Efek Samping KB IUD yang Perlu Diketahui

Metode KB IUD atau intrauterine device merupakan jenis KB yang tingkat keberhasilannya tinggi untuk mencegah kehamilan. Lantaran metode kontrasepsi yang umum dikenal dengan KB spiral ini sangat tinggi, maka tak heran cara tersebut banyak dipilih oleh pasangan yang ingin menunda memiliki momongan. Meski begitu metode mencegah kehamilan tersebut juga perlu anda pertimbangkan baik-baik sebelum menggunakannya karena ada efek samping KB IUD. 

Efek samping KB IUD sangat perlu anda ketahui sebagai informasi awal sebelum anda dan pasangan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait. Untuk itu, tak ada salahnya anda meluangkan waktu sejenak demi membaca artikel ini. Nah, tanpa berlama-lama lagi, mari kita simak efek samping dari metode kontrasepsi atau KB spiral tersebut. 

Nyeri ketika pemakaian 

Efek samping KB IUD pertama yang dapat anda rasakan adalah rasa sakit ketika pemasangannya. Rasa sakit itu memang wajar anda rasakan karena bentuk KB spiral ini memang agak tajam. Di samping itu, rasa sakit juga tak hanya muncul kala pemasangan. Pasalnya, berbagai sumber menjelaskan pengguna KB spiral ini mungkin juga merasakan sakit kepala, perut terasa kram, atau pendarahan setelah pemasangan alat kontrasepsi itu. 

Rahim seperti tertusuk 

Efek samping KB IUD yang kedua adalah anda merasa kalau rahim seperti tertusuk. Hal ini karena bentuk dari KB spiral yang seperti huruf T. Oleh karena itu, alat kontrasepsi tersebut punya kemungkinan menyentuh dinding rahim sehingga penggunanya mengalami sensasi tertusuk. Apabila efek samping ini yang terjadi, maka kita bisa melihat korelasi dari efek samping nan telah disebutkan diawal, bahwa KB spiral mungkin saja membuat penggunanya mengalami pendarahan. Lantaran tertusuk itulah, maka pendarahan bisa saja anda alami. Meskipun demikian, kabar baiknya adalah kalau efek samping KB IUD kategori ini jarang sekali terjadi. 

Datang bulan tidak lancar 

Yang paling banyak dirasakan dari efek samping KB IUD adalah datang bulan menjadi tidak lancar. Berkenaan dengan hal ini, ada dua kemungkinan yang bisa anda alami. Pertama, menstruasi menjadi lebih lama. Kedua, siklus datang bulan menjadi lebih pendek. Lebih lanjut, berbagai sumber juga menyatakan pemasangan jenis KB spiral ini memungkinkan membuat para pemakainya mengalami keputihan. 

Hamil di luar rahim 

Efek samping KB IUD selanjutnya adalah mungkin saja anda hamil di luar rahim. Kondisi yang biasa disebut kehamilan ektopik ini mungkin saja terjadi karena KB spiral bisa saja membuat perubahan jalur sperma. Sebetulnya, efek samping yang satu ini jarang terjadi. Akan tetapi, anda tetap perlu mempertimbangkannya karena hamil di luar rahim merupakan kondisi yang sangat berbahaya, bahkan bisa mengancam nyawa. 

Perubahan hormon 

Efek samping KB IUD yang terakhir adalah terjadinya perubahan hormon. Apabila efek samping ini yang terjadi, maka anda bisa saja merasakan rasa sakit pada payudara. Selain itu, perubahan hormon yang terjadi dapat pula membuat anda merasakan mual, pusing, kulit berminyak, atau mengalami gejala datang bulan yang lebih parah daripada sebelum pemakaian KB IUD. Meskipun begitu, efek samping perubahan hormon ini juga tak bersifat permanen. Bebagai sumber menyebut efek samping tersebut hanya berlangsung beberapa bulan saja setelah pemasangan. 

Itulah beberapa efek samping KB IUD yang dapat kita ketahui. Secara umum, efek samping yang mungkin saja muncul hanya berlangsung beberapa bulan saja. Di sisi lain, efek samping yang lebih parah terbilang jarang sekali terjadinya. Kendati demikian, anda harus betul-betul mempertimbangkan efek samping itu. Pasalnya, kita telah ketahui kalau salah satu efek samping KB spiral adalah terjadinya kehamilan di luar rahim.

Waspadai Ciri-ciri Kanker Payudara, Pahami Faktor Risikonya

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling berisiko untuk perempuan. Penderita penyakit ini umumnya berusia di atas 50 tahun, walaupun ada juga penderita kanker payudara yang berusia lebih mudah. Para penderita jenis kanker ini biasanya akan mengalami ciri-ciri kanker payudara yang terkait perubahan bentuk payudara dari segi ukuran, tekstur, maupun kontur. Tidak jarang ciri-ciri kanker payudara menimbulkan rasa nyeri tertusuk di area jaringan payudara. 

Banyak risiko yang dapat membuat Anda merasakan ciri-ciri kanker payudara. Di mana jika sudah mendapati gejala awal penyakit ini, sebaiknya Anda tidak menunda untuk segera berobat ke dokter agar peluang sembuh lebih besar. Beberapa risiko terkait kanker payudara, antara lain obesitas, keturunan, juga kebiasaan Anda sehari-hari, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol. 

