Dokter Anak di Jakarta Timur: RSIA Bunda Aliyah

Dokter Anak di Jakarta Timur

Sebagai rumah sakit yang pelayanannya dikhususkan untuk ibu dan anak, RSIA Bunda Aliyah, didukung oleh sederet nama dokter anak di Jakarta Timur yang kompeten di bidangnya. Ini dilakukan sesuai dengan visinya, yakni menjadi rumah sakit pilihan dan rujukan kesehatan ibu dan anak serta mampu bersaing di era globalisasi.

Adapun untuk mewujudkan visi itu, RSIA Bunda Aliyah berlandaskan tiga misi, yakni melakukan upaya untuk memberikan pelayanan yang bermutu dengan penuh kepedulian dan mengutamakan kepuasan pelanggan; melakukan pendidikan dan pelatihan kepada karyawan dan tim medis; serta mengelola rumah sakit secara profesional dan etis.

Sejak beroperasi pertama kali pada 16 Januari 2008, rumah sakit ini terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya. Kini, RSIA Bunda Aliyah memegang predikat rumah sakit ibu dan anak tipe B. 

Fasilitas pelayanan medis di sini terbilang cukup mumpuni. Mereka punya beragam poliklinik yang diampu oleh tenaga-tenaga terbaik, tentunya selain dokter anak di Jakarta Timur yang bertugas memberikan pelayanan terbaiknya. Salah satu layanan yang cukup diunggulkan adalah neonatal intensive care unit atau NICU.

Dengan sarana dan prasarana medis yang lengkap dan canggih, NICU diharapkan mampu mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital yang dialami oleh bayi-bayi baru lahir, yang disebabkan kelahiran premature kurang dari 37 minggu atau pun lahir dengan penyakit bawaan. 

Sementara itu, jenis perawatan di NICU pun disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Mulai dari bayi sakit ringan dan tidak perlu infus, bayi sakit sedang dan perlu inkubator, infus, oksigen, dan monitor jantung dan paru, untuk bayi sakit berat yang perlu penanganan dan pemantauan ketat, hingga perawatan bayi prematur dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu atau berat badan kurang dari 510 gram.

Berbagai alat canggih pun tersedia di dalam NICU RSIA Bunda Aliyah, fasilitas alat canggih di dalam NICU yang dimaksud di antaranya:

  • Inkubator, untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai untuk bayi baru lahir khususnya bayi prematur atau bayi sakit.
  • Infant Warmer, untuk menstabilkan dan mengontrol suhu tubuh bayi terutama saat baru lahir.
  • Infusion Pump, untuk memberikan cairan infus atau obat-obatan secara akurat dan kontinu sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Syringe Pump, untuk memberikan cairan infus dan obat-obatan dengan aman, ketepatan sangat akurat dan kontinu sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Berbagai alat monitor seperti monitor jantung paru dan pulse oximeter, yakni untuk memantau denyut jantung dan pernapasan bayi serta kadar oksigen dalam darah secara terus-menerus.
  • Alat bantu pernapasan C-PAP (continuous positive airway pressure), untuk bayi-bayi prematur yang mengalami gangguan pernapasan akibat paru-parunya tidak dapat mengembang secara sempurna.
  • Ventilator multifungsi, untuk merawat bayi dengan gangguan pernapasan berat.

Sementara itu, berikut ini nama-nama dokter anak di Jakarta Timur yang bakal memberikan pelayanan kepada pasien yang berobat atau berkonsultasi di RSIA Bunda Aliyah:

  • Dr. As’at Hadiwinoto, SpA., SKM, berdasarkan situs resmi rumah sakit, beliau bisa ditemui setiap hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 16.00 sampai 19.00 WIB.
  • Dr. Anies Nuringtyas, SpA., Senin—Jumat pukul 19.00 sampai 20.30 WIB dan Sabtu pukul 09.30—12.00 WIB.
  • dr. Patricia Yuliani Wonodihardjo, SpA., Selasa pukul 17.00—19.00; Kamis pukul 18.00—21.00; dan Jumat pukul 13.00—16.00 WIB.
  • Dr. Dyah Kurniati, SpA., setiap hari kecuali Rabu dan Minggu mulai pukul 18.00—20.00 WIB.
  • Dr. Dina Indah, SpA., Senin sampai Sabtu pukul 08.00—13.00 WIB.
  • Dr. Johanus Edwin, SpA., Senin sampai Sabtu pukul 08.00—14.00 WIB.

Jadwal praktik dokter anak di Jakarta Timur, khususnya di RSIA Bunda Aliyah itu bisa saja berubah sewaktu-waktu. Ada baiknya Anda konfirmasi terlebih dahulu dengan datang langsung ke rumah sakit yang terletak di Jl. Pahlawan Revolusi No. 100 RT 004/003 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.

Apa Itu Pseudogout, Gejala dan Penyebabnya

Pseudogout

Pseudogout adalah kondisi pembengkakan pada artritis yang terasa menyakitkan di beberapa sendi. Rasa sakit karena pseudogout bisa terjadi selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. 

Pseudogout juga bisa disebut sebagai penyakit karena pengendapan kalsium pirofosfat. Pengendapan ini menyebabkan rasa sakit pada area persendian. 

Sendi yang biasanya terasa sakit yakni sendi lutut, pergelangan tangan dan tak jarang terjadi juga di area pinggul, bahu siku, jari kaki, hingga pergelangan kaki. Hal ini biasa terjadi pada lansia usia 60 tahun ke atas. 

Gejala pseudogout

Dalam beberapa kasus, tidak ada gejala sama sekali, namun lebih sering sendi terasa sakit di bagian lutut dan pergelangan tangan. Pseudogout paling sering memengaruhi satu sampai empat sendi. 

Berikut ini beberapa gejala pseudogout yang biasanya menyerang sendi. 

  • Nyeri sendi secara tiba-tiba dan intens
  • Sendi mengalami bengkak dan terasa hangat serta lembut saat disentuh
  • Kulit memerah di sekitar sendi yang sakit
  • Pseudogout juga menyebabkan pembengkakan yang terus menerus
  • Sendi terasa sulit ditekuk atau dilenturkan
  • Merasakan demam, merasa badan tidak enak, menggigil. Gejala ini karena reaksi peradangan pada sendi

Berbeda dengan penyakit asam urat yang biasanya menyerang pada malam hari, gejala pseudogout bisa terjadi kapan saja. Namun, dilihat dari rasa sakit, biasanya pseudogout tidak sesakit penyakit asam urat. 

Rasa sakit pada sendi sebaiknya jangan dibiarkan berlarut-larut sebab bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen. 

Penyebab pseudogout

Pseudogout terjadi karena adanya kristal kalsium pirofosfat pada sendi yang terkena. Biasanya kristal ini akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. 

Berdasarkan penelitian, kristal kalsium pirofosfat ini muncul pada lansia dengan usia lebih dari 85 tahun. Namun, tak jarang juga terjadi pada lansia mulai dari usia 60 tahun. 

Beberapa penelitian menyebut, jika kristal kalsium pirofosfat ini dilepaskan jika tulang rawan terganggu, seperti cedera, trauma, pembedahan, atau juga infeksi.

Kristal yang dilepaskan ini akan masuk dan menempel ke jaringan sendi lunak, seperti lapisan sinovial sendi, brusa, ligamen, dan tendon.

Setelah kristal bersarang di sendi lunak, maka akan memicu sistem kekebalan dimana respon sistem kekebalan akan menghasilkan peradangan, nyeri, bengkak, serta kemerahan.

Beberapa faktor di bawah ini juga turut memengaruhi terjadinya pseudogout:

  • Usia

Semakin bertambahnya usia, maka risiko terkena pseudogout juga semakin tinggi. Biasanya pseudogout menyerang seseorang dengan usia 60 tahun ke atas.

  • Trauma sendi

Seseorang yang pernah mengalami trauma sendi juga menyebabkan tulang rawan melepaskan kristal kalsium pirofosfat sehingga memicu terjadinya pseudogout.

  • Sejarah keluarga

Masalah genetika juga berperan yang membuat seseorang rentan mengalami penumpukan kristal kalsium pirofosfat pada persendian. Penelitian terbaru menunjukkan jika mutasi gen ANKH yang membantu mengatur metabolisme bisa meningkatkan risiko terkena pseudogout

  • Penyakit gout atau encok

Orang yang memiliki penyakit gout atau encok ini bisa 2,5 kali lebih berisiko terkena pseudogout

  • Osteoartritis

Penelitian menunjukkan jika pengendapan kristal kalsium pirofosfat ini bisa meningkat pada seseorang yang mengidap osteoartritis

  • Ketidakseimbangan mineral

Seseorang dengan kadar kalsium dan besi yang berlebih atau sedikit magnesium berisiko lebih besar terkena pseudogout

  • Kondisi medis lainnya

Pseudogout bisa terjadi karena kelenjar paratiroid yang terlalu aktif

Efek samping pseudogout

Peradangan pada pseudogout dapat menyebabkan kerusakan sendi secara permanen.  Kerusakan sendi ini didiagnosis sebagai osteoartritis. 

Seseorang yang menderita osteoartritis juga berisiko tiga kali lebih tinggi untuk memiliki endapan kristal kalsium pirofosfat

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis. 

Cara mengobati pseudogout

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menghilangkan atau mencegah pembentukan kristal kalsium pirofosfat pada kasus pseudogout, namun terdapat perawatan yang bisa mengurangi nyeri dan bengkak, seperti:

  • Injeksi sendi, dengan memasukkan jarum ke bagian sendi yang terasa nyeri dan mengeluarkan kristal di dalamnya
  • Mengonsumsi obat seperti NSAID, prednisone, dan colchicine untuk mengurangi peradangan 
  • Imobilisasi sendi dilakukan untuk menghindari beban yang terlalu berat pada area tungkai, sehingga bisa meminimalisir rasa sakit dan bengkak. 

7 Tips Memilih Tisu Basah Bayi yang Aman

Tisu basah bayi merupakan salah satu barang yang harus selalu ada di dalam kebutuhan untuk perawatan bayi. Karena lebih praktis, tisu basah sering jadi pilihan untuk membersihkan bayi. Misalnya menghilangkan bekas makanan, digunakan untuk membersihkan setelah buang air, atau membuat kulit bayi menjadi lebih segar. Oleh karena itu, banyak orang tua yang menjadikan tisu basah bayi barang yang wajib dibawa kemana pun. Namun, bagaimana memilih tisu basah bayi yang aman dan tepat? Begini beberapa tipsnya.

Tisu basah bayi adalah perlengkapan bayi yang praktis digunakan
  1. Pertimbangkan kandungan di dalamnya

Tips paling utama yang harus diperhatikan ketika memilih tisu basah bayi yaitu melihat kandungan yang ada di dalamnya. Apakah tisu basah mengandung bahan yang tidak cocok dengan kulit bayi atau ada bahan yang bisa menimbulkan alergi. Supaya aman, orang tua bisa membeli tisu basah bayi yang memiliki label bebas alkohol.

  1. Perhatikan ketebalan tisu basah

Sebaiknya pilih tisu basah bayi dengan ketebalan yang cukup. Kalau terlalu tipis akan mudah robek dan khawatir bisa merusak kulit bayi yang sensitif. Membeli tisu dengan bahan yang tebal juga akan mengirit pemakaian karena tidak membutuhkan banyak lembar tisu ketika membersihkan kotoran serta mampu membersihkan tubuh bayi dengan lebih baik.

  1. Hindari tisu dengan pewangi

Tisu basah bayi dengan pewangi biasanya memiliki aroma yang terlalu kuat sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu pernapasan si Kecil. Sebaiknya pilih tisu basah tanpa tambahan aroma atau parfum tertentu. Biasanya, tisu basah bayi yang aman dan bagus memiliki lebih banyak kandungan air, wanginya akan lebih natural serta parfumnya tidak terlalu tercium.

  1. Beli sesuai dengan kebutuhan

Jangan membeli tisu basah bayi dalam jumlah banyak sekaligus. Beli sebungkus kecil terlebih dahulu untuk melihat apakah cocok dengan kulit bayi dan tidak menimbulkan alergi. Perhatikan juga varian tisu yang dibutuhkan bayi. Jika aman dan tidak menimbulkan efek samping, Anda boleh membeli sekaligus untuk stok. Sehingga Anda bisa mengirit pengeluaran.

  1. Memiliki kandungan air yang cukup

Tisu basah pada dasarnya adalah pengganti lap biasa yang dibasahi oleh air. Namun karena harus terus membasahi lap dengan air untuk membersihkan dirasa cukup merepotkan, maka digunakanlah tisu basah bayi yang lebih praktis. Oleh karena itu, pilihlah tisu basah bayi dengan kandungan air yang cukup karena bisa membersihkan dengan efektif.

  1. Penutup yang rapat

Biasanya, tisu basah di pasaran dijual dalam kemasan plastik dengan ukuran sedang. Ada juga yang dijual dalam botol dengan penutup flip-up sehingga mudah dibuka tutup. Disarankan membeli tisu basah bayi yang menggunakan penutup flip-up. Sehingga setelah menggunakan tisu bisa ditutup dengan rapat untuk mencegah tisu menjadi kering dan terkena debu.

  1. Periksa bahan yang digunakan

Tisu basah bayi yang menggunakan bahan alami tentu lebih baik digunakan untuk kulit bayi yang sensitif. Pastikan tisu yang Anda beli mengandung formula anti bakteri agar bayi tetap higienis. Ada banyak rekomendasi tisu basah bayi yang bisa Anda pilih dengan berbagai keunggulan dan manfaat, untuk menjaga kelembutan kulit bayi misalnya.

Tisu basah bayi memang praktis, tetapi alangkah lebih baiknya jika digunakan seperlunya. Gunakan tisu basah bayi jika sedang tidak sempat menggunakan air, misalnya ketika sedang bepergian. Hentikan penggunaan bila terjadi iritasi dan muncul ruam pada kulit bayi. Jangan paksakan memakai tisu basah jika memang tidak ada satupun produk yang cocok. Artinya, kulit bayi memang sensitif. Anda bisa membersihkan bayi cukup dengan lap basah saja. Kulit bayi akan tetap bersih asalkan Anda mengelapnya dengan teliti.

Tips Terhindar dari Komplikasi Strongyloidiasis

Mungkin Anda mengapa kondisi cacingan tidak pernah dianggap sepele hingga harus mengonsumsi obat cacing tiap 6 bulan sekali di waktu kecil? Soalnya, infeksi cacingan dapat memicu berbagai komplikasi yang dapat menurunkan kualitas kehidupan Anda. 

Salah satu jenis cacingan yang terparah adalah strongyloidiasis. Ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang berjenis Strongyloides stercoralis. Ketika cacing gelang ini masuk ke tubuh Anda dan melakukan infeksi, bersiap-siaplah mengalami berbagai keluhan kesehatan yang dapat berujung ke komplikasi yang cukup serius. 

Jangan bayangkan gejala orang cacingan hanyalah berat badan yang kurus. Gejala lain dari strongyloidiasis, antara lain demam, batuk, gatal-gatal, juga diare. Itu baru gejala awal. Jika dibiarkan berlanjut, berbagai komplikasi di bawah ini menanti Anda. 

  • Malnutrisi

Malnutrisi merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada tubuh yang bisa berakibat menurunnya kemampuan kognitif maupun meredupnya imunitas tubuh. Malnutrisi karena strongyloidiasis terjadi karena usus tidak dapat menyerap nutrisi makanan yang Anda konsumsi dengan baik karena terserap oleh cacing-cacing parasit. Gejala diare dan tidak nafsu makan pada penderita strongyloidiasis semakin memperparah komplikasi ini. 

  • Pneumonia Eosinofilik 

Pneumonia eosinofilik merupakan kondisi ketika paru-paru membengkak karena peningkatan sejenis sel darah putih yang diproduksi tubuh. Peningkatan sel darah putih yang berjenis eosinofilik ini terjadi saat cacing sudah memasuki dan menginfeksi paru-paru Anda.

  • Penyebaran Strongyloidiasis 

Wajarnya cacing parasit penyebab strongyloidiasis bermukim di usus Anda dan merusak sistem pencernaan. Namun, imunitas tubuh yang lemah serta pengonsumsian obat-obatan imunosupresif bisa membuat cacing tersebut kembali memasuki aliran darah dan menimbulkan keluhan parah, seperti syok, komplikasi paru, dan masalah neurologis. 

Cara Mencegah 

Strongyloidiasis lebih mudah dialami oleh orang Indonesia. Soalnya, cacing yang menjadi parasitnya hidup di kawasan tropis dan subtropis. Sejumlah langkah preventif sebenarnya bisa Anda lakukan alih-alih harus bergelut dengan berbagai pengobatan cacingan yang lebih merepotkan. Berikut ini adalah beberapa tips simpel untuk bisa meminimalkan risiko terkena strongyloidiasis. 

  1. Selalu Memakai Alas Kaki 

Cacing penyebab strongyloidiasis awalnya memasuki tubuh lewat bagian telapak kaki Anda. Ia lebih mudah menginfeksi ketika Anda berjalan tanpa alas kaki, khususnya di daerah yang bertanah. Karena itu, pastikan Anda selalu memakai alas kaki ke manapun jika bepergian guna mencegah infeksi dari Strongyloides stercoralis. 

  1. Bangun Sanitasi Baik

Tahu tidak, infeksi cacing penyebab strongyloidiasis banyak terjadi di kawasan yang memiliki sistem sanitasi buruk. Semakin baik Anda membangun sanitasi di wilayah rumah Anda maka semakin mungkin Anda bisa terhindar dari infeksi cacing gelang yang satu ini. Ini karena sanitasi yang baik dapat menghindarkan Anda dari kontak dengan kotoran. Pembuangan limbah yang tepat dan pengelolaan feses memang menjadi kunci pencegahan penyakit tersebut.

  1.  Rajin Cuci Tangan dan Kaki 

Jangan malas untuk mencuci tangan dan kaki setiap kali habis keluar rumah atau memegang suatu benda asing. Gerakan mencuci tangan dan kaki bisa membuat mikroorganisme dan organisme, tidak terkecuali cacing parasit, yang sudah menempel di tubuh menjadi mati karena penggunaan sabun antibakteri. 

  1. Tingkatkan Daya Tahan 

Semakin lemah daya tahan tubuh Anda, infeksi cacing gelang penyebab strongyloidiasis bisa menimbulkan gejala yang kian parah, dari pneumonia sampai syok. Sebaliknya ketika imunitas tubuh terjaga, cacing-cacing tersebut akan mendapatkan perlawanan dari daya tahan tubuh Anda. Rutinlah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, aktif berolahraga, serta cukup beristirahat untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh Anda. 

***

Jangan biarkan strongyloidiasis membuat Anda tidak produktif karena berbagai keluhan gejala yang parah. Melakukan tips pencegahan memang tidak 100 persen menghalangi Anda dari infeksi cacing gelang, namun setidaknya mampu menurunkan tingkat risiko dan keparahan infeksinya.

Vaksin DPT, Hindari Anak dari Difteri, Pertussis, dan Tetanus

Vaksin DPT

Vaksin DPT merupakan salah satu jenis vaksin yang wajib diberikan pada anak sebelum berusia satu tahun. Vaksin DPT ini diberikan dalam lima dosis, yaitu pada usia 2, 4, 6, dan 15-18 bulan, lalu diulang pada usia 4 hingga 6 tahun. 

Jika, anak Anda tidak diberikan imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus), beberapa penyakit tersebut dapat menyebabkan atau berisiko tinggi kematian. Pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana vaksin DPT menghindari anak Anda dari beberapa penyakit tersebut. 

Apa itu vaksin DPT?

DPT adalah vaksin kombinasi yang melindungi dari tiga penyakit, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis. Ketiga komponen vaksin “tidak aktif” artinya mereka mati dan tidak dapat menyebabkan penyakit. 

Vaksin DPT dapat melindungi anak Anda dari:

  • Difteri.  Infeksi tenggorokan yang serius yang dapat menyumbat saluran napas dan menyebabkan masalah pernapasan yang parah. 
  • Tetanus. Penyakit saraf yang dapat terjadi pada semua usia, yang disebabkan oleh bakteri penghasil racun yang mencemari luka. 
  • Pertusis (batuk rejan). Penyakit pernapasan dengan gejala seperti pilek yang menyebabkan batuk parah (suara ‘rejan’ terjadi saat anak menarik napas dalam-dalam setelah batuk parah). Komplikasi serius dapat menyerang anak di bawah usia 1 tahun, dan mereka yang berusia di bawah 6 bulan memiliki risiko sangat tinggi. Remaja dan orang dewasa dnegan batuk yang berlangsung lama mungkin menderita pertusis dan tidak menyadarinya, dan dapat menularkannya kepada bayi yang rentan. 

Jadwal imunisasi DPT

Imunisasi DPT diberikan dalam rangkaian 5 kali suntikan, biasanya diberikan pada usia:

  • 2 bulan 
  • 4 bulan 
  • 6 bulan
  • 15-18 bulan
  • 4-6 tahun

Kemungkinan risiko dan efek samping imunisasi DPT

Vaksin ini dapat menyebabkan efek samping ringan, seperti:

  • Demam 
  • Rewel ringan 
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri saat ditekan
  • Kemerahan
  • Bengkak di area tempat suntikan diberikan

Efek samping yang jarang terjadi, meliputi:

  • Kejang 
  • Demam tinggi 
  • Tangisan yang tidak terkendali setelah mendapatkan vaksin

Namun, efek samping tersebut sangat jarang terjadi sehingga para peneliti mempertanyakan apakah itu disebabkan oleh vaksin. Kebanyakan anak memiliki sedikit atau tanpa efek samping. 

Dapatkah menunda atau tidak melakukan imunisasi DPT?

Penyakit sederhana atau ringan lainnya seharusnya tidak mencegah imunisasi, tetapi dokter Anda mungkin memilih untuk menjadwalkan ulang vaksin jika anak Anda menderita penyakit yang lebih serius. 

Bicaralah dengan dokter jika anak mengalami gejala berikut setelah mendapatkan vaksinasi, seperti:

  • Sebuah reaksi alergi yang serius
  • Masalah otak atau sistem saraf, seperti koma atau kejang
  • Sindrom Guillain-Barre
  • Sakit parah atau bengkak di seluruh lengan atau tungkai

Bagaimana merawat si kecil setelah vaksin?

Anak Anda mungkin akan mengalami demam, nyeri, dan bengkak serta kemerahan di area tempat suntikan diberikan. Bergantung pada usia anak Anda, nyeri dan demam dapat diobati dengan asetaminofen atau ibuprofen. Tanyakan pada dokter Anda untuk mengetahui apakah Anda dapat memberikan salah satu obat tersebut, dan untuk mengetahui dosis yang sesuai. 

Kain hangat dan lembab atau bantalan hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Memindahkan atau menggunakan anggota tubuh yang telah menerima suntikan sering kali dapat mengurangi rasa sakit. 

Namun, Anda harus segera menghubungi dokter jika timbul gejala komplikasi yang parah setelah vaksin DPT, termasuk kejang, demam di atas 40 derajat celcius, kesulitan bernapas, atau tanda alergi lainnya, syok atau kolaps, atau tangisan yang tidak terkontrol selama lebih dari 3 jam. 

Setelah Anda mengetahui sebegitu pentingnya vaksin DPT, maka disarankan untuk tidak melewatkan jadwal imunisasi DPT.

Operasi Perut Bisa Jadi Penyebab Usus Lengket

Operasi yang menyebabkan usus lengket

Operasi perut bisa jadi salah satu penyebab usus lengket. Menurut penelitian, sebanyak 9 dari 10 orang yang mengalami usus lengket telah menjalani operasi yang melibatkan pembedahan perut.

Biasanya pembedahan ini meliputi saluran pencernaan bawah, seperti usus besar dan rektum, operasi panggul, atau operasi perut darurat lainnya. Meskipun seringkali tidak menimbulkan gejala, usus lengket berisiko menimbulkan penyumbatan usus sehingga nutrisi makanan tidak dapat diserap tubuh dengan optimal. 

Penyebab utama usus lengket

Operasi perut merupakan penyebab utama perlengketan usus, kemungkinannya sebesar 90%. Sisanya perlengketan usus disebabkan karena trauma, infeksi, inflamasi, dan beberapa kondisi lainnya. Kebanyakan kasus usus lengket tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala khusus. Biasanya hanya berupa rasa tidak nyaman dan beberapa gangguan pencernaan. 

Sebesar 60% penderita mengalami gangguan usus halus terutama pada orang dewasa. Jika dibiarkan, perlengketan usus akan berkontribusi terhadap nyeri panggul kronis. 

Operasi perut dapat merusak jaringan peritoneum usus. Jaringan ini berfungsi melapisi organ di dalam perut serta membuat organ licin saat bergesekan dengan organ lainnya. Jaringan peritonium dapat rusak karena sayatan, cairan operasi, atau bahkan potongan kecil kain kasa. 

Usus lengket biasanya terjadi beberapa hari setelah penderita menjalani operasi, namun tidak ada gejala setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berikutnya. Awalnya, terdapat luka pada usus sehingga usus pun saling menempel karena permukaannya menjadi sangat lengket. 

Lama kelamaan, luka akan menimbulkan jaringan parut sehingga membatasi gerak usus. Makanan yang melewati saluran pencernaan pun semakin sulit. Tidak menutup kemungkinan usus akan tersumbat atau disebut juga obstruksi usus. 

Gejala yang mungkin terjadi

Meskipun sebagian besar penderita tidak mengeluhkan gejala tertentu. Namun, jika telah menyumbat usus maka akan menimbulkan kram perut. Kondisi obstruksi usus ini menyebabkan gejala seperti:

  • Nyeri perut parah
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan perut karena kembung
  • Sulit buang angin dan jarang Buang Air Besar (BAB)
  • Dehidrasi yang ditandai dengan kulit, mulut, dan lidah kering, haus parah, jarang buang air kecil, detak jantung cepat, serta tekanan darah rendah

Perut akan terasa sakit bahkan hanya dengan sentuhan ringan. Gejala sistemik juga mungkin akan terjadi, seperti demam, detak jantung cepat, dan tekanan darah rendah. 

Bagaimana cara mencegah usus lengket? 

Operasi laparoskopi mengurangi risiko perlengketan usus karena tidak membutuhkan sayatan besar, melainkan hanya sayatan kecil dibuat di perut bagian bawah. Oleh karena itu, prosedur laparoskopi bisa mengurangi risiko usus lengket.

Akan tetapi, jika laparoskopi tidak memungkinkan untuk dilakukan dan memerlukan tindakan operasi sayatan perut besar, di akhir operasi dokter akan memasukkan bahan berupa film yang akan diserap oleh tubuh dalam waktu sekitar satu minggu. Cara ini digunakan untuk menghidrasi organ dan membantu mencegah perlekatan usus. 

Selain itu, terdapat langkah-langkah lain yang bisa dilakukan selama operasi untuk mengurangi risiko usus lengket, diantaranya:

  • Memakai sarung tangan lateks steril bebas bedak
  • Menggunakan larutan salin dalam kondisi tertentu
  • Menggunakan drapes dan swabs yang lembab 

Penyebab usus lengket lainnya

Selain pasca operasi, usus lengket juga bisa terjadi karena berbagai kondisi dan penyakit, seperti:

  • Penyakit Crohn
  • Penyakit divertikular
  • Peritonitis
  • Terapi radiasi untuk kanker
  • Bawaan sejak lahir

Apabila usus lengket tidak mengakibatkan ketidaknyamanan atau rasa sakit maka tidak dibutuhkan penanganan dan pengobatan tertentu. Namun, jika mengganggu bahkan terjadi sumbatan usus, dokter mungkin akan menyarankan prosedur operasi. 

10 Adaptasi Tingkah Laku Hewan yang Paling Unik

Setiap makhluk hidup memiliki kemampuannya sendiri-sendiri dalam bertahan hidup sesuai dengan jenis serta fungsi tubuh yang dimiliki. 

Pada hewan, adaptasi tingkah laku sebagai bentuk respon terhadap kondisi atau rangsangan dari luar. Selain untuk mendapatkan makanan, adaptasi tingkah laku berguna untuk melindungi diri dari predator. 

Hewan juga melakukan adaptasi tingkah laku bersama kelompok keluarga. Hewan dapat memperoleh banyak manfaat dari menghabiskan waktu dengan anggota lain dari spesies yang sama. 

Mereka dapat saling membantu menemukan makanan, bertahan dari predator, dan merawat anak-anak

Ada dua tipe adaptasi perilaku pada makhluk hidup, termasuk hewan, diantaranya:

  • Alamiah (insting): Adaptasi yang dilakukan secara naluriah, misalnya kemampuan dalam berhibernasi, melakukan migrasi, maupun memintal jaring.
  • Dipelajari: adaptasi tingkah laku yang dipelajari oleh hewan itu sendiri, seperti mencari makanan, menemukan tempat berteduh, dan membuat sarang.

Berikut ini contoh adaptasi tingkah laku pada beberapa hewan dalam melakukan aktivitasnya: 

 1. Bunglon

Adaptasi tingkah laku pada bunglon sangatlah unik. Hewan ini memiliki keterampilan dalam mengolah warna kulitnya sehingga menyerupai tempat yang dihinggapinya. 

Tujuannya untuk menyamarkan dirinya, agar sulit terlihat oleh pemangsa. Kemampuan bunglon mengubah warna kulit ini disebut mimikri.

2. Penguin 

Penguin jantan dewasa berkumpul bersama selama musim dingin. Ini membantu mereka menghindari kehilangan panas dan bertahan hingga musim semi.

Mereka berkembang biak selama musim dingin sehingga keturunan mereka mencapai kemandirian di musim panas ketika lebih banyak makanan tersedia.

3. Singa

Singa sangat dikenal sebagai hewan yang menguasai teritorial dan menempati wilayah yang sama selama beberapa generasi. Singa betina akan secara aktif mempertahankan wilayah mereka dari betina lain, sementara jantan residen melindungi kebanggaan dari koalisi saingan. 

Ukuran wilayah bergantung pada kelimpahan mangsa, serta akses ke air dan lokasi sarang .

4. Unta

Unta memiliki adaptasi tingkah laku yang sangat unik. Unta mampu menyimpan lemak pada punuk sekitar 36 kg yang akan digunakan sebagai cadangan tenaga. 

Tak hanya itu, mereka punya cara unik saat menutup hidup dan menggunakan bulu mata yang tebal untuk mencegah masuknya pasir ke dalam hidung bila terjadi badai pasir. 

Hewan ini juga mampu menghabiskan 100 liter air dalam waktu 10 menit. Tak ada hewan mamalia lain yang mampu menghabiskan air dalam waktu yang singkat.

5. Cumi-cumi

Teknik menyemprotkan cairan tinta untuk mengelabui musuh, menjadi cara unik adaptasi tingkah laku pada cumi-cumi. Dengan semprotan tinta cumi-cumi ini, musuh tidak bisa mengetahui keberadaan cumi-cumi karena lingkungan di sekitarnya gelap.

Tak cuma itu, cumi-cumi juga memiliki tentakel yang membantunya berenang cepat ketika dalam suasana bahaya. 

6. Rayap

Hewan yang memiliki adaptasi tingkah laku unik selanjutnya adalah rayap. Saat baru menetas, rayap akan menjilati dubur induknya. Tujuannya karena di dubur sang induk terdapat sejenis flagellata.

Tingkah laku yang demikian memungkinkan flagellata bisa masuk ke saluran pencernaan rayap muda tersebut.

7. Cicak

Adaptasi tingkah laku pada cicak disebut dengan autotomi. Istilah ini merupakan sebutan cicak saat memutuskan ekornya. Tujuannya untuk mengelabui hewan lain yang akan menyerangnya.

Setelah beberapa lama, ekor cicak yang putus tadi akan tumbuh kembali. Saat cicak melakukan autotomi, maka perhatian predator yang bakal menyerang itu teralihkan pada ekor cicak yang bergerak-gerak. Lalu cicak bisa leluasa guna kabur.  

8. Kerbau

Kulit tubuh kerbau yang berwarna hitam di seluruh permukaanya, membuat hewan ini cepat menyerap panas. Untuk itu kerbau melakukan adaptasi tingkah laku unik dengan membuat kubangan atau lokasi berair untuk berendam saat cuaca panas.

Bentuk adaptasi ini bertujuan untuk meminimalisir pengaruh panas (kalor) dalam tubuhnya. 

9. Kaki seribu

Saat hewan kaki seribu merasa terancam, mereka akan menggulungkan badannya sampai membentuk lingkaran. Tujuannya sebagai bentuk perlindungan diri.

Punggung tubuh kaki seribu yang keras bakal menjadi perisai andai diserang oleh predatornya.

10. Lumba-lumba

Lumba-lumba merupakan salah satu mamalia yang hidup di laut. Mereka akan melakukan adaptasi dengan sering hadir ke permukaan air.

Bentuk adaptasi ini dilakukan oleh lumba-lumba untuk memungut oksigen di udara. Sebab alat pernapasan lumba-lumba adalah paru-paru sehingga mereka tidak bisa mengikat oksigen yang terlarut dalam air.

Transfusion Syndrome

Twin to twin transfusion syndrome (TTTS) merupakan kondisi yang langka dimana kondisi tersebut dapat membahayakan janin (kembar) karena terhubungnya pembuluh darah sehingga dapat menghambat persediaan nutrisi pada janin.

TTTS menyebabkan salah satu janin menjadi pendonor, dan yang lain sebagai penerima. Pendonor memberikan penerima jumlah darah yang lebih banyak dari persediaan darah yang diterima. Hal tersebut menyebabkan pendonor mengalami malnutrisi dan masalah pada organ-organ tubuhnya. Penerima bisa mengalami masalah jantung karena menerima jumlah darah secara berlebihan.

image Transfusion Syndrome

Gejala

Ibu hamil yang mengalami TTTS akan menunjukkan gejala berikut:

  • Merasa bahwa pertumbuhan di dalam rahim sangat cepat dan berlebihan.
  • Masalah pada perut (nyeri, perut terasa kencang, atau kontraksi).
  • Ukuran rahim terlalu besar untuk usia kehamilannya.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki yang terjadi pada masa awal kehamilan.

Penyebab

Para peneliti belum mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan ibu hamil mengalami twin to twin transfusion syndrome. Namun, para peneliti menduga bahwa ibu hamil mengalami gangguan pembelahan sel telur setelah pembuahan. Hal tersebut membuat plasenta menjadi tidak normal. Plasenta yang abnormal dapat memicu TTTS.

Jika Anda Mengalami TTTS

Jika Anda hamil kembar dan mengalami twin to twin transfusion syndrome, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan TTTS.
  • Daftar gejala yang Anda alami karena sindrom tersebut.
  • Daftar riwayat medis (jika dokter membutuhkannya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah kondisi yang Anda alami parah atau tidak?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa panjang jalur lahir dan leher rahim.

  • USG

USG digunakan untuk membantu mendeteksi adanya TTTS atau tidak.

  • Volume cairan amnion

Pengukuran volume cairan amnion dilakukan untuk mengetahui jika ibu hamil mengalami TTTS atau tidak. Jika volume cairan amnion di rahim banyak, maka jalur lahir juga akan membesar sehingga ibu hamil berisiko terhadap TTTS dan persalinan secara prematur.

  • Ekokardiografi

Ekokardiografi digunakan untuk memeriksa kondisi jantung janin kembar.

Pengobatan

Pengobatan TTTS ditentukan oleh usia kehamilan dan seberapa parah kondisi yang dialami ibu hamil. Berikut adalah beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi TTTS:

  • Memantau kondisi kehamilan

Jika kondisi yang dialami ibu hamil tidak parah, mereka tidak perlu menjalani operasi. Namun, kondisi kehamilannya perlu dipantau dengan menggunakan USG dan ekokardiografi.

  • Amnioreduksi

Jika kondisi yang dialami ibu hamil sedang, mereka perlu menggunakan amnioreduksi. Amnioreduksi merupakan cara untuk mengurangi cairan amniotik dimana cairan tersebut muncul secara berlebihan pada janin. Cara tersebut bertujuan untuk memperlancar aliran darah janin.

  • Operasi

Operasi merupakan pilihan lain yang perlu dijalani ibu hamil jika amnioreduksi tidak efektif. Operasi dilakukan dengan menggunakan laser yang disertai dengan kabel tipis yang akan dimasukkan ke dalam perut ibu hamil sehingga dapat mencapai kantung amniotik janin penerima. Laser tersebut akan memotong pembuluh darah penyebab TTTS.

Pencegahan

TTTS merupakan kondisi yang terjadi secara acak, namun tidak dapat dicegah.

Kesimpulan

Twin to twin transfusion syndrome merupakan kondisi yang dapat membahayakan janin, karena dapat menyebabkan malnutrisi pada janin pendonor dan masalah jantung pada janin penerima donor. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter dapat mengobatinya dengan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang TTTS, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Ini 5 Fakta Sindrom Hemolitik Uremik pada Anak

Sindrom hemolitik uremik (HUS) menyebabkan kadar sel darah merah menjadi rendah, rendahnya kadar trombosit dan cedera pada ginjal.

Penyakit ini ditimbulkan dari reaksi sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan kerusakan pada sel darah. 

Hal ini menyebabkan sel darah merah dan trombosit menjadi rendah serta cedera pada ginjal.

Tak hanya pada orang dewasa, sindrom hemolitik uremik juga bisa terjadi pada anak-anak.

Sindrom ini tentu perlu diwaspadai para orang tua. Yuk simak fakta sindrom hemolitik uremik pada anak berikut ini:

1. Seringkali menyerang anak di bawah 5 tahun

Sindrom uremik hemolitik terjadi pada sekitar dua dari setiap 100.000 anak.

Penyakit ini dapat menyerang anak-anak dengan faktor antara lain:

  • Berusia lebih muda dari 5 tahun 
  • Telah didiagnosis dengan infeksi E. coli O157: H7
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah
  • Memiliki riwayat keluarga dengan sindrom uremik hemolitik yang diturunkan

2. Disebabkan oleh infeksi bakteri  

Penyebab paling umum dari sindrom uremik hemolitik pada anak-anak adalah infeksi Escherichia coli (E. coli) tertentu pada sistem pencernaan. E. coli mengacu pada sekelompok bakteri yang biasanya ditemukan di usus manusia dan hewan yang sehat. 

Kebanyakan dari ratusan jenis E. coli adalah normal dan tidak berbahaya. Tetapi beberapa strain E. coli menyebabkan diare.

Selain itu, perairan yang terkontaminasi oleh feses juga dapat mengandung bakteri E.Coli. 

Penyebab lain dari HUS dapat meliputi:

  • Infeksi lain, seperti infeksi bakteri pneumokokus, human immunodeficiency virus (HIV) atau influenza
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, terutama beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kanker dan beberapa obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan penerima transplantasi organ
  • HUS dapat terjadi sebagai komplikasi kehamilan atau kondisi kesehatan seperti penyakit autoimun atau kanker
  • Jenis HUS yang tidak umum – dikenal sebagai atipikal HUS – dapat diturunkan secara genetik ke anak-anak.  

3. Konsumsi daging kurang matang hingga susu mentah tingkatkan risiko sindrom ini

Saat seorang anak terinfeksi E. coli strain O157: H7, bakteri tersebut akan menetap di saluran pencernaan dan menghasilkan racun yang dapat masuk ke aliran darah. Racun berjalan melalui aliran darah dan dapat menghancurkan sel darah merah. 

Mayoritas kasus HUS disebabkan oleh infeksi strain bakteri E. coli tertentu. Paparan E. coli dapat terjadi jika Anda:

  • Makan daging atau produk yang terkontaminasi
  • Daging kurang matang, paling sering daging giling
  • Berenang di kolam atau danau yang terkontaminasi kotoran
  • Melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti di dalam keluarga atau di pusat penitipan anak.
  • Susu yang tidak dipasteurisasi, atau mentah
  • Buah dan sayuran mentah yang belum dicuci dan terkontaminasi
  • Jus yang terkontaminasi 

4. Gejala sindrom Hemolitik Uremik pada anak: Muntah hingga diare berdarah

Saat infeksi berlangsung, racun yang dilepaskan di usus mulai menghancurkan sel darah merah. Saat sel darah merah hancur, anak mungkin mengalami tanda dan gejala anemia, kondisi di mana sel darah merah lebih sedikit atau lebih kecil dari biasanya, yang membuat sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

Tak hanya itu, seorang anak dengan sindrom uremik hemolitik dapat mengembangkan tanda dan gejala yang mirip dengan yang terlihat pada gastroenteritis atau peradangan pada lapisan lambung, usus kecil, dan usus besar.

Sama pada orang dewasa, anak-anak dengan sindrom hemolitik uremik memiliki gejala antara lain:

  • muntah
  • diare berdarah
  • sakit perut
  • demam dan menggigil
  • sakit kepala
  • kelelahan, atau merasa lelah
  • kelemahan
  • pingsan

Karena sel darah merah yang rusak menyumbat glomerulus, ginjal bisa rusak dan menghasilkan lebih sedikit urine. Saat rusak, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang limbah dan cairan ekstra dari darah, terkadang menyebabkan cedera ginjal akut.

Ketika sindrom uremik hemolitik menyebabkan cedera ginjal akut, seorang anak mungkin memiliki tanda dan gejala berikut:

  • edema seperti bengkak, paling sering di tungkai, kaki, atau pergelangan kaki dan lebih jarang di tangan atau wajah
  • albuminuria yaitu ketika urine anak memiliki kadar albumin yang tinggi, protein utama dalam darah
  • penurunan keluaran urin
  • hipoalbuminemia yaitu ketika darah anak memiliki kadar albumin yang rendah
  • keluar darah dalam urine.

Pastikan Anda membawa si kecil kepada dokter saat menunjukkan gejala yang semakin parah.  

5. Dapat diagnosis lewat tes darah hingga biopsi ginjal

Sindrom hemolitik uremik dapat didiagnosis dengan beberapa cara, diantaranya:

Riwayat medis dan keluarga

Mengambil riwayat medis dan keluarga adalah salah satu hal pertama yang dapat dilakukan penyedia layanan kesehatan untuk membantu mendiagnosis sindrom uremik hemolitik.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dapat membantu mendiagnosis sindrom uremik hemolitik. Selama pemeriksaan fisik, penyedia layanan kesehatan akan memeriksa tubuh anak dan mengetuk area tertentu pada tubuhnya. 

