dari rasa sakit, biasanya pseudogout tidak sesakit penyakit asam urat. 

Rasa sakit pada sendi sebaiknya jangan dibiarkan berlarut-larut sebab bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen. 

Penyebab pseudogout

Pseudogout terjadi karena adanya kristal kalsium pirofosfat pada sendi yang terkena. Biasanya kristal ini akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. 

Berdasarkan penelitian, kristal kalsium pirofosfat ini muncul pada lansia dengan usia lebih dari 85 tahun. Namun, tak jarang juga terjadi pada lansia mulai dari usia 60 tahun. 

Beberapa penelitian menyebut, jika kristal kalsium pirofosfat ini dilepaskan jika tulang rawan terganggu, seperti cedera, trauma, pembedahan, atau juga infeksi.

Kristal yang dilepaskan ini akan masuk dan menempel ke jaringan sendi lunak, seperti lapisan sinovial sendi, brusa, ligamen, dan tendon.

Setelah kristal bersarang di sendi lunak, maka akan memicu sistem kekebalan dimana respon sistem kekebalan akan menghasilkan peradangan, nyeri, bengkak, serta kemerahan.

Beberapa faktor di bawah ini juga turut memengaruhi terjadinya pseudogout:

  • Usia

Semakin bertambahnya usia, maka risiko terkena pseudogout juga semakin tinggi. Biasanya pseudogout menyerang seseorang dengan usia 60 tahun ke atas.

  • Trauma sendi

Seseorang yang pernah mengalami trauma sendi juga menyebabkan tulang rawan melepaskan kristal kalsium pirofosfat sehingga memicu terjadinya pseudogout.

  • Sejarah keluarga

Masalah genetika juga berperan yang membuat seseorang rentan mengalami penumpukan kristal kalsium pirofosfat pada persendian. Penelitian terbaru menunjukkan jika mutasi gen ANKH yang membantu mengatur metabolisme bisa meningkatkan risiko terkena pseudogout

  • Penyakit gout atau encok

Orang yang memiliki penyakit gout atau encok ini bisa 2,5 kali lebih berisiko terkena pseudogout

  • Osteoartritis

Penelitian menunjukkan jika pengendapan kristal kalsium pirofosfat ini bisa meningkat pada seseorang yang mengidap osteoartritis

  • Ketidakseimbangan mineral

Seseorang dengan kadar kalsium dan besi yang berlebih atau sedikit magnesium berisiko lebih besar terkena pseudogout

  • Kondisi medis lainnya

Pseudogout bisa terjadi karena kelenjar paratiroid yang terlalu aktif

Efek samping pseudogout

Peradangan pada pseudogout dapat menyebabkan kerusakan sendi secara permanen.  Kerusakan sendi ini didiagnosis sebagai osteoartritis. 

Seseorang yang menderita osteoartritis juga berisiko tiga kali lebih tinggi untuk memiliki endapan kristal kalsium pirofosfat

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis. 

Cara mengobati pseudogout

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menghilangkan atau mencegah pembentukan kristal kalsium pirofosfat pada kasus pseudogout, namun terdapat perawatan yang bisa mengurangi nyeri dan bengkak, seperti:

  • Injeksi sendi, dengan memasukkan jarum ke bagian sendi yang terasa nyeri dan mengeluarkan kristal di dalamnya
  • Mengonsumsi obat seperti NSAID, prednisone, dan colchicine untuk mengurangi peradangan 
  • Imobilisasi sendi dilakukan untuk menghindari beban yang terlalu berat pada area tungkai, sehingga bisa meminimalisir rasa sakit dan bengkak. 

Tips Terhindar dari Komplikasi Strongyloidiasis

Mungkin Anda mengapa kondisi cacingan tidak pernah dianggap sepele hingga harus mengonsumsi obat cacing tiap 6 bulan sekali di waktu kecil? Soalnya, infeksi cacingan dapat memicu berbagai komplikasi yang dapat menurunkan kualitas kehidupan Anda. 

Salah satu jenis cacingan yang terparah adalah strongyloidiasis. Ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang berjenis Strongyloides stercoralis. Ketika cacing gelang ini masuk ke tubuh Anda dan melakukan infeksi, bersiap-siaplah mengalami berbagai keluhan kesehatan yang dapat berujung ke komplikasi yang cukup serius. 

Jangan bayangkan gejala orang cacingan hanyalah berat badan yang kurus. Gejala lain dari strongyloidiasis, antara lain demam, batuk, gatal-gatal, juga diare. Itu baru gejala awal. Jika dibiarkan berlanjut, berbagai komplikasi di bawah ini menanti Anda. 

  • Malnutrisi

Malnutrisi merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada tubuh yang bisa berakibat menurunnya kemampuan kognitif maupun meredupnya imunitas tubuh. Malnutrisi karena strongyloidiasis terjadi karena usus tidak dapat menyerap nutrisi makanan yang Anda konsumsi dengan baik karena terserap oleh cacing-cacing parasit. Gejala diare dan tidak nafsu makan pada penderita strongyloidiasis semakin memperparah komplikasi ini. 

  • Pneumonia Eosinofilik 

Pneumonia eosinofilik merupakan kondisi ketika paru-paru membengkak karena peningkatan sejenis sel darah putih yang diproduksi tubuh. Peningkatan sel darah putih yang berjenis eosinofilik ini terjadi saat cacing sudah memasuki dan menginfeksi paru-paru Anda.

  • Penyebaran Strongyloidiasis 

Wajarnya cacing parasit penyebab strongyloidiasis bermukim di usus Anda dan merusak sistem pencernaan. Namun, imunitas tubuh yang lemah serta pengonsumsian obat-obatan imunosupresif bisa membuat cacing tersebut kembali memasuki aliran darah dan menimbulkan keluhan parah, seperti syok, komplikasi paru, dan masalah neurologis. 

Cara Mencegah 

Strongyloidiasis lebih mudah dialami oleh orang Indonesia. Soalnya, cacing yang menjadi parasitnya hidup di kawasan tropis dan subtropis. Sejumlah langkah preventif sebenarnya bisa Anda lakukan alih-alih harus bergelut dengan berbagai pengobatan cacingan yang lebih merepotkan. Berikut ini adalah beberapa tips simpel untuk bisa meminimalkan risiko terkena strongyloidiasis. 

  1. Selalu Memakai Alas Kaki 

Cacing penyebab strongyloidiasis awalnya memasuki tubuh lewat bagian telapak kaki Anda. Ia lebih mudah menginfeksi ketika Anda berjalan tanpa alas kaki, khususnya di daerah yang bertanah. Karena itu, pastikan Anda selalu memakai alas kaki ke manapun jika bepergian guna mencegah infeksi dari Strongyloides stercoralis. 

  1. Bangun Sanitasi Baik

Tahu tidak, infeksi cacing penyebab strongyloidiasis banyak terjadi di kawasan yang memiliki sistem sanitasi buruk. Semakin baik Anda membangun sanitasi di wilayah rumah Anda maka semakin mungkin Anda bisa terhindar dari infeksi cacing gelang yang satu ini. Ini karena sanitasi yang baik dapat menghindarkan Anda dari kontak dengan kotoran. Pembuangan limbah yang tepat dan pengelolaan feses memang menjadi kunci pencegahan penyakit tersebut.

  1.  Rajin Cuci Tangan dan Kaki 

Jangan malas untuk mencuci tangan dan kaki setiap kali habis keluar rumah atau memegang suatu benda asing. Gerakan mencuci tangan dan kaki bisa membuat mikroorganisme dan organisme, tidak terkecuali cacing parasit, yang sudah menempel di tubuh menjadi mati karena penggunaan sabun antibakteri. 

  1. Tingkatkan Daya Tahan 

Semakin lemah daya tahan tubuh Anda, infeksi cacing gelang penyebab strongyloidiasis bisa menimbulkan gejala yang kian parah, dari pneumonia sampai syok. Sebaliknya ketika imunitas tubuh terjaga, cacing-cacing tersebut akan mendapatkan perlawanan dari daya tahan tubuh Anda. Rutinlah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, aktif berolahraga, serta cukup beristirahat untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh Anda. 

***

Jangan biarkan strongyloidiasis membuat Anda tidak produktif karena berbagai keluhan gejala yang parah. Melakukan tips pencegahan memang tidak 100 persen menghalangi Anda dari infeksi cacing gelang, namun setidaknya mampu menurunkan tingkat risiko dan keparahan infeksinya.

Vaksin DPT, Hindari Anak dari Difteri, Pertussis, dan Tetanus

Vaksin DPT

Vaksin DPT merupakan salah satu jenis vaksin yang wajib diberikan pada anak sebelum berusia satu tahun. Vaksin DPT ini diberikan dalam lima dosis, yaitu pada usia 2, 4, 6, dan 15-18 bulan, lalu diulang pada usia 4 hingga 6 tahun. 

Jika, anak Anda tidak diberikan imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus), beberapa penyakit tersebut dapat menyebabkan atau berisiko tinggi kematian. Pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana vaksin DPT menghindari anak Anda dari beberapa penyakit tersebut. 

Apa itu vaksin DPT?

DPT adalah vaksin kombinasi yang melindungi dari tiga penyakit, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis. Ketiga komponen vaksin “tidak aktif” artinya mereka mati dan tidak dapat menyebabkan penyakit. 

Vaksin DPT dapat melindungi anak Anda dari:

  • Difteri.  Infeksi tenggorokan yang serius yang dapat menyumbat saluran napas dan menyebabkan masalah pernapasan yang parah. 
  • Tetanus. Penyakit saraf yang dapat terjadi pada semua usia, yang disebabkan oleh bakteri penghasil racun yang mencemari luka. 
  • Pertusis (batuk rejan). Penyakit pernapasan dengan gejala seperti pilek yang menyebabkan batuk parah (suara ‘rejan’ terjadi saat anak menarik napas dalam-dalam setelah batuk parah). Komplikasi serius dapat menyerang anak di bawah usia 1 tahun, dan mereka yang berusia di bawah 6 bulan memiliki risiko sangat tinggi. Remaja dan orang dewasa dnegan batuk yang berlangsung lama mungkin menderita pertusis dan tidak menyadarinya, dan dapat menularkannya kepada bayi yang rentan. 

Jadwal imunisasi DPT

Imunisasi DPT diberikan dalam rangkaian 5 kali suntikan, biasanya diberikan pada usia:

  • 2 bulan 
  • 4 bulan 
  • 6 bulan
  • 15-18 bulan
  • 4-6 tahun

Kemungkinan risiko dan efek samping imunisasi DPT

Vaksin ini dapat menyebabkan efek samping ringan, seperti:

  • Demam 
  • Rewel ringan 
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri saat ditekan
  • Kemerahan
  • Bengkak di area tempat suntikan diberikan

Efek samping yang jarang terjadi, meliputi:

  • Kejang 
  • Demam tinggi 
  • Tangisan yang tidak terkendali setelah mendapatkan vaksin

Namun, efek samping tersebut sangat jarang terjadi sehingga para peneliti mempertanyakan apakah itu disebabkan oleh vaksin. Kebanyakan anak memiliki sedikit atau tanpa efek samping. 

Dapatkah menunda atau tidak melakukan imunisasi DPT?

Penyakit sederhana atau ringan lainnya seharusnya tidak mencegah imunisasi, tetapi dokter Anda mungkin memilih untuk menjadwalkan ulang vaksin jika anak Anda menderita penyakit yang lebih serius. 

Bicaralah dengan dokter jika anak mengalami gejala berikut setelah mendapatkan vaksinasi, seperti:

  • Sebuah reaksi alergi yang serius
  • Masalah otak atau sistem saraf, seperti koma atau kejang
  • Sindrom Guillain-Barre
  • Sakit parah atau bengkak di seluruh lengan atau tungkai

Bagaimana merawat si kecil setelah vaksin?

Anak Anda mungkin akan mengalami demam, nyeri, dan bengkak serta kemerahan di area tempat suntikan diberikan. Bergantung pada usia anak Anda, nyeri dan demam dapat diobati dengan asetaminofen atau ibuprofen. Tanyakan pada dokter Anda untuk mengetahui apakah Anda dapat memberikan salah satu obat tersebut, dan untuk mengetahui dosis yang sesuai. 

Kain hangat dan lembab atau bantalan hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Memindahkan atau menggunakan anggota tubuh yang telah menerima suntikan sering kali dapat mengurangi rasa sakit. 

Namun, Anda harus segera menghubungi dokter jika timbul gejala komplikasi yang parah setelah vaksin DPT, termasuk kejang, demam di atas 40 derajat celcius, kesulitan bernapas, atau tanda alergi lainnya, syok atau kolaps, atau tangisan yang tidak terkontrol selama lebih dari 3 jam. 

Setelah Anda mengetahui sebegitu pentingnya vaksin DPT, maka disarankan untuk tidak melewatkan jadwal imunisasi DPT.