Pertanyaannya, apakah pembentukan sel kanker di payudara bisa dicegah? Beberapa pemicu kanker payudara memang sulit untuk ditepis, seperiti pertambahan usia atau faktor keturunan. Namun, lebih banyak lagi faktor pemicu jenis kanker ini yang dapat Anda kelola agar tidak sampai menimbulkan gejala ciri-ciri kanker payudara. Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan terkait pemicu kanker payudara yang sebenarnya dapat dikelola.  

Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur 

Terlalu banyak mengonsumsi makanan protein hewani ternyata bisa lebih rentan memicu pertumbuhan sel asing dalam tubuh Anda, tidak terkecuali sel kanker di payudara. Jika Anda ingin menghindari penyakit kanker payudara, sudah saatnya menguragi asupan daging dan beralihlah dengan lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan sehingga bisa mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker 

Rutin Berolahraga Setiap Hari 

Jangan sampai Anda merasakan ciri-ciri kanker payudara yang tidak diharapkan. Mulailah untuk bergerak lebih aktif setiap hari dengan rutin berolahraga. Ini bisa merendahkan risiko Anda terkena kanker payudara. Tidak perlu membayangkan Anda harus melakukan jenis olahraga berat. Jenis olahraga ringan, seperti jogging, renang, ataupun yoga selama 30 menit tiap hari bisa menjadi pencegah tumbuhnya sel asing di payudara yang sama sekali tidak Anda kehendaki. 

Pertahankan Berat Badan Ideal 

Obesitas merupakan salah satu pemantik besar yang menimbulkan pertumbuhan sel kanker di jaringan payudara. Pasalnya, obesitas membuat ukuran payudara menjadi lebih besar sehingga risiko kanker payudara juga ikut meninggi. Karena itu jika ingin mencegah kanker payudara, setialah untuk menjaga berat badan Anda di angka ideal. Melakukan diet sehat dan aktif berolahraga menjadi cara efektif untuk mempertahankan berat badan ideal. 

Menyusuilah jika Mungkin 

Menyusui tidak hanya menjadi cara terbaik memberikan nutrisi penting bagi anak. Kenyataannya, menyusui juga bisa memperkecil kemungkinan Anda mengalami ciri-ciri kanker payudara. Setidaknya untuk bisa menurunkan risiko kanker payudara, susuilah anak Anda minimal selama setahun jika memungkinkan. 

Hindari Pil KB 

Penggunaan pil KB memang dapat membuat Anda lebih mudah mengatur dan merencanakan kelahiran . Namun efek sampingnya, penggunaan pil KB meningkatkan risiko pembentukan sel kanker di jaringan payudara. Jadi jika memang tidak terlalu terpaksa, lebih baik Anda menghindari penggunaan pil KB atau memilih jenis kontrasepsi lain. 

Kurangi Asupan Alkohol

Alkohol sangat mudah memicu peradangan dalam tubuh, tidak terkecuali di jaringan payudara sehingga risiko munculnya sel kanker menjadi lebih besar. Bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol. Namun, mulailah untuk mengurangi asupan alkohol seminimal mungkin maksimal 2 gelas per hari. Jika memang tidak terlalu dibutuhkan, sebaiknya pula Anda mengatakan tidak untuk meminum alkohol. 

Stop Kebiasaan Merokok 

Anda tentu sudah sangat paham mengenai bahaya merokok. Kebiasaan ini bukan hanya bisa memicu beragan jenis kanker menimpa Anda, tidak terkecuali kanker payudara. Kebiasaan merokok juga bisa menyeret Anda ke berbagai kondisi penyakit kronis lain, seperti hipertensi, penyakit jantung, asampai pada kemandulan. Jadi, stop kebiasaan merokok Anda sekarang juga! 

Selain melakukan segala cara pencegahan di atas, ada baiknya Anda juga rutin melakukan tes mammogram untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker di payudara. Jangan pula mengabaikan ciri-ciri kanker payudara. Jika memang merasakan gejala kanker di jaringan payudara, segeralah periksakan ke dokter. 

Bolehkah Olahraga Saat Haid? Yuk, Cari Tahu Jawabannya di Sini!

Menjaga kebugaran tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan rutin melakukan olahraga. Namun, banyak wanita yang menghindari olahraga ketika haid. Meskipun ada juga wanita yang tetap berolahraga meski sedang haid. Lantas apakah olahraga saat haid diperbolehkan? Apa risiko dan manfaatnya bagi tubuh? Simak ulasan berikut.

Bolehkah Olahraga Saat Haid?

Haid atau menstruasi merupakan siklus alami yang dialami oleh wanita setiap bulannya. Ketika haid terjadi, umumnya wanita akan merasakan nyeri, lemas, kram perut, nyeri punggung, dan lain sebagainya. Hal ini membuat beberapa wanita malas untuk melakukan kegiatan fisik, termasuk olahraga.

Hingga saat ini, olahraga saat haid masih menjadi perdebatan. Sebagian orang menganggap aktivitas ini berisiko, namun ada juga yang menganggapnya biasa saja. Sebenarnya, olahraga saat haid diperbolehkan, asal tidak memaksakan diri dan tetap memperhatikan intensitasnya.

Ketika haid terjadi, ada perubahan hormon pada wanita. Perubahan hormon inilah yang berpengaruh terhadap perubahan mood dan rasa nyeri haid yang dirasakan oleh wanita. Selain itu, perubahan hormon yang juga membuat Anda jadi malas berolahraga. Padahal, olahraga ketika haid justru memiliki banyak manfaat.

Manfaat Olahraga Saat Haid

Seperti yang dibahas sebelumnya, olahraga saat haid diperbolehkan. Bahkan memiliki manfaat yang besar bagi tubuh, seperti:

1. Mengurangi Nyeri PMS

Tahukah Anda bahwa ternyata melakukan olahraga saat haid dapat membantu untuk mengurangi nyeri PMS? Hal ini sudah dibuktikan oleh sebuah studi yang dilakukan oleh Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. Studi ini mengungkap bahwa rutin melakukan olahraga saat menstruasi cenderung dapat mengurangi kram dan nyeri sakit kepala di bandingkan yang tidak melakukan olahraga.

2. Merilekskan Tubuh

Manfaat lain dari melakukan olahraga saat haid adalah dapat membuat Anda lebih rileks. Ketika berolahraga, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin. Hormon endorfin merupakan hormon yang berperan memberikan rasa bahagia dan ketenangan. Hal inilah yang akan membuat Anda merasa lebih rileks.

3. Meningkatkan Energi

Manfaat selanjutnya dari berolahraga saat haid adalah dapat meningkatkan energi. Pada saat haid, wajar jika Anda merasa lemas, terlebih pada hari-hari awal menstruasi. Nah, dengan berolahraga, maka peredaran darah akan lancar otot jantung lebih aktif. Hal ini membuat rasa lemas ketika menstruasi hilang. Anda akan memiliki energi lebih untuk menjalani hari.

4. Memperbaiki Siklus Menstruasi

Manfaat olahraga saat haid terakhir yang dapat Anda rasakan adalah membantu memperbaiki dan memperlancar siklus menstruasi bulanan. Jadi jika siklus haid Anda kurang lancar, maka berolahraga saat haid justru melancarkan siklus tersebut.  

Dapat disimpulkan bahwa olahraga saat haid sah-sah saja, asal dilakukan dengan rileks dan sewajarnya. Hindari memaksakan diri untuk melakukan gerakan yang berat sehingga mengakibatkan tubuh lebih lemas. Sebaiknya Anda melakukan olahraga mulai hari kedua atau ketiga menstruasi, yaitu ketika nyeri haid sudah tidak terlalu terasa. 

Beberapa olahraga yang disarankan untuk dilakukan ketika haid antara lain bersepeda, jalan santai, senam, serta yoga. Jenis olahraga ini tergolong ringan dan tidak menyebabkan kelelahan berat. Sedangkan olahraga yang perlu dihindari antara lain berenang, angkat beban, serta olahraga berat lainnya. So, tidak takut lagi untuk olahraga saat haid bukan?

Tips Ratus Vagina Aman Dilakukan di Rumah

Ratus vagina menjadi salah satu pilihan perawatan tradisional yang masih dipercayai. Ada banyak manfaat dari ratus yang diklaim baik untuk wanita.

Intinya, ratus adalah perawatan dengan mengasapi area vagina dengan uap hasil rebusan rempah-rempah. Ada beberapa rempah yang dipercaya bisa memberikan dampak positif.

Ramuan rebusan ratus biasanya mengandung bunga mawar, kayu secang, kunyit, temu lawak, pala, hingga akar wangi. Modern ini ada beberapa kombinasi rempah lain yang bisa Anda pilih.

Menariknya, kini tersedia paket ratus untuk Anda lakukan sendiri di rumah. Anda tinggal membeli rempah-rempah tersebut dan tentu saja menyediakan kursi khusus untuk melakukan ratus vagina.

Cara melakukan ratus vagina di rumah

Anda bisa mendapatkan produk ratus vagina di e-commerce. Selain itu, Anda perlu menyiapkan kursi khusus dengan lubang di tengah untuk memosisikan vagina di atas uap yang dihasilkan.

  • Siapkan air secukupnya, rebus sampai mendidih
  • Jika sudah, matikan api dan masukkan bahan-bahan herbal ratus yang sudah Anda siapkan
  • Tunggu beberapa saat hingga aroma keluar
  • Posisikan rendaman tersebut di bawah kursi yang sudah Anda siapkan
  • Lapisi pinggiran kursi dengan kain atau handuk
  • Duduk dengan memosisikan miss v di atas lubang, atur jaraknya jangan terlalu dekat agar tidak terlalu panas
  • Duduk selama 20-30 menit

Manfaat dan risiko ratus vagina

Ratus diklaim dapat membawa banyak manfaat positif, khususnya bagi wanita yang akan menikah, setelah melahirkan, atau sekadar saat mereka ingin merawat organ reproduksi yang satu ini.

