11 Cara Mencegah Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)

11 Cara Mencegah Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)

Degenerasi makula terkait usia atau disingkat juga dengan AMD (Age-related macular degeneration) adalah penyebab utama seseorang kehilangan penglihatannya seiring bertambahnya usia. Lambat laun, para orang tua yang mengalami AMD akan kesulitan untuk membaca, mengemudi, atau bahkan, mengenali wajah orang lain. 

11 Cara mencegah degenerasi makula (AMD)

Mengingat tidak ada obat untuk mengatasinya, maka penting untuk Anda mengurangi risiko terkena penyakit degenerasi makula terkait usia. Anda dapat melakukan upaya untuk mencegah AMD, terutama jika ada riwayat penyakit ini dalam keluarga Anda dan terbukti menjadi faktor risiko penyakit tersebut. Adapun 11 langkah untuk mencegah degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah sebagai berikut.

  1. Hilangkan kebiasaan merokok.

Menurut para ahli kesehatan mata, menghilangkan kebiasaan atau berhenti merokok adalah cara nomor 1 untuk mencegah degenerasi makula terkait usia. Hal ini berdasarkan sebuah studi dalam laporan British Medical Journal di mana sebagian besar orang tua yang mengalami AMD telah dikaitkan dengan merokok. Studi lain dari Massachusetts Eye and Ear Infirmary menunjukkan bahwa seorang perokok berisiko terserang AMD 1,9 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

  1. Mengonsumsi banyak sayuran.

Makan banyak sayuran berdaun gelap dapat membantu Anda mencegah degenerasi makula. Sebuah studi yang diterbitkan di Massachusetts Eye and Ear Infirmary melaporkan bahwa orang yang paling banyak mengonsumsi sayuran kaya karotenoid (lutein dan zeaxanthin) berisiko terserang AMD 43% lebih rendah daripada orang yang sedikit makan sayuran. Contoh sayuran kaya karotenoid termasuk sayuran berdaun gelap adalah bayam, kangkung, dan collard hijau.

  1. Konsumsi vitamin untuk mata setiap hari.

Tidak ada salahnya untuk memenuhi asupan nutrisi selain dari makanan jika memang Anda membutuhkannya. Khususnya untuk para orang tua, mungkin akan semakin sulit memperoleh semua nutrisi yang dibutuhkan hanya dari makanan saja. jangan lupa, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu suplemen mana yang paling cocok sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

  1. Konsumsi suplemen nutrisi AREDS.

Dua uji klinis besar yang disponsori oleh National Eye Institute (NEI) menunjukkan bahwa suplemen nutrisi tertentu dapat memperlambat perkembangan AMD di antara orang-orang dengan tahap awal dan menengah dari degenerasi makula. Adapun komponen suplemen nutrisi AREDS/AREDS2, meliputi:

  • Vitamin C (500 mg).
  • Vitamin E (400 IU).
  • Lutein (10 mg).
  • Zeaxanthin (2 mg).
  • Seng (80 mg).
  • Tembaga (2 mg).

Penting untuk diingat, bahwa suplemen nutrisi ini bukanlah obat untuk AMD, melainkan hanya membantu memperlambat penyakit pada beberapa orang dengan AMD tahap awal hingga menengah. 

  1. Makan lebih banyak ikan.

Memperbanyak konsumsi ikan juga dapat mencegah Anda dari serangan degenerasi makula terkait usia. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian di Massachusetts Eye and Ear Infirmary dan University of Sydney. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa banyak mengonsumsi ikan dapat mengurangi risiko terkena AMD.

  1. Olahraga teratur dan pertahankan berat badan sehat.

Banyak manfaat kesehatan jika Anda melakukan olahraga secara teratur dan menjaga berat badan tetap sehat dan ideal, termasuk degenerasi makula terkait usia. Menurut sebuah penelitian di British Journal of Ophthalmology, menemukan bahwa orang yang menjalani gaya hidup aktif 70% lebih kecil kemungkinannya mengalami AMD.

  1. Makan buah dan kacang setiap hari.

Rajin mengonsumsi buah-buahan dan kacang-kacangan setiap hari dapat membantu mengurangi risiko degenerasi makula. Hal ini juga telah dibuktikan dalam penelitian tahun 2004 di Harvard Medical School dan Massachusetts Eye and Ear Infirmary yang menunjukkan bahwa makan buah dan kacang dapat membantu mencegah perkembangan AMD awal atau menengah ke tahap yang lebih lanjut.

  1. Kurangi karbohidrat olahan dalam makanan.

Anda harus waspada, mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko AMD. Hal ini karena makanan tinggi karbohidrat olahan memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dan pelepasan insulin. Contoh karbohidrat olahan adalah roti putih, roti gulung putih, kentang panggang, donat, dan lainnya. Anda dapat memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti buah-buahan, beras merah, roti gandum, jus apel, dan jus wortel.

  1. Mengontrol tekanan darah dan kolesterol.

Beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa mengendalikan kolesterol dan tekanan darah dapat melindungi Anda dari degenerasi makula. Kolesterol adalah bagian dari lemak yang dapat menumpuk di pembuluh darah, sehingga menghambat aliran darah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mata.

  1. Pakai kacamata hitam di luar ruangan.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa orang yang mengonsumsi terlalu sedikit antioksidan dan terpapar cahaya biru berlebihan, berisiko empat kali lebih mungkin mengalami AMD lanjut atau basah. Untuk alasan ini, sebaiknya Anda memakai kacamata hitam yang dapat melindungi mata dari sinar UV dan cahaya biru di luar ruangan.

  1. Menjalani pemeriksaan mata secara teratur.

Langkah terakhir ini juga tidak kalah pentingnya. American Academy of Ophthalmology merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata dilatasi setidaknya setiap dua hingga tiga tahun jika Anda berusia 45 – 60 tahun dan setiap tahun pada usia 60 tahun ke atas.

Faktor riwayat keluarga cenderung sangat berpengaruh terhadap degenerasi makula terkait usia (AMD). Walaupun begitu, dengan melakukan langkah pencegahan dan menjalani pemeriksaan mata secara teratur, dapat membantu dokter mata Anda mendeteksi AMD sejak dini. Alhasil, Anda dapat memperoleh pengobatan tepat untuk memperlambat perkembangan AMD ke tahap yang lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *