Dokter Anak di Jakarta Timur: RSIA Bunda Aliyah

Dokter Anak di Jakarta Timur

Sebagai rumah sakit yang pelayanannya dikhususkan untuk ibu dan anak, RSIA Bunda Aliyah, didukung oleh sederet nama dokter anak di Jakarta Timur yang kompeten di bidangnya. Ini dilakukan sesuai dengan visinya, yakni menjadi rumah sakit pilihan dan rujukan kesehatan ibu dan anak serta mampu bersaing di era globalisasi.

Adapun untuk mewujudkan visi itu, RSIA Bunda Aliyah berlandaskan tiga misi, yakni melakukan upaya untuk memberikan pelayanan yang bermutu dengan penuh kepedulian dan mengutamakan kepuasan pelanggan; melakukan pendidikan dan pelatihan kepada karyawan dan tim medis; serta mengelola rumah sakit secara profesional dan etis.

Sejak beroperasi pertama kali pada 16 Januari 2008, rumah sakit ini terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya. Kini, RSIA Bunda Aliyah memegang predikat rumah sakit ibu dan anak tipe B. 

Fasilitas pelayanan medis di sini terbilang cukup mumpuni. Mereka punya beragam poliklinik yang diampu oleh tenaga-tenaga terbaik, tentunya selain dokter anak di Jakarta Timur yang bertugas memberikan pelayanan terbaiknya. Salah satu layanan yang cukup diunggulkan adalah neonatal intensive care unit atau NICU.

Dengan sarana dan prasarana medis yang lengkap dan canggih, NICU diharapkan mampu mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital yang dialami oleh bayi-bayi baru lahir, yang disebabkan kelahiran premature kurang dari 37 minggu atau pun lahir dengan penyakit bawaan. 

Sementara itu, jenis perawatan di NICU pun disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Mulai dari bayi sakit ringan dan tidak perlu infus, bayi sakit sedang dan perlu inkubator, infus, oksigen, dan monitor jantung dan paru, untuk bayi sakit berat yang perlu penanganan dan pemantauan ketat, hingga perawatan bayi prematur dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu atau berat badan kurang dari 510 gram.

Berbagai alat canggih pun tersedia di dalam NICU RSIA Bunda Aliyah, fasilitas alat canggih di dalam NICU yang dimaksud di antaranya:

  • Inkubator, untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai untuk bayi baru lahir khususnya bayi prematur atau bayi sakit.
  • Infant Warmer, untuk menstabilkan dan mengontrol suhu tubuh bayi terutama saat baru lahir.
  • Infusion Pump, untuk memberikan cairan infus atau obat-obatan secara akurat dan kontinu sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Syringe Pump, untuk memberikan cairan infus dan obat-obatan dengan aman, ketepatan sangat akurat dan kontinu sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Berbagai alat monitor seperti monitor jantung paru dan pulse oximeter, yakni untuk memantau denyut jantung dan pernapasan bayi serta kadar oksigen dalam darah secara terus-menerus.
  • Alat bantu pernapasan C-PAP (continuous positive airway pressure), untuk bayi-bayi prematur yang mengalami gangguan pernapasan akibat paru-parunya tidak dapat mengembang secara sempurna.
  • Ventilator multifungsi, untuk merawat bayi dengan gangguan pernapasan berat.

Sementara itu, berikut ini nama-nama dokter anak di Jakarta Timur yang bakal memberikan pelayanan kepada pasien yang berobat atau berkonsultasi di RSIA Bunda Aliyah:

  • Dr. As’at Hadiwinoto, SpA., SKM, berdasarkan situs resmi rumah sakit, beliau bisa ditemui setiap hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 16.00 sampai 19.00 WIB.
  • Dr. Anies Nuringtyas, SpA., Senin—Jumat pukul 19.00 sampai 20.30 WIB dan Sabtu pukul 09.30—12.00 WIB.
  • dr. Patricia Yuliani Wonodihardjo, SpA., Selasa pukul 17.00—19.00; Kamis pukul 18.00—21.00; dan Jumat pukul 13.00—16.00 WIB.
  • Dr. Dyah Kurniati, SpA., setiap hari kecuali Rabu dan Minggu mulai pukul 18.00—20.00 WIB.
  • Dr. Dina Indah, SpA., Senin sampai Sabtu pukul 08.00—13.00 WIB.
  • Dr. Johanus Edwin, SpA., Senin sampai Sabtu pukul 08.00—14.00 WIB.

Jadwal praktik dokter anak di Jakarta Timur, khususnya di RSIA Bunda Aliyah itu bisa saja berubah sewaktu-waktu. Ada baiknya Anda konfirmasi terlebih dahulu dengan datang langsung ke rumah sakit yang terletak di Jl. Pahlawan Revolusi No. 100 RT 004/003 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.

7 Tips Memilih Tisu Basah Bayi yang Aman

Tisu basah bayi merupakan salah satu barang yang harus selalu ada di dalam kebutuhan untuk perawatan bayi. Karena lebih praktis, tisu basah sering jadi pilihan untuk membersihkan bayi. Misalnya menghilangkan bekas makanan, digunakan untuk membersihkan setelah buang air, atau membuat kulit bayi menjadi lebih segar. Oleh karena itu, banyak orang tua yang menjadikan tisu basah bayi barang yang wajib dibawa kemana pun. Namun, bagaimana memilih tisu basah bayi yang aman dan tepat? Begini beberapa tipsnya.

Tisu basah bayi adalah perlengkapan bayi yang praktis digunakan
  1. Pertimbangkan kandungan di dalamnya

Tips paling utama yang harus diperhatikan ketika memilih tisu basah bayi yaitu melihat kandungan yang ada di dalamnya. Apakah tisu basah mengandung bahan yang tidak cocok dengan kulit bayi atau ada bahan yang bisa menimbulkan alergi. Supaya aman, orang tua bisa membeli tisu basah bayi yang memiliki label bebas alkohol.

  1. Perhatikan ketebalan tisu basah

Sebaiknya pilih tisu basah bayi dengan ketebalan yang cukup. Kalau terlalu tipis akan mudah robek dan khawatir bisa merusak kulit bayi yang sensitif. Membeli tisu dengan bahan yang tebal juga akan mengirit pemakaian karena tidak membutuhkan banyak lembar tisu ketika membersihkan kotoran serta mampu membersihkan tubuh bayi dengan lebih baik.

  1. Hindari tisu dengan pewangi

Tisu basah bayi dengan pewangi biasanya memiliki aroma yang terlalu kuat sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu pernapasan si Kecil. Sebaiknya pilih tisu basah tanpa tambahan aroma atau parfum tertentu. Biasanya, tisu basah bayi yang aman dan bagus memiliki lebih banyak kandungan air, wanginya akan lebih natural serta parfumnya tidak terlalu tercium.

  1. Beli sesuai dengan kebutuhan

Jangan membeli tisu basah bayi dalam jumlah banyak sekaligus. Beli sebungkus kecil terlebih dahulu untuk melihat apakah cocok dengan kulit bayi dan tidak menimbulkan alergi. Perhatikan juga varian tisu yang dibutuhkan bayi. Jika aman dan tidak menimbulkan efek samping, Anda boleh membeli sekaligus untuk stok. Sehingga Anda bisa mengirit pengeluaran.

  1. Memiliki kandungan air yang cukup

Tisu basah pada dasarnya adalah pengganti lap biasa yang dibasahi oleh air. Namun karena harus terus membasahi lap dengan air untuk membersihkan dirasa cukup merepotkan, maka digunakanlah tisu basah bayi yang lebih praktis. Oleh karena itu, pilihlah tisu basah bayi dengan kandungan air yang cukup karena bisa membersihkan dengan efektif.

  1. Penutup yang rapat

Biasanya, tisu basah di pasaran dijual dalam kemasan plastik dengan ukuran sedang. Ada juga yang dijual dalam botol dengan penutup flip-up sehingga mudah dibuka tutup. Disarankan membeli tisu basah bayi yang menggunakan penutup flip-up. Sehingga setelah menggunakan tisu bisa ditutup dengan rapat untuk mencegah tisu menjadi kering dan terkena debu.

  1. Periksa bahan yang digunakan

Tisu basah bayi yang menggunakan bahan alami tentu lebih baik digunakan untuk kulit bayi yang sensitif. Pastikan tisu yang Anda beli mengandung formula anti bakteri agar bayi tetap higienis. Ada banyak rekomendasi tisu basah bayi yang bisa Anda pilih dengan berbagai keunggulan dan manfaat, untuk menjaga kelembutan kulit bayi misalnya.

Tisu basah bayi memang praktis, tetapi alangkah lebih baiknya jika digunakan seperlunya. Gunakan tisu basah bayi jika sedang tidak sempat menggunakan air, misalnya ketika sedang bepergian. Hentikan penggunaan bila terjadi iritasi dan muncul ruam pada kulit bayi. Jangan paksakan memakai tisu basah jika memang tidak ada satupun produk yang cocok. Artinya, kulit bayi memang sensitif. Anda bisa membersihkan bayi cukup dengan lap basah saja. Kulit bayi akan tetap bersih asalkan Anda mengelapnya dengan teliti.

Tinggalkan Kontroversi Ibu Menyusui Makan Nanas, Cari Buah Lain!