Manfaat utama perawatan ini adalah meningkatkan aroma vagina menjadi lebih harum. Selain itu, ada dampak relaksasi yang juga penting bagi wanita.

Ratus juga diyakini dapat meredakan keluhan saat menstruasi seperti mual, kram, lelah, atau darah berlebih, serta meningkatkan kesuburan.

Meski begitu, perawatan ini membawa risiko tersendiri. Khususnya jika teknik melakukannya keliru.

Vagina adalah organ intim yang sangat sensitif. Faktanya, manfaat ratus belum teruji secara klinis, justru membawa risiko.

Penguapan vagina juga dapat meningkatkan risiko infeksi vagina dengan mengubah ekosistem bakteri vagina. Kulit vagina halus, sensitif, dan mudah mengalami trauma.

Terlalu intens menyemburkan uap panas bisa saja menyebabkan luka bakar atau melepuh pada area vagina.

Selain itu, ratus berisiko membunuh bakteri-bakteri baik dalam vagina. Jika hal ini terjadi, vagina justru akan menjadi ruang untuk pertumbuhan bakteri buruk dan jamur.

Tips aman ratus vagina

Setelah mengetahui risiko tersebut, Anda bisa lebih berhati-hati dalam melakukan ratus. Anda bisa tetap melakukannya, beberapa tips di bawah ini mungkin membantu mengurangi risiko:

  • Pastikan suhu uap panas yang terpapar ke vagina tidak terlalu tinggi. Hanya Anda yang bisa tahu apakah suhu uapnya terlalu tinggi atau tidak, bukan terapis atau petugas di salon.
  • Jika terasa tidak nyaman, segera berdiri dan informasikan kepada terapis untuk menyesuaikan suhunya.
  • Jangan memposisikan vagina terlalu dekat dengan uap panas.
  • Jangan terlalu sering melakukan ratus.

Pada dasarnya, vagina adalah organ tubuh yang bisa ‘membersihkan’ diri sendiri asal tetap dibasuh setiap kali buang air kecil, berhubungan intim atau terasa lembap. Oleh sebab itu, lakukan perawatan ratus vagina sewajarnya saja, ya!

Apa Penyebab Keputihan Abnormal?

Sebagian besar penyebab keputihan tidak normal relatif tidak berbahaya, seperti infeksi jamur, vaginosis bakterial, atau gejala menopause. Tapi terkadang, keputihan tidak normal menyebabkan ketidaknyamanan hingga turunnya tingkat percaya diri.

Keputihan yang tidak normal juga bisa menjadi gejala infeksi menular seksual (IMS) tertentu. Infeksi ini dapat berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebar ke rahim, ovarium dan saluran tuba, dan dapat ditularkan ke pasangan seksual. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengobatan IMS sangat penting dilakukan.

Lalu, apa penyebab keputihan tidak normal?

Dinding vagina dan leher rahim, atau biasa disebut dengan serviks, mengandung kelenjar yang menghasilkan cairan yang membantu menjaga kebersihan vagina disebut keputihan. Keputihan yang normal ini biasanya berwarna bening atau putih susu dan tidak mengeluarkan bau menyengat.

Sejumlah infeksi yang berbeda menjadi penyebab perubahan pada volume, konsistensi, warna, atau bau saat terjadi keputihan. Bila sudah dirasa sangat meresahkan, segeralah konsultasi ke dokter. Apa penyebab keputihan yang berbahaya?

Trichomoniasis (trich) adalah infeksi oleh parasit bersel tunggal yang dikenal sebagai Trichomonas vaginalis. Infeksi ditularkan melalui kontak seksual.

Gonore adalah penyakit menular seksual (PMS) akibat infeksi oleh bakteri yang dikenal sebagai Neisseria gonorrhoeae.

Chlamydia adalah infeksi menular seksual (PMS) lain karena bakteri Chlamydia trachomatis. Meskipun wanita yang terinfeksi mungkin tidak memiliki gejala, keputihan dapat terjadi.

Infeksi jamur (kandidiasis) terjadi ketika ada pertumbuhan jamur yang berlebihan di vagina, seringkali karena penggunaan antibiotik atau faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan alami bakteri di area vagina. Spesies Candida adalah jenis ragi yang paling sering bertanggung jawab.

1. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri yang biasanya ada di vagina. Tidak diketahui secara pasti mengapa ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri tersebut terjadi. Kondisi ini sebelumnya dikenal sebagai Gardnerella vaginitis, yang berasal dari salah satu jenis bakteri yang sering menyebabkan kondisi tersebut.

2. Trichomoniasis

Trichomoniasis merupakan salah satu infeksi yang terjadi di vagina akibat protozoa yang bernama Trichomonas vaginalis. Apa penyebab keputihan ini berbahaya? Jika menyangkut kesehatan tubuh, infeksi vagina dapat sangat berbahaya. Kondisi ini bisa menyebabkan keluarnya keputihan berwarna kuning kehijauan yang berbau menyengat.

Keputihan yang muncul karena trikomoniasis biasanya juga disertai dengan gejala lain seperti nyeri saat berkemih, gatal, dan radang di vagina.

3. Gonorrhea

Ini adalah penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh infeksi bakteri yang dikenal dengan sebutan Neisseria gonorrhoeae.

4. Chlamydia

Penyakit menular seksual lainnya yang dapat membuat keputihan. Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Meskipun wanita yang terinfeksi mungkin tidak memiliki gejala, keputihan dapat terjadi sebagai salah satu gejala penyakit ini.

5. Infeksi jamur kandidiasis

Infeksi jamur (kandidiasis) terjadi ketika ada pertumbuhan jamur yang berlebihan di vagina, seringkali karena penggunaan antibiotik atau faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan alami bakteri di area vagina. Spesies Candida adalah jenis jamu yang menyebabkan infeksi pada organ wanita.

Selain kelima faktor di atas, apa penyebab keputihan juga bisa dari faktor alami seperti siklus menstruasi pada wanita serta hamil. Penggunaan produk pembersih vagina juga dapat menyebabkan keputihan karena bisa mengubah keseimbangan asam basa (pH) pada vagina sehingga menyebabkan keputihan.

Transfusion Syndrome

Twin to twin transfusion syndrome (TTTS) merupakan kondisi yang langka dimana kondisi tersebut dapat membahayakan janin (kembar) karena terhubungnya pembuluh darah sehingga dapat menghambat persediaan nutrisi pada janin.

TTTS menyebabkan salah satu janin menjadi pendonor, dan yang lain sebagai penerima. Pendonor memberikan penerima jumlah darah yang lebih banyak dari persediaan darah yang diterima. Hal tersebut menyebabkan pendonor mengalami malnutrisi dan masalah pada organ-organ tubuhnya. Penerima bisa mengalami masalah jantung karena menerima jumlah darah secara berlebihan.

image Transfusion Syndrome

Gejala

Ibu hamil yang mengalami TTTS akan menunjukkan gejala berikut:

  • Merasa bahwa pertumbuhan di dalam rahim sangat cepat dan berlebihan.
  • Masalah pada perut (nyeri, perut terasa kencang, atau kontraksi).
  • Ukuran rahim terlalu besar untuk usia kehamilannya.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki yang terjadi pada masa awal kehamilan.

Penyebab

Para peneliti belum mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan ibu hamil mengalami twin to twin transfusion syndrome. Namun, para peneliti menduga bahwa ibu hamil mengalami gangguan pembelahan sel telur setelah pembuahan. Hal tersebut membuat plasenta menjadi tidak normal. Plasenta yang abnormal dapat memicu TTTS.

Jika Anda Mengalami TTTS

Jika Anda hamil kembar dan mengalami twin to twin transfusion syndrome, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan TTTS.
  • Daftar gejala yang Anda alami karena sindrom tersebut.
  • Daftar riwayat medis (jika dokter membutuhkannya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah kondisi yang Anda alami parah atau tidak?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa panjang jalur lahir dan leher rahim.

  • USG

USG digunakan untuk membantu mendeteksi adanya TTTS atau tidak.

  • Volume cairan amnion

Pengukuran volume cairan amnion dilakukan untuk mengetahui jika ibu hamil mengalami TTTS atau tidak. Jika volume cairan amnion di rahim banyak, maka jalur lahir juga akan membesar sehingga ibu hamil berisiko terhadap TTTS dan persalinan secara prematur.

  • Ekokardiografi

Ekokardiografi digunakan untuk memeriksa kondisi jantung janin kembar.

Pengobatan

Pengobatan TTTS ditentukan oleh usia kehamilan dan seberapa parah kondisi yang dialami ibu hamil. Berikut adalah beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi TTTS:

  • Memantau kondisi kehamilan

Jika kondisi yang dialami ibu hamil tidak parah, mereka tidak perlu menjalani operasi. Namun, kondisi kehamilannya perlu dipantau dengan menggunakan USG dan ekokardiografi.

  • Amnioreduksi

Jika kondisi yang dialami ibu hamil sedang, mereka perlu menggunakan amnioreduksi. Amnioreduksi merupakan cara untuk mengurangi cairan amniotik dimana cairan tersebut muncul secara berlebihan pada janin. Cara tersebut bertujuan untuk memperlancar aliran darah janin.

  • Operasi

Operasi merupakan pilihan lain yang perlu dijalani ibu hamil jika amnioreduksi tidak efektif. Operasi dilakukan dengan menggunakan laser yang disertai dengan kabel tipis yang akan dimasukkan ke dalam perut ibu hamil sehingga dapat mencapai kantung amniotik janin penerima. Laser tersebut akan memotong pembuluh darah penyebab TTTS.

Pencegahan

TTTS merupakan kondisi yang terjadi secara acak, namun tidak dapat dicegah.

Kesimpulan

Twin to twin transfusion syndrome merupakan kondisi yang dapat membahayakan janin, karena dapat menyebabkan malnutrisi pada janin pendonor dan masalah jantung pada janin penerima donor. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter dapat mengobatinya dengan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang TTTS, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Perlukah Khawatir Jika Janin Belum Masuk Panggul?

Ketika Anda memasuki minggu terakhir kehamilan, mungkin akan ada hari ketika Anda bangun dan bertanya apakah bayi Anda sudah masuk panggul atau belum. Janin masuk panggul memainkan peran penting dalam kelahiran bayi Anda, lalu bagaimana jika belum?

Kebanyakan orang berpikir bahwa janin masuk panggul adalah tanda bahwa Anda akan segera melahirkan. Tetapi waktu janin masuk panggul sebenarnya bervariasi dari orang ke orang, sehingga mengetahui kapan hal itu terjadi dan apa artinya akan sangat membantu Anda. 

Anda bisa menganggap panggul Anda sebagai jembatan antara bayi Anda dan dunia luar, setidaknya dalam hal melahirkan. Selama kehamilan Anda, ligamen panggul Anda perlahan-lahan mengendur dan meregang untuk memberi ruang saat bayi Anda harus keluar dari jalan lahir. 

Saat ligamen mengendur dan Anda mendekati akhir kehamilan, kepala bayi Anda akan mulai bergerak ke bawah menuju panggul. Setelah bagian terluas dari kepala bayi Anda telah memasuki panggul, kepala bayi Anda secara resmi akan melakukan tugasnya. Namun bagaimana jika Anda memasuki minggu terakhir kehamilan dan janin masih belum masuk panggul?

Setiap kehamilan berbeda, dan janin masuk panggul tidak mengikuti jadwal tertentu. Namun, pada kehamilan pertama, biasanya terjadi beberapa minggu sebelum kelahiran, di antara usia kehamilan 34 minggu dan 38 minggu.

Pada kehamilan berikutnya, kepala bayi Anda atau janin mungkin tidak bergerak sampai persalinan Anda dimulai. Kedua skenario tersebut normal. Jika Anda mendekati akhir kehamilan, dan janin belum bergerak masuk panggul, Anda tidak melakukan kesalahan apa pun. Janin Anda mungkin dalam posisi yang tidak diinginkan, seperti menghadap posterior (punggung ke belakang) atau sungsang. Berikut beberapa alasan mengapa janin belum masuk panggul:

  • Brim overlap OP baby hits fetoscope Dagu bayi terangkat, membuat ukuran kepala lebih besar
  • Kepala bayi Occiput Posterior tumpang tindih dengan tulang kemaluan (diameter kurang baik)
  • Kelimpahan cairan ketuban yang sederhana (bayi terlalu banyak mengapung sebelum kontraksi membantu penurunan awal)
  • Kepala terlalu besar untuk panggul (jarang)
  • Skoliosis yang parah
  • Belum waktunya bayi untuk lahir
  • Sang ibu telah melahirkan sebelumnya dan bayi ini akan melahirkan
  • Plasenta menghalangi jalan bayi, sehingga janin belum masuk panggul
  • Segmen bawah rahim memiliki sedikit putaran yang mengurangi ruang untuk bayi

Atau mungkin juga masalah anatomi dengan plasenta, rahim, atau panggul Anda yang berarti bayi Anda tidak akan dapat bergerak sepenuhnya tanpa bantuan. Atau, kemungkinan besar, tidak ada yang salah sama sekali.

Sayangnya, beberapa elemen keterlibatan bayi Anda akan berada di luar kendali Anda sepenuhnya. Tidak ada yang dapat memberitahu Anda kapan tepatnya bayi Anda akan masuk panggul, tetapi seperti kebanyakan hal lain dalam kehamilan, persalinan, dan kelahiran, tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat atau memperlambat prosesnya. 

Tetapi Anda biasanya dapat mengetahui jika dan kapan kepala bayi Anda bergerak dan merasakan janin masuk panggul. Jika Anda mendekati akhir kehamilan Anda (terutama jika ini adalah kehamilan pertama Anda), dan Anda masih merasa janin belum berpindah posisi untuk masuk panggul, bicarakan dengan dokter Anda.

Kista Payudara Apakah Berbahaya?

Kista payudara adalah kantung berisi cairan di dalam payudara. Kista payudara biasanya bersifat jinak dan bukan kanker. Anda bisa memiliki satu atau lebih kista payudara, dan dapat terbentuk di satu atau kedua payudara. Kista payudara umumnya terasa seperti buah anggur atau balon yang berisi air, namun terkadang dapat bertekstur keras. Kondisi ini tidak membutuhkan perawatan khusus, kecuali kista berukuran besar dan menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman. Dalam kasus tersebut, menguras cairan dari dalam kista payudara menjadi bentuk perawatan utama untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan. Kista payudara umum dijumpai pada wanita yang belum menopause, usia 35 hingga 50 tahun. Kista payudara juga dapat terjadi pada wanita pasca menopause yang mendapatkan terapi hormon.

Penyebab dan gejala

Masing-masing payudara Anda terdiri dari lobus jaringan kelenjar. Lobus tersebut terbagi menjadi lobules yang lebih kecil dan dapat memproduksi ASI pada masa kehamilan dan menyusui. Jaringan pendukung yang memberikan bentuk pada payudara terbuat dari jaringan lemak dan jaringan penghubung fibrosa. Kista payudara berkembang sebagai hasil dari penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara. Kista payudara dapat dibedakan sesuai dengan ukurannya.

