Hernia Inguinal

Hernia inguinal merupakan gangguan yang terjadi di bagian perut. Kondisi tersebut terjadi ketika lemak atau jaringan usus terdorong melalui otot yang lemah pada dinding perut yang letaknya dekat dengan kanalis (saluran) inguinal kiri dan kanan. Semua kanalis inguinal berada di dasar perut.

Kanalis inguinal dimiliki baik pria maupun wanita. Jika seseorang mengalami hernia, maka akan muncul tonjolan di bagian yang terdampak. Tonjolan tersebut bisa menimbulkan rasa nyeri ketika manusia bergerak.

Banyak orang berpikir bahwa mereka tidak membutuhkan pengobatan untuk mengatasi hernia, karena hernia muncul dalam ukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, pengobatan akan dibutuhkan untuk mencegah penonjolan berikutnya dan mengurangi risiko komplikasi pada tubuh.

Gejala

Seseorang yang mengalami hernia inguinal bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Tonjolan di area pada kedua sisi dari tulang kemaluan.
  • Merasa nyeri atau terbakar di bagian tonjolan.
  • Ketidaknyamanan di bagian paha, terutama ketika batuk, membungkuk, atau mengangkat barang.
  • Merasa tertarik di bagian paha.
  • Tekanan pada pangkal paha.
  • Merasa bengkak di bagian testis ketika usus yang menonjol turun ke dalam skrotum.

Penyebab

Penyebab hernia inguinal belum dapat ditentukan dengan pasti. Namun, bagian lemah di dalam otot perut dan otot pangkal bisa merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya masalah tersebut.

Selain itu, berikut adalah faktor lain yang dapat memicu hernia inguinal:

  • Tekanan tambahan pada tubuh.
  • Riwayat hernia inguinal yang terjadi pada keluarga.
  • Pernah menjalani operasi hernia.
  • Jenis kelamin dimana pria mengalami risiko 8 kali lebih besar dibandingkan wanita.
  • Lahir secara prematur yang disertai dengan berat badan rendah.
  • Obesitas.
  • Kehamilan.
  • Fibrosis kistik.
  • Batuk kronik.
  • Konstipasi kronis.
  • Merokok.

Diagnosis

Jika Anda mengalami hernia inguinal, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Diagnosis yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik untuk mengetahui seberapa parah kondisi yang dialami pasien.

Pengobatan

Untuk mengobati hernia inguinal, cara yang dapat dilakukan adalah operasi. Dokter akan mendorong jaringan menonjol kembali dan menguatkan dinding perut dengan jahitan. Sayatan kecil juga perlu dilakukan di bagian perut dengan alat khusus. Prosedur ini disebut sebagai laparoskopi.

Dengan melakukan prosedur laparoskopi, penderita akan lebih cepat sembuh dan tidak mengalami luka. Cara ini lebih baik dibandingkan dengan operasi konvensional.

Pencegahan

Anda juga dianjurkan untuk melakukan beberapa hal di bawah untuk mencegah hernia inguinal:

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi.
  • Jangan sering melakukan aktivitas yang terlalu berat seperti mengangkat beban yang berat.
  • Jangan merokok.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda menemukan tonjolan pada pangkal paha, Anda perlu konsultasikan masalah tersebut ke dokter. Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Mencatat riwayat medis keluarga, termasuk Anda (jika ada).
  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat obat yang Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter akan menanyakan kepada Anda mengenai kondisi yang Anda alami seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah gejala yang Anda alami membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan?

Kesimpulan

Hernia inguinal merupakan gangguan medis yang serius dimana gejala yang dialami penderita membutuhkan pengobatan yang tepat seperti operasi. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjaga kondisi dari hernia inguinal, Anda sebaiknya ikuti anjuran yang disebutkan di atas.

Pro dan Kontra Sodium Fluoride dalam Produk Perawatan Gigi

Beberapa tahun belakangan, para ahli melalui berbagai penelitian mulai mempertanyakan, apakah penambahan sodium fluoride dalam produk perawatan gigi aman dan efektif untuk mencegah gigi berlubang?

Bukan berarti sodium fluoride memang memiliki karakter yang berbahaya, penggunaannya dalam kadar yang sedikit diketahui aman. Namun, terlalu banyak sodium fluoride yang tertelan ternyata dapat menimbulkan berbagai gangguan medis.

Lalu, mengapa senyawa tersebut digunakan? Pada dasarnya, sodium fluoride memang memberikan manfaat perlindungan bagi gigi. Fluoride yang menempel pada gigi akan berikatan dengan kalsium atau magnesium di enamel gigi, dan melindungi gigi dari asam yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

Manfaat sodium fluoride

Sekitar tahun 1930-an, sodium fluoride mulai diketahui manfaatnya untuk perlindungan gigi. Masa itu, dokter gigi menemukan bahwa kelompok orang yang mengonsumsi air dengan kandungan fluoride lebih jarang mengalami gigi berlubang.

Penelitian tentang sodium fluoride pun terus dilakukan sejak saat itu. Kebanyakan dari penelitian tersebut ditujukan untuk mengetahui, apakah sodium fluoride dapat digunakan untuk mengatasi gigi berlubang.

Kemudian diketahui bahwa sodium fluoride dapat mencegah gigi berlubang, walaupun ada paparan asam dan bakteri di dalam mulut. Hal ini dianggap sebagai sebuah terobosan di dalam dunia kesehatan gigi.

Sodium fluoride melindungi gigi dengan cara membunuh Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus yang menyebabkan gigi berlubang.

pH dalam sitoplasma sel juga akan diturunkan oleh ion di dalam sodium fluoride, sehingga keasaman berkurang dan risiko terjadinya gigi berlubang pun menurun. Sementara, pengaplikasiannya secara topikal akan membuat fluoride berinteraksi dengan air liur dan mencegah demineralisasi enamel gigi.

Sanggahan terhadap penggunaan sodium fluoride

Pada tahun 2015, Pelayanan Kesehatan Publik Amerika Serikat menurunkan rekomendasi  penggunaan sodium fluoride dari 1,2 mg/L menjadi 0,7 mg/L. Sementara Environmental Protection Agency memberlakukan batas yang boleh dikonsumsi oleh masyarakat ada angka 4,0 mg/L.

Sodium fluoride bukan hanya terkandung di dalam produk larutan perawatan gigi atau pasta gigi, melainkan juga dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi, termasuk susu. Melihat fakta ini, dalam waktu yang panjang, orang telah mengonsumsi fluoride dalam kadar yang lebih tinggi dari yang seharusnya.

Oleh karena itu, diduga banyak anak yang berpotensi mengalami fluorosis. Suatu kondisi di mana terdapat bercak atau cacat pada enamel akibat kelebihan asupan fluoride pada masa pertumbuhan gigi. Para dokter gigi pun mengakui bahwa fluorosis merupakan masalah gigi yang cukup serius dan patut mendapat perhatian.

Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa asupan sodium fluoride yang terlalu banyak dapat memicu terjadinya gangguan hormon, Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD), melemahnya tulang, hingga munculnya efek yang tidak diinginkan dalam perkembangan saraf anak dan masalah tiroid.

Faktor-faktor di atas, membuat para ahli dan dokter gigi meninjau ulang penggunaan sodium fluoride dalam produk perawatan gigi, dalam rangka mencegah gigi berlubang. Sampai saat ini, hal ini masih menjadi kontroversi.

Masih dibutuhkan berbagai penelitian lanjutan untuk sampai pada kesimpulan perlu atau tidaknya penggunaan sodium fluoride. Saat ini, baik dari sisi manfaat maupun kerugian, terdapat penelitian ilmiah yang mendukung kedua klaim tersebut. Dan sulit sekali untuk menyimpulkan argumen mana yang lebih tepat.

Untuk sementara waktu, Anda bisa saja menggunakan produk yang mengandung sodium fluoride. Namun, usahakan untuk tidak menggunakannya secara berlebihan. 

Kekurangan Enzim Tripsin Dapat Membahayakan Tubuh

Enzim tripsin adalah sebuah enzim yang membantu tubuh dalam mencerna protein. Di usus halus, tripsin mengurai protein, melanjutkan proses pencernaan yang dimulai di perut. Enzim tripsin diproduksi oleh pankreas dalam sebuah bentuk tidak aktif yang dikenal dengan nama trypsinogen. Trypsinogen masuk ke dalam usus kecil melalui saluran empedu umum dan diubah menjadi tripsin aktif. Tripsin aktif tersebut, bersama dengan proteinase pencernaan utama yaitu pepsin dan chymotrypsin, bekerja untuk mengurai protein diet menjadi asam amino dan peptida. Asam amino ini sangat penting untuk perkembangan otot, produksi hormon, dan fungsi tubuh penting lainnya. 

Komplikasi akibat kadar tripsin yang kurang

Apabila tubuh tidak memproduksi enzim tripsin dalam jumlah yang memadai, hal tersebut dapat menyebabkan beberapa kondisi komplikasi kesehatan, seperti:

  • Malabsorsi

Apabila pankreas Anda tidak memproduksi enzim tripsin dalam jumlah yang cukup, Anda akan menderita gangguan pencernaan yang dikenal dengan nama malabsorsi, atau menurunnya kemampuan untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan. Apabila dibiarkan, malabsorsi dapat menyebabkan defisiensi beberapa nutrisi penting esensial, yang nantinya akan berujung malnutrisi dan anemia.

  • Pankreatitis

Dokter akan memeriksa kadar enzim tripsin di dalam darah sebagai bentuk pemeriksaan diagnosa pankreatitis. Pankreatitis adalah sebuah kondisi peradangan pada pankreas yang dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian tengah atau kanan atas perut, demam, detak jantung yang cepat, dan pusing. Meskipun kasus pankreatitis ringan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari tanpa perawatan, kasus yang lebih parah dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi dan gagal ginjal, yang dapat menyebabkan kematian.

  • Fibrosis kistik

Dokter juag akan memeriksa jumlah tripsin dan chymotrypsin yang terdapat pada darah dan kotoran. Pada bayi, kadar kedua enzim pada darah yang tinggi mengindikasikan adanya gangguan genetik resesif yang disebut fibrosis kistik. Pada orang dewasa, kadar tripsin dan chymotrypsin yang rendah di kotoran merupakan indikasi fibrosis kistik dan penyakit-penyakit pankreas seperti pankreatitis.

Enzim tripsin dan penyakit kanker

Banyak penilitian dilakukan guna mengetahui hubungan antara enzim tripsin dan penyakit kanker. Beberapa studi mengindikasi bahwa enzim tripsin memilik peran menekan tumor dalam perkembangan kanker. Sementara itu, studi lain juga menunjukkan bahwa tripsin ikut meningkatkan proliferasi, invasi, dan metastasis pada banyak jenis kanker. Kesimpulan yang berbeda tersebut dapat dijelaskan pada asal enzim tripsin tersebut berasal. Penelitian yang menunukkan bahwa produksi tripsin pada jaringan selain pankreas dapat terlibat pada pertumbuhan tumor jinak sel-sel kanker.

Suplemen tripsin alami

Ada banyak jenis suplemen yang mengandung tripsin di pasaran. Kebanyakan dari produk-produk tersebut tidak membutuhkan resep dokter. Suplemen-suplemen ini mengkombinasikan enzim tripsin (yang diekstrak dari pankreas hewan) dalam beragam dosis dengan enzim-enzim lain. Adapun manfaat dari suplemen tersebut adalah merawat gangguan pencernaan, mengurangi rasa sakit dan peradangan osteoarthritis, dan mempercapat penyembuhan akibat cidera saat olahraga. Namun, penting untuk diingat bahwa sebelum Anda mengonsumsi suplemen apapun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari komplikasi dan efek samping yang dapat ditimbulkan.

Enzim tripsin penting dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna protein, komponen penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh seperti tulang, otot, kulit, dan darah. Apabila dikombinasikan dengan chymotrypsin, enzim tripsin dapat membantu proses penyembuhan luka atau cidera. Mengukur jumlah enzim tripsin dalam tubuh dapat membantu mengidentifikasi adanya gangguan kesehatan seperti pankreatitis dan fibrosis kistik.

Sayur Organik: Apakah Lebih Sehat Dari Sayur Biasa?

Untuk sayur organik, perbedaan utamanya ada pada proses penanaman, panen, serta pendistribusian kepada pembeli.

Banyak orang ingin mengkonsumsi makanan organik dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu makanan organik yang dapat dikonsumsi termasuk sayur organik. Orang-orang ingin mengkonsumsi makanan organik karena makanan jenis tersebut lebih sehat, aman dan memberikan kenyamanan di mulut. Meskipun demikian, harga makanan organik cenderung lebih mahal dibandingkan dengan makanan biasa.

Meskipun diklaim lebih sehat dari makanan biasa, para peneliti belum menemukan bukti yang menyatakan bahwa mengkonsumsi makanan organik dapat membuat manusia lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi makanan tersebut.

Selain itu, tidak semua makanan organik dapat memberikan kesehatan bagi tubuh manusia. Untuk sayur organik, perbedaan utamanya ada pada proses penanaman, panen, serta pendistribusian kepada pembeli. Untuk makanan organik lainnya, masih ada jenis makanan organik yang memiliki kandungan gula, lemak, dan sodium.

Cara Mengetahui Sayur Organik

Pada saat berbelanja, Anda pasti akan merasa bingung untuk memilih antara sayur organik dan sayur biasa. Kedua jenis sayur tersebut memang memberikan manfaat bagi tubuh. Selain itu, kedua sayur tersebut bernutrisi dan mengandung serat.

Kata “organik” mengacu pada cara petani menanam dan memproses produk-produk agrikultur seperti sayur organik sebelum didistribusikan ke pasaran. Makanan yang disebut sebagai organik tentunya harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Proses makanan tersebut tidak menghasilkan polusi.
  • Menyediakan habitat yang sehat dan aman.
  • Dapat meningkatkan kualitas air dan tanah.
  • Memiliki siklus berkelanjutan pada sumber daya yang tersedia di perkebunan.

Selain itu, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ketika memproses sayur organik:

  • Pupuk sintetis untuk menyuburkan tanah.
  • Pestisida sintetis untuk mengendalikan hama.
  • Pemaparan radiasi untuk mengusir hama atau membuat hasil panen awet.
  • Antibiotik atau hormon pertumbuhan pada ternak.

Yang dimaksud dengan pernyataan tersebut adalah perkebunan yang menanam bahan pangan organik tidak boleh melibatkan jenis pupuk atau pestisida sintetis. Semua bahan yang digunakan harus secara alami, untuk memastikan adanya kelanjutan pada siklus di perkebunan.

Perbedaan Antara Sayur Biasa dan Sayur Organik

Untuk membedakan antara sayur biasa dengan sayur organik, berikut adalah kriteria yang dapat Anda perhatikan ketika Anda membeli jenis sayur tersebut:

  • Nutrisi

Sayur organik memiliki jumlah nutrisi lebih sedikit dibandingkan dengan sayur biasa, khususnya pada jumlah flavonoid yang memiliki sifat antioksidan.

  • Metal beracun

Zat metal beracun yang ada di tanah secara alami dan dapat diserap tanaman adalah cadmium. Sebuah penelitian menyatakan bahwa jumlah cadmium yang terdapat pada makanan organik lebih sedikit dan tidak ada pada buah atau sayuran.

  • Residu pestisida

Jumlah residu pestisida yang ada pada sayur organik lebih sedikit dibandingkan dengan sayur biasa, karena tidak menggunakan pestisida sintetis. Meskipun demikian, para peneliti belum menemukan adanya dampak yang berbeda bagi kesehatan.

  • Harga

Harga makanan organik, termasuk sayur organik, cenderung lebih mahal dibandingkan dengan makanan biasa. Hal tersebut disebabkan karena proses pertanian organik memerlukan biaya yang tinggi untuk memproduksi makanan seperti ini.

Meskipun kedua jenis sayur tersebut memiliki perbedaan, Anda bisa membeli dan mengkonsumsi kedua jenis sayur tersebut. Kedua sayur ini dapat memberikan kesehatan bagi tubuh, meskipun secara ilmiah belum ada pernyataan terkait dengan jenis sayur mana yang lebih baik untuk dikonsumsi.

Cara Memilih Kualitas Makanan

Baik sayur biasa maupun sayur organik, kedua sayur tersebut aman untuk dikonsumsi. Meskipun demikian, ketika Anda membeli makanan biasa atau makanan organik, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Memilih dari sumber beragam

Semakin beragam sumber makanan yang Anda pilih, semakin banyak nutrisi Anda dapatkan.

  • Beli sesuai musim

Anda sebaiknya beli makanan sesuai musim, karena makanan yang dijual ketika sedang ada pada musim tertentu, makanan tersebut terlihat segar.

  • Mencuci sayur dan buah

Sebelum mengkonsumsi, Anda sebaiknya mencuci sayur atau buah yang Anda beli. Mencuci makanan dapat membantu melindungi tubuh kotoran, bakteri, atau residu zat kimia di permukaannya.

Sel, Jenis, Fungsi, dan Organel Sel

Organel sel sama seperti organ dalam di tubuh manusia

Tubuh manusia terbuat dari triliunan sel-sel atau biasa disebut dengan unit dasar kehidupan di muka bumi. Pada dasarnya, sel bisa dianggap sebagai bungkusan kecil yang mengandung sistem transportasi, pabrik, dan sumber dayanya sendiri. Sel-sel tersebut berfungsi sesuai dengan tugasnya masing-masing, menciptakan energi dan berkembang biak (sel merupakan unit terkecil di dunia ini yang dapat melakukan replikasi diri). Sel juga membentuk jaringan, yang kemudian membentuk organ tubuh; dan organ akan bekerja sama satu sama lain agar organisme dapat tetap hidup. Nama sel sendiri diberikan oleh Robert Hook, sekaligus penemunya, pada tahun 1665. Nama sel diambil dari kata Latin cella yang berarti ruang-ruang kecil. Cukup masuk akal karena di dalam “ruangan” sel terdapat berbagai macam organel sel (organ mini). Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendetail.

Nukleus

Nukleus merupakan organel sel yang dapat dianggap sebagai “kantor pusat” para sel. Normalnya hanya ada satu nukleus di setiap sel, namun tidak selamanya demikian. Sel-sel otot rangka, misalnya, memiliki dua nukleus. Nukleus mengandung hampir semua DNA sel-sel (beberapa dalam jumlah sedikit terletak di mitochondria). Nukleus berperan untuk mengirimkan pesan ke pada sel agar tumbuh, membagi diri, ataupun mati. Nukleus dipisahkan dari bagian sel lain oleh selaput yang disebut amplop inti: pori nukleus di dalam selaput dapat mengizinkan molekul dan ion untuk menyeberang dengan mudah, sementara itu, molekul dengan ukuran yang lebih besar membutuhkan protein untuk mengantarnya. 

Selaput plasma

Guna memastikan setiap sel untuk tetap terpisah dari tetangga di sekitarnya, sel diselubungi oleh selaput khusus yang disebut dengan nama selaput plasma. Salah satu organel sel ini umumnya terbuat dari phospholipids, yang mencegah zat-zat terbuat dari air untuk masuk ke dalam sel. Selaput plasma juga terdiri dari beberapa reseptor, yang memiliki peran dan fungsinya masing-masing, termasuk:

  • Gatekeeper. Beberapa reseptor akan mengijinkan molekul-molekul untuk dapat lewat dan menghentikan molekul lain. 
  • Penanda. Reseptor jenis ini bertindak sebagai penanda, memberi informasi kepada sistem kekebalan tubuh bahwa mereka merupakan bagian dari organisme dan bukanlah penjajah asing.
  • Penghubung. Beberapa reseptor membantu sel agar dapat berkomunikasi dengan sel lain dan lingkungan di sekitarnya.
  • Pengencang. Beberapa reseptor bertugas untuk membantu mengencangkan sel dengan sel lain. 

Sitoplasma

Organel sel ini merupakan bagian dalam sel yang mengelilingi nukleus dan 80%-nya adalah air, yang terdiri dari organel sel dan cairan berbentuk seperti jelly yang bernama sitosol. Banyak reaksi penting yang terjadi di dalam sel terjadi di sitoplasma. 

Lysosomes dan peroxisomes

Baik lysosomes dan peroxisomes merupakan kantong enzim yang sangat penting. Lysosomes mengandung enzim yang dapat memecah molekul besar, termasuk bagian tua sel dan benda-benda asing. Sementara itu, peroxisomes mengandung enzim yang dapat menghancurkan material beracun, termasuk peroksida. 

Sitoskeleton

Organel sel ini dapat dianggap sebagai bangunan dari sel. Sitoskeleton membantu menjaga sel agar tetap dalam bentuk yang benar. Namun, berbeda dengan bangunan lain pada umumnya, sitoskeleton fleksibel. Sitoskeleton berperan dalam pembagian sel dan motilitas sel, yaitu kemampuan sel untuk bergerak (misalnya sel-sel sperma). 

Masih ada banyak organel sel lain yang memiliki peran pentingnya masing-masing. Sel merupakan sebuah hal yang sangat beragam dan sangat menarik. Bisa dibilang, sel bertindak seperti kota-kota mandiri yang berfungsi sendiri-sendiri, memproduksi energi dan protein. Namun, sel juga merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar untuk menciptakan jaringan, organ, dan diri kita ini.

Tanda-tanda Kanker Ovarium yang Perlu Dipahami Wanita

Tanda-tanda Kanker Ovarium yang Perlu Dipahami Wanita

Menjadi penyakit yang selalu dikhawatirkan oleh para perempuan, kanker ovarium memang harus diwaspadai keberadaannya. Munculnya kanker ini diakibatkan kondisi tumor ganas yang berkembang di dalam indung telur, bagian yang khusus memproduksi hormon wanita. Jika diobati dengan tepat dan bisa terdeteksi lebih awal, maka bisa dicegah.

Kasus yang terjadi akibat penyakit ini di dunia diperkirakan sudah mencapai lebih dari 200 ribu dalam setiap tahunnya. Di Indonesia, data terkait kanker ini masih belum selengkap dari data penyakit kanker lainnya, seperti kanker payudara dan serviks. Meski demikian, jumlah kasus yang terjadi di setiap tahunnya diketahui selalu bertambah.

Tanda-tanda Kanker Ovarium

Pada umumnya semua jenis penyakit kanker memang sangat jarang menimbulkan gejala di awal kemunculannya. Hal inilah yang menyebabkan kanker jenis ini baru bisa terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut, namun demikian berikut ini terdapat beberapa tanda-tanda yang perlu diwaspadai untuk mengetahui kanker pada ovarium.

  • Mual dan perut terasa kembung hingga cepat merasa kenyang, bisa juga disertai sakit perut yang hebat hingga mengalami sembelit.
  • Munculnya pembengkakan pada perut, sering buang air kecil dan akhirnya mengalami penurunan berat badan.
  • Mengalami sakit di bagian vagina ketika melakukan hubungan seks hingga mengeluarkan darah dan berujung pada perubahan siklus menstruasi.

Indung telur yang terletak di dekat kandung kemih dan usus menjadi penyebab munculnya gejala masalah pencernaan yang berkaitan dengan tumor. Apabila gejala mengenai gangguan pencernaan berlangsung selama tiga minggu, maka dalam keadaan ini harus segera melakukan konsultasi dengan dokter ahli.

Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya kanker yang menyerang ovarium, perempuan yang terjangkit penyakit ini biasanya sudah memasuki masa menopause. Namun tidak hanya itu, riwayat keluarga juga bisa menjadi penyebab perempuan terkena penyakit kanker ini, berikut ini beberapa penyebab munculnya kanker pada ovarium.

  • Terapi Hormon Estrogen

Terapi ini biasanya dilakukan oleh para wanita yang hampir memasuki masa menopause, perempuan yang menjalani terapi ini sangat rentan terkena kanker. Maka dari itu, untuk menjalani terapi ini harus dengan sangat hati-hati.

  • Riwayat Keluarga

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa salah satu penyebab seseorang terkena kanker pada ovarium adalah riwayat keluarga. Untuk mengetahui hal ini bisa dengan melakukan tes darah, nantinya dapat dilihat lewat kadar CA-125 dalam tubuh.

  • Gaya Hidup Tak Sehat

Salah satu tanda gaya hidup tak sehat adalah mengalami obesitas, dalam mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan diet. Konsumsi makanan sehat dan rutin dalam berolahraga setiap hari secara teratur.

  • Proses Ovulasi

Kerusakan pada ovarium juga bisa dipengaruhi pada proses pelepasan sel telur selama ovulasi di setiap bulannya. Risiko kemungkinan ovarium terkena kanker bisa menurun jika kondisi tersebut dapat dicegah, sementara itu ovulasi akan berhenti dengan sendirinya selama masa kehamilan dan menyusui.

Kanker ovarium menjadi salah satu penyakit yang sulit untuk dicegah, hal ini tak lepas dari apa yang penyebab pasti kemunculannya. Namun, secara umum ditandai ketika sel-sel sehat mengalami mutasi genetik, itulah yang membuat perubahan sel normal yang berubah menjadi abnormal di dalam tubuh.

Sementara sel-sel sehat yang tumbuh dan berkembang dengan sendirinya akan mati secara perlahan, sebaliknya sel abnormal yang ada justru tumbuh tanpa terkendali. Tumbuhnya sel-sel abnormal ini yang membentuk tumor dan bermetastasis.

Tips Agar badan Tetap Bugar Selama Puasa

Berpuasa di bulan Ramadan menjadi suatu kewajiban bagi setiap Muslim di seluruh dunia baik itu laki-laki atau perempuan. Namun, aktivitas sehari-hari membuat banyak orang harus tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan bugar. Terdapat beberapa tips puasa agar kondisi badan tetap sehat meski sedang menjalankan puasa.

Dahulu, puasa merupakan bagian dari terapi dalam kedokteran kuno yang mana dalam kondisi medis tertentu menahan lapar dan minum dalam waktu tertentu dianjurkan agar proses penyembuhan suatu penyakit dapat berlangsung lebih cepat. Meski demikian, terdapat beberapa syarat yang harus dilakukan puasa tetap jalan dan kebugaran tubuh tetap terjaga.

Tips Puasa Sehat

Perlu diketahui puasa merupakan salah satu proses detoksifikasi atau juga pembuangan zat-zat beracun dari dalam tubuh secara alami. Namun, proses pembuangan racun ini tidak dapat berhasil maksimal apabila tidak diimbangi dengan penerapan gaya hidup sehat agar tubuh tetap berada dalam kondisi fit saat berpuasa.

  • Jangan Lewatkan Sahur

Cara sederhana pertama yang bisa dilakukan agar kondisi badan tetap fit saat berpuasa adalah jangan pernah melewatkan makan sahur. Sahur sama seperti sarapan pagi, merupakan bagian terpenting untuk menambah energi dalam tubuh selama satu hari berpuasa hingga waktu berbuka tiba, tetapi makan sahur juga harus memperhatikan asupan nutrisi seimbang.

Konsumsi jenis makanan seperti beras merah, gandum dan oat yang bisa membuat kenyang lebih lama. Konsumsi pula makanan yang mengandung serat tinggi, bisa berasal dari kurma, biji-bijian, kentang, sayuran dan hampir semua buah, khususnya buah seperti aprikot, plum, pepaya hingga pisang.

  • Penuhi Cairan Tubuh

Sebagian besar tubuh berisi cairan dan seseorang membutuhkan jumlah cairan yang terbuang selama berpuasa. Konsumsi air putih setidaknya delapan hingga 12 gelas putih dalam sehari, penuhi kebutuhan cairan ketika berbuka puasa hingga saat makan sahur, perlu diketahui agar menghindari kafein yang bersifat diuretik karena akan membuat lebih sering buang kecil.

  • Makan Secukupnya

Waktu berbuka merupakan momen yang paling ditunggu ketika melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Hal ini membuat banyak orang tak segan untuk banyak mengonsumsi makanan setelah berbuka bahkan hingga kalap. Padahal, langsung mengonsumsi banyak makanan di saat berbuka bisa membuat perut kembung dan begah.

  • Hindari Makanan Berminyak

Salah satu menu yang menarik dikonsumsi dan menjadi favorit banyak orang saat berbuka puasa adalah gorengan. Meski demikian, ada baiknya untuk menghindari semua jenis makanan yang digoreng ketika berbuka dalam jumlah yang banyak. Jenis makanan yang digoreng bisa meningkatkan risiko kenaikan kolesterol di dalam tubuh seseorang.

  • Kurangi Makanan dan Minuman Manis

Makanan dan minuman manis sangat berpengaruh bagi kondisi kebugaran tubuh, kurangi makanan jenis ini seta produk olahan agar tubuh tetap fit saat berpuasa. Namun, banyak orang yang justru keliru dengan maksud dari berbuka dengan yang manis.

Jenis makanan dan minuman yang manis memang penting dikonsumsi dengan tujuan membuat normal kembali gula darah di tubuh. Maka dari itu sangat penting untuk mengurangi jumlah makanan dan minuman yang satu ini.

  • Olahraga Ringan

Tips puasa dengan tubuh tetap sehat dan bugar adalah berolahraga, meski sedang menahan lapar dan haus bukan berarti tubuh tidak mampu digunakan untuk berolahraga, lakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga setelah berbuka puasa. Setelah berbuka puasa.

Asupan energi tubuh sudah terpenuhi dengan energi, olahraga ringan bisa dilakukan selama 30 menit bisa dengan jalan kaki, bersepeda, jogging hingga latihan lain sesuai porsi yang dibutuhkan agar tubuh tetap fit.

Amlodipine: Obat Andalan Penderita Hipertensi

Tahukah kamu bahwa penderita hipertensi di Indonesia mencapai lebih dari 63 juta orang? Menurut pers rilis yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, angka kematian di Indonesia yang disebabkan oleh hipertensi mencapai lebih dari 400 ribu kematian. Lebih dari 50% penderita hipertensi merupakan kelompok umur 55-64 tahun, yang mana merupakan orang-orang berusia lanjut.

Tidak jarang, ketika kita pergi ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesahatan, banyak ditemui kelompok usia tersebut menderita penyakit degeneratif. Mereka rela mengantri untuk melakukan kontrol dan mendapat obat secara rutin. Salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan adalah hipertensi.

Bila ditanya apa saja obat hipertensi yang mereka dapatkan, kebanyakan dari mereka akan menjawab obat amlodipine.

Apakah terdapat anggota keluarga kamu yang juga rutin mendapat amlodipine ini? Apabila ia, kamu perlu untuk memperhatikan artikel berikut ini agar semakin paham dengan obat amlodipine.

Apa itu Obat Amlodipine?

Amlodipine termasuk dalam golongan obat penyekat kanal kalsium yang bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah, sehingga aliran darah dapat mengalir dengan mudah. Selain untuk mengatasi hipertensi, amlodipine juga berfungsi mengatasi nyeri dada pada pasien penyakit jantung koroner.

