4 Penyebab Umum Bokong Terasa Nyeri dan Cara Mengatasinya

4 Penyebab Umum Bokong Terasa Nyeri dan Cara Mengatasinya

Nyeri di bokong bisa membuatmu tidak bebas bergerak karena rasa nyerinya bisa menjalar ketika Anda duduk, berjalan, bahkan saat tidur. 

Ada beberapa penyebab bokong terasa nyeri, mulai dari memar hingga linu panggul (sciatica). Nyeri tumpul ringan cenderung akan hilang dengan sendirinya, namun jika bokong terus terasa sakit kemungkinan diakibatkan oleh kondisi medis yang lebih serius.

3 Tipe nyeri di bokong

Bokong merupakan area tubuh yang luas. Dengan mengetahui tipe dan lokasi nyeri pada bokong akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. 

  • Nyeri bokong bagian bawah

Nyeri bokong di antara lipatan bokong dan bagian belakang paha biasanya disebabkan oleh cedera pada otot tendon yang terletak di paha belakang dan panggul. Nyeri di area ini akan membuat Anda sulit berjalan, apalagi saat meluruskan kaki sambil membungkukkan badan. 

  • Nyeri di bagian atas atau luar bokong

Melakukan pola gerakan asimetris yang berlangsung lama dapat menyebabkan bokong terasa nyeri. Nyeri ini terasa di area pantat atas atau luar dan bisa menjalar ke bawah sisi kaki. Biasanya bertambah buruk saat berjalan dan saat berbaring miring. 

  • Nyeri bokong tengah

Otot piriformis yang menegang atau disk yang mengalami hernia dapat menyebabkan rasa sakit di pantat. Rasa nyeri bisa muncul di tengah bokong, punggung bawah, atau di sepanjang jalur saraf skiatik. Terkadang menyebabkan mati rasa atau kelemahan di kaki. 

Penyebab bokong terasa nyeri

Berikut ini penyebab paling umum bokong terasa nyeri:

  1. Linu panggul 

Linu panggul atau skiatika disebabkan oleh saraf skiatik yang tertekan atau tersumbat. Saraf skiatika merupakan salah satu saraf terbesar di tubuh yang terletak di tulang belakang bawah dan menjalar ke bokong hingga lutut. 

Linu panggul dapat menyebabkan nyeri menusuk, kesemutan, atau mati rasa dari area bokong hingga kaki. Rasa nyeri akan memburuk saat duduk dalam waktu lama, bersin, atau batuk. 

Skiatika bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4 – 6 minggu, tapi kadang bertahan lebih lama.  

  1. Sindrom piriformis

Sindrom piriformis terjadi saat otot piriformis yang terletak di bokong iritasi atau menekan saraf skiatik. Rasa nyeri bisa timbul saat Anda diam atau beraktivitas. Selain itu juga menyebabkan kekakuan sendi panggul. 

  1. Coccydynia

Coccydynia atau nyeri tulang ekor bisa terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:

  • Persalinan
  • Cedera atau kecelakaan, seperti jatuh duduk
  • Postur tubuh yang buruk saat duduk
  • Kelebihan atau kekurangan berat badan

Orang yang terkena coccydynia akan merasa rasa sakit tumpul dan pegal, serta nyeri tajam sesekali waktu. Ini bisa menghambat sebagian besar aktivitas Anda, seperti mengemudi, buang air besar, dan seks. 

  1. Memar

Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) yang terletak di bawah kulit pecah dan menyebabkan perdarahan ringan, biasanya akibat terbentur benda keras. Perdarahan menghasilkan bercak ungu, kebiruan, atau kecoklatan serta bokong terasa nyeri. 

Memar biasanya hilang dengan sendirinya. Namun jika memar berlanjut atau muncul memar baru tanpa diketahui penyebabnya harus segera menghubungi dokter.

Nyeri di bokong juga bisa disebabkan oleh:

  • Kista pilonidal
  • Radang sendi atau artritis
  • Radang kandung lendir
  • Kanker
  • Tumor retroperitoneal
  • Patah tulang panggul
  • Disfungsi sendi sakroiliaka
  • Penyakit cakram degeneratif

Perawatan rumahan untuk mengatasi nyeri bokong

Rasa nyeri pada bokong akan cepat hilang dengan meminum obat pereda nyeri yang dijual bebas. Anda juga bisa mengikuti tips berikut ini:

  • Menghindari duduk lama
  • Bergerak dan meregangkan kaki secara teratur
  • Menggunakan bantal donat saat duduk
  • Menerapkan kompres hangat atau dingin ke punggung bawah
  • Mengenakan pakaian longgar

Apabila rasa sakit tidak mereda atau bokong terasa nyeri disertai gejala baru seperti demam tinggi, pendarahan, dan nyeri di area lain selain bokong,  Anda harus segera mengunjungi dokter untuk mencari penyebab dan menerima pengobatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *