Rekomendasi Merk Baju Tidur Bayi yang Nyaman

Baju tidur merupakan salah satu pakaian bayi yang diperlukan agar bayi nyaman setiap mereka tidur. Baju tidur bayi harus memiliki bahan yang nyaman, breathable dan mampu menyerap keringat. Pakaian tidur bayi juga tidak boleh terlalu tebal karena akan membuat tubuh bayi kepanasan dan risiko SIDS atau kematian mendadak bayi meningkat.

Rekomendasi Merk Baju Tidur Bayi

Ada banyak merk baju tidur bayi yang bisa Anda pilih dengan berbagai jenis bahan. Namun semua rekomendasi merk baju bayi di bawah ini, memiliki bahan terbaik yang tentu akan membuat bayi Anda nyaman saat mengenakannya.

baju tidur bayi
  1. Bohopanna

Bohopanna merupakan brand fashion bayi yang berasal dari Indonesia. Bohopanna terkenal akan bahannya yang nyaman, bahkan nama Bohopanna sudah terkenal hingga ke luar negeri. Bahkan pada 2020 lalu, Bohopanna telah membuka toko di Spanyol.

Ada beberapa varian piyama dari Bohopanna, yaitu Short Pajamas, Pajama Rib Print, Short Pajama Raglan, Pajama Rib, Sleepsuit, Nobi Set, Sleepsuit Zipper Ruffle dan Sleepsuit Zipper.

Semua bahan pakaian Bohopanna terbuat dari 100% katun yang supplier bahannya memiliki sertifikasi Oeko-tex. Sertifikasi Oeko-tex menandakan jika supplier tersebut tidak membuat limbah berbahan kimia ke sungai.

Harga baju tidur bayi Bohopanna mulai dari Rp 73.000.

  1. Libby Baby

Satu lagi brand pakaian bayi yang memiliki sertifikasi Oeko Tex. Libby Baby sudah beredar sejak 2002 dan sudah memproduksi pakaian bayi, topi, bedong, sarung tangan hingga singlet bayi. Produk Libby Baby bahkan sudah dikenakan oleh rumah sakit di Singapura.

Libby Baby memiliki banyak jenis baju tidur bayi dengan tiga jenis yaitu sleepsuit, piyama dengan baju berlengan panjang dan piyama dengan baju lengan pendek. Salah satu kelebihan Libby Baby adalah, mereka memiliki beragam jenis motif mulai dari Girl Series, Earth Series, Carnaval Series, Happy Forest Series dan Safari Series.

Harga pakaian tidur Libby Baby mulai dari Rp 47.000.

  1. Little Palmerhaus

Little Palmerhaus merupakan brand pakaian bayi asal Indonesia yang masih berada satu naungan dengan produk handuk terkenal yaitu Terry Palmer. Supplier bahan Little Palmerhaus juga memiliki sertifikasi Oeko Tex sama seperti dua brand sebelumnya. Bahan baju tidur bayi Little Palmerhaus juga lembut karena terbuat dari bahan 100% katun premium.

Ada beberapa model baju tidur bayi dari Little Palmerhaus seperti Sleep and Playsuit, Little Wear, Sleepsuit hinga Button Tee Long Sleeve. Bahkan Little Palmerhaus juga mengeluarkan edisi khusus yang bekerjasama dengan Disney.

Baju tidur bayi merk Little Palmerhaus mulai dari Rp 33.000.

  1. Kottonville

Satu lagi brand lokal dengan bahan terbaik. Berdiri sejak 2016, Kottonville menghadirkan pakaian bayi dan anak berkualitas dengan kain yang nyaman serta desain terbaik. Bukan hanya pakaian, Kottonville juga menghadirkan aksesoris seperti bando hingga kacamata bayi. Bahan pakaian Kottonville terbuat dari katun organik serta sudah memiliki sertifikat SNI, menyerap keringat, dan hipoalergenik.

Pilihan piyama untuk bayi Anda dari Kottonville ialah Takoyakids Essentials Azuki Zipper Sleepsuits dan Takoyakids Essentials Suki Foldable Pyjamas Sets.

Harga piyama di Kottonville mulai dari Rp 59.000.

  1. Velvet Junior

Velvet Junior menghadirkan pakaian bayi yang sudah memiliki sertifikasi SNI dan Oeko Tex. Semua bagian dari pakaian Velvet Junior mulai dari benang hingga kancing, bebas dari bahan berbahaya. Selain itu salah satu seri pakaian Velvet Junior juga hypoallergenic, antibakteri dan bahkan bahannya bisa menyesuaikan dengan suhu sehingga bayi bisa merasa nyaman.

Varian baju tidur bayi dari Velvet Junior yang bisa jadi pilihan seperti Dreamweaver Series, Bamboo Cotton Series, Joy and Cheer Series, Starry Night Series dan Here Come The Sun Series.

Harga baju tidur bayi Velvet Junior, mulai dari Rp 35.000.

Manfaat Minyak Ikan untuk Bayi Usia 7-12 Bulan

Minyak ikan adalah salah satu nutrisi yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk bayi dan anak-anak. Bahkan mengkonsumsi minyak ikan untuk bayi sangat baik bagi tumbuh kembang mereka. Minyak ikan ini bisa dikonsumsi sejak bayi berusia 7 sampai 12 bulan.

Pada kisaran usia tersebut, bayi sedang belajar mengenal tekstur dan makanan. Jadi, tidak ada salahnya untuk memberikan minyak ikan pada menu MPASI yang Anda buat untuk si kecil. Apalagi minyak ikan memiliki kandungan DHA yang tinggi yang berperan penting untuk perkembangan motorik, kognitif, dan juga visual bayi.

Minyak ikan untuk bayi harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter

Manfaat Minyak Ikan untuk Bayi 7-12 Bulan

Ada banyak sekali manfaat minyak ikan untuk bayi yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui hal tersebut, maka Anda tidak akan ragu lagi saat memberi minyak ikan kepada si kecil. Berikut ini adalah berbagai manfaat minyak ikan untuk bayi berusia 6-12 bulan.

Optimalkan Tumbuh Kembang Otak

Kandungan DHA, vitamin A, vitamin D, dan juga asam lemak Omega-3 pada minyak ikan dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang otak bayi. Perkembangan dan pertumbuhan bayi memang harus diperhatikan dengan baik karena akan berdampak pada kecerdasan motorik dan kognitif anak di masa depan.

Meningkatkan Fungsi Otak

Memberikan minyak ikan untuk bayi terbukti dapat meningkatkan fungsi otak. Hasil penelitian U.S National Library of Medicine menyatakan bahwa minyak ikan kaya akan kandungan DHA yang dapat membantu merawat sel otak serta memfasilitasi komunikasi antar neuron. Selain itu, DHA juga dapat meningkatkan konsentrasi bayi sehingga ia lebih mudah menyerap ilmu-ilmu baru.

Memperbaiki Mood

Jika Anda rutin memberikan minyak ikan kepada si kecil, maka akan membuatnya menjadi lebih bahagia dan selalu tersenyum sepanjang hari. Oleh karena itu, pemberian minyak ikan sangat penting bagi bagi agar tidak mengalami tantrum.

Memperkuat Tulang dan Penglihatan

Kandungan vitamin D yang terdapat pada minyak ikan dapat membantu memperkuat tulang anak. Selain itu, asam lemak Omega-3 pada minyak ikan juga berfungsi untuk menjaga kepadatan tulang bayi. Selain baik untuk tulang, minyak ikan juga memiliki kandungan vitamin A yang sangat baik untuk menjaga penglihatan mata anak.

Menjaga Imunitas Bayi

Manfaat minyak ikan untuk bayi yang selanjutnya adalah dapat menjaga imunitas bayi sehingga ia akan terbebas dari virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit batuk, floem, dan lainnya. Kandungan Omega-3 dan vitamin lainnya dapat membuat bayi mempunyai daya tahan tubuh yang lebih baik dibandingkan bayi yang tidak mengkonsumsi minyak ikan.

Menambah Napsu Makan

Minyak ikan tidak dikenal sebagai vitamin otak, tetapi juga bisa menjadi senjata andalan untuk para ibu yang bayinya memiliki masalah makan. Memberikan minyak ikan untuk bayi terbukti dapat menambah napsu makan dan mendorong bayi menjadi lebih aktif, sehat, serta terbebas dari penyakit.

Meningkatkan Kualitas Tidur

Beberapa bayi sering kali mengalami gangguan tidur. Anda bisa memberikan minyak ikan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur agar perkembangan dan pertumbuhan bayi bisa lebih optimal. Kandungan Omega-3 yang tinggi dapat mengurangi resiko gangguan tidur yang dialami bayi.

Mengurangi Resiko Penyakit Asma

Jika Anda memiliki riwayat penyakit asma, maka si kecil juga bisa memiliki resiko terkena asma. Untuk meminimalisir kemungkinan tersebut, Anda bisa memberikan minyak ikan yang mengandung EPA dan DHA. Kedua kandungan ini dianggap dapat mengurangi resiko penyakit asma pada bayi.Itulah beberapa manfaat minyak ikan untuk bayi yang perlu diketahui oleh para orangtua. Setelah menyimak penjelasan tersebut, tentu Anda tidak ragu lagi untuk memberikan minyak ikan pada si kecil, bukan?

Rekomendasi Nipple Shield yang Bisa Jadi Pertimbangan Anda!

Jika Anda memiliki puting yang datar tentunya akan mengalami masalah dalam menyusui si kecil, akan tetapi Anda tidak perlu khawatir. Kondisi ini bisa diatasi dengan menggunakan nipple shield. Penggunaan atau pemakaian dari nipple shield memang diperlukan bagi Anda yang memiliki kendala dalam menyusui buah hati.

Meski begitu, Anda perlu berhati – hati karena banyak sekali ditemukan nipple shield yang palsu dan tidak berkualitas di pasaran. Jika ingin memastikan keamanan dan kualitasnya, Anda bisa berdiskusi dengan dokter untuk menggunakan nipple shield yang seperti apa.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang nipple shield sebelum menggunakannya sebagai alat bantu untuk memberikan ASI untuk si kecil.

  1. Pilih nipple shield yang sesuai dengan ukuran putting

Pilihlah ukuran yang sesuai dengan puting Anda agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Pemilihan ukuran nipple shield yang salah akan menambah masalah baru bagi Anda seperti puting menjadi terluka atau lecet hingga bayi yang tidak dapat menjangkau nipple shield.

  1. Simpan di tempat yang kering

Hindari menyimpan nipple shield di tempat yang lembap karena dapat meningkatkan risiko ditumbuhi jamur. Anda juga perlu memerhatikan tata cara penyimpanan nipple shield yang tepat seperti jauhkan dari paparan matahari langsung. Setelah dibersihkan, simpanlah nipple shield pada wadah yang tertutup agar kondisinya tetap steril. 

  1. Jangan menggunting ujung silikon nipple shield

Hindari menggunting ujung silikon nipple shield yang sudah digunakan. Anda mungkin beranggapan jika menggunting ujung dari nipple shield akan memudahkan aliran ASI dari payudara kepada si kecil. Tetapi faktanya adalah jika Anda mengguntingnya akan membahayakan ibu dan bayi karena aliran ASI menjadi tidak terkontrol dan bisa menyebabkan si kecil tersedak.

Rekomendasi nipple shield untuk busui

Berikut ini beberapa rekomendasi nipple shield yang menjadi pilihan Anda agar terhindar dari pemalsuan produk dan terjaga kualitasnya yang sesuai dengan rekomendasi dari beberapa dokter anak.

  1. Nipple Shield Silicone Pigeon

Nipple shield silicone Pigeon terbuat dari karet silikon yang memiliki permukaan lembut dan lentur. Hal ini tentunya menjadi pilihan yang tepat bila Anda mengalami masalah dengan menyusui karena puting yang datar. Bentuk dari produk ini dapat menyesuaikan dengan ukuran puting sehingga memungkinkan bayi mendapat kontak langsung dengan kulit ibu. Selain itu, bentuk dari nipple shield silicone pigeon menyerupai bentuk puting ibu sehingga tidak akan membuat bayi bingung.

  1. Nipple Shield Dr Brown

Nipple shield Dr Brown yang merupakan pelindung puting dari USA adalah BPA free sehingga aman bagi kesehatan si kecil. Bahan silikon yang digunakan pun memiliki tekstur yang lembut dan cukup elastis sehingga sangat membantu Anda yang memiliki puting datar. Tidak hanya itu, ketebalan silikon yang sangat tipis akan membuat bayi tetap terasa nyaman dan banyaknya lubang yang terdapat pada produk ini akan membuat permukaan puting tetap terasa lembap.

  1. Philips Avent Nipple Protector

Sama seperti produk sebelumnya yang BPA free, Philips Avent Nipple Protector memiliki bahan silikon ultra halus yang tidak memiliki bau sehingga si kecil tetap bisa merasakan dan mencium kulit ibu. Hal ini akan memudahkan bayi untuk beradaptasi kembali saat Anda sudah tidak menggunakan nipple shield.

  1. MAM Nipple Shield

Nipple shield MAM memiliki fungsi melindungi puting Anda agar terhindar dari lecet terutama bila si kecil sudah mulai tumbuh gigi. Produk ini terbuat dari bahan yang sangat baik dan halus sehingga sangat aman digunakan oleh si kecil. Kelebihan lainnya adalah NAM nipple shield juga menyediakan wadah penyimpanannya sehingga menjadi lebih praktis dan kondisi nipple shield tetap steril.Itulah hal yang perlu Anda ketahui dan beberapa rekomendasi tentang nipple shield. Anda bisa membelinya di apotek terdekat atau pun di aplikasi kesehatan seperti SehatQ. Jika Anda masih ragu, bisa didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter dan suami Anda.

4 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Apakah itu laki-laki atau perempuan? Bagaimana cara mengetahui jenis kelamin bayi? Itu mungkin pertanyaan pertama di benak Anda setelah mengetahui Anda memiliki bayi dan pertanyaan yang ditanyakan berkali-kali selama kehamilan Anda.

Tetapi sementara Anda mungkin bertanya-tanya tentang jenis kelamin bayi Anda sejak Anda membaca hasil tes Anda, mencari tahu jawabannya membutuhkan waktu sedikit lebih lama hingga sampai bayi Anda lahir. Namun juga ada calon orang tua yang ingin tahu jenis kelamin bayi mereka lebih awal. Ada beberapa cara mengetahui jenis kelamin bayi Anda. 

Bagaimana Anda bisa mempelajari jenis kelamin bayi Anda?

Anda dapat mengetahui apakah Anda memiliki anak laki-laki atau perempuan melalui USG yang dilakukan sekitar pertengahan kehamilan Anda, sementara tes tertentu yang memeriksa kelainan kromosom juga dapat memberi Anda berita sedikit lebih cepat.

  1.  Tes Prenatal Non-Invasif

Tes prenatal non-invasif (NIPT) disebut juga dengan tes DNA bebas sel, adalah tes darah baru yang dirancang untuk mencari kelainan dan kondisi kromosom pada bayi, termasuk down syndrome, trisomi 13 dan trisomi 18. Tes ini bertujuan untuk menganalisis sampel darah Anda, melihat fragmen kecil DNA janin yang dilepaskan dari plasenta ke dalam aliran darah Anda. Sementara tujuan utama NIPT adalah untuk menyaring kelainan kromosom, karena tes melihat DNA janin, itu juga memberi orang tua kesempatan untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Jika mendeteksi kromosom Y, Anda mengandung anak laki-laki; jika tidak, Anda mengharapkan seorang gadis.

Akurasi: NIPT adalah 95 sampai 97 persen akurat, tetapi tidak sepenuhnya akurat, jadi selalu ada risiko salah. NIPT bersifat non-invasif, tidak ada risiko bagi Anda atau bayi. 

Kapan Anda bisa mendapatkan hasil: Tes paling dapat diandalkan dimulai pada 10 minggu kehamilan,Hasilnya biasanya memakan waktu sekitar 10 hari.

  1. Chorionic Villus Sampling (CVS) atau Amniosentesis

CVS Direkomendasikan untuk beberapa orang hamil, pemeriksaan amniosentesis dan chorionic villus sampling (CVS) untuk kelainan genetik pada kehamilan.Sebagai hasil sampingan dari melakukan tes, calon orang tua dapat mempelajari jenis kelamin bayi mereka dengan cara yang lebih dapat diandalkan.

Melakukan amniosentesis, yaitu jarum dimasukkan melalui perut ke dalam rahim untuk mengambil sampel cairan ketuban. Ini membawa risiko kecil keguguran, tetapi umumnya sangat aman. Prosedur ini biasanya dilakukan antara usia kehamilan 15 dan 20 minggu.

Di sisi lain, CVS melibatkan pengambilan sampel jaringan dari plasenta untuk skrining, dan juga melihat kromosom janin. CVS biasanya baru dapat dilakukan pada usia kandungan 10 hingga 12 minggu kehamilan. 

Akurasi: CVS hampir 99 persen akurat dalam memprediksi jenis kelamin bayi. Yang mengatakan, itu invasif dan datang dengan risiko keguguran (hingga satu dari 100 wanita, dengan CVS transervikal memiliki risiko lebih tinggi), jadi ini benar-benar tidak direkomendasikan untuk prediksi gender saja, Melakukan CVS ini juga bukan tes yang sering digunakan lagi, mengingat tes prenatal noninvasif dapat secara akurat memprediksi masalah genetik, tambahnya. Namun, jika Anda sudah memiliki CVS untuk mendeteksi masalah genetik pada bayi, melakukan tes ini merupakan salah satu cara mengetahui jenis kelamin bayi Anda anak laki-laki atau perempuan.

Ketika Anda bisa mendapatkan hasil: CVS dapat dilakukan mulai 10 atau 12 minggu kehamilan. Setelah tes dilakukan, sampel ditempatkan di piring dan dikirim ke laboratorium. 

  1. USG

Ultrasound atau sonogram adalah tes pencitraan yang menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar. Sebagian besar wanita menjalani USG tingkat 2 (kadang disebut pemindaian anatomi) di tengah kehamilan mereka untuk memeriksa perkembangan anatomi bayi Anda dan mengukur pertumbuhan. Sementara teknologi ultrasound memeriksa bayi Anda dari ujung kepala hingga ujung kaki, mereka dapat melihat alat kelaminnya yang sedang berkembang untuk melihat apakah bundel kecil Anda laki-laki atau perempuan.

Akurasi: Akurasi sekitar 97 hingga 99 persen, tergantung pada keterampilan sonografi dan posisi janin. Jadi, sekali lagi, ada risiko salah.

Ketika Anda bisa mendapatkan hasil: Hasilnya instan Anda dapat mengetahui jenis kelamin bayi secara real time selama janji USG Anda. Plus, USG tidak menimbulkan risiko bagi Anda atau bayi.

  1. Mencari Tahu Jenis Kelamin Bayi dengan IVF

Jika pasangan hamil dengan fertilisasi in vitro (IVF) perawatan kesuburan yang melibatkan penggabungan sel telur dan sperma dalam cawan petri, kemudian memasukkan embrio yang dihasilkan langsung ke dalam rahim ibu, jenis kelamin bayi mungkin sudah diketahui sejak awal. Anda dapat berterima kasih kepada diagnosis genetik praimplantasi, dimana kromosom penuh embrio dievaluasi, biasanya untuk memilih embrio yang paling sehat untuk prosedur IVF. 

Pada saat itu, calon orang tua terkadang dapat memilih jenis kelamin embrio yang ingin ditanamkan. Ini disebut “pemilihan gender”, dan tidak semua klinik akan menawarkannya. Juga perlu diingat bahwa tidak akan selalu ada embrio yang layak dari kedua jenis kelamin untuk dipilih. Itulah beberapa cara mengetahui jenis kelamin bayi yang bisa Anda lakukan, pilihlah dengan pilihan yang terbaik untuk mengetahui calon anak Anda.

9 Cara Menghadapi Bayi yang sedang Purple Crying

“Purple crying adalah bayi yang baru lahir lebih sering menangis dan ditenangkan. Kondisi ini biasanya akan berlangsung dari umur 2 minggu sampai 3 hingga 4 bulan kemudian.”

Selama berada di dalam rahim ibu, bayi selalu merasakan kehangatan dan rasa yang nyaman. Akan tetapi, ketika sudah lahir tentu mulai dari suhu, keadaan tempat, dan faktor eksternal lainnya akan memberikan rasa yang berbeda dan aneh untuk bayi. 

Maka itu, jika bayi sering menangis ini adalah hal yang sangat wajar dan orangtua tidak perlu khawatir kepada bayi secara berlebihan. Kondisi dimana bayi menangis secara terus menerus biasa disebut purple crying. Biasanya, bayi pada tahapan purple crying ini akan menangis tanpa henti selama 2-3,5 jam setiap harinya. Dan biasanya akan berlangsung mulai dari usianya 2 minggu hingga 3-4 bulan. 

Meski kondisi ini tidak akan berlangsung selamanya, tetapi orangtua tetap perlu mengetahui apa yang sedang diinginkan bayi, atau hal apa yang menjadi keresahannya untuk dapat menenangkan bayi dengan mudah.

Dikarenakan purple crying adalah hal yang sangat wajar terjadi pada bayi baru lahir, maka orangtua tidak perlu panik ya. Purple crying ini juga bisa diatasi dengan berbagai cara, berikut ulasannya :

1. Gendonglah bayi

Saat bayi terus menerus menangis, meskipun sudah diberi cukup ASI, maka ibu perlu mencoba menggendong bayi untuk menenangkannya. Taruhlah bayi di atas dada ibu, ini akan memberikan perasaan nyaman dan juga tenang kepada bayi.

2. Membersihkan bayi dengan air hangat 

Ibu bisa mencoba mengecek popok bayi, jika sudah terasa penuh. Maka segeralah mengganti popok dan membilas bagian yang kotor. Keringat maupun kotoran bayi bisa menyebabkan ruam popok dan rasa gatal yang membuat bayi risih. Ibu bisa memandikan bayi agar bayi lebih terasa bersih dan segar. Gunakan air hangat suam-suam kuku, kemudian keringkan bayi lalu gendong dan tidurkan bayi.

3. Melakukan skin to skin

Lakukanlah kontak kulit antara kulit. Hal ini sangatlah manjur untuk menenangkan bayi. Sentuhan ibu sambil memeluk bayi, mengusapi rambut bayi dengan posisi bayi di atas dada ibu, memberikan bayi kenyamanan, keamanan, dan rasa tenang.

4. Menyelimuti bayi

Ibu bisa menyelimuti bayi untuk menghangatkannya dengan selimut. Biasanya, bayi akan merasa nyaman saat berada di dalam selimut kesukaannya. Pastikan juga agar suhu ruangan sudah sesuai, sehingga bayi tidak akan merasa kepanasan maupun gerah ketika diselimuti.

5. Bawalah bayi keluar ruangan

Ajaklah bayi keluar ruangan atau bisa juga keluar rumah. Tidak perlu jauh, bisa juga berada di depan teras rumah. Berikan bayi udara segar yang berbeda dengan udara ruangan tempat ia tidur. Tak hanya orang dewasa saja, bayi juga membutuhkan udara baru yang segar untuk membuatnya lebih rileks dan tenang.

6. Memberi pijatan lembut pada bayi

Jika bayi memberi pertanda dirinya sedang merasa lelah dengan menangis terus menerus, ibu bisa memberikan pijatan lembut dengan menggunakan baby oil. Pijit dengan perlahan-lahan di bagian punggung, tangan, dan kaki bayi untuk meringankan rasa pegal maupun lelah pada bayi.

7. Bedonglah bayi

Jika bayi selalu terbangun dari tidurnya dikarenakan gerakan tubuhnya sendiri yang membuat bayi kaget dan terbangun, maka membedong bayi bisa ibu coba untuk dapat menenangkan bayi dan bisa kembali lelap dalam tidurnya. Karena bayi baru lahir sangatlah sensitif terhadap lingkungan sekitarnya, maka gerakan tubuh selama ia tidur yang tidak disadari bisa membuatnya kaget dan terbangun.

8. Memeriksa tubuh bayi

Periksalah tubuh bayi, buka semua pakaiannya. Lihat dan periksalah, apakah ada binatang yang menggigit tubuh bayi atau ada gatal-gatal maupun bentol yang ada di tubuh bayi sehingga membuatnya risih dan terus menangis.

9. Angkat sendawakan bayi

Bisa jadi bayi yang menangis terus menerus karena merasakan kembung pada perutnya, maka ibu bisa mengangkat bayi dan menaruhnya di pundak ibu, lalu tepuk-tepuk punggungnya untuk membuat bayi sendawa dan gas di perutnya pun bisa keluar. Jika bayi sudah merasa lega, maka ia akan kembali tenang dengan sendirinya.

Sangatlah penting bagi seorang ibu untuk dapat membedakan apakah tangisan bayi tersebut mengartikan bayi yang sedang merasa lapar, bosan, tidak nyaman dengan lingkungan maupun kondisinya, ataupun bayi yang merasa lelah, dengan peristiwa purple crying. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk dapat mendapatkan solusi yang terbaik bagi bayi.

Manfaat Imunisasi BCG, Dosis, dan Efek Sampingnya

Imunisasi BCG mampu mencegah penyakit TBC atau Tuberkulosis. Dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis, vaksin ini juga memiliki beberapa efek samping. 

Disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, TBC atau tuberkulosis merupakan infeksi serius yang pada umumnya menyerang paru-paru. 

Namun infeksi ini juga dapat menyerang organ lainnya seperti tulang, sendi, ginjal, hingga memicu radang selaput otak. Untuk mencegah infeksi ini, kita bisa melakukan imunisasi BCG. 

Manfaat imunisasi BCG

Pemberian imunisasi BCG ini dapat memberikan manfaat yakni membantu tubuh mengenal dan juga membentuk kekebalan terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut. Imunisasi BCG ini berasal dari bakteri 

Mycobacterium tuberculosis yang telah dilemahkan. Bukan hanya kekebalan tubuh, vaksin ini juga akan melindungi tubuh dari penyakit TBC berat dan juga radang selaput otak yang diakibatkan oleh TBC.

Dosis Imunisasi BCG

Untuk mencegah tuberkulosis atau TBC, pemberian dosis akan diresepkan dokter sesuai usia dan  kondisi pasien. Berikut rincian dosis imunisasi BCG:

  • Untuk orang dewasa diberikan 0,2-0,3 ml yang disuntikan ke kulit. 
  • Pada anak usia > 1 bulan, obat sebanyak 0,2-0,3 ml dicampurkan dengan 1 ml air steril yang kemudian dimasukkan ke kulit melalui suntikan. 
  • Anak usia < 1 bulan digunakan sebanyak 0,2-0,3 ml obat yang dicampur dengan 2 ml cairan steril lalu disuntik pada kulit. 

Memiliki angka kejadian TBC yang tinggi, Indonesia menjadikan vaksin BCG ke dalam imunisasi dasar lengkap untuk bayi. 

Dianjurkan untuk diberikan vaksin ini sebelum usia 3 bulan dan paling optimal yakni sebelum di usia 2 bulan. Sementara itu perlu dilakukan uji tuberkulin sebelum imunisasi BCG diberikan pada bayi usia 3 bulan atau lebih.  

Masuk ke dalam bagian imunisasi dasar lengkap, vaksin BCG ini diberikan sebanyak 1 kali pada bayi dengan usia 1 bulan. Sementara itu, anak-anak dan dewasa pada umumnya juga diberikan sebanyak 1 kali untuk mencegah terjadinya TB. 

Meski demikian vaksin ini bisa dilakukan kembali dalam 2 hingga 3 bulan jika respon vaksin tidak baik dan hal ini bisa dinilai dengan tes tuberkulin.

Anak-anak dengan hasil tuberkulin negatif disarankan diberikan vaksin BCG. 

Tak hanya itu, dianjurkan juga diberikan pada anak yang sering terpapar dan tidak bisa dipisahkan dari orang dewasa dengan kondisi yang mengalami tuberkulosis tapi tidak berobat atau pengobatannya tidak tuntas dan juga orang dewasa yang mengalami tuberkulosis dengan bakteri yang resisten terhadap obat isoniazid dan juga rifampisin.

Efek samping imunisasi BCG

Setelah melakukan imunisasi BCG terdapat beberapa efek samping akan dialami oleh penerima vaksin. Pada umumnya akan muncul bisul atau luka bernanah pada kulit di area penyuntikan. 

Hal ini karena imunisasi BCG mengandung kuman hidup yang menimbulkan reaksi kekebalan di tubuh.  Bisul atau luka ini akan mengering setelah beberapa waktu dan kemudian akan muncul jaringan parut atau bekas luka. 

Biasanya bekas luka ini muncul dalam waktu 3 bulan setelah penyuntikan vaksin. 

Bisul yang muncul dalam 2-12 minggu setelah vaksin, biasanya terjadi pada pasien yang belum pernah terpapar bakteri pemicu TBC. 

Jika bisul atau luka ini muncul di waktu kurang dari 1 minggu, kemungkinan besar pasien pernah mengalami paparan bakteri penyebab TBC sehingga pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan. 

Namun bisa saja bisul tak terbentuk pada beberapa pasien, hal ini bukan berarti vaksin yang diberikan gagal dan tak perlu mengulangi penyuntikan vaksin. 

Selain itu efek samping yang akan dialami pasien setelah imunisasi BCG yakni terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening, munculnya darah pada urin, muntah, nyeri perut, sering buang air kecil, dan nyeri saat buang air kecil. Jika pasien mengalami alergi setelah vaksin dengan tanda sulit bernapas atau menelan, munculnya suara “ngik” saat bernapas, dan ruam kulit yang parah sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Imunisasi BCG ini tidak dianjurkan bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Seperti mereka yang mengidap HIV/AIDS, pasien yang tengah kemoterapi untuk pengobatan kanker, dan juga orang yang menjalani transplantasi organ. 

Selain itu, vaksin ini juga tak boleh diberikan pada wanita hamil.

Resep Enak Berbahan Keju untuk MPASI, Bikin Si Kecil Lahap

Apabila Si Kecil mulai bosan dengan menu MPASI yang itu-itu aja, kamu bisa coba menu dengan bahan keju untuk MPASI

Tambahan keju pada menu MPASI bisa membuat masakan jadi makin gurih dan creamy, sehingga membuat Si Kecil jadi lahap. 

Keju untuk MPASI adalah sumber kalsium untuk bayi

Selain itu, keju juga memiliki banyak kandungan nutrisi seperti kalsium dan vitamin A, D, dan K yang bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi Si Kecil. Apabila dipadukan dengan bahan makanan lain, tentu nutrisi MPASI akan semakin lengkap.

Berikut ini beberapa resep menu MPASi dengan keju yang bisa kamu coba di rumah. 

Puree jagung susu keju

Bahan-bahan:

  • 100 gram keju cheddar
  • 200 gram jagung pipil
  • ASI atau sufor secukupnya

Cara membuat:

  1. Kukus jagung hingga matang sempurna, angkat dan haluskan dengan blender.
  2. Haluskan atau parut keju dan campur dengan jagung yang sudah dihaluskan.
  3. Tambahkan ASI atau sufor hingga mendapatkan tekstur yang diinginkan.
  4. Puree jagung susu keju siap disajikan. 

Bubur kentang dori keju

Bahan-bahan:

  • 100 gram keju
  • 100 gram ikan dori
  • 1 buah kentang, potong kecil
  • 1 buah wortel, diparut
  • ½ iris tahu kuning
  • 1 siung bawang putih
  • Olive oil
  • Air secukupnya

Cara membuat:

  1. Bersihkan bahan-bahan seperti kentang, wortel, bawang putih, dan ikan dori.
  2. Kukus kentang, wortel, dan tahu hingga matang dengan sempurna.
  3. Tumis bawang putih menggunakan olive oil.
  4. Masukkan ikan dori dan masak hingga matang dan harum.
  5. Campurkan kukusan kentang, wortel, tahu, dan ikan dori, kemudian tambahkan air dan blender sesuai dengan tekstur yang diinginkan.
  6. Tambahkan sedikit olive oil.
  7. Bubur kentang dori keju siap disajikan untuk si kecil.

Puree Alpukat Keju

Bahan-bahan:

  • 1 buah alpukat
  • 1 kotak keju belcube

Cara membuat:

  1. Kupas buah alpukat dan ambil dagingnya, sebaiknya ambil daging berwarna kuning saja biar tidak pahit. 
  2. Blender alpukat hingga halus atau sesuai tekstur yang diinginkan.
  3. Parut keju dan campur dengan puree alpukat. 
  4. Puree alpukat keju siap disajikan untuk Si Kecil.

Mashed potato with broccoli and cheese

Bahan-bahan:

  • 1 buah kentang, potong menjadi beberapa bagian
  • Brokoli secukupnya
  • 1 buah keju belcube
  • ASI atau sufor

Cara membuat:

  1. Kukus kentang dan brokoli hingga matang, kira-kira 10-15 menit, angkat dan tiriskan hingga kadar air berkurang.
  2. Haluskan kentang dan brokoli menggunakan keju hingga mendapatkan tekstur yang diinginkan. 
  3. Tambahkan ASI atau sufor ke dalam kentang dan brokoli yang sudah dihaluskan.
  4. Tambahkan keju belcube dan aduk rata.
  5. MPASI untuk Si Kecil siap disajikan. 

Bubur ayam mozarella

Bahan-bahan:

  • 2 sdm daging ayam, potong kecil-kecil
  • 2 buah brokoli
  • 1 buah wortel, parut kasar
  • 5 sdmi putih
  • 2 sdm keju mozarella, parut kasar
  • Bawang bombay secukupnya
  • Bawang putih secukupnya

Cara membuat: 

  1. Campur nasi, daging ayam, bawang bombay, bawang putih, brokoli, dan wortel pada slow cooker, allu masak hingga matang. 
  2. Lelehkan keju mozarella dan campurkan pada bubur yang sudah matang tadi, campur merata.
  3. Bubur ayam mozzarella siap disantap Si Kecil. 

Potato cheese beef

Bahan-bahan: 

  • 1 buah kentang, potong menjadi beberapa bagian
  • 30 gram daging sapi
  • 1 buah wortel, potong kecil
  • 1 buah tempe, potong kecil
  • Bawang bombay secukupnya
  • Bawang putih secukupnya
  • Daun salam
  • Keju
  • Unsalted butter
  • ASI atau sufor

Cara membuat: 

  1. Kukus kentang dan wortel hingga matang
  2. Rebus daging hingga empuk
  3. Tumis bawang bombay dan bawang putih dengan unsalted butter
  4. Masukkan daging sapi, kentang, dan wortel yang sudah dikukus tadi
  5. Haluskan bahan-bahan di atas dan tambahkan ASI atau sufor, blender hingga mendapatkan tekstur yang diinginkan
  6. Taburkan keju parut dan campur hingga merata
  7. Potato cheese beef siap disajikan untuk Si Kecil

Itu dia beberapa inspirasi menu berbahan keju untuk MPASI yang bisa dicoba. Dijamin Si Kecil bakal lebih lahap. 

Aturan Memakai Pigeon Bedak untuk Bayi

pigeon bedak

Pigeon merupakan brand produk bayi dan anak yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Ada begitu banyak produk yang ditawarkan brand satu ini. Seperti misalnya bedak bayi yang dikenal selalu cocok untuk segala jenis kulit bayi. Pigeon bedak bayi memiliki ciri khas baunya yang harum.

Kulit bayi memang lebih tipis dari orang dewasa. Itu sebabnya perawatan untuk kulit bayi membutuhkan perhatian khusus. Bedak bayi keluaran Pigeon bisa jadi pilihan untuk merawat kulit si kecil. 

Kendati terbilang aman, penggunaan bedak pada bayi tetap tidak boleh sembarangan. Pigeon bedak memiliki aturan pakai yang harus diikuti orang tua produk yang digunakan tidak mengganggu kesehatan atau aktivitas anak. 

Berikut beberapa aturan penting yang harus diikuti ketika ingin memakaikan bedak pada bayi:

  • Perhatikan kandungan yang ada dalam bedak dan sebaiknya pilih yang bebas talc;
  • Jika khawatir ada partikel bedak yang terhirup, maka sebaiknya ganti bedak tabur dengan bedak padat yang jauh lebih aman. Usapkan bedak dengan spons secara perlahan dan tidak perlu digunakan seluruh tubuh, hanya bagian lipatan saja;
  • Ketika ingin menggunakan bedak tabur, maka tuang lebih dulu di telapak tangan kemudian balurkan ke tubuh bayi dengan perlahan;
  • Jangan gunakan bedak pada wajah atau leher bayi sebab bisa menimbulkan bersin dan batuk pada bayi. Hindari juga menaburkan bedak di area vital bayi khususnya bayi perempuan supaya tidak terkena infeksi akibat bedak;
  • Pastikan kulit bayi sudah benar-benar kering sebelum menggunakan bedak. Jika bedak bercampur dengan keringat, maka bisa meningkatan pertumbuhan kuman serta bakteri;
  • Jangan sampai bedak mengumpul di lipatan kulit bayi karena bisa mengakibatkan iritasi. Sebaiknya, cukup aplikasikan bedak secara tipis dan bersihkan sisa bedak ketika mengganti pakaian atau popok;
  • Ketika membersihkan popok, biasakan untuk membersihkan area bokong bayi lebih dulu. Setelah itu, bisa dibalurkan kembali dengan bedak hingga area lipatan paha bayi. Jika tidak dibersihkan, maka dikhawatirkan bisa menyebabkan iritasi;
  • Pilih bedak yang mengandung tepung jagung, tepung tapioka, tepung oat, dan krim untuk ruam atau baking soda;
  • Hindari menggunakan bedak di sekitar area mata bayi;
  • Hindari menggunakan puff sebab kemungkinan debu dari bedak bisa terhirup dan mengganggu kesehatan pernapasan bayi.

Manfaat Pigeon Bedak pada Bayimu

Pigeon bedak bayi tidak hanya memiliki aroma yang  menyenangkan, tetapi juga dapat menjaga kelembapan kulit bayi. Kulit bayi yang masih sangat sensitif mungkin sekali menjadi sebab terjadinya masalah, seperti iritasi. Dengan penggunaan bedak, masalah itu bisa bisa dihindari.

Untuk itulah bedak bayi Pigeon sangat penting digunakan untuk mencegah beberapa masalah kulit yang mungkin muncul. Terdapat pula beberapa kandungan dalam bedak ini yang bisa menyejukkan kulit sekaligus menyerap keringat berlebih. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut beberapa manfaat lain dari bedak bayi Pigeon:

  • Mengurangi gejala gangguan kulit bayi yang ringan.
  • Memberikan keharuman bayi yang khas yang berasal dari bahan alami dalam bedak ini.
  • Mencegah masalah biang keringat akibat penyumbatan kelenjar keringat atau keringat berlebih.
  • Membuat tidur bayi semakin nyenyak karena keharuman lembut yang dihasilkan dari bedak Pigeon.
  • Mengatasi Bakteri yang ada di kulit: Bedak bayi Pigeon juga berguna untuk mengatasi dan mencegah bertumbuhnya bakteri di kulit.
  • Mengatasi iritasi kulit karena sinar matahari: Bedak bayi Pigeon juga bermanfaat untuk mengatasi iritasi kulit akibat sinar matahari. Sifat antibakteri dan juga antiinflamasi dalam bedak nantinya bisa membantu mengatasi kemerahan serta bengkak pada kulit bayi.
  • Melindungi kulit bayi dari sinar UV. Nantinya, kulit akan terlindungi dan bisa menjaga pertahanan alami dari kulit bayi

Meskipun Pigeon bedak bayi memiliki beberapa manfaat yang baik bagi bayi, seperti mencegah ruam akibat pemakaian popok, iritasi, dan alergi, penggunaan bedak harus diperhatikan. Tak sedikit dokter menyarankan para orang tua untuk mengurangi pemakaian bedak bayi demi mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan

5 Penyebab Bayi Susah BAB dan Gejalanya

Bagi orangtua yang baru memiliki bayi, tentu akan banyak kejutan yang dialami setiap harinya. Wajar jika merasa kaget, panik, bingung, dan khawatir. Seperti saat mengalami bayi susah BAB atau buang air besar. 

BAB yang tidak lancar jadi pertanda kalau pencernaan anak kurang sehat. Tentu perlu mengetahui apa saja penyebab bayi susah BAB untuk segera memberikan pertolongan untuk mengatasinya.

Tanda-tanda Bayi Susah Buang Air Besar atau Sembelit

Secara umum, saat bayi berusia 0-6 bulan, bayi memang tidak buang air besar setiap hari. Bayi juga masih mengonsumsi ASI eksklusif. Sedangkan bayi yang minum susu formula akan buang air besar hingga 3-4 kali sehari.

Pola buang air besar pada bayi memang beragam. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh jenis susu yang diminum, makanan padat yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan bayi. 

Terkadang, bayi susah BAB bukan hanya sebatas bayi jarang atau tidak bisa pup, tapi bisa saja karena sulit sekali bagi bayi untuk buang air besar. Jika feses bayi lunak, hal ini akan mudah dikeluarkan dna bayi biasanya dalam kondisi yang baik-baik saja.

Berikut gejala bila bayi mengalami susah buang air besar:

  • Perut bayi mengeras
  • Kentut bayi sangat bau
  • Berkurang nafsu makan
  • Bayi jadi lebih rewel dan sering menangis
  • Sulit mengejan dan tinja sulit keluar
  • Feses keras dan kering, berwarna hitam bahkan mungkin berdarah pada kasus yang parah
  • Tidak buang air besar kurang dari 2 kali dalam seminggu atau setidaknya sekali dalam 5-10 hari.

Penyebab Bayi Susa BAB

  1. Dehidrasi

Dehidrasi pada bayi akan membuat sistem tubuhnya menyerap lebih banyak cairan dari makanan dan minuman yang dikonsumsinya. 

Hal ini akan menyebabkan pup bayi jadi keras dan kering serta sulit dikeluarkan. Dehidrasi bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti sariawan di mulut bayi, gigi tumbuh, menyapih dari ASI, dan kondisi lainnya sehingga membuat tubuh tidak mendapat cukup cairan.

  1. Minum susu formula

ASI punya keseimbangan lemak dan protein yang sempurna. Sehingga bayi yang minum ASI biasanya akan memiliki pup yang lunak. Sedangkan susu formula tertentu mungkin saja mengandung zat yang sulit dicerna sehingga bayi mungkin mengalami sembelit. 

  1. Konsumsi makanan padat

Masa transisi dari konsumsi makanan cair ke makanan padat yang dikonsumsi bayi saat MPASI bisa membuat pencernaan bayi jadi kaget karena belum terbiasa.Sehingga pemberian makanan padat pada bayi bisa menyebabkan sulit buang air besar. 

Apalagi jika makanan yang dikonsumsi oleh bayi makanan rendah serat. Ini bisa membuat pup jadi padat dan keras, sehingga sulit dikeluarkan. 

  1. Adanya kondisi medis tertentu

Bayi yang mengalami gangguan medis bisa memengaruhi sistem pencernaannya. Sehingga bisa jadi penyebab bayi mengalami sembelit atau susah buang air besar. 

Gangguan medis yang mungkin dialami oleh bayi seperti kelainan organ pencernaan, bisa pada usus besar, lambung, usus halus, bahkan anus. Bisa juga karena bayi mengalami alergi susu sapi, kadar kalsium terlalu tinggi pada darah, menderita penyakit hirschsprung, adanya hipotiroid, atau mengalami kelainan sumsum tulang belakang.

Mengetahui kondisi ini dibutuhkan pemeriksaan pada dokter spesialis anak

  1. Bayi makan terlalu makan atau kurang makan

Bayi yang terlalu banyak makan atau kurang makan, bisa menyebabkan sembelit. Sebab, bayi yang masih dalam tahap belajar makan 1-2 sendok makan sudah cukup untuk memenuhi lambungnya yang masih kecil sehingga butuh penyesuaian setelah terbiasa mengonsumsi ASI saja. 

Jika bayi mengalami sembelit karena terlalu banyak makan atau kurang makan, maka perlu diatur jumlah makan bayi yang sesuai. 

Itulah beberapa penyebab bayi susah BAB yang mungkin terjadi. Perhatikan kondisi kesehatan bayi jika sudah menunjukkan hal yang tidak normal. Bila tak kunjung membaik, maka segera periksakan kondisi si kecil pada dokter.

Bayi Batuk Berdahak Hingga Stridor! Kenali Macam Jenisnya

Batuk adalah salah satu gejala penyakit yang paling umum. Batuk bisa terdengar mengerikan, tetapi biasanya bukan pertanda kondisi serius. Faktanya, batuk adalah refleks yang sehat dan penting yang membantu melindungi saluran udara di tenggorokan dan dada. Namun, terkadang batuk membutuhkan perawatan dokter. Penyakit ini sebenarnya tidak hanya memiliki satu jenis, mulai dari bayi batuk berdahak, kering, hingga sakit yang mengindikasi adanya kelainan paru. Oleh karena itu, penting untuk Anda mengetahui berbagai jenis batuk pada bayi berikut ini. 

1. Bayi batuk berdahak

Penyakit ini sering disebut batuk gonggongan, karena bunyinya yang kencang dan berat. Batuk berdahak biasanya disebabkan oleh pembengkakan di saluran napas bagian atas. Batuk berdahak berasal dari croup, pembengkakan laring (kotak suara) dan trakea (batang tenggorokan). Bayi umumnya memiliki saluran udara lebih kecil yang jika membengkak, dapat membuatnya kesulitan bernapas. Anak-anak di bawah 3 tahun paling berisiko terkena croup karena saluran udara mereka sangat sempit.

Batuk dari croup bisa muncul secara tiba-tiba, namun paling sering terjadi di tengah malam. Sebagian besar anak dengan croup juga akan mengalami stridor, yaitu pernapasan keras dan berisik yang terjadi saat anak menghirup (menarik napas).

2. Batuk rejan

Batuk rejan (pertusis) adalah infeksi saluran udara yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertussis. Anak-anak dengan pertusis akan mengalami batuk terus menerus tanpa jeda. Pada akhir batuk, mereka akan menarik napas dalam-dalam yang menghasilkan suara “rejan”. Gejala lainnya adalah pilek, bersin, batuk ringan, dan demam ringan.

Batuk rejan dapat terjadi pada semua usia, namun paling parah terjadi pada bayi di bawah 1 tahun yang tidak mendapatkan vaksin pertusis, yang merupakan bagian dari vaksin DTaP (difteri, tetanus, pertusis aseluler). Batuk ini sangat menular, jadi semua anak harus mendapatkan suntikan pertusis pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15 bulan, dan 4–6 tahun.

3. Batuk disertai mengi

Jika anak Anda mengeluarkan suara mengi (bersiul) saat menghembuskan napas, ini bisa berarti saluran udara bagian bawah di paru-paru bengkak. Hal ini bisa menandakan adanya asma atau infeksi virus bronchiolitis. Mengi juga dapat terjadi jika saluran napas bagian bawah terhalang oleh benda asing. Seorang anak yang mulai batuk setelah menghirup sesuatu seperti makanan atau mainan kecil harus segera menemui dokter.

4. Batuk saat malam hari

Banyak batuk bertambah parah di malam hari. Saat anak masuk angin, lendir dari hidung dan sinus bisa mengalir ke tenggorokan dan memicu batuk saat tidur. Ini hanya menjadi masalah jika batuk tidak membuat anak Anda tidur. Asma juga bisa memicu batuk malam hari karena saluran udara cenderung lebih sensitif dan mudah tersinggung di malam hari.

5. Batuk saat siang hari

Udara atau aktivitas dingin dapat memperparah batuk di siang hari. Cobalah untuk memastikan bahwa tidak ada apa pun di rumah Anda – seperti penyegar udara, hewan peliharaan, atau asap (terutama asap tembakau) yang membuat anak Anda batuk.

6. Batuk disertai demam

Seorang anak yang mengalami batuk, demam ringan, dan pilek kemungkinan besar menderita flu biasa. Tetapi batuk dengan demam 102°F (39°C) atau lebih tinggi kadang-kadang bisa disebabkan oleh pneumonia, terutama jika seorang anak lemah dan bernapas dengan cepat. Dalam kasus ini, segera hubungi dokter Anda.

7. Batuk disertai muntah

Anak-anak sering batuk hingga memicu refleks sehingga membuat mereka muntah. Selain itu, anak yang batuk pilek atau asma kambuh mungkin akan muntah jika banyak lendir mengalir ke perut dan menyebabkan mual. Biasanya, hal ini tidak perlu diwaspadai kecuali jika muntahnya tidak berhenti.

8. Batuk terus menerus

Batuk yang disebabkan oleh pilek akibat virus bisa berlangsung berminggu-minggu, terutama jika seorang anak terserang flu terus menerus. Asma, alergi, atau infeksi kronis pada sinus atau saluran udara juga dapat menyebabkan batuk berkepanjangan. Kondisi ini juga kerap mirip dengan bayi batuk berdahak. Jika anak Anda masih batuk setelah 3 minggu, hubungi dokter Anda.