Amlodipine tersedia dalam bentuk obat minum yang bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Penggunaan obat amlodipine ini memerlukan dosis yang sesuai dengan anjuran dokter. Alasan amlodipine sering diresepkan dokter untuk mengatasi amlodipine adalah karena obat ini aman dan efek sampingnya  relatif jarang terjadi. Efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan akibat mengkonsumsi amlodipine antara lain: bengkak pada kedua kaki, rasa pusing, muka merah, dan jantung berdebar cepat.

Perlu diingat bahwa obat ini membutuhkan perhatian khusus, terutama untuk ibu hamil atau seseorang yang sedang merencanakan kehamilan. Hingga saat ini, belum terdapat informasi yang jelas mengenai dampak obat amlodipine pada janin.

Haruskah Obat Amlodipine Dikonsumsi Seumur Hidup?

Perlu diingat, bila dokter sudah memberikan resep amlodipine untuk mengatasi hipertensi, artinya obat ini tetap harus diminum, walaupun kondisi tekanan darah sudah terkontrol atau dalam keadaan normal, serta tidak merasakan gejala tertentu.

Konsumsi obat amlodipine ini berpeluang untuk menimbulkan efek samping, seperti menurunnya kesadaran, pusing dan sakit kepala, kemerahan pada wajah, hingga mual dan sakit perut.

Namun, alasan mengapa obat hipertensi, termasuk amlodipine disarankan untuk diminum secara rutin adalah karena manfaatnya penggunaannya lebih tinggi dibandingkan dengan resiko yang ditimbulkan apabila tidak mengkonsumsinya secara rutin.

Bila tidak terkontrol dengan baik, hipertensi dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, meliputi: stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan aneurisma pembuluh darah.

Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa orang yang mengalami hipertensi dan rutin mengkonsumsi obat hipertensi mampu untuk mencapai tekanan darah yang normal kembali. Resiko kematian dalam 9,5 tahun ke depan dari orang yang tekanan darahnya terkontrol dengan obat hipertensi lebih rendah dibandingkan dengan penderita hipertensi yang tekanan darahnya tidak terkontrol dengan baik.

Jelas bahwa penyakit hipertensi tidak dapat disepelekan begitu saja. Lakukanlah kontrol rutin dan jangan lupa minum obat sesuai anjuran dokter!

Bagian dan Jaringan Gigi dalam Anatomi Gigi Manusia

Apabila diamati dengan seksama, gigi manusia pada dasarnya memiliki anatomi atau bagian-bagiannya tersendiri. Gigi dibagi menjadi mahkota, leher, dan akar gigi. Bagian mahkota gigi adalah bagian yang tidak tertutup gusi dan dapat dilihat secara jelas ketika membuka mulut. Sedangkan, leher gigi merupakan bagian antara mahkota dan akar gigi yang berada di pinggir gusi. Bagian akar gigi merupakan bagian dari gigi yang tertutup oleh gusi.

Apa saja yang ada dalam anatomi gigi?

Mahkota, leher, dan akar gigi pada dasarnya disusun oleh jaringan-jaringan pembentuk dan pendukung gigi, seperti yang dijelaskan berikut:

  1. Enamel adalah lapisan terluar dari gigi yang memiliki fungsi untuk memberikan warna pada gigi. Enamel merupakan lapisan yang sangat keras dan berada di lapisan terluar gigi. Ia juga berperan untuk melindungi lapisan-lapisan lain yang berada di bawahnya. Apabila enamel terkena infeksi yang mengakibatkan lapisannya rusak, pada umumnya dokter gigi akan memberikan tambalan gigi untuk mengembalikan enamel seperti semula.
  2. Dentin adalah lapisan yang berada di bawah enamel yang memiliki tekstur lebih lunak. Lapisan dentin sangat sensitif terhadap nyeri, rasa dingin, dan angin. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Lapisan dentin ini terhubung langsung dengan saraf-saraf gigi, oleh karena itu ia lebih peka terhadap rangsangan tersebut. Rasa ngilu atau nyeri pada gigi yang berlubang dapat menjadi tanda bahwa lubang pada gigi telah mencapai lapisan dentin ini.
  3. Pulpa adalah saraf gigi yang memanjang hingga mencapai bagian akar gigi. Jika lapisan pulpa ini mengalami kerusakan, maka tindakan pencabutan gigi atau perawatan saluran akar gigi perlu segera dilakukan.
  4. Gusi adalah jaringan pendukung gigi yang dapat kita lihat di dalam rongga mulut. Jaringan pendukung gigi yang satu ini memiliki fungsi untuk menutupi bagian bawah mahkota gigi yang tidak terlindungi oleh enamel. Gusi juga berfungsi untuk mencegah bakteri masuk sela-sela gigi dan merusak gigi dari dalam.
  5. Tulang alveolar adalah bagian dari jaringan yang turut menopang gigi untuk tetap tertanam dengan kuat pada gusi. Di dalam bagian ini, terdapat lamina dura yang merupakan lapisan padat menempel pada sementum di dasar akar gigi yang berdekatan dengan ligamen periodontal.
  6. Sementum merupakan lapisan yang menutupi akar gigi dan berfungsi memperkuat posisi akar gigi yang tertanam di tulang alveolar. Lapisan ini menempel pada ligamen periodontal.
  7. Ligamen periodontal merupakan jaringan ikat yang meliputi akar gigi. Jaringan ini berperan untuk menghubungkan sementum pada akar gigi. Di dalam jaringan ini terdapat serat-serat (fibre) yang memiliki fungsi untuk menahan gaya kunyah. 