Buah merupakan makanan sehat karena mengandung banyak nutrisi di dalamnya. Buah bisa menjadi salah satu booster bagi para ibu menyusui. Namun, dari sekian banyak buah yang tersedia, masih banyak orang-orang meributkan soal nanas. Ada anggapan bahwa tidak boleh seorang ibu menyusui makan nanas, sementara narasi balasannya pun tak kalah meyakinkan.

Yang kontra dengan ibu menyusui makan nanas beralasan, bahwa nanas mengandung senyawa yang bisa memberikan satu efek tertentu pada bayi. Seperti kita ketahui bersama, apa yang dikonsumsi oleh ibu akan memengaruhi kualitas ASI, sehingga pada akhirnya ikut tercerna juga oleh bayi.

Selain itu, rasa asam yang kuat dari nanas bisa mengacaukan kinerja dari sistem kekebalan tubuh dan pencernaan bayi yang memang belum berkembang secara sempurna. Konon katanya, rasa asam yang kuat dari nanas ini potensial memicu alergi pada bayi.

Itu belum termasuk kemungkinan perubahan aroma ASI yang bisa saja membuat bayi tak tertarik atau efek samping lain, seperti membuat feses bayi dominan mengandung asam yang nantinya menjadi penyebab ruam popok.

Kebalikannya, mereka yang pro dengan ibu menyusui makan nanas, percaya bahwa ragam jenis gizi yang dikandung nanas justru efektif memberikan manfaat bagi ibu menyusui. Kandungan yang paling disoroti dari nanas ini adalah bromelain. Ia berperan sebagai antioksidan yang mampu membasmi dan menangkal radikal bebas pada tubuh.

Akan tetapi terlepas dari semua usaha atau upaya pihak-pihak terkait yang sudah mencurahkan segalanya untuk menjadikan permasalahan ini terang, kita tetap punya kuasa penuh untuk meyakini ataupun menolaknya. 

Jika kita yakin bahwa ibu menyusui makan nanas bisa memberikan suatu dampak bagi kesehatan, ya, tinggalkan saja. Lagi pula, masih banyak buah lain yang jelas-jelas aman dan bermanfaat serta dapat dimanfaatkan untuk memperlancar proses menyusui.

Di antara sekian banyak buah yang dimaksud, berikut beberapa di antara yang paling merebut perhatian:

  • Kurma

Tak dapat diragukan lagi bahwa buah satu ini memiliki banyak khasiat, termasuk bagi para ibu menyusui. Dikabarkan kurma dapat meningkatkan produksi ASI. Kabar itu berasal dari kenyataan bahwa kurma dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin, yaitu hormon pendorong produksi ASI. Selain itu, kurma juga memiliki rasa yang manis serta mengandung beragam nutrisi, seperti zat besi dan vitamin B6, yang baik untuk ibu menyusui.

  • Alpukat

Buah berdaging kehijauan ini memiliki banyak manfaat bagi ibu menyusui dan bayinya. Hal ini karena alpukat mengandung lemak sehat yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber energi untuk ibu menyusui. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin B, folat, vitamin C, dan asam oleat yang sudah dikenal baik untuk ibu hamil maupun ibu menyusui.

  • Blueberry

Para ahli gizi menganjurkan para ibu menyusui melengkapi konsumsi hariannya dengan dua sajian buah setiap harinya. Lupakan ibu menyusui makan nanas jika terdapat blueberry. Ada banyak alasan bagi blueberry menjadi pilihan terbaik bagi ibu menyusui, beberapa di antaranya karena rasanya enak dan kaya akan beragam nutrisi, seperti vitamin C, antioksidan, dan serat. Ditambah buah ini juga mengandung karbohidrat yang dapat membantu menjaga stamina.

  • Pisang 

Pisang tergolong buah berkalori tinggi yang dapat membantu rasa lapar saat menyusui dan membantu meningkatkan kadar asam folat. Pisang menarik perhatian karena juga mengandung potasium yang dapat membantu ibu menyusui menjaga kadar cairan dan elektrolitnya, sehingga produksi dan sirkulasi ASI tetap terjaga dengan baik.

  • Sawo 

Buah yang memiliki daging cokelat ini berkalori tinggi sehingga potensial mendorong produksi ASI. Lebih lanjut, sawo kaya akan vitamin A dan C, serta juga mengandung antioksidan sehingga baik untuk menjaga kebugaran ibu menyusui.

Beberapa deret nama buah di atas menunjukkan bahwa banyak sekali alternatif buah yang dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui. Sesekali, ibu menyusui makan nanas tentu boleh-boleh saja, tetapi pastikan ibu menyusui melepaskan semua pikiran atau sugesti yang menyertai buah berdaging kuning cerah ini. Tujuannya, agar konsumsi nanas tidak memengaruhi kondisi Anda, utamanya kondisi psikologis, yang terbukti kerap menjadi awal dari masalah kesehatan yang menyerang fisik.

10 Penyubur Rambut Bayi yang Perlu Diketahui

Pertumbuhan rambut bayi yang baru lahir sudah pasti berbeda-beda, ada yang baru saja dilahirkan sudah memiliki rambut lebat dan ada juga yang sangat tipis. Bagi orang tua yang memiliki bayi dengan rambut tipis, biasanya akan mencari cara menumbuhkan rambut bayi. Selain menebalkan dengan bahan-bahan alami, tak jarang para orang tua juga menggunakan berbagai produk shampo.

Salah satu indikator bayi tumbuh sehat adalah pertumbuhan rambutnya, bayi yang menyerap nutrisi dengan baik saat masa kehamilan tentunya akan lahir dengan berat badan normal dan rambut yang cenderung lebat. Tak perlu khawatir bagi orang tua dengan bayi yang rambutnya cenderung tipis karena terdapat beberapa bahan yang mampu dimanfaatkan untuk menumbuhkannya.

Bahan Penumbuh Rambut Bayi

  1. Gel Lidah Buaya

Cara menumbuhkan rambut bayi yang pertama adalah dengan menggunakan gel lidah buaya, caranya juga bisa dilakukan dengan sangat mudah. Yakni ambil bagian dalam gel lidah buaya, campurkan dengan sedikit air bersih. Bisa digunakan untuk membersihkan rambut si kecil atau dipakai sebagai kondisioner.

  1. Santan Kelapa

Kandungan alami santan kelapa mampu mengurangi rambut rontok pada bayi, hal ini khasiat dari lemak dan protein esensial. Gunakan parutan kelapa yang sudah dimasak hingga mendidih, oleskan santan yang sudah dingin ke kulit kepala dan diamkan selama sekitar 20 menit. Setelah itu cuci rambut bayi menggunakan shampo khusus hingga bersih.

  1. Minyak Kemiri

Minyak kemiri menjadi salah satu bahan alami untuk merawat kesehatan kulit dan rambut bayi, bahkan sudah dipercaya dan digunakan secara turun temurun. Khasiat yang dimiliki bermanfaat membantu menghitamkan, menyuburkan dan memperkuat rambut. Khasiat yang dimiliki didapat dari kandungan asam linooleat, vitamin B1 hingga miristant.

  1. Daun Seledri

Daun seledri memiliki kandungan lemak, protein, zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin B dan vitamin C yang dipercaya mampu merangsang pertumbuhan rambut baru. Selain itu, beberapa kandungan tersebut juga dapat bermanfaat untuk menghitamkan rambut. Jika kerepotan meracik bahannya, bisa dipilih sampo yang mengandung seledri di dalamnya.

  1. Almond

Bahan makanan ini kaya akan protein yang bisa langsung dipakaikan ke rambut anak, almond merupakan sumber protein dan asam amino esensial. Berikan almond ke anak sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu hari, bisa juga menggunakan minyak almond untuk dipijatkan ke kepala bayi.

  1. Zat Besi

Zat besi merupakan nutrisi lain yang membantu meningkatkan pertumbuhan rambut, karena dapat mencegah kerusakan helai rambut dan membuat rambut lebih tebal dan panjang. Caranya bisa dengan menambahkan konsumsi makanan kaya akan zat besi, seperti sayuran daun hijau, kacang-kacangan, labu dan yang lainnya.

  1. Vitamin E

Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa selain bagus untuk kulit, vitamin E juga membantu pertumbuhan rambut tetap berjalan dengan baik. Hal inilah yang membuat banyak produk sampo berbahan vitamin E. 

  1. Handuk Lembut

Cara menumbuhkan rambut bayi selanjutnya adalah dengan menggunakan handuk yang lembut, karena pada dasarnya handuk biasa yang digosokkan ke rambut justru menyebabkan penipisan dan membuat rambut menjadi rontok. Gunakan handuk lembut untuk menghindari kerusakan pada kulit dan rambut bayi.

  1. Cuci Teratur

Cuci rambut anak secara teratur dengan menggunakan shampo bayi setiap dua atau tiga hari guna mengakumulasi kotoran dan menjaga kulit kepala tetap bersih. Gunakan air hangat yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, hal ini diperlukan untuk menjaga anak dari rasa tidak nyaman.

  1. Minyak Rambut

Selalu gunakan minyak rambut, gunakan untuk memijat kepala bayi agar membantu sirkulasi dan menyediakan kelembapan yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut yang sehat. Bisa menggunakan minyak kelapa murni dan organik agar hasil yang didapat maksimal dan sesuai dengan harapan.