Tes Urine

Tes urine dilakukan untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kerusakan ginjal akibat sindrom uremik hemolitik.

 Dokter akan menguji darah atau protein yang terkandung dalam urine.

Tes darah lengkap

Cara mendeteksi sindrom hemolitik uremik selanjutnya dengan melakukan tes darah. Untuk tes darah memperkirakan berapa banyak darah yang disaring ginjal setiap menit, yang disebut perkiraan laju filtrasi glomerulus, atau eGFR. 

Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat jumlah dan kualitas sel darah merah dan trombosit didalam sampel darah. 

Dokter juga akan melakukan beberapa prosedur tes darah seperti:

  • periksa sel darah merah dan tingkat trombosit.
  • periksa fungsi hati dan ginjal.
  • menilai kadar protein dalam darah.

Tes Feses

Tes feses adalah analisis sampel tinja. Dokter akan memberikan wadah untuk menampung dan menyimpan tinja. Sampel kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. 

Tes feses dapat menunjukkan adanya E. coli O157: H7 .

Biopsi Ginjal

Biopsi adalah prosedur yang melibatkan pengambilan sepotong kecil jaringan ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop

Dokter kemudian akan memeriksa jaringan di laboratorium. Ahli patologi mencari tanda-tanda penyakit ginjal dan infeksi. Tes ini dapat membantu mendiagnosis sindrom uremik hemolitik. 

Penggila Makanan Pedas, Ketahui Cara Mengatasi Perut Panas!

Salah satu rasa dominan dalam sebagian besar masakan khas Indonesia adalah pedas. Banyak pula masyarakat kita yang menggandrungi makanan pedas. Masalahnya, rasa pedas potensial membuat perut terasa panas. Bagi Anda yang senang makan makanan pedas, perlu sekali mengetahui cara mengatasi perut panas. 

Dengan mengetahui cara mengatasi perut panas, si penyuka pedas bisa tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa. Pasalnya, perut panas mungkin sekali membuat aktivitas terganggu karena satu atau lebih masalah turunannya. 

Kondisi ini kerap terjadi karena makanan pedas akan merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan suhu tubuh. Sebenarnya, sensasi ini disebabkan oleh zat capsaicin yang terkandung dalam cabai. Jadi, saat capsaicin bersentuhan dengan lapisan lambung, saraf yang ada di bagian tersebut langsung mengirimkan sinyal rasa sakit dan panas.

Selain perut terasa panas, mungkin sekali perut juga mengalami mulas setelah makan pedas. Akan tetapi, perlu diingat pula bahwa ada sebagian orang yang tidak merasakan apa-apa karena kondisi organ pencernaan mereka sudah terbiasa dengan zat-zat “pembuat masalah” tersebut. Walau demikian, buat berjaga-jaga, tiada salahnya Anda mengetahui cara mengatasi perut panas setelah makan pedas di bawah ini:

  • Makan buah dan sayur

Untuk mencegah dan mengatasi perut panas akibat makan pedas, disarankan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur sebelum dan sesudah makan makanan pedas.

Hal ini karena buah dan sayur dapat meluruhkan capsaicin yang terdapat pada cabai, yaitu kandungan yang bisa menyebabkan rasa panas pada perut pasca-mengonsumsi makanan pedas.

  • Jeruk

Buah-buahan yang dapat Anda pilih untuk meredakan perut panas setelah makan pedas adalah jeruk limau atau lemon. Perasan jeruk limau atau lemon juga memiliki fungsi meluruhkan capsaicin si penyebab rasa pedas dengan cepat dan efektif.

  • Susu

Susu sudah terkenal ampuh mengatasi perut panas akibat makan pedas. Hal ini menjadj mungkin karena susu dapat menetralkan asam dari makanan pedas yang Anda konsumsi.

Namun perlu dicatat, jangan mengonsumsinya terlalu banyak karena hal tersebut bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut. Cukup minum setengah cangkir susu dan duduk dalam posisi tegak selama 30 menit.

  • Yogurht

Produk olahan susu ini juga dapat dikonsumsi sebagai salah satu cara mengatasi perut panas akibat makanan pedas. Hal ini karena yogurt mampu membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus yang mampu membantu melepaskan suhu panas dan membantu memperlancar pencernaan.

  • Teh pappermint

Kendati kurang populer di Indonesia, peppermint dapat membantu mengatasi masalah pencernaan, termasuk perut panas akibat makan pedas. Peppermint memiliki zat antinyeri yang dapat mengurangi rasa nyeri perut dan perut panas. Selain menggunakan teh, Anda bisa segera hirup aromaterapi peppermint.

  • Jahe

Jahe sudah terkenal sebagai tanaman herbal yang punya banyak fungsi. Salah satu fungsi yang bisa dilakukan jahe adalah menjaga kesehatan dan kondisi pencernaan. Sensasi panas yang ditimbulkan makanan pedas bisa pula diatasi dengan mengonsumsi jahe–utamanya air rebusan atau sari jahe. 

Kandungan phenolic dalam jahe berfungsi untuk meredakan gejala iritasi organ pencernaan, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi pada perut, hingga membantu pergerakan makanan dan minuman selama berada di pencernaan.

Jahe juga disebut sebagai carminative, suatu substansi yang dapat membantu mengeluarkan gas berlebih yang ada di sistem pencernaan Anda. Masalah pencernaan seperti kolik dan dispepsia dapat diatasi dengan jahe.

***

Makanan pedas memang menggugah selera dan menambah nafsu makan. Namun, Anda perlu untuk waspada dan berhati-hati karena makanan pedas juga punya efek samping negatif bagi kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Perut terasa panas mungkin hanya salah satunya. 

Ketika suatu saat Anda merasakan sensasi perut panas setelah mengonsumsi masakan pedas, Anda bisa memilih satu atu beberapa cara mengatasi perut panas di atas. Namun, jika dalam waktu tertentu kondisi Anda tak kunjung membaik, disarankan untuk segera mencari bantuan medis. Dikhawatirkan ada masalah pencernaan serius yang sedang Anda derita.