Apa saja jenis dan peran gigi?

Tidak hanya jaringan dan bagian gigi yang beragam, namun gigi juga memiliki jenisnya tersendiri. Tiap jenis gigi memiliki peran dan fungsinya masing-masing:

  1. Gigi seri pada manusia pada umumnya terdiri atas empat gigi seri atas dan empat gigi seri bawah. Jenis gigi seri digunakan untuk memotong makanan.
  2. Gigi taring terletak persis di sebelah gigi seri. Jumlah gigi taring pada manusia ialah 4 buah, masing-masing terletak di bagian bawah dan atas mulut. Bentuk fisiknya berujung dan lancip berguna untuk merobek makanan.
  3. Gigi premolar pada manusia berjumlah delapan buah, terdiri atas masing-masing dua gigi premolar di bagian atas kanan dan kiri, serta dua pasang gigi premolar di bagian kanan bawah dan dua lainnya di kiri bawah. Lokasi gigi premolar berdekatan dengan gigi taring. Gigi premolar ini dikenal juga dengan gigi geraham kecil yang berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi ukuran yang lebih kecil lagi.
  4. Gigi geraham terletak di paling belakang susunan gigi manusia. Ia merupakan gigi yang paling besar dan kuat di antara jenis gigi lainnya. Jumlah gigi geraham pada manusia dapat mencapai 12 buah apabila gigi geraham bungsu tumbuh. Fungsi dari gigi geraham antara lain untuk mengunyah dan menghaluskan makanan sehingga mudah untuk ditelan dan dicerna.

Penting bagi kita untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sebelum bakteri merusak lapisan dan jaringan pada anatomi gigi. Hal sederhana seperti menggosok gigi minimal dua kali sehari dengan benar dapat mencegah kerusakan dan penyakit pada gigi. Anda juga dapat mengkonsultasikan dan memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Cegah Gigi Keropos Sedari Dini Demi Optimalkan Fungsi Gigi

Kerusakan pada gigi, seperti gigi keropos dapat terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali anak-anak dan orang dewasa. Penyebab gigi keropos dapat berasal dari banyak faktor, seperti gaya hidup dan kebiasaan tertentu. Nah, jika kamu ingin terhindar dari pengeroposan gigi, ada langkah mudah yang dapat kamu lakukan, nih.

Sebelum membahas cara pencegahan gigi keropos, ada baiknya kamu kenali dulu kebiasaan seperti apa yang menjadi penyebab gigi keropos. Hal-hal perlu kamu perhatikan:

  • konsumsi minuman bersoda secara berlebih: minuman bersoda mengandung asam sitrat yang tinggi, sementara paparan asam bisa merusak lapisan enamel (lapisan terkuat) gigi yang kemudian mengakibatkan gigi keropos.
  • Sering mengonsumsi minuman/jus buah: lho, bukannya jus buah itu baik untuk kesehatan, ya? Ya, mengkonsumsi buah memang bagus untuk tubuh, tapi ternyata jus buah mengandung asam yang dapat mengikis enamel gigi, terutama buah-buahan asam seperti apel dan jeruk.
  • Kebiasaan buruk: selain faktor makanan, kebiasaan kamu memperlakukan gigi juga bisa membuat gigi ‘ngambek’ dan keropos, lho. Enamel gigi dapat terkikis akibat gesekan antar gigi yang keras (pada bruxism), menggosok gigi terlalu keras, menggigit benda keras, seperti kuku, tutup botol, atau pulpen. Kebiasaan-kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan sakit gigi, ya.
  • Diet tinggi gula dan karbohidrat: gula dan karbohidrat bersifat asam serta memudahkan kuman dalam mulut untuk berkembang sehingga mempercepat pengeroposan gigi.

Apa yang bisa kamu lakukan untuk mencegah gigi keropos? Perhatikan langkah-langkah berikut ini apabila kamu ingin memiliki gigi yang sehat dan tidak keropos!

  • Batasi konsumsi minuman bersoda dan minuman/jus buah yang asam, termasuk juga mengkonsumsi permen yang mengandung asam sitrat.
  • Gunakan sedotan saat minum minuman yang asam untuk menghindari kontak langsung gigi dengan zat asam.
  • Batasi camilan karena ternyata kebiasaan ngemil dapat meningkatkan risiko karies gigi.
  • Setelah makan atau ngemil, berkumurlah dengan air putih untuk membiarkan air liur melarutkan asam dan mengeraskan enamel terlebih dulu.
  • Kunyah permen karet yang tidak mengandung gula di sela-sela waktu makan.
  • Minumlah lebih banyak.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Hindari konsumsi alkohol, merokok, dan makan sekitar 3 jam sebelum tidur untuk mencegah refluks asam lambung.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk memperkuat enamel, misalnya susu, sarden atau ikan bandeng yang memiliki tulang lunak dan lazim untuk dimakan. Sekadar info nih. Tulang ikan itu tempat untuk menyimpan kalsium lho.
  • Perbanyak makan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan lain-lain) dan sayuran berwarna hijau tua.

Nah, bagaimana? Tips pencegahan gigi keropos yang telah disampaikan cukup mudah untuk dipraktekkan, bukan? Mari jaga kesehatan gigi selalu sebelum terlambat!