Tips Agar badan Tetap Bugar Selama Puasa

Berpuasa di bulan Ramadan menjadi suatu kewajiban bagi setiap Muslim di seluruh dunia baik itu laki-laki atau perempuan. Namun, aktivitas sehari-hari membuat banyak orang harus tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan bugar. Terdapat beberapa tips puasa agar kondisi badan tetap sehat meski sedang menjalankan puasa.

Dahulu, puasa merupakan bagian dari terapi dalam kedokteran kuno yang mana dalam kondisi medis tertentu menahan lapar dan minum dalam waktu tertentu dianjurkan agar proses penyembuhan suatu penyakit dapat berlangsung lebih cepat. Meski demikian, terdapat beberapa syarat yang harus dilakukan puasa tetap jalan dan kebugaran tubuh tetap terjaga.

Tips Puasa Sehat

Perlu diketahui puasa merupakan salah satu proses detoksifikasi atau juga pembuangan zat-zat beracun dari dalam tubuh secara alami. Namun, proses pembuangan racun ini tidak dapat berhasil maksimal apabila tidak diimbangi dengan penerapan gaya hidup sehat agar tubuh tetap berada dalam kondisi fit saat berpuasa.

  • Jangan Lewatkan Sahur

Cara sederhana pertama yang bisa dilakukan agar kondisi badan tetap fit saat berpuasa adalah jangan pernah melewatkan makan sahur. Sahur sama seperti sarapan pagi, merupakan bagian terpenting untuk menambah energi dalam tubuh selama satu hari berpuasa hingga waktu berbuka tiba, tetapi makan sahur juga harus memperhatikan asupan nutrisi seimbang.

Konsumsi jenis makanan seperti beras merah, gandum dan oat yang bisa membuat kenyang lebih lama. Konsumsi pula makanan yang mengandung serat tinggi, bisa berasal dari kurma, biji-bijian, kentang, sayuran dan hampir semua buah, khususnya buah seperti aprikot, plum, pepaya hingga pisang.

  • Penuhi Cairan Tubuh

Sebagian besar tubuh berisi cairan dan seseorang membutuhkan jumlah cairan yang terbuang selama berpuasa. Konsumsi air putih setidaknya delapan hingga 12 gelas putih dalam sehari, penuhi kebutuhan cairan ketika berbuka puasa hingga saat makan sahur, perlu diketahui agar menghindari kafein yang bersifat diuretik karena akan membuat lebih sering buang kecil.

  • Makan Secukupnya

Waktu berbuka merupakan momen yang paling ditunggu ketika melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Hal ini membuat banyak orang tak segan untuk banyak mengonsumsi makanan setelah berbuka bahkan hingga kalap. Padahal, langsung mengonsumsi banyak makanan di saat berbuka bisa membuat perut kembung dan begah.

  • Hindari Makanan Berminyak

Salah satu menu yang menarik dikonsumsi dan menjadi favorit banyak orang saat berbuka puasa adalah gorengan. Meski demikian, ada baiknya untuk menghindari semua jenis makanan yang digoreng ketika berbuka dalam jumlah yang banyak. Jenis makanan yang digoreng bisa meningkatkan risiko kenaikan kolesterol di dalam tubuh seseorang.

  • Kurangi Makanan dan Minuman Manis

Makanan dan minuman manis sangat berpengaruh bagi kondisi kebugaran tubuh, kurangi makanan jenis ini seta produk olahan agar tubuh tetap fit saat berpuasa. Namun, banyak orang yang justru keliru dengan maksud dari berbuka dengan yang manis.

Jenis makanan dan minuman yang manis memang penting dikonsumsi dengan tujuan membuat normal kembali gula darah di tubuh. Maka dari itu sangat penting untuk mengurangi jumlah makanan dan minuman yang satu ini.

  • Olahraga Ringan

Tips puasa dengan tubuh tetap sehat dan bugar adalah berolahraga, meski sedang menahan lapar dan haus bukan berarti tubuh tidak mampu digunakan untuk berolahraga, lakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga setelah berbuka puasa. Setelah berbuka puasa.

Asupan energi tubuh sudah terpenuhi dengan energi, olahraga ringan bisa dilakukan selama 30 menit bisa dengan jalan kaki, bersepeda, jogging hingga latihan lain sesuai porsi yang dibutuhkan agar tubuh tetap fit.

Bagian dan Jaringan Gigi dalam Anatomi Gigi Manusia

Apabila diamati dengan seksama, gigi manusia pada dasarnya memiliki anatomi atau bagian-bagiannya tersendiri. Gigi dibagi menjadi mahkota, leher, dan akar gigi. Bagian mahkota gigi adalah bagian yang tidak tertutup gusi dan dapat dilihat secara jelas ketika membuka mulut. Sedangkan, leher gigi merupakan bagian antara mahkota dan akar gigi yang berada di pinggir gusi. Bagian akar gigi merupakan bagian dari gigi yang tertutup oleh gusi.

Apa saja yang ada dalam anatomi gigi?

Mahkota, leher, dan akar gigi pada dasarnya disusun oleh jaringan-jaringan pembentuk dan pendukung gigi, seperti yang dijelaskan berikut:

  1. Enamel adalah lapisan terluar dari gigi yang memiliki fungsi untuk memberikan warna pada gigi. Enamel merupakan lapisan yang sangat keras dan berada di lapisan terluar gigi. Ia juga berperan untuk melindungi lapisan-lapisan lain yang berada di bawahnya. Apabila enamel terkena infeksi yang mengakibatkan lapisannya rusak, pada umumnya dokter gigi akan memberikan tambalan gigi untuk mengembalikan enamel seperti semula.
  2. Dentin adalah lapisan yang berada di bawah enamel yang memiliki tekstur lebih lunak. Lapisan dentin sangat sensitif terhadap nyeri, rasa dingin, dan angin. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Lapisan dentin ini terhubung langsung dengan saraf-saraf gigi, oleh karena itu ia lebih peka terhadap rangsangan tersebut. Rasa ngilu atau nyeri pada gigi yang berlubang dapat menjadi tanda bahwa lubang pada gigi telah mencapai lapisan dentin ini.
  3. Pulpa adalah saraf gigi yang memanjang hingga mencapai bagian akar gigi. Jika lapisan pulpa ini mengalami kerusakan, maka tindakan pencabutan gigi atau perawatan saluran akar gigi perlu segera dilakukan.
  4. Gusi adalah jaringan pendukung gigi yang dapat kita lihat di dalam rongga mulut. Jaringan pendukung gigi yang satu ini memiliki fungsi untuk menutupi bagian bawah mahkota gigi yang tidak terlindungi oleh enamel. Gusi juga berfungsi untuk mencegah bakteri masuk sela-sela gigi dan merusak gigi dari dalam.
  5. Tulang alveolar adalah bagian dari jaringan yang turut menopang gigi untuk tetap tertanam dengan kuat pada gusi. Di dalam bagian ini, terdapat lamina dura yang merupakan lapisan padat menempel pada sementum di dasar akar gigi yang berdekatan dengan ligamen periodontal.
  6. Sementum merupakan lapisan yang menutupi akar gigi dan berfungsi memperkuat posisi akar gigi yang tertanam di tulang alveolar. Lapisan ini menempel pada ligamen periodontal.
  7. Ligamen periodontal merupakan jaringan ikat yang meliputi akar gigi. Jaringan ini berperan untuk menghubungkan sementum pada akar gigi. Di dalam jaringan ini terdapat serat-serat (fibre) yang memiliki fungsi untuk menahan gaya kunyah. 

Apa saja jenis dan peran gigi?

Tidak hanya jaringan dan bagian gigi yang beragam, namun gigi juga memiliki jenisnya tersendiri. Tiap jenis gigi memiliki peran dan fungsinya masing-masing:

  1. Gigi seri pada manusia pada umumnya terdiri atas empat gigi seri atas dan empat gigi seri bawah. Jenis gigi seri digunakan untuk memotong makanan.
  2. Gigi taring terletak persis di sebelah gigi seri. Jumlah gigi taring pada manusia ialah 4 buah, masing-masing terletak di bagian bawah dan atas mulut. Bentuk fisiknya berujung dan lancip berguna untuk merobek makanan.
  3. Gigi premolar pada manusia berjumlah delapan buah, terdiri atas masing-masing dua gigi premolar di bagian atas kanan dan kiri, serta dua pasang gigi premolar di bagian kanan bawah dan dua lainnya di kiri bawah. Lokasi gigi premolar berdekatan dengan gigi taring. Gigi premolar ini dikenal juga dengan gigi geraham kecil yang berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi ukuran yang lebih kecil lagi.
  4. Gigi geraham terletak di paling belakang susunan gigi manusia. Ia merupakan gigi yang paling besar dan kuat di antara jenis gigi lainnya. Jumlah gigi geraham pada manusia dapat mencapai 12 buah apabila gigi geraham bungsu tumbuh. Fungsi dari gigi geraham antara lain untuk mengunyah dan menghaluskan makanan sehingga mudah untuk ditelan dan dicerna.

Penting bagi kita untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sebelum bakteri merusak lapisan dan jaringan pada anatomi gigi. Hal sederhana seperti menggosok gigi minimal dua kali sehari dengan benar dapat mencegah kerusakan dan penyakit pada gigi. Anda juga dapat mengkonsultasikan dan memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Cegah Gigi Keropos Sedari Dini Demi Optimalkan Fungsi Gigi

Kerusakan pada gigi, seperti gigi keropos dapat terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali anak-anak dan orang dewasa. Penyebab gigi keropos dapat berasal dari banyak faktor, seperti gaya hidup dan kebiasaan tertentu. Nah, jika kamu ingin terhindar dari pengeroposan gigi, ada langkah mudah yang dapat kamu lakukan, nih.

Sebelum membahas cara pencegahan gigi keropos, ada baiknya kamu kenali dulu kebiasaan seperti apa yang menjadi penyebab gigi keropos. Hal-hal perlu kamu perhatikan:

  • konsumsi minuman bersoda secara berlebih: minuman bersoda mengandung asam sitrat yang tinggi, sementara paparan asam bisa merusak lapisan enamel (lapisan terkuat) gigi yang kemudian mengakibatkan gigi keropos.
  • Sering mengonsumsi minuman/jus buah: lho, bukannya jus buah itu baik untuk kesehatan, ya? Ya, mengkonsumsi buah memang bagus untuk tubuh, tapi ternyata jus buah mengandung asam yang dapat mengikis enamel gigi, terutama buah-buahan asam seperti apel dan jeruk.
  • Kebiasaan buruk: selain faktor makanan, kebiasaan kamu memperlakukan gigi juga bisa membuat gigi ‘ngambek’ dan keropos, lho. Enamel gigi dapat terkikis akibat gesekan antar gigi yang keras (pada bruxism), menggosok gigi terlalu keras, menggigit benda keras, seperti kuku, tutup botol, atau pulpen. Kebiasaan-kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan sakit gigi, ya.
  • Diet tinggi gula dan karbohidrat: gula dan karbohidrat bersifat asam serta memudahkan kuman dalam mulut untuk berkembang sehingga mempercepat pengeroposan gigi.

Apa yang bisa kamu lakukan untuk mencegah gigi keropos? Perhatikan langkah-langkah berikut ini apabila kamu ingin memiliki gigi yang sehat dan tidak keropos!

  • Batasi konsumsi minuman bersoda dan minuman/jus buah yang asam, termasuk juga mengkonsumsi permen yang mengandung asam sitrat.
  • Gunakan sedotan saat minum minuman yang asam untuk menghindari kontak langsung gigi dengan zat asam.
  • Batasi camilan karena ternyata kebiasaan ngemil dapat meningkatkan risiko karies gigi.
  • Setelah makan atau ngemil, berkumurlah dengan air putih untuk membiarkan air liur melarutkan asam dan mengeraskan enamel terlebih dulu.
  • Kunyah permen karet yang tidak mengandung gula di sela-sela waktu makan.
  • Minumlah lebih banyak.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Hindari konsumsi alkohol, merokok, dan makan sekitar 3 jam sebelum tidur untuk mencegah refluks asam lambung.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk memperkuat enamel, misalnya susu, sarden atau ikan bandeng yang memiliki tulang lunak dan lazim untuk dimakan. Sekadar info nih. Tulang ikan itu tempat untuk menyimpan kalsium lho.
  • Perbanyak makan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan lain-lain) dan sayuran berwarna hijau tua.

Nah, bagaimana? Tips pencegahan gigi keropos yang telah disampaikan cukup mudah untuk dipraktekkan, bukan? Mari jaga kesehatan gigi selalu sebelum terlambat!

Atasi Rasa Ngilu pada Gigi Karena Gigi Sensitif

Apakah kamu sering merasakan ngilu pada gigi ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin? Hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa kamu menderita gigi sensitif. Kondisi ini menandakan bahwa gigi kamu lebih peka terhadap suatu rangsang. Beberapa orang mengalami gigi sensitif secara permanen, yang mana kondisi ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Namun, ada juga beberapa orang yang mengalami gigi sensitif sementara, di mana ia akan merasakan rasa ngilu pada saat-saat tertentu saja.

Kondisi gigi sensitif dapat terjadi pada seseorang di rentang usia 20-40 tahun, yang sebagian besar penderitanya merupakan wanita.

Penyebab gigi sensitif

Adapun penyebab timbulnya gigi sensitif:

  • Terbukanya lapisan gigi bagian dalam (dentin)
  • Terkikisnya lapisan terluar mahkota gigi (enamel)
  • Menggosok gigi terlalu kencang
  • Grinding atau kebiasaan menggertakkan gigi
  • Gigi patah
  • Kadar asam berlebih di mulut karena konsumsi makanan dan minuman asam
  • Bulimia
  • GERD
  • Bleaching atau proses pemutihan gigi
  • Penuaan sehingga gusi mengkerut sehingga tidak melindungi bagian gigi

Pengobatan gigi sensitif

Agar tidak menjadi masalah yang berkelanjutan dan mengganggu aktivitas bahkan dapat mengurangi nafsu makan, gigi sensitif perlu diatasi dengan cara-cara tertentu. Di bawah ini merupakan cara yang umumnya dilakukan untuk mengatasi gigi sensitif:

  • Gunakanlah pasta gigi khusus gigi sensitif
  • Gunakanlah sikat gigi dengan bulu halus
  • Jangan menggosok gigi terlalu kencang
  • Pilihlah obat kumur bebas alkohol
  • Perawatan bedah mulut jika gusi mengkerut atau menurun
  • Melapisi permukaan gigi oleh dokter gigi

Jika Anda tetap mengalami keluhan gigi ngilu setelah melakukan cara-cara di atas, maka segera konsultasikan kondisi kesehatan gigi Anda ke dokter gigi. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi gigi sensitif Anda.

Tanyakan dan sampaikan kepada dokter gigi kondisi yang Anda. Dengan menyampaikan kebiasaan dan pengobatan apa saja yang telah Anda lakukan, dokter gigi dapat menganalisis kondisi kesehatan gigi Anda dan mampu memberikan solusi untuk permasalahan gigi Anda tersebut.

Adapun diagnosis yang pada umumnya dilakukan oleh dokter gigi antara lain pemeriksaan secara visual, yang mana dokter akan melihat keadaan gigi dan meraba permukaan gigi Anda serta memeriksa tingkat sensitivitas gigi dengan alat kedokteran gigi, ataupun dengan bantuan rontgen.

Beberapa orang mungkin masih dapat untuk menahan rasa ngilu pada gigi karena hanya terjadi pada saat tertentu. Namun, apabila Anda ragu dengan kondisi kesehatan Anda dan masalah gigi Anda telah mengganggu banyak aktivitas sehari-hari, segera periksakan kondisi gigi Anda ke dokter gigi.

Di sisi lain, kondisi gigi sensitif dapat dicegah dengan menjaga kesehatan serta kebersihan rongga mulut dan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan berserat ataupun yang mengandung kalsium.