Sisi Lain Konsultasi dan Tanya Dokter via Telemedicine Walaupun banyak diunggulkan, telemedicine

Berkat kemajuan dan inovasi dalam bidang teknologi, kini Anda akan semakin mudah untuk tanya dokter dan mendapatkan pelayanan konsultasi kesehatan dengan melalui telemedicine.

Dengan telemedicine, Anda cukup menggunakan ponsel Anda untuk berkomunikasi langsung dengan dokter untuk menyampaikan keluhan dan juga pemeriksaan kesehatan Anda. Tak perlu lagi mengantre atau kesulitan meluangkan waktu di sela-sela pekerjaan yang menumpuk.

3 Poin Penting yang Perlu Ditanyakan ke Dokter Tiap Kali Berobat - DINKES  PROV SULTENG

Kekurangan berkonsultasi dokter melalui telemedicine

Meskipun sangat diunggulkan, terutama di tengah kondisi pandemi ini, namun telemedicine memiliki kekurangan tersendiri. Kekurangan tersebut bisa berasal dari penyedia layanan telemedicine, dokter, tenaga kesehatan, dan bahkan kita sebagai pasien.

1. Gangguan elektronik

Sama seperti semua teknologi lainnya, telemedicine tentu sangat mengandalkan arus listrik yang terus berjalan. Gangguan seperti cuaca dan yang lainnya tentu bisa menyebabkan putusnya arus listrik dan juga koneksi internet, bisa menghambat proses konsultasi dan tanya dokter secara online tersebut.

2. Keengganan dokter

Faktanya, tidak semua dokter mau membuka praktik layanan melalui telemedicine secara online. Umumnya, mereka tidak merasa nyaman, familiar, dan mudah menggunakan teknologi baru ini.

3. Pemeriksaan yang tidak cukup

Meskipun lebih mudah, namun tentunya telemedicine tidak dapat menggantikan pemeriksaan secara tatap muka. Karena bisa saja ada gejala tertentu yang hanya dapat dilihat atau disentuh langsung yang bisa terabaikan.

4. Membutuhkan tim IT

Mengeluarkan layanan telemedicine membutuhkan tim IT dan memberi peralatan khusus untuk mendukungnya, tentunya kedua hal tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi untuk melatih para tenaga kesehatan untuk menggunakan teknologi baru tersebut. 

5. Pengurangan kelanjutan perawatan

Tidak semua dokter mengikuti telemedicine, dan bisa saja itu dokter langganan Anda. Anda terpaksa harus memilih dokter yang berbeda, sehingga Anda harus memulai pemeriksaan baru lagi dan kemungkinan kelanjutan perawatan dari dokter sebelumnya tidak berjalan kembali sebab dokter baru tidak tahu riwayat si pasien dengan baik. 

6. Konsultasi tatap muka berkurang

Tidak semua prosedur layanan kesehatan dapat dilakukan secara online. Banyak hal yang tidak bisa dilakukan melalui telemedicine yang hanya bisa dilakukan secara tatap muka, sehingga bisa saja terjadi kemungkinan pengelolaan pasien yang salah.

7. Aturan reimbursement dan kebijakan yang rumit

Hukum layanan kesehatan, kebijakan reimbursement, dan aturan perlindungan privasi masih sangat sulit mengikuti perkembangan teknologi yang kini serba cepat. Masih belum banyak asuransi yang belum mencapai ke ranah telemedicine, sehingga sulit bagi Anda jika harus melakukan reimbursement atas tindakan perawatan kesehatan Anda. 

8. Keterlambatan perawatan

Saat seseorang membutuhkan perawatan gawat darurat, menggunakan telemedicine tentunya bisa menunda atau memperlambat penanganan. Sebab dokter tidak bisa memberikan penanganan langsung atau melakukan tes laboratorium secara digital, oleh karena itu jika kondisinya gawat darurat sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit. 

Dengan semakin berkembanganya industri telemedicine dengan banyak manfaat yang ditawarkan, ternyata masih menjadi tantangan yang perlu dipertimbangkan dengan baik. Sebab, menambah proses dan teknologi yang baru, terutama di dalam perusahaan rumah sakit, merupakan gerakan yang besar. 

Tentunya dengan mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan baik pada layanan telemedicine maupun tatap muka, akan sangat baik bagi Anda agar bisa mendapatkan pelayanan dan penanganan kesehatan yang cepat dan tepat. 

Sisi Lain Konsultasi dan Tanya Dokter via Telemedicine Walaupun banyak diunggulkan, telemedicine Sangat disarankan untuk mengusahakan konsultasi dan tanya dokter secara tatap muka sebisa mungkin. Namun jika memang Anda berada dalam situasi di mana Anda tidak mampu untuk berkunjung ke rumah sakit atau tempat praktik, mempertimbangkan telemedicine bisa jadi pilihan yang tepat.