  • Microcyst berukuran sangat kecil dan tidak dapat dirasakan. Namun kondisi ini dapat terlihat pada saat tes pencitraan, misalnya mammography atau ultrasound.
  • Macrocyst berukuran besar dan dapat dirasakan dengan sentuhan. Ukurannya bisa mencapai diameter 2,5 hingga 5 cm. Kista payudara yang besar dapat memberikan tekanan pada jaringan payudara di dekatnya, sehingga menyebabkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman pada daerah tersebut.

Para ahli tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkan kista payudara. Namun, kondisi ini mungkin terbentuk sebagai akibat perubahan hormon di saat menstruasi bulanan. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa estrogen berlebih di dalam tubuh, yang mana dapat menstimulasi jaringan payudara, dapat menjadi alasan terbentuknya kista payudara.

Kista payudara dapat ditemukan di salah satu atau kedua payudara. Gejala adanya kista payudara adalah benjolan oval atau bulat yang lunak dan dapat digerakkan; cairan berwarna kuning atau coklat gelap yang keluar dari puting; rasa sakit pada daerah di sekitar kista; meningkatnya ukuran benjolan payudara sebelum menstruasi; dan menurunnya benjolan payudara dan gejala lain setelah menstruasi berakhir. Memiliki kista payudara tidak meningkatkan risiko Anda menderita kanker payudara.

Diagnosa

Setelah mendiskusikan gejala dan riwayat kesehatan Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan payudara dan tes diagnosa lain, seperti mammogram atau ultrasound payudara. Berdasarkan temuan pada pemeriksaan payudara klinis dan tes pencitraan, Anda perlu mendapatkan aspirasi jarum halus atau biopsi payudara.

Dalam pemeriksaan payudara, dokter akan memeriksa benjolan dan melihat apakah ada ketidaknormalan payudara. Karena sulit membuat diagnosa hanya dengan pemeriksaan ini saja, dokter akan merekomendasikan ultrasound payudara atau aspirasi jarum halus. Ultrasound dapat membantu dokter menentukan apakah benjolan payudara berisi cairan atau berbentuk solid. Daerah yang berisi cairan mengindikasikan adanya kista payudara. Sementara benjolan yang padat mengindikasikan adanya kanker payudara. Dokter dapat merekomendasikan biopsi guna melakukan evaluasi lebih jauh pada masa yang terlihat padat. Pada pemeriksaan aspirasi jarum halus, dokter memasukkan jarum tipis pada benjolan payudara dan mencoba menguras cairan di dalamnya. Aspirasi jarum halus terkadang dilakukan dengan arahan dari ultrasound guna memastikan jarum ditempatkan pada daerah yang tepat. Apabila cairan keluar dan benjolan payudara berkurang, dokter Anda dapat membuat diagnosa kista payudara dengan segera.

Tanda-tanda Kanker Ovarium yang Perlu Dipahami Wanita

Tanda-tanda Kanker Ovarium yang Perlu Dipahami Wanita

Menjadi penyakit yang selalu dikhawatirkan oleh para perempuan, kanker ovarium memang harus diwaspadai keberadaannya. Munculnya kanker ini diakibatkan kondisi tumor ganas yang berkembang di dalam indung telur, bagian yang khusus memproduksi hormon wanita. Jika diobati dengan tepat dan bisa terdeteksi lebih awal, maka bisa dicegah.

Kasus yang terjadi akibat penyakit ini di dunia diperkirakan sudah mencapai lebih dari 200 ribu dalam setiap tahunnya. Di Indonesia, data terkait kanker ini masih belum selengkap dari data penyakit kanker lainnya, seperti kanker payudara dan serviks. Meski demikian, jumlah kasus yang terjadi di setiap tahunnya diketahui selalu bertambah.

Tanda-tanda Kanker Ovarium

Pada umumnya semua jenis penyakit kanker memang sangat jarang menimbulkan gejala di awal kemunculannya. Hal inilah yang menyebabkan kanker jenis ini baru bisa terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut, namun demikian berikut ini terdapat beberapa tanda-tanda yang perlu diwaspadai untuk mengetahui kanker pada ovarium.

  • Mual dan perut terasa kembung hingga cepat merasa kenyang, bisa juga disertai sakit perut yang hebat hingga mengalami sembelit.
  • Munculnya pembengkakan pada perut, sering buang air kecil dan akhirnya mengalami penurunan berat badan.
  • Mengalami sakit di bagian vagina ketika melakukan hubungan seks hingga mengeluarkan darah dan berujung pada perubahan siklus menstruasi.

Indung telur yang terletak di dekat kandung kemih dan usus menjadi penyebab munculnya gejala masalah pencernaan yang berkaitan dengan tumor. Apabila gejala mengenai gangguan pencernaan berlangsung selama tiga minggu, maka dalam keadaan ini harus segera melakukan konsultasi dengan dokter ahli.

Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya kanker yang menyerang ovarium, perempuan yang terjangkit penyakit ini biasanya sudah memasuki masa menopause. Namun tidak hanya itu, riwayat keluarga juga bisa menjadi penyebab perempuan terkena penyakit kanker ini, berikut ini beberapa penyebab munculnya kanker pada ovarium.

  • Terapi Hormon Estrogen

Terapi ini biasanya dilakukan oleh para wanita yang hampir memasuki masa menopause, perempuan yang menjalani terapi ini sangat rentan terkena kanker. Maka dari itu, untuk menjalani terapi ini harus dengan sangat hati-hati.

  • Riwayat Keluarga

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa salah satu penyebab seseorang terkena kanker pada ovarium adalah riwayat keluarga. Untuk mengetahui hal ini bisa dengan melakukan tes darah, nantinya dapat dilihat lewat kadar CA-125 dalam tubuh.

  • Gaya Hidup Tak Sehat

Salah satu tanda gaya hidup tak sehat adalah mengalami obesitas, dalam mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan diet. Konsumsi makanan sehat dan rutin dalam berolahraga setiap hari secara teratur.

  • Proses Ovulasi

Kerusakan pada ovarium juga bisa dipengaruhi pada proses pelepasan sel telur selama ovulasi di setiap bulannya. Risiko kemungkinan ovarium terkena kanker bisa menurun jika kondisi tersebut dapat dicegah, sementara itu ovulasi akan berhenti dengan sendirinya selama masa kehamilan dan menyusui.

Kanker ovarium menjadi salah satu penyakit yang sulit untuk dicegah, hal ini tak lepas dari apa yang penyebab pasti kemunculannya. Namun, secara umum ditandai ketika sel-sel sehat mengalami mutasi genetik, itulah yang membuat perubahan sel normal yang berubah menjadi abnormal di dalam tubuh.

Sementara sel-sel sehat yang tumbuh dan berkembang dengan sendirinya akan mati secara perlahan, sebaliknya sel abnormal yang ada justru tumbuh tanpa terkendali. Tumbuhnya sel-sel abnormal ini yang membentuk tumor dan bermetastasis.

Wanita Semakin Berumur, Perut Semakin Buncit?

Pernah nggak kamu perhatikan orang-orang yang berusia lanjut cenderung memiliki perut yang buncit, terutama para wanita yang sudah berumur? Ukuran pinggang yang makin melebar seiring pertambahan usia adalah hal yang umum terjadi. Keluhan umum dari para wanita adalah makin sulitnya menjaga berat badan ketika akan memasuki usia kepala tiga. Lalu, ketika periode menopause, pada umumnya berat badan tidak bertambah secara signifikan tetapi, bentuk perut semakin membuncit. Maka timbul pertanyaan, apa sih penyebab perut buncit pada perempuan yang mulai menopause?

Pada prinsipnya, ada tiga faktor yang mempengaruhi berat badan kita, yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi tiap harinya, jumlah kalori yang terbakar oleh aktivitas organ tubuh dan aktivitas fisik setiap hari, serta usia kita. Konsumsi makanan terlalu banyak apabila tidak diimbangin dengan aktivitas fisik, akan menyebabkan kelebihan kalori yang diserap dalam tubuh sehingga, berat badan akan naik, termasuk lemak perut yang akan bertambah. Pertambahan usia akan mempengaruhi massa otot.

Makin tua usia kita, massa otot akan semakin berkurang. Di sisi lain, kadar lemak tubuh makin meningkat. Berkurangnya massa otot ini menyebabkan berkurangnya penggunaan kalori oleh tubuh, maka dari itu biasanya akan timbul banyak keluhan tentang betapa sulitnya menjaga berat badan di usia 35 dibanding saat berusia 25. Memasuki usia menopause, banyak perempuan mengeluhkan bentuk perut yang tampak membuncit walaupun mereka tidak banyak makan dan berat badannya tidak bertambah.

Penyebab perut buncit pada perempuan usia menopause adalah menurunnya kadar estrogen. Kondisi tersebut ternyata memengaruhi bagaimana lemak didistribusikan dan disimpan di dalam tubuh. Kecenderungan bertumpuknya lemak di perut juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Penyebab perut buncit dari faktor usia, hormonal dan genetik akan sulit untuk dicegah. Akan tetapi, kita tetap harus berupaya untuk menjaga ukuran perut agar tidak terlalu besar dengan mengubah gaya hidup.

Seiring bertambahnya usia, cobalah lebih memperhatikan pola makan sehari-hari, terutama dengan lebih banyak mengonsumsi makanan-makanan sehat. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, dan cobalah untuk mengganti asupan karbohidrat dengan pilihan seperti, nasi merah atau oatmeal. Kurangi konsumsi daging merah dan cukupi asupan protein dari daging putih tanpa lemak. Tidak lupa untuk membatasi konsumsi gula, garam dan lemak.

Dengan pola makan seperti ini, selain menjaga agar ukuran pinggang tidak melebar terlalu banyak, ia juga bermanfaat mengurangi risiko penyakit degeneratif lain yang umumnya diderita orang lanjut usia.

Jangan lupa untuk menyeimbangkan asupan makanan dengan aktivitas fisik, seperti olahraga rutin agar kalori yang disimpan di dalam tubuh dapat terbakar sempurna sehingga, lemak tidak terlalu banyak menumpuk di perut. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit/minggu atau dengan melakukan olahraga intensitas tinggi sebanyak 75 menit